shadow

Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan beserta Contohnya

Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan beserta Contohnya

Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan beserta Contohnya


Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk khalayak ramai agar memiliki  atau memenuhi permintaan di dalam iklan. Jika kalian cermati, bahasa yang digunakan dalam iklan mengandung fakta dan opini.

Fakta adalah peristiwa atau kejadian yang kenyataannya tidak diragukan. Fakta dalam iklan mencakup identitas produk yang ditawarkan, komposisi, kegunaan, dan sarana penggunaan secara lengkap.

Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan

Selain mengandung fakta produk, iklan juga mengandung opini. Opini merupakan kalimat yang digunakan untuk menarik minat pembeli. Pemasang iklan tidak boleh memberikan opini dengan melebih-lebihkan produk.

Opini harus didukung fakta-fakta yang ada di dalam produk. Ciri-ciri opini adalah disajikan dengan bahasa yang persuasif.

Iklan adalah suatu pesan tentang produk yang dibuat oleh produser yang disampaikan lewat media yang di tujukan kepada masyarakat.

Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan beserta Contohnya
Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan beserta Contohnya

Tujuan iklan adalah agar masyarakat tertarik untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa tersebut. Ada bermacam-macam jenis iklan, misalnya iklan baris, iklan kolom, dan iklan keluarga.

Iklan dapat kita temukan di media cetak (koran majalah, buletin) maupun di media elektronika (radio televisi). Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antara pemasang iklan dengan pelanggan atau dengan pembaca dapat dijalin melalui media iklan.

1. Fakta

Fakta adalah peristiwa atau kejadian yang kenyataannya tidak diragukan lagi.
Fakta dalam iklan mencakup identitas produk yang ditawarkan, komposisi, kegunaan, dan sarana penggunaan secara lengkap.

Ciri-ciri kalimat fakta :

  1. Memiliki data yang akurat misalnya tanggal, tempat ,waktu kejadian.
  2. Dapat dan sudah dibuktikan kebenarannya.
  3. Bersifat obyektif (apa adanya dan tidak dibuat-buat) yang dilengkapi dengan data berupa keterangan atau angka yang menggambarkan keadaan.
  4. Biasanya dapat menjawab pertanyaan: apa, siapa, di mana, kapan, berapa dengan jawaban yang pasti.
  5. Sering kali menggunakan kutipan dari berbagai sumber sebagai penguat argumen.

2. Opini

Opini adalah hasil pemikiran/pendapat/pendirian seseorang yang kebenarannya masih diragukan. Pernyataannya bersifat subyektif dan biasanya ditandai dengan kata-kata pengandaian, atau kata-kata yang menyatakan kesangsian.

Contoh : , dan sebagainya. Kata-kata ini tidak mutlak, tergantung juga konteks kalimatnya.

Ciri-ciri kalimat opini antara lain sebagai berikut :

  1. Kebenarannya belum pasti, ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti mungkin, barangkali, bisa jadi, seandanya , jika, seumpama, kira-kira, dan sebagainya.
  2. Bersifat subyektif dan dilengkapi uraian tentang pendapat, saran, atau ramalan tentang sebab dan akibat terjadinya peristiwa.
  3. Berisi tanggapan terhadap peristiwa yang terjadi, berisi jawaban atas pertanyaan: mengapa, bagaimana, atau lalu apa.
  4. Menunjukkan peristiwa yang belum atau akan tejadi pada masa yang akan datang (baru berupa rencana).

 

Baca Artikel Lainnya: