shadow

Institut Pertanian Bogor Rebranding Sebutan Nama Kampus

Institut Pertanian Bogor Rebranding Sebutan Nama Kampus

Institut Pertanian Bogor Rebranding Sebutan Nama Kampus

Institut Pertanian Bogor Rebranding Sebutan Nama Kampus
Institut Pertanian Bogor Rebranding Sebutan Nama Kampus

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Arif Satria menjelaskan, upaya rebranding lembaga pendidikan yang dipimpinnya didasari karena hampir semua organisasi di dunia selalu melakukan audit brand atau mengecek kesehatan sebuah brand.
“Brand itu masih oke, enggak. Jadi, kalau brand itu masih sehat akan dipertahankan, tapi kalau kurang sehat, itu tentu harus diubah,” kata Arif.

Dalam mengubah sebutan nama kampus agar lebih sehat, pihaknya bekerja sama dengan konsultan ahli brand profesional. Mereka melakukan rebranding itu tidak sembarangan. Ini baru sebatas mengubah nama singkatan saja, belum logo.

“Jadi, dalam perubahan itu, kami melalukan riset yang membutuhkan waktu selama enam bulan dengan meminta tanggapan mahasiswa, orang tua, anak SMA, mitra, dan pemerintah. IPB itu seperti apa? Jadi, kami menyerap apa pandangan mereka,” katanya.

Baca Juga:

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Sinergi Komunitas Penting untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Dia menambahkan, setelah itu ciri-cirinya sebenarnya yang diubah pertama kali itu adalah tagline IPB, yakni searching and serving the best atau mencari dan memberikan yang terbaik. “Setelah 20 tahun, tepatnya sejak 1998, kami evaluasi tagline tersebut, ternyata tidak ada diferensiasinya dibandingkan organisasi lain. Apa yang membedakan IPB dengan kampus lain,” ujarnya.

Jadi memang, kata dia, tagline mencari dan memberikan yang terbaik itu sudah menjadi suatu keharusan semua orang sehingga terlalu generik, maka butuh tagline sesuai dengan identitas IPB itu sendiri.

“Nah, hasil survei itu ada suatu ciri yang semua menggambarkan realitas bahwa orang IPB itu, termasuk alumninya punya dua ciri penting, yaitu pertama integritas di mana orang IPB itu jika mengajar serius dan beretika. Kemudian kedua adalah inovasi, sudah banyak penghargaan yang kami peroleh karena inovasi,” ungkapnya.

Karena itu, wajar jika pihaknya kemudian mengubah tagline atau moto dari searching and serving the best menjadi inspiring innovation with integrity. Menurutnya, sejak lama IPB mengalami dualisme terjemahan nama kampus. Dia menyebut, pemilihan kata ‘university’ karena IPB menawarkan program studi lebih banyak dan luas, tidak sekadar aspek pertanian dan kelautan saja.

Arif juga mengatakan, hasil studi eksplorasi pemangku kepentingan memberikan masukan bahwa kata ‘pertanian’

di kampus itu telah diartikan sempit oleh calon mahasiswa dan orang tuanya. “Ada beberapa corporate brand yang menempuh strategi ini untuk memberi simplicity dalam pengucapannya. Tetapi, lebih solid dalam exporsure-nya dan menjelaskan janji brand-nya. Untuk itulah IPB mengubah brand,” ujarnya.

Walaupun terjemahan yang lebih sesuai adalah “Bogor Agricultural Institute”, sudah lama IPB menggunakan terminologi “Bogor Agricultural University” dalam bahasa Inggrisnya. Alasan mengapa dipilih kata University diawali dengan pemikiran bahwa telah lama IPB menawarkan program studi lebih banyak dan luas, lebih dari aspek pertanian dan kelautan saja.

Namun yang berubah dari brand IPB ini adalah jika awalnya “Bogor Agricultural University”

terasa lebih panjang dan jika disingkat kurang elok, maka disederhanakan menjadi “IPB University”. “Yang jelas, kegiatan rebranding ini juga melihat kebutuhan baru para future students dan stakeholder lainnya.

Slogan lama ‘Searching and Serving the Best’ dirasakan sudah menjadi sebuah keharusan dan kekuatan Institusi. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka IPB University merasakan kebutuhan untuk memiliki janji baru lebih distinctive, berbeda dari universitas lain,” katanya.

 

 

Sumber :

https://telegra.ph/Pengertian-Teks-Ulasan-Contoh-Ciri-Tujuan-Struktur-07-05