preferential-lite
shadow

PEMBAHASAN METODE PROYEK

PEMBAHASAN METODE PROYEK

METODE PROYEK
METODE PROYEK

Pengertian Metode Proyek (Project Method)

Kata proyek berasal dari kata latin yaitu: proyektum yang berarti maksud tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti: merancang, merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang baik di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya.

Dengan kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan memberikan kegiatan belajar kepada siswa, dengan memberikan kepada siswa untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar berencana di dalam tugas-tugasnya.[1]


Selain itu metode ini disebut juga dengan teknik pengajaran unit. Anak didik disuguhi bermacam-macam masalah dan anak didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut dengan mengikuti langkah-langkah tertentu secara ilmiah, logis dan sistematis. Cara demikian adalah teknik yang modern, karena murid tidak dapat begitu saja menghadapi persoalan tanpa pemikiran-pemikiran ilmiah.

Tujuan metode ini adalah untuk melatih anak didik agar berpikir secara ilmiah, logis dan sistematis. Sekolah pada hakikatnya berkewajiban mempersiapkan anak didiknya agar tidak canggung hidup di tengah-tengah masyarakat yang banyak sekali masalah-masalah yang akan ditemuinya. Oleh karenanya guru berkewajiban melatih anak didik untuk memberikan kemampuan teknik menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat.

Pusat kegiatan metode ini terletak pada anak didik, dan guru berfungsi sebagai pembimbing mekanisme kerja anaka didik dengan bekerja bersama-sama. Namun demikian karena tiap-tiap anak didik mempunyai minat masing-masing, maka dapat pula anak didik secara individual dalam hal-hal tertentu menghadapi masalah itu sendiri sesuai dengan minat yang dipilihnya.


Metode proyek ini untuk pertama kalinya, diperkenalkan oleh John Dewey. Yang kemudian dikembangkan oleh W.H.Kilpatrik. Di Eropa abad XX ini giat sekali mengembangkan metode proyek ini. Di Indonesia metode proyek ini telah mendapat perhatian yang besar dari kalangan pembaharuan pendidikan dan pengajaran.

Langkah-langkah yang ditempuh melalui metode proyek ini yaitu:

Pertama           : Merencanakan proyek yang akan dilaksanakan. Misalnya: berapa kali kita melakukan proyek selama satu tahun.

Kedua             : Pengalokasian waktu, dengan mnghitung berapa minggu diadakan proyek dalam satu tahun. Misalnya untuk sementara waktu tiga kali dalam satu tahun sudah mencukupi. Tiap-tiap masa belajar 2 ½ bulan lamanya, diselingi masa proyek kira-kira satu bulan.[2]

  1. Keunggulan Metode Proyek:
  1. Dengan pengajarn proyek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri.
  2. Melalui metode proyek membrikan kesempatan kepada setiap siswa, untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari.
  3. Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa.
  4. Dapat menumbuhkan sikap social dan kerja sama yang baik.
  5. Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiha dalam berkarya.

  1. Kekurangan Metode Proyek:
  1. Memerlukan perencanaan yang matang.
  2. Tidak semua guru dapat merencanakan dengan metode proyek. Sebab dengan metode ini guru dituntut kerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara sederhana.
  3. Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa.
  4. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih sulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri.
  5. Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana, disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan financial.
  1. Metode Proyek (Unit) tepat di pergunakan:
  2. Apabila pelajaran dimaksudkan untuk memberikan kesadaran yang kuat kepada anak tentang perlunya kerja sama antara sekolah dan masyarakat.
  3. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih anak bersikap demokratis.
  4. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih anak untuk ikut serta memecahkan problema yang ada di masyarakat.
  1. Segi Positif
  2. Dengan metode proyek berarti beberapa metode mengajar tercakup dalam unit (proyek).
  3. Unit sesuai dengan pendapat baru tentang cara belajar.
  4. Mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat.

Cara budidaya kacang tanah organik

Cara budidaya kacang tanah organik

Di Indonesia, kacang tanah merupakan tanaman yang paling banyak ditanam sehabis padi, jagung dan kacang kedelai. Budidaya kacang tanah (Arachis hypogaea) biasanya diaplikasikan sebagai tanaman sela ataupun tumpang sari.

Cara budidaya kacang tanah organik

Budidaya kacang tanah sesuai di tempat bersama curah hujan sedang. Curah hujan yang benar-benar tinggi membawa dampak bunga sukar diserbuki dan zona perakaran benar-benar lembab agar menyuburkan perkembangan jamur dan penyakit yang menyerang buah. Penyinaran matahari penuh dibutuhkan kala perkembangan daun dan pembesaran buah. Budidaya kacang tanah idealnya berada di ketinggian 50-500 meter dari permukaan laut. Namun, tanaman ini bisa beradaptasi sampai ketinggian 1500 meter.

Budidaya kacang tanah efisien dilaksanakan terhadap tanah gembur bersama kandungan unsur hara kalsium (Ca), nitrogen (N), kalium (K) dan pospat (P) yang cukup. Derajat kesaman (pH) ideal bagi tumbuhan ini sekitar 5-6,3. Tanah gembur bersama struktur yang gampang benar-benar baik untuk perkembangan ginofor, bakal buah yang tumbuh memanjang ke dalam tanah.

Unsur Ca benar-benar dibutuhkan tanaman kacang tanah terhadap fase generatif. Ketersediaan unsur ini benar-benar berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dalam menghasilkan kacang. Dalam metode pertanian organik, unsur Ca bisa dipenuhi dari penambahan kapur pertanian atau dolomit kala pengolahan lahan. Pada lahan yang mempunyai keasaman tinggi atau lahan basah, keperluan untuk memberikan kapur lebih tinggi dibanding lahan kering ber-pH netral.

Perlu dicatat juga, walau tanaman kacang tanah mempunyai bintil akar tempat bakteri Rhizobium berkembang, tanaman ini tetap perlu unsur N terlebih di awal tanam. Selanjutnya, bakteri Rhizobium bisa sediakan unsur N sampai 75-85% dari kebutuhan.

Pemilihan benih kacang tanah
Benih kacang tanah didapatkan dari kacang yang dibiarkan sampai tua, sekitar 100 hari. Buah yang siap dijadikan benih warnanya kehitaman dan jika diakses tidak miliki selaput terhadap anggota dalam cangkang. Setelah benih dipanen, sortasi terlebih dahulu sesudah itu jemur selama 4-5 hari. Untuk memelihara kualitasnya, benih kacang tanah sebaiknya disimpan selama 3-6 bulan saja. Cangkang kacang sebaiknya tidak dikupas selama masa penyimpanan. Buka cangkang hanya jika benih bakal digunakan. Benih yang paling baik untuk ditanam adalah benih yang baru.

Pengolahan tanah dalam budidaya kacang tanah organik
Untuk mendapat hasil maksimal, tanah tempat budidaya kacang tanah harus digemburkan terlebih dahulu bersama dibajak sampai jadi butiran halus. Kemudian tambahkan kapur sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan secara merata bersama tanah yang sudah dibajak, diamkan selama 2 hari.

Gunakan pupuk kandang yang sudah matang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Apabila tersedia, manfaatkan campuran pupuk kandang dari kotoran ayam bersama kotoran kambing atau sapi. Campurkan bersama tanah secara merata. Budidaya kacang tanah bisa dilaksanakan bersama bedengan atau tanpa bedengan. Bedengan dibutuhkan jika lahan yang digunakan rawan tergenang air. Drainase yang baik dibutuhkan untuk memelihara kesegaran tanaman.

Penanaman kacang tanah dilaksanakan bersama langkah ditugal bersama jarak tanam 25×25 cm. Isi setiap lubang bersama satu butir benih. Diperlukan sekitar 50 kg benih untuk satu hektar luasan tanam. Setelah benih ditanam, siram setiap pagi dan sore. Kacang tanah bakal berkecambah sehabis 4-7 hari.

Perawatan dan pemupukan
Kacang tanah sudah tumbuh serempak sehabis satu minggu dan terasa berbunga terhadap usia 20 hari dan berlanjut sampai usia 75 hari. Hanya bunga yang keluar diatas usia 30 hari yang bakal jadi polong. Setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, bakal tumbuh ginofor atau bakan buah terhadap hari ke-3 sampai ke-4. Kemudian ginofor selanjutnya bakal menuju dan menembus tanah untuk membentuk polong.

Perawatan yang dibutuhkan terhadap kala tanaman berbunga pada lain, bantuan pupuk tambahan. Sebaiknya tambahkan pupuk yang banyak mengandung posfor, agar buahnya bagus dan banyak. Selain itu, laksanakan penyiangan dan pembubunan tanah agar menutupi akar, batang dan daun anggota bawahnya. Hal ini bertujuan untuk memperbanyak biji.

Beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman kacang tanah pada lain uret (pemakan akar), ulat penggulung daun, ulat grayak, dan ulat jengkal. Sedangkan, style penyakit yang sering dijumpai adalah penyakit layu, sapu setan, bercak daun, gapong, sklerotium, dan penyakit karat. Pengendalian hama dan penyakit selanjutnya adalah bersama laksanakan olah tanah bersama baik, pemanfaatan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, membersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman. Tanaman berpenyakit dicabut, dibuang dan dimusnahkan, sanitasi lingkungan dan menanam varietas tanaman yang tahan penyakit. www.budidayaternak.com

Panen budidaya kacang tanah
Kacang tanah dipanen terhadap usia 90 hari sehabis tanam. Ciri-ciri fisik kacang tanah siap panen pada lain batangnya mengeras, daun terasa menguning dan berguguran. Selain itu kami juga bisa menyita sampling dan memeriksa secara segera apakah bijinya sudah terisi penuh atau tidak.

Cara budidaya bengkoang organik

Cara budidaya bengkoang organik

Cara budidaya bengkoang organik

Bengkoang atau bengkuang (Pachyrhizus erosus L) merupakan tumbuhan yang menjalar. Tanaman ini bisa bisa miliki panjang sampai 5-6 mtr. dengan rutinitas menjalar dan membelit. Bengkuang disita umbinya dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan, dibikin tepung, bahan baku obat dan pangan olahan lainnya.

Cara budidaya bengkoang organik

Terdapat dua varietas bengkoang yang dibudidayakan di Indonesia, yaitu verietas genjah dan badur. Varietas genjah mempunyai umur panen yang lebih cepat yaitu 4-5 bulan namun varietas badur umur panennya pada 7 sampai 11 bulan. Pada ulasan kali ini, kami bakal membahas mengenai varietas genjah .

Budidaya bengkoang sesuai dilakukan didataran rendah sampai ketinggian 1500 mtr. dari permukaan laut. Namun ketinggian idealnya adalah 200-800 mtr. dari permukaan laut dengan curah hujan lebih kurang 700-1000 mm per tahun. Suhu ideal untuk tumbuh berkisar pada 25 sampai 28oC. Bengkoang bisa tumbuh baik di tanah lempung berpasir dengan kandungan hara tinggi dan keasaman tersedia pada kisaran 4,5-8 pH.

Penyiapan benih bengkoang
Benih bengkoang bisa didapatkan dengan dua cara, pertama menyeleksi dari tanaman yang ada. Caranya memilih beberapa tanaman yang nampak sehat, lantas biarkan tanaman tersebut tumbuh berbunga sampai mengeluarkan polong. Sedangkan tanaman lainnya selalu dipangkasi bunganya, sebab tanaman bengkoang yang bunganya tidak dipangkas tidak bakal menghasilkan umbi.

Polong yang tumbuh sampai tua, sesudah itu polong siap dipanen sebagai benih. Apabila benih bakal disimpan, sebaiknya jangan diakses kulit polongnya. Kalaupun diakses dari kulitnya mesti disimpan ditempat yang kering dan tertutup rapat. Dengan penyimpanan yang baik benih umumnya bertahan sampai 1 tahun.

Cara yang kedua adalah dengan menyeleksi benih dari hasil panen. Pilih beberapa umbi yang kualitasnya bagus, bisa dicermati dari ukuran dan bentuknya. Kemudian simpan umbi tersebut ditempat yang miliki kelembapan cukup. Biarkan tumbuh tunas pada umbi tersebut. Setelah tunas tumbuh, seleksi tunas tersebut. Tunas yang paling baik adalah yang paling dekat dengan pusat umbi. Kemudian tanam bengkuang tersebut, dan biarkan bunganya tumbuh sampai menghasilkan polong. Setelah itu polong bisa dipanen sebagai benih. Cara kedua ini umumnya menghasilkan benih yang lebih baik dari cara pertama.

Pengolahan tanah dan penanaman
Pertama-tama tanah dibajak atau dicangkul dengan target menggemburkan tanah. Kemudian membuat bedengan supaya drainase tanah berlangsung baik. Lebar bedengan 1 mtr. dengan tinggi 20-25 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kontur lahan. Atur jarak antar bedengan sebesar 40-50 cm.

Tebarkan atau campurkan pupuk kandang atau kompos. Dosis pupuk basic lebih kurang 20 ton per hektar. Kemudian aduk sampai merata. Setelah itu membuat lubang tanam dengan cara ditugal sedalam 5-7 cm. Dalam satu bedeng membuat dua baris lubang dengan jarak di dalam baris 25 cm dan jarak antar baris 30 cm. Masukkan benih bengkoang pada setiap tugalan sebanyak 1 biji lantas timbun dengan tanah. Lalu siram secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah. Kebutuhan benih bengkoang lebih kurang 25-30 kg per hektar.

Sebelum benih ditanam sebaiknya rendam dahulu benih sepanjang 6-12 jam, lantas tiriskan dan biarkan sepanjang satu hari. Nanti bakal nampak calon-calon tunas tumbuh pada biji bengkoang. Baru sesudah itu biji bisa ditanam.

Perawatan budidaya bengkoang
Bengkoang juga tanaman yang tahan kekeringan. Namun terkecuali berlangsung kekeringan ekstrim, lakukan penyiraman secukupnya. Perlu diingat penyiraman jangan dilakukan setengah basah, hal ini bakal membawa dampak tanaman mati dan layu.

Ketika tanaman berumur 2 minggu umumnya batangnya udah tumbuh dan menjadi menjalar, pada umur ini bisa dilakukan penyiangan bergantung kondisi dilahan. Pada selagi ini juga dilakuakn penyulaman terkecuali tersedia tanaman bengkoang yang tidak tumbuh. Namun penyulaman sebaiknya manfaatkan kacang tanah, tidak kenakan begkuang lagi. Karena pada umur layaknya ini, bengkoang baru tidak bisa mengejar yang lainnya. Penyulaman dengan kacang tanah berguna juga untuk memperkaya nitrogen tanah.

Pada umur 3 minggu lakukan pemupukan tambahan dengan kompos kering ataupun sekam ayam. Satu bedengan bengkoang bisanya membutuhkan lebih kurang 20 kg, atau lebih kurang 20 ton per hektar. Untuk pertolongan pupuk tambahan sebaiknya dissesuaikan dengan penampakan tanaman, jika nampak tidak cukup gizi berikan pupuk tambahan secara penuh. Namun jika tanaman tumbuh subur mengurangi pertolongan pupuk untuk menghemat pengeluaran.

Pada umur satu bulan menjadi lakukan proses pengguntingan pucuk daun pada seluruh tanaman yang ada. Biasanya sesudah penguntingan pertama bakal nampak banyak tunas baru. Pengguntingan kedua dilakukan disaat bengkoang berumur 2 bulan. Lakukan lagi pengguntingan pucuk dan bunga.

Pengguntingan dilakukan jika minimal 80% bunga udah mekar, sebab jika pengguntingan dilakukan pada selagi bunga belum mekar maka umbi bengkoang yang terbentuk tidak bakal bulat membesar, namu bakal layaknya wortel yaitu kecil dan memanjang. Pada selagi pengguntinga kedua ini, pilihlah 10-20 tanaman di dalam satu bedeng yang bakal dijadikan bibit. Untuk tanaman yang bakal dijadikan bibit ini, jangan dilakukan pengguntingan bunganya, tetapi biarkan supaya bunganya menghasilkan biji. Selanjutnya lakukan prosedur pembenihan layaknya yang diterangkan di atas.

Pada umur 3,5 bulan lakukan pengguntingan ketiga. Gunting seluruh bunga dan daun muda juga bunga yang tersedia diketiak-ketiak daun, jangan sampai terlewat. Setelah pemotongan ketiga perkembangan umbi berlangsung benar-benar cepat.

Pengendalian hama dan penyakit
Budidaya bengkoang umumnya tidak miliki banyak hama dan penyakit. Namun selalu mesti mewaspadai munculnya bercak taun, tungau daun merah dan kumbang. Untuk menangani hama dan penyakit lakukan rotasi tanaman dengan palawija lain, pengolahan tanah yang paripurna, sanitas kebun dan pemilihan benih atau bibit yang baik.

Pemanenan budidaya bengkoang
Tanaman bengkoang menjadi bisa dipanen pada umur 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara dicabut atau digali. Budidaya bengkoang yang baik bakal bisa menghasilkan 7-8 ton per hektar.

Mendesain Tempat Belajar Impian

Mendesain Tempat Belajar Impian

Mendesain Tempat Belajar Impian
Mendesain Tempat Belajar Impian

Pengertian Pembawaan dan Lingkungan

  1. Pengertian Pembawaan

Agar lebih jelas lagi pengertian kita tentang keturunan dan bagaimana hubungannya atau adakah perbedaannya antara turunan dengan pembawaan, inilah uraiannya, dapat kita katakan bahwa yang dimaksud dengan pembawaan ialah semua kesanggupan-kesanggupan yang dapat diwujudkan.

Pembawaan atau bakat terkandung dalam sel-benih (kiem-cel), yaitu keseluruhan kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh keturunan, inilah yang dalam arti terbatas kita namakan pembawaan (aanleg).

Di muka telah dikatakan bahwa pembawaan ialah seluruh kemungkinan yang terkandung dalam sel-benih yang akan berkembang mencapai perwujudannya.

Pembawaan (yang dibawa anak sejak lahir) adalah potensi-potensi yang aktif dan pasif, yang akan terus berkembang hingga mencapai perwujudannya.

  1. Pengertian Dan Fungsi Lingkungan Pendidikan

Dalam ilmu psikologi, lingkungan disebut dengan environment (Milieu).  Jadi bukan surrounding yang berarti keadaan sekeliling saja. Karena kata environment mencakup semua faktor di luar diri manusia yang mempunyai arti bagi dirinya, dalam arti memungkinkan untuk memberikan reaksi pada diri manusia tersebut. Jadi antara kita (manusia) dan lingkungan terjadi interaksi yang terus menerus.

Lingkungan (environment) ialah meliputi semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life process  kita kecuali gen-gen.

Menurut Sartain (ahli psikologi Amerika), yang dimaksud lingkungan meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes.

Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial.

Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan (pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dll) dinamakan lingkungan pendidikan.

Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal.


  1. Macam-macam Pembawaan dan Lingkungan
  2. Pembawaan

Beberapa macam pembawaan adalah sebagai berikut:

  1. Pembawaan Jenis

Tiap-tiap manusia biasa diwaktu lainnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badannya, anggota-anggota tubuhnya, intelijensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.

  1. Pembawaan Ras

Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan keturunan, yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.

  1. Pembawaan Jenis Kelamin

Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing.

  1. Pembawaan Perseorangan

Tiap orang (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal, banyak ditentukan oleh pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin.

Konstitusi tubuh : termasuk didalamnya : motorik, seperti sikap badan, sikap berjalan, air muka, gerakan bicara, cara bekerja alat-alat indra : ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis perangsang tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh ayah atau ibunya, Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar. Tipe-tipe perhatian, intelijensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelijensi. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas.Tempo dan ritme perkembangan.


  1. Lingkungan (Environment)

Macam-macam lingkungan dan bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungannya.

Lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Lingkungan fisik (physical environment)

Yaitu lingkungan / segala sesuatu di sekitar kita yang berupa benda mati, misalnya: rumah, kendaraan, udara, air dan sebagainya.

  1. Lingkungan biologis

Yaitu lingkungan yang berupa makhluk hidup, lingkungan ini dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hewan.

  1. Lingkungan abstrak

Semua hal yang abstrak juga bisa dimasukkan dalam lingkungan, jika hal tersebut telah menyatu dengan manusia. Termasuk semua hal yang abstrak, misalnya: pengetahuan, kesenian, kebudayaan, nilai kehidupan seperti aturan-aturan pergaulan, tata krama, sopan santun dan sebagainya

Dan menurut Sertain lingkungan itu dapat dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut :

  1. a) Lingkungan alam/luar (eksternal or physical environment)

Ialah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia, seperti; rumah, tumbuh-tumbuhan, air, iklim, hewan, dan sebagaisnya.

  1. b) Lingkungan dalam (internal environment),

Ialah segala sesuatu yang termasuk lingkungan luar/alam

  1. c) Lingkungan sosial/masyarakat (social environment)

Ialah semua orang/manusia lain yang mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan sosial itu ada yang kita terima secara langsung dan ada yang tidak langsung. Pengaruh secara langsung, seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain, dengan keluarga kita, teman-teman kita, kawan sekolah, sepekerjaan, dan sebagainya.

Yang tidak langsung, melalui radio dan televisi, dengan membaca buku-buku, majalah-majalah, surat-surat kabar, dan sebagainya, dan dengan berbagai cara yang lain.

Pada dasarnya jiwa manusia terdiri dari dua aspek, yaitu aspek kemampuan yang meliputi inteligensi dan bakat, sedangkan aspek kepribadian meliputi watak, sikap, sifat dan minat.

Faktor lingkungan yang paling berperan dalam pembentukan pribadi manusia adalah rumah, sekolah dan teman sebaya.


Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/

Apa kabar budaya kita hari ini?

Apa kabar budaya kita hari ini

Apa kabar budaya kita hari ini?

Antri merupakan kegiatan sosial yang berjalan di mana saja. Penduduk kota Malang tentu tidak asing bersama nada wanita yang berulang-ulang mengatakan: ‘Budayakan tertata berlalu tintas, patuhilah rambu selanjutnya lintas dan marka jalan, menekankan keselamatan bukan kecepatan, dahulukan pejalan kaki dan pengendara sepeda, sepeda motor nyalakan lampu utama siang dan malam hari, tertata selanjutnya lintas cermin masyarakat berbudaya’.

Apa kabar budaya kita hari ini

Suara rekaman yang berada di setiap perempatan kota Malang lebih-lebih lampu merah tersebut, merupakan fasilitas pembelajaran bagi masyarakat. Pertanyaannya adalah, apakah masyarakat kita sudah berbudaya? Dilihat dari langkah berlalu lintas, apakah sudah mencerminkan masyarakat yang berbudaya?.

Tidak harus membohongi diri sendiri, kita maupun penulis pun, kadang belum mencerminkan sebagai masyarakat yang berbudaya, seandainya indikatornya adalah apa yang dikatakan pengeras nada di perempatan jalan tersebut. Bentuk kegelisahan pemerintah atas masyarakat kita yang belum berbudaya dicoba untuk membentuknya lewat pendidikan masyarakat di perempatan jalan.

Pesan pertama adalah ‘budayakan tertata berlalu lintas’. Menunjukkan belum sepenuhnya masyarakat tertata berlalu lintas, justru yang tersedia adalah budaya serobot serta klakson sebagai wujud ketidak sabaran atas adanya macet dll. Di Negara lain, lebih-lebih Negara tetangga, mobil maupun kendaraan lain sebenarnya disetting miliki klakson tapi jarang dibunyikan, dikarenakan cermin budaya bangsa mereka adalah seandainya klakson berbunyi bahkan berulang-ulang dan keras, menyatakan individu tersebut tidak sehat atau belum berbudaya.

Pesan ke dua adalah ‘patuhilah rambu selanjutnya lintas dan marka jalan’. Bagaimana langkah mematuhi rambu selanjutnya lintas yang benar? Tentu kita coba studi ulang di bangku TK, bahwa akan dikenalkan rambu ‘P’ adalah tempat parkir, tengah ‘P coret’ adalah dilarang parkir. Toh, masih tersedia yang belum paham, padahal tau akan tapi tidak senang tau.

Pesan yang ketiga adalah ‘utamakan keselamatan bukan kecepatan’. Masyarakat kita tentu akan memillih cepat dan selamat, tapi sayangnya ketika pengendara tersebut cepat dan selamat dirinya sendiri, tapi kadang membahayakan orang lain.

Pesan yang keempat adalah ‘sepeda motor, nyalakan lampu utama siang dan malam’. Bila berfokus terhadap ‘guna’, tentu ketika siang hari rekomendasi ini akan sulit dapat diterima, lebih-lebih ulang ketika matahari bercahaya terik, jadi boros seandainya harus dinyalakan, akan tapi dikarenakan rule is the rule, maka ikuti saja ketentuan yang ada. Nyalakan lampu utama titik.

Tertib berlalu lintas adalah cermin masyarakat berbudaya adalah pesan yang terakhir. Bila kita tertata berlalu lintas, maka kita adalah masyarakat yang berbudaya, bersama begitu kita dapat mematahkan ide Prof. Cokroaminoto, yang menjelaskan bahwa mentalitas bangsa kita adalah mental penyerobot dan priyayi. Ketika kita tidak ringan menyerobot dan tertata berlalu lintas maka kita tidak juga di dalam mentalitas tersebut.

Ajakan untuk jadi masyarakat yang berbudaya bersama menaati ketentuan selanjutnya lintas dan menyadari consensus yang sudah ada, seandainya lampu merah berhenti, seandainya lampu kuning hati-hati dan lampu hijau silakan tancap gas. Apa yang ditunaikan pemerintah tersebut punya niat membangun penyadaran (conscientization) masyarakat. Proses terjadinya pendidikan di tengah jalan tersebut cocok bersama pendapat H.A.R. Tilar yang menjelaskan bahwa pendidikan merupakan sistem pembudayaan. Dengan kata lain, pendidikan dan kebudayaan miliki jalinan yang saling berjalin kelindan antar satu bersama lainnya, tidak dapat dipisahkan. Ketika berkata pendidikan, maka kebudayaan pun ikut serta di dalamnya. Begitu sebaliknya. Pendidikan bukan cuma mempunyai tujuan menghasilkan manusia yang pintar yang terdidik, akan tapi yang lebih perlu adalah manusia yang terdidik dan berbudaya (educated civilized human being).

Wilayah resmi pendidikan seperti di sekolah, sudah jamak dikenal bahwa dari tempat tersebutlah para manusia pintar bermunculan. Berbeda bersama di masyarakat, lebih-lebih di perempatan jalan, dari tempat tersebutlah aplikasi dari wilayah resmi seperti sekolah, tempat tersebut mengesahkan dan jadi penilaian bahwa manusia pintar yang berasal dari sekolah, akan disahkan jadi manusia pintar yang terdidik dan berbudaya ketika lolos dari praktik antri dan tertata selanjutnya lintas lebih-lebih di perempatan lampu merah. www.ruangguru.co.id

Mobil mewah, mikrolet, sepeda motor, becak, dll, sepenuhnya miliki hak yang mirip di perempatan jalan. Mereka berhak untuk mendapatkan Info repetisi dari pengeras nada berkenaan ajakan tertata selanjutnya lintas, dan ajakan jadi masyarakat berbudaya. Ketika hak mereka sudah terpenuhi, maka kewajiban mereka sebagai masyarakat berbudaya tentu mempraktikkan ajakan pengeras nada tersebut.

Unas-Kedaulatan Guru, SBMPTN-Calon Guru

Unas-Kedaulatan Guru, SBMPTN-Calon Guru

Unas-Kedaulatan Guru, SBMPTN-Calon Guru

Dalam medio tahun 2015, dunia pendidikan di negeri ini bakal menghelat ‘hajatan’ besar, pertama; Ujian Nasional (Unas) dan yang kedua, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Bicara tentang yang agenda yang pertama, apa-pun namanya kelak entah Ujian Nasional atau Evaluasi Nasional, ditunaikan secara online (paperless) atau offline (paper test), berkenan paket soal sejumlah 20 tipe atau cuma 2 jenis, masyarakat udah terlalu berharap, tradisi tahunan ‘hajatan’ ini makin lama bertambah memiliki kwalitas didalam penyelenggaraan dan hasilnya. Sebab, meski negara ini udah menyelenggarakan unas sepanjang bertahun-tahun, faktanya permasalahan klasik selalu saja susah diselesaikan bersama baik, seperti terlambatnya distribusi naskah soal di beberapa provinsi, ‘bocornya’ naskah soal yang ditunaikan oleh oknum penyelenggara unas sendiri, politisasi beberapa item soal unas, dan lain-lain. Sungguh ironis dan miris, bila unas terhadap tahun ini bakal bernasib lebih jelek daripada yang udah lalu.

Unas-Kedaulatan Guru, SBMPTN-Calon Guru

Terobosan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pas ini adalah menegaskan unas 2015 tidak kembali menentukan kelulusan. Unas SMA yang bakal dihelat tanggal 13 – 15 April 2015, dan SMP terhadap tanggal 4-6 Mei 2015, kelulusan siswanya murni ditetapkan oleh guru dan sekolah. Artinya Kemendikbud udah mengembalikan kedaulatan guru untuk mengevaluasi siswa seperti terhadap beberapa tahun yang lalu.

Menarik dilihat beberapa alasan Kemendikbud menghapus kebijakan unas sebagai penentu kelulusan siswa, antara lain: banyak laporan tabiat kecurangan untuk “menyukseskan” unas. Kemudian, tabiat negatif teaching to test, yaitu pembelajaran bersama menitikberatkan latihan soal-soal unas. Lalu, siswa termasuk menjadi korban kecurangan dan mengalami stres yang berlebihan. Semua itu dipicu pembawaan Unas sebagai high-stake testing artinya ujian yang berbahaya tinggi (JP, 25/1/2015). Alasan ini udah menjadi rahasia lazim yang tidak kudu ditutup-tutupi lagi, dan bila selalu dilanjutkan maka praktek kecurangan-kecurangan itu bakal menjadi tradisi (baca: dosa) tahunan. Parahnya lagi, ketidakjujuran ini udah sistematis dan masif atas perintah berasal dari pimpinan/atasan lembaga pendidikannya. Kejujuran yang didengung-dengungkan dan bahkan peserta ujian menuliskan kata kejujuran itu didalam lembar jawaban komputernya, tak lebih cuma cuman tradisi yang dikhianati sendiri. Wajar dan udah sepantasnya bila kemudian kebijakan menghapus unas sebagai penentu kelulusan ini dihapuskan.

Sebagai gantinya, sekolah dan guru diberikan kebebasan untuk menentukan lulus tidaknya peserta didiknya sendiri, dan penilaian kelulusan siswa tidak cuma mengacu terhadap penilaian semua mata pelajaran tapi termasuk tabiat siswa sepanjang menempuh studi. Pesan Anies, pihak sekolah dan guru kudu menjaga mutu penilaian akhir berasal dari peserta didiknya, bersama berdaulat itu bukan artinya kemudian pihak sekolah dan guru sembrono didalam memberikan nilai, yang mutlak lulus. Kedaulatan yang diberikan kudu terlalu menjadi cara awal meningkatkan mutu peserta didik, bukan sebaliknya. Stake holder pendidikan di lembaganya masing-masing kudu mengawal dan ikut menyukseskan penyelenggaraan unas tahun ini menjadi lebih baik, lebih manusiawi seperti yang dicita-citakan bersama.

Hajatan yang kedua adalah SBMPTN. Penulis mengidamkan memfokuskan terhadap program pemerintah didalam menghasilkan calon guru yang berkualitas. Karena ditangan seorang guru yang berkualitaslah, sumber daya manusia (SDM) di negeri ini dipertaruhkan, termasuk berhasil tidaknya unas diatas. Oleh karenanya, penulis menjadi terlalu berkepentingan mengingatkan semua pihak tentang proses SBMPTN ini. Abduhzen (Kompas, 26/1/2015) tak kalah memberikan warning tegas bersama mengutip hasil riset Profesor Beeby terhadap awal tahun 1970-an bahwa persoalan kritis pendidikan di Indonesia di antaranya praktek (mengajar) di kelas yang membosankan. Fakta ini seakan menguat bersama laporan Kemendikbud di tahun 2012 yang lalu, bahwa prestasi guru berasal dari hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) perlihatkan cuma 42,25% guru yang dinyatakan kompeten dan bila dilihat nilai rata-rata guru didalam Uji Kompetensi Guru (UKG) cuman 47,6.

Tak cuma angka-angka tersebut yang menyebabkan miris dunia pendidikan kita, bakal tapi opini yang berkembang belakangan ini, udah berjalan pergeseran dorongan lulusan SMA untuk menjadi seorang guru. Imbas berasal dari ada sertifikasi guru dan dosen, disinyalir pengaruhi paradigma profesi guru yang pertama dan utama yaitu pengabdian (mendidik bersama sepenuh hati) menjadi paradigma mengejar faktor perekonomian, persoalan pengabdian menjadi urusan belakangan. Apalagi, riset Bank Dunia di tahun 2009 – 2011, perlihatkan usaha profesionalisme guru bersama sertifikasi portofolio sepanjang ini tidak berimplikasi terhadap peningkatan mutu guru dan mutu hasil belajar murid. Kegiatan itu cuma memperbaiki ekonomi guru dan meningkatkan minat menjadi guru, tapi tidak berbanding lurus bersama peningkatan profesionalisme dan atau kenerja guru. (M. Abduhzen, 2015).

Kesimpulannya, pengambil kebijakan pendidikan di negeri ini kudu melangkah tegas dan tepat. Diolah berasal dari beraneka sumber, Rochmat Wahab (Rektor UNY) selaku Ketua Panitia Nasional SBMPTN 2015, mengakui bahwa masih bakal mengembangkan seleksi tertentu untuk calon mahasiswa guru. Karena, perihal itu belum mampu ditunaikan untuk tahun ini. Padahal secara terpisah, Kepala Sub-direktorat Pendidikan Tinggi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Al-Humami mengatakan, didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, penguatan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) menjadi keliru satu langkah meningkatkan mutu pendidikan nasional. Tidak keliru bila kemudian Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo mengatakan, LPTK sebagai pendidik calon guru lewat reformasi dan penguatan kurikulum bakal ditingkatkan bersama mengembangkan seleksi tertentu untuk calon mahasiswa yang mencukupi syarat-syarat sebagai guru.

Cukup banyak kuantitas LPTK di negeri ini, berdasarkan Data Pokok Pendidikan Tinggi Ditjen Pendidikan Tinggi, sampai tahun 2015 terdata ada 4.190 program belajar bidang pendidikan. Jumlah LPTK yang memiliki program belajar pendidikan menggapai 415 LPTK. Maka berasal dari itu, peningkatan mutu pendidikan calon guru lewat penguatan LPTK menjadi perihal yang mutlak, kedepan diinginkan bakal menjamin ketersediaan calon-calon guru bermutu dan terstandarisasi di semua jenjang pendidikan dan di perguruan tinggilah fokus kebijakan ini disandarkan lima tahun ke depan.

KINERJA GURU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

KINERJA GURU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

KINERJA GURU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
KINERJA GURU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

KINERJA GURU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

  1. PROFESI GURU
  2. Konsep Profesi Guru

Menurut Dedi Supriyadi (1999) menyatakan bahwa guru sebagai suatu profesi di Indonedia baru dalam taraf sedang tumbuh (emerging profession) yang tingkat kematangannya belum sampai pada yang telah dicapai oleh profesi-profesi lainnya, sehingga guru dikatakan sebagai profesi yang setengah-setengah atau semi profesional.

Pekerjaan profesional berbeda dengan pekerja non profesional karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khususnya dipersiapkan untuk itu.

Pengembangan profesional guru harus diakui sebagai suatu hal yang sangat fundamental dan penting guna meningkatkan mutu pendidikan. Perkembangan profesional adalah proses dimana guru dan kepala sekolah belajar, meningkatkan dan menggunakan pengetahuan, keterampilan dan nilai secara tepat.

Profesi guru memiliki tugas melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Tuntutan profesi ini memberikan layanan yang optimal dalam bidang pendidikan kepada msyarakat. Secara khusus guru di tuntut untuk memberikan layanan professional kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran tercapai. Sehingga guru yang dikatakan profesional adalah orang yang memeiliki kemamapuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.


Ornstein dsn Levine, 1984 (dalam Soetjipto dan Raflis Kosasi, 1999) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini sebagai berikut :

  1. Melayani masyarakat, merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat ( tidak berganti-ganti pekerjaan )
  2. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai ( tidak setiap orang dapat melakukan )
  3. Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek ( teori baru di kembangkan dari hasil penelitian )
  4. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang
  5. Terkendali berdasarkan lisensi buku dan atau mempunyai persyaratan masuk ( untuk menduduki jabatan tersebut memerlukan izin tertentu atau ada persyaratan khusus yang ditentukan untuk dapat mendudukinya ).
  6. Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu (tidak diatur oleh orang lain)
  7. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diabil dan unjuk kerja yang ditampilkan yang berhubung dengan layanan yang diberikan ( langsung bertanggung jawab terhadap apa yang diputuskan, tidak dipindahkan ke atasan atau instansi yang lain lebih tinggi ). Mempunyai sekumpulan unjuk kerja yang baku.
  8. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien dengan penekanan terhadap layanan yang akan diberikan.
  9. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya relatif bebas dari supervisi dalam jabatan ( misalnya dokter memakai tenaga adminstrasi untuk mendata klien, sementara tidak ada supervisi dari luar terhadap pekerjaan dokter sendiri )
  10. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri.
  11. Mempunyai asosiasi profesi atau kelompok ‘elit’ untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya ( keberhasilan tugas dokter dievaluasi dan dihargai oleh organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bukan oleh Departemen Kesehatan).
  12. Mempunyai kode etik untuk mejelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berubungan dengan layanan yang diberikan.
  13. Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggin dari publik dan kepercayaan diri sendiri anggotanya ( anggota masyarakat selalu meyakini dokter lebih tahu tentang penyakit pasien yang dilayaninya).
  14. Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi ( bila dibandingkan dengan jabatan lain ).

Tidak jauh berbeda dengan ciri-ciri di atas, Sanusi et al (1991), mengutarakan ciri-ciri umum suatu profesi itu sebagai berikut:

  1. Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosisal yang menentukan (crusial).
  2. Jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu.
  3. Keterampilan / keahlian yang dituntut jabatan itu dapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah.
  4. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistimatik, eksplisit, yang bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum.
  5. Jabatan itu memerlukan pendidikan tingkat perguruan tinggi dengan waktu yang cukup lama.
  6. Proses pendidikan untuk jabatan itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional itu sendiri.
  7. Dalam memberikan layanan kepada masyarakat, anggota profesi itu berpegang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi.
  8. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasan dan memberikan judgement terhadap permasalahan profesi yang di hadapinya.
  9. Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesi otonom dan bebas dari campur tanggan orang lain,
  10. Jabatan ini menpunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat,dan oleh karenanya memperoleh imbalan yang tinggi pula. (Soetjipto dan Raflis Kosasi, 1999).

Khusus untuk jabatan guru,sebenarnya juga sudah ada yang mencoba menyusun kriterianya. Misalnya Nasional Education Asociation ( NEA ) ( 1948 ) menyarankan kriteria berikut.

  1. Jabatan yang melibatkan kegiatan itelektual.
  2. Jabatan yang menggeluti suetu batang tubuh ilmu yang khusus.
  3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama ( bandingakan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka ).
  4. Jabatan yang memerlukan “latihan dalam jabatan “ yang bersinambungan.
  5. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
  6. Jabatan yang menentukan baku ( standarnya ) sedndiri.
  7. Jabatan yang mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi.
  8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik agar dapat meningkatkan mutu pendidikan maka guru harus memiliki kompetensi yang harus dikuasai sebagai suatu jabatan profesional. Kompetensi guru tersebut meliputi :


  1. Menguasai bahan ajar.
  2. Menguasai landasan-landasan kependidikan.
  3. Mampu mengelola program belajar mengajar.
  4. Mampu mengelola kelas.
  5. Mampu menggunakan media/sumber belajar.
  6. Mampu menilaik prestasi peserta didik untuk kepentingan pengajaran.
  7. Mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan.
  8. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah.
  9. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengejaran.

Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com

DJ Koh: Smartphone Lipat Samsung Meluncur Tahun ini

DJ Koh Smartphone Lipat Samsung Meluncur Tahun ini

DJ Koh: Smartphone Lipat Samsung Meluncur Tahun ini

Awal tahun ini Samsung udah merilis Galaxy S9 dan S9+. Sayangnya di dalam perihal penjualan, kedua smartphone ini disebut-sebut tidak cukup memuaskan. Selanjutnya pada bulan Agustus 2018 lalu, Samsung merilis Galaxy Note 9 dan kehadiran smartphone ini sangat dinanti-nanti oleh banyak pengagum gadget.

DJ Koh Smartphone Lipat Samsung Meluncur Tahun ini

Nah! Di awal tahun depan, Samsung pun udah menyiapkan penerus dari Galaxy S9 dan S9+. Bakal diperkenalkan di sela-sela ajang MWC 2019 di Barcelona, Samsung akan merilis Galaxy S10. Sudah barang tentu, Samsung akan membenamkan banyak peningkatan ke di dalam smartphone ini.

Namun sebelum akan merilis Galaxy S10, Samsung akan lebih dulu meluncurkan smartphone lipat pertamanya. Seperti ditegaskan oleh DJ Koh selaku CEO Samsung selagi berkata eksklusif dengan CNBC baru-baru ini bahwa Samsung akan meluncurkan smartphone lipat pada bulan November 2018.

Di bulan November 2018 itu sendiri, Samsung memang akan menggelar satu acara bertajuk Samsung Developer Conference. Acara ini sendiri akan digelar di San Francisco, Amerika Serikat sepanjang dua hari, yaitu tanggal 7 sampai 8 November 2018.

Lebih jauh Koh termasuk menjelaskan bahwa sampai selagi ini Samsung memang belum berhasil selesaikan pengembangan perangkat. Dikatakan, perangkat ini jauh lebih rumit dibandingkan smartphone pada umumnya. Namun ia meyakinkan bahwa smartphone lipat ini hampir selesai dikembangkan. www.hargaponsel.net

Ponsel yang sanggup dilipat ini diperkirakan akan disebut Samsung Galaxy X atau Galaxy F. Namun Koh tidak mengkonfirmasi nama untuk perangkatnya ini sendiri. Ia termasuk menjelaskan bahwa Samsung sedang mencoba untuk menyiapkan lebih dari satu aplikasi dan fitur pendukung lainnya.

Lantas mengapa Samsung begitu pede membawa dampak smartphone lipat? Dijawab oleh Koh, Samsung membawa dampak perangkat seperti ini tentunya untuk menjawab permohonan konsumen. Samsung sendiri udah menggelar survei dan hasilnya, tak sedikit kastemer yang menghendaki Samsung untuk membawa dampak smartphone lipat.

Resmi Meluncur, ini Harga Mate 20 Lite yang Punya 4 Kamera

Resmi Meluncur, ini Harga Mate 20 Lite yang Punya 4 Kamera

Resmi Meluncur, ini Harga Mate 20 Lite yang Punya 4 Kamera

Huawei telah secara resmi memberitakan smartphone kelas menengah terbarunya, Huawei Mate 20 Lite. Ini adalah smartphone seri Mate 20 pertama yang diluncurkan di tahun ini. Selanjutnya, Huawei didalam waktu dekat juga akan merilis Mate 20 dan Mate 20 Pro.

Resmi Meluncur, ini Harga Mate 20 Lite yang Punya 4 Kamera

Dibuat sebagai smartphone kelas menengah, Mate 20 Lite memiliki bodi yang terbuat berasal dari logam dan dilapisi kaca. Daya tarik lainnya, smartphone ini disokong bersama dengan dual-camera belakang plus fingerprint dan juga dual-camera di anggota depan.

Untuk dual-camera di anggota belakang, pabrikan smartphone asal Cina ini menyematkan lensa utama 20 MP bersama dengan aperture f/1.8 dan 2 MP sebagai lensa sekundernya. Dukungan lainnya adalah PDAF, HDR Pro, 3D Qmoji, Super Slow Motion. Sementara dual-camera depan memiliki resolusi 24 MP + 2 MP.

Mate 20 Lite dikemas bersama dengan layar IPS FullHD yang memiliki ukuran 6,3 inci. Smartphone ini juga telah diotaki Kirin 710 dan bantuan RAM sebesar 4 GB yang dipadukan storage berkapasitas 64 GB. Huawei juga selalu menyisipkan slot microSD hingga 256 GB.

Untuk catu daya, smartphone yang berjalan bersama dengan antarmuka Emotion UI (EMUI) 8.2 berbasis Android 8.1 Oreo ini memiliki baterai berkapasitas 3.750 mAh. Seperti umumnya smartphone kelas menengah terhadap umumnya, baterai yang ada di didalam bodi Mate 20 Lite juga tak bisa dilepas.

Smartphone ini datang didalam varian SIM Card tunggal dan dual SIM Card. Warna yang di tawarkan ada Black dan Sapphire Blue. Huawei Mate 20 Lite dijual bersama dengan harga £ 379 atau kira-kira Rp7,3 juta dan waktu ini baru ada di pasar Polandia.

Usaha Menghadapi Tantangan Pendidikan Di Era Global

Era globalisasi memang tak akan pernah dapat dibendung lagi. Pengaruhnya akan dirasakan bahkan untuk negara Indonesia dalam berbagai segi, termasuk juga dalam bidang pendidikan. Ini yang kemudian menjadikan Indonesia harus lebih aktif lagi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi mengingat memang akan ada banyak tantangan yang bakal dirasakan Indonesia di era globalisasi ini khususnya juga tentang tantangan pendidikan.

Usaha Menghadapi Tantangan Pendidikan Di Era Global
Usaha Menghadapi Tantangan Pendidikan Di Era Global

 

Usaha – usaha dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan mesti dilakukan agar Indonesia tidak menjadi negara yang tertinggal dan agar pendidikan Indonesia juga tidak terhimpit dalam berbagai macam segi. Lantas apa saja usaha menghadapi tantangan pendidikan yang berlaku di era global? Berikut beberapa informasi lengkapnya untuk Anda.

Usaha Menghadapi Tantangan Pendidikan Di Era Global

 

Mengembangkan pola studentoriented

Didalam rangka proses belajar mengajar nantinya guru perlu untuk mengembangkan pola studentoriented bagi para peserta didik sehingga nantinya akan terbentuk karakter yang mandiri, bertanggung jawab, inovatif, kreatif dan berpikir kritis bagi para peserta didik. Tentu saja hal ini akan sangat bermanfaat dalam usaha menghadapi tantangan pendidikan di era global yang sedang berkembang.

Guru harus paham makna pendidikan sebenarnya

Bagi para tenaga pendidik tentu saja sangat perlu untuk benar – benar memahami soal pendidikan dengan arti kata yang sesungguhnya. Seorang guru tidak boleh untuk mereduksi sebatas pengajaran belaka. Itu artinya dalam proses pembelajaran bagi peserta didik punya tujuan agar dapat membentuk kepribadian yang mendewasakan alam pikir peserta didik bukan hanya sekedar soal transfer of value dan juga skill. Serta juga harus menjadi pendidik yang bisa membentuk karakter building bagi siswa.

Pelatihan peningkatan motivasi belajar

Salah satu usaha dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global adalah untuk melakukan pembinaan demi pembinaan serta latihan – latihan tentang aspek peningkatan motivasi belajar kepada para peserta didik sehingga nantinya anak akan punya minat belajar yang tinggi.

Menanamkan pola pendidikan processoriented 

Dalam usaha menghadapi tantangan pendidikan yang berkembang di era global, salah satu aspek pentingnya adalah guru harus menekankan proses belajar processoriented dimana proses jauh lebih penting dibandingkan hasil. Dan pendidikan yang berkembang juga sangat penting hukumnya untuk mengedepankan penguasaan ilmu pengetahuan bukan hanya sekedar prestasi hasil yang terukur dengan nilai saja.

Sistem belajar yang seimbang antara teori dan praktek

Sistem pembelajaran yang diterapkan pada sekolah kejuruan mungkin akan dapat diterapkan pada sekolah – sekolah umum. Yaitu dengan cara berupaya untuk menyeimbangkan antara teori bersama praktek dalam implementasi pendidikan yang dilakukan. Dengan begini nantinya peserta didik tidak akan mengalami titik jenuh berpikir dan akan siap ketika dituntut aplikasi ilmu di dunia kerja.

Demikian sedikit informasi yang kami dapat berikan untuk Anda tentang Usaha Menghadapi Tantangan Pendidikan Di Era Global. Semoga informasi diatas menjadi informasi yang bermanfaat dan menginspirasi. referensi  https://www.sekolahbahasainggris.com/