preferential-lite
shadow

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus
Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

BANDUNG-Kelompok Kerja Inklusif Dinas Pendidikan Kota Bandung memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus dalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yang berlaku mulai tahun ini.

Ketua Pokja Inklusif Dinas Pendidikan Kota Bandung,

Hidayat mengatakan, meski hanya mendapat kuota 10 persen dari total kursi yang tersedia dalam setiap sekolah, namun langkah ini sebagai bentuk keseriusan Pemkot Bandung.

“Langkah yang telah dilakukan Pemkot Bandung ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen atas deklatasi yang telah dilakukan pada Oktober 2015 lalu, Bandung Sebagai Kota Pendidikan Inklusif,” ucapnya.

Hidayat juga mengatakan, pihaknya akan

terus mengawal program yang merupakan pintu masuk bagi semua peserta didik untuk bisa mendapatkan akses pendidikan.

“Ini merupakan event yang sangat penting karena ini sesuai dengan visi dan misi Pokja Inklusif dimana Pemkot Bandung telah memberikan satu kesempatan kepada warga Bandung untuk semuanya masuk sekolah,” ujarnya.

Menurut Hidayat, pihaknya akan

memberikan dukungan atas kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot dalam mengatasi masalah yang dihadapi sekolah.

“Kita akan membantu pihak sekolah dalam menangani anak-anak PPDB yang sudah menjadi warga dari sekolah itu,” katanya

 

Baca Juga :

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial
Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

BANDUNG (16/6) – Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar

akan berkirim surat ke Komisi Yudisial (KY) terkait sengketa aset Pemprov dengan pihak lain. Menurut Demiz, pihaknya perlu menyurati KY untuk meminta KY menyeldiki peradilan di Jawa Barat, karena Demiz menilai ada kejanggalan dalam soal sengeketa lahan.

“Saya menduga kuat ada mafia lahan ini,

yang mungkin saja melibatkan orang-orang di pengadilan. Karena ada kejanggalan, misalnya putusan sengekta lahan yang berbeda dengan objek, kemudaian setiap ganti pimpinan atau hakim, ganti juga putusannya. Ini ada apa?” ujar Demiz

Hal itu diungkapkan Demiz menanggapi kasus sengketa lahan yang menimpa lahan dan kantor Dinas Peternakan Jabar di Jl. Dago yang digugat oleh pihak lain.

“Ini kan bukan kasus baru. Ini sudah lama

dan sering terjadi kasus seperti ini di Jawa Barat. Maka saya yakin ini ada semacam gerombolan yang siap mencaplok lahan atau aset di manapun yang merka inginkan. Ini tidak boleh terjadi, harus dipertahankan” tegas Demiz. (Pun)

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/gambar-jaring-jaring-balok

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi
Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

BANDUNG – Anggota Komisi IV DPR RI, Akmal Pasluddin

menyoroti kebijakan impor ikan konsumsi yang dikeluarkan oleh pemerintah belakangan ini.

Menurut Akmal, dengan adanya kebijakan tersebut, menumbuhkan luka yang sangat mendalam bagi nelayan kecil, yang menaruh harapan begitu besar terhadap perlindungan dan pemberdayaan dari pemerintah.

“Sektor perikanan yang seharusnya sebagai penyangga kebutuhan pangan pertanian, malah ikut latah untuk ikut-ikutan impor,” kata Akmal dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Jum’at (17/6).

Akmal menambahkan kejanggalan kebijakan importasi ikan

ini tampak pada rujukan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2014, yang menyebutkan bahwa total produksi perikanan tangkap di laut menunjukkan tren yang meningkat.

Data tersebut menyebutkan pada tahun 2009, tangkapan ikan hanya 4.812.235 ton. Tetapi, melonjak drastis pada tahun 2014 menjadi 5.779.990 ton.

“Pemerintah membuat dalih bahwa selama ini hasil tangkapan nelayan tidak memenuhi syarat industri. Padahal, produksi ikan nelayan Indonesia sangat tinggi, misalnya, jenis ikan makarel, tuna, tongkol dan cakalang, juga dengan kualitas yang sangat baik, terutama hasil tangkapan nelayan di Indonesia Timur,” katanya.

Akmal menambahkan beberapa daerah di Indonesia Timur

yang memiliki produksi ikan cukup tinggi tersebut, misalnya di Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Di sisi lain, kebutuhan yang cukup besar, berada pada kota-kota besar di pulau Jawa. Selain keterbatasan sarana dan prasarana logistik untuk produk segar, pemerintah, nilai Akmal, terlalu malas untuk mengangkut ikan yang baik dari wilayah timur ke pulau Jawa.

“Bukti yang sangat nyata dapat kita peroleh dari data KKP sendiri pada besarnya tangkapan ikan tuna. Pada tahun 2009, hasil tangkapan tuna secara nasional sebesar 163.965 ton. Sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 310.560 ton. Sedangkan tahun 2015, tuna kita bersaing ketat dengan Australia dan lebih tinggi dari tangkapan negara China,” jelas Akmal.

Selain itu, Akmal juga menilai setidaknya terdapat tiga isu krusial yang perlu menjadi perhatian pemerintah terharap buruknya regulasi perikanan. Pertama, pemerintah belum fokus pada alur distribusi produk perikanan, dimana masih terjadi gap antara daerah produksi dan pasar. Kedua, masih saja terjadi lambannya perizinan pengoperasian kapal. Ketiga, sistem logistik produk perikanan tangkap yang masih primitif sehingga sulit menstabilkan suplai ikan pada industri pengolahan.

“Pemerintah harus memaksimalkan konsep SLIN (Sistem Logistik Ikan Nasional) yang telah diluncurkan tahun 2014 lalu. Jika ikan makarel yang di impor itu masih wajar. Namun untuk tongkol, cakalang dan baby tuna jika masih diimpor juga menjadi suatu yang lucu dan tidak masuk akal,” tutup Akmal. (Adi)

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/jangka-sorong

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa
Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

BANDUNG-Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintan Provinsi Jawa Barat

maupun dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jabar untuk meningkatkan jumlah kepesertaan masyarakat terhadap jaminan kesehatan.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, untuk di Jawa Barat tercatat jumlah peserta sebanyak 28.414.936 jiwa dan dari jumlah tersebut 4.441.217 jiwa dari segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha.

“Kita targetkan hingga akhir 2016 bisa mencapai 70%

, sisanya 30 % bisa terpenuhi dalam 2 tahun kedepan, untuk tahun 2017 bisa mencapai 85% dan 2019 semua masyarakat Jabar sudah menjadi peserta,” ucapnya.

Menurut Ahmad, masih adanya masyarakat yang belum mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan salah satunya karena kurangnya pemahaman mereka tentang program ini serta kesadaran yang kurang akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita akan terus melakukan pemahaman secara persuasif

dan melakukan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita tidak rugi jika menjadi peserta,” kata Ahmad, usai melakukan Forum Diskusi bertajuk “Bincang JKN-KIS bertemakan “Sinergi Kekuatan Bangsa Untuk Perlindungan Pekerja, di Hotel Mercuri, Rabu (14/12).

Ahmad menyatakan, hingga bulan September 2016 besaran klaim yang sudah dikeluarkan mecapai Rp 5 triliun atau meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp6 triliun.

“Kita prediksi hingga akhir tahun 2017 yang harus dibayarkan bisa mencapai Rp7,5 triliun,” ucapnya.

 

Baca Juga :

BJB Optimistis dengan Target 2017

BJB Optimistis dengan Target 2017

BJB Optimistis dengan Target 2017

BJB Optimistis dengan Target 2017
BJB Optimistis dengan Target 2017

MANADO–PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat (Jabar)

atau bank bjb tetap optimistis melihat kondisi perekonomian tahun depan, termasuk pertumbuhan industri perbankan.

Hal itu dikatakan Dirut bank bjb Ahmad Irfan kepada wartawan dalam Media Gathering di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (16/12).

Ia menyebutkan pada awal tahun dana perbankan akan

ketat karena likuiditasnya kering. Hal itu disebabkan oleh pengaruh ekonomi global, seperti naiknya bunga The Fed dan kebijakan Donal Trump yang masih tanda tanya.

Namun demikian, Irfan tetap menyatakan

dana pihak ketiga (tabungan dan deposito) tahun depan akan tumbuh sebesar 14-15%, diatas prediksi BI yang hanya sekitar 10-11%.

Selain itu aset bank milik pemerintah daerah ini pun akan tumbuh sekitar 8-10%, kredit akan tumbuh sebesar 12-13% serta menjaga Non Performing Loan (NPL) pada kisaran 1,7-1,8%. jo

 

 

Sumber :

https://indonesiana.tempo.co/read/133382/2019/04/23/ojelhtcmandiri/hak-tugas-dan-fungsi-dpr

Modernisasi Alutsista Semangat Baru Prajurit Infanteri

Modernisasi Alutsista Semangat Baru Prajurit Infanteri

Modernisasi Alutsista Semangat Baru Prajurit Infanteri

Modernisasi Alutsista Semangat Baru Prajurit Infanteri
Modernisasi Alutsista Semangat Baru Prajurit Infanteri

BANDUNG-Tumbuh dan berkembangnya Infanteri sebagai Korps terbesar

di Angkatan Darat tidak pernah terlepas dari sejarah perjuangan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari ini tanggal 19 Desember adalah upacara memperingati Hari Infanteri ke-68 yang pelaksanaannya diadakan di Lapangan Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Kota Bandung, Senin (19/12).

Kegiatan Hari Infanteri diawali dengan pelaksanaan Pleton

Beranting Yuddha Wastu Pramuka Jaya yang mengambil start dari Cirebon dengan menempuh jarak lebih kurang 239,8 Km melewati beberapa daerah diantaranya Kuningan, Majalengka, Sumedang dan Subang serta diakhiri dan finish di Makodam III/Siliwangi.

Pada puncak peringatan Hari Infanteri diawali dengan acara tradisi pembelahan buah kelapa yang merupakan bantuan logistik terakhir bagi parajurit TNI sedangkan satu gelas air kelapa memiliki makna sebagai pembangkit tenaga dan semangat prajurit TNI melanjutkan pertempuran untuk menghancurkan musuh.

Danpussenif Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Sarwahadi menyampaikan ucapan selamat Hari Infanteri kepada seluruh Prajurit Korps Infanteri beserta keluarga dimanapun berada dan bertugas.

Salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah

Infanteri adalah peristiwa saat menghadapi Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948, pada saat itu Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilat kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan yang hijrah melaksanakan aksi wingate (Infiltrasi) dengan cara long mars kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk wherekrise (kantong-kantong kekuatan) sebagai titik-titik kekuatan pertempuran gerilya. (Pun)

 

Sumber :

https://indonesiana.tempo.co/read/133382/2019/04/23/ojelhtcmandiri/hak-tugas-dan-fungsi-dpr

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan
Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

BANDUNG–Deputi Kepala BI Jabar Mikael Budisatrio

mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, pada momen Natal dan Tahun Baru, BI menyiapkan uang kartal lebih banyak sebagai antisipasi naiknya permintaan dari masyarakat.

”Kami di Jabar sediakan uang kartal senilai Rp 8,9 triliun atau lebih tinggi 50,2% dibandingkan tahun 2015,” ujarnya.

Tahun lalu BI di wilayah Jabar disiapkan

sebesar Rp 5,9 triliun. Sedangkan kebutuhan tahun baru dan Natal itu mencapai Rp 3,6 triliun. Lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 3 triliun.

Penambahan uang untuk memenuhi

permintaan antara lain pembayaran gaji, THR bagi umat kristen dan juga tentunya permintaan masyarakat yang meningkat jelang tahun baru.

“Kami mulai sejak 13 hingga 29 Desember,” ujarnya. jo

 

Sumber :

https://www.50connect.co.uk/forums/celebrity–3/threads/applied-and-pure-art-definition-types-pictures-and

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan
Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

BANDUNG-Industri di Jawa Barat (Jabar) tercatat mengalami pertumbuhan

, jika dilihat dari adanya peningkatan konsumsi listrik di kalangan industri.

PT PLN Jabar mencatat pelanggan Industri PLN Diatribusi Jawa Barat sampai bulan Mei 2017 terdapat 14.217 pelanggan Industri di Jawa Barat dengan total daya sebesar 7.823 MVA.

” Periode Januari 2017-Mei 2017 terdapat penambahan pelanggan Industri s

ebesar 218 pelanggan,” kata Iwan Ridwan Plt Devisi Komunikasi PLN Jabar.

Disebutkan tenaga listrik pelanggan industri kumulatif sejak

januari 2017 sampai dengan mei 2017 sebesar 9.597.978.352 kWh atau tumbuh 3.7 % bila dibandingkan dengan bulan yg sama tahun lalu.

Sementara dari sisi total penjualan tercatat sebesar Rp 10, 654 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 9,5 %. Jo

 

Baca Juga :

 

 

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik
Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

BANDUNG–Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) mencatat selama Bulan Juni 2017

lima Subsektor pertanian serentak mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Naiknya NTP menunjukan adanya perbaikan penghasilan sektor pertanian.

Kepala BPS Jabar, Dodi Herlando, menyebutkan kenaikan tertinggi ada pada NTP Subsekto

r Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,34 persen dari 100,48 menjadi 101,83.

Kemudian diikuti NTP Subsektor Peternakan naik sebesar 0,58 persen

dari 113,76 menjadi 114,42, NTP Perikanan naik sebesar 0,56 persen dari 101,38 menjadi 101,95.

Sementara NTP Subsektor Hortikultura naik 0,47 persen dari 112,01 menjadi 112,54 dan NTP Subsektor Tanaman Pangan naik 0,20 persen dari 97,03 menjadi 97,23 persen.

 

 

Sumber :

https://www.shorturl.at/dnST9

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen
Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

BANDUNG-PT Jasa Raharja telah membayarkan santunan korban kecelakaan

yang meninggal dunia untuk periode Januari hingga Juni 2017 sebesar Rp 77.215.531.701 atau menurun 2 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 82.005.378.278.

Kepala Jasa Raharja Jawa Barat Eri Martajaya mengatakan sejak adanya kenaikan santunan 100 persen terdapat kenaikan 1,26 dalam pembayaran santuan kepada masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas.

Terhitung 1 Juni 2017, merujuk pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15

dan Nomor 16 Tahun 2017 menyatakan bahwa korban kecelakaan meninggal dunia berhak menerima santunan Rp 50 juta. Selanjutnya untuk korban luka Rp 20 juta, korban cacat tetap Rp 50 juta, biaya ambulans Rp 500 ribu, biaya P3K Rp 1 juta dan biaya penguburan Rp 4 juta.

“Total santunan yang sudah diberikan kepada korban kecelakaan dari bulan Januari hingga Juni 2017 mengalami penurunan 2 persen,” katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (5/7/2017).

Eri menjelaskan untuk PAM lebaran 2017 yang dimulai sejak H-7 hingga H+7 pihaknya sudah memberikan santunan sebesar Rp 4.789.147.547 atau menurun 22 persen bila dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp 6.102.790.105.

“Pembayaran santunan bagi korban kecelakaan pun mengalami penurunan hingga 22

persen jika dibandingkan tahun 2016 lalu,” tuturnya.

PT Jasa Raharja Jabar telah menyelesaikan posko terpadu angkutan lebaran bersama sejumlah instansi terkait. Adapun pembayaran santunan langsung ditransfer ke rekening para ahli waris.

“Proses pencairan bisa rampung satu hari bila segala persyaratan dipenuhi,” tuturnya.

Eri mengimbau bagi masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas dan belum mendapatkan santunan Jasa Raharja agar segera melaporkan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian.

“Makanya jika mengalami kecelakaan lalu lintas disarankan segera melapor ke satlantas setempat. Intinya, kami siap menanggung seluruh pembayaran korban sesuai aturan,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://bit.do/gurupendidikan