shadow

OBJEK PAJAK

OBJEK PAJAK

OBJEK PAJAK

OBJEK PAJAK
OBJEK PAJAK

Objek Pajak Pertambahan Nilai

  1. penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha;
  2. impor Barang Kena Pajak;
  3. penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha;
  4. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
  5. pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean; atau
  6. ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.

Barang Kena Pajak yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai

  1. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya;
  2. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak;
  3. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya;
  4. uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.

Jasa Kena Pajak yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai

  1. jasa di bidang pelayanan kesehatan medik;
  2. jasa di bidang pelayanan sosial;
  3. jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko;
  4. jasa di bidang perbankan, asuransi, dan sewa guna usaha dengan hak opsi;
  5. jasa di bidang keagamaan;
  6. jasa di bidang pendidikan;
  7. jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan;
  8. jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan;
  9. jasa di bidang angkutan umum di darat dan di air;
  10. jasa di bidang tenaga kerja;
  11. jasa di bidang perhotelan;
  12. jasa yang disediakan oleh Pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum.

Objek Pajak Penjualan atas Barang Mewah

  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 10% (sepuluh persen), adalah:
  • kelompok alat rumah tangga, pesawat pendingin, pesawat pemanas, dan pesawat penerima siaran televisi;
  • kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga;
  • kelompok mesin pengatur suhu udara;
  • kelompok alat perekam atau reproduksi gambar, pesawat penerima siaran radio;
  • kelompok alat fotografi, alat sinematografi, dan perlengkapannya.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 20% (dua puluh persen), adalah:
  • kelompok alat rumah tangga, pesawat pendingin, pesawat pemanas, selain yang disebut pada huruf a;
  • kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya;
  • kelompok pesawat penerima siaran televisi dan antena serta reflektor antena, selain yang disebut pada huruf a;
  • kelompok mesin pengatur suhu udara, mesin pencuci piring, mesin pengering, pesawat elektromagnetik dan instrumen musik;
  • kelompok wangi-wangian;
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 30% (tiga puluh persen), adalah:
  • kelompok kapal atau kendaraan air lainnya, sampan dan kano, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum;
  • kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga selain yang disebut pada huruf a.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 40% (empat puluh persen), adalah:
  • kelompok minuman yang mengandung alkohol;
  • kelompok barang yang terbuat dari kulit atau kulit tiruan;
  • kelompok permadani yang terbuat dari sutra atau wool;
  • kelompok barang kaca dari kristal timbal dari jenis yang digunakan untuk meja, dapur, rias, kantor, dekorasi dalam ruangan atau keperluan semacam itu;
  • kelompok barang-barang yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari logam mulia atau dari logam yang dilapisi logam mulia atau campuran daripadanya;
  • kelompok kapal atau kendaraan air lainnya, sampan dan kano, selain yang disebut pada huruf c, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum;
  • kelompok balon udara dan balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara lainnya tanpa tenaga penggerak;
  • kelompok peluru senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara;
  • kelompok jenis alas kaki;
  • kelompok barang-barang perabot rumah tangga dan kantor;
  • kelompok barang-barang yang terbuat dari porselin, tanah lempung cina atau keramik;
  • Kelompok barang-barang yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari batu selain batu jalan atau batu tepi jalan.
  1. Kelompok Barang kena Pajak yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 50% (lima puluh persen), adalah:
  • kelompok permadani yang terbuat dari bulu hewan halus;
  • kelompok pesawat udara selain yang dimaksud pada huruf d, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan udara niaga;
  • kelompok peralatan dan perlengkapan olah raga selain yang disebut pada huruf a dan huruf c;
  • kelompok senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 75% (tujuh puluh lima persen), adalah:
  • kelompok minuman yang mengandung alkohol selain yang disebut pada huruf d;
  • kelompok barang-barang yang sebagian atau seluruhnya terbuat dari batu mulia dan/atau mutiara atau campuran daripadanya;
  • kelompok kapal pesiar mewah, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 10% (sepuluh persen), adalah:
  • kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang sampai dengan 15 (lima belas) orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel), dengan semua kapasitas isi silinder; dan
  • kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel) dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2), dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 20% (dua puluh persen), adalah:
  • kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau dengan nyala kompresi (diesel/semi diesel), dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2), dengan kapasitas isi silinder lebih dari 1500 cc sampai dengan 2500 cc; dan
  • kendaraan bermotor dengan kabin ganda (Double cabin), dalam bentuk kendaraan bak terbuka atau bak tertutup, dengan penumpang lebih dari 3 (tiga) orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel), dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2) atau dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4), dengan semua kapasitas isi silinder, dengan massa total tidak lebih dari 5 (lima) ton.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 30% (tiga puluh persen), adalah kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, berupa:
  • kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc; dan
  • kendaraan bermotor selain sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel), dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1500 cc.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 40% (empat puluh persen), adalah kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, berupa :
  • kendaraan bermotor selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api, dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500 cc sampai dengan 3000 cc;
  • kendaraan bermotor dengan motor bakar cetus api, berupa sedan atau station wagon dan selain sedan atau station wagon, dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 1500 cc sampai dengan 3000 cc; dan
  • kendaraan bermotor dengan motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel), berupa sedan atau station wagon dan selain sedan atau station wagon, dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 1500 cc sampai dengan 2500 cc.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 50% (lima puluh persen) adalah semua jenis kendaraan khusus yang dibuat untuk golf.
  2. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 60% (enam puluh persen), adalah:
  • kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder lebih dari 250 cc sampai dengan 500 cc; dan
  • kendaraan khusus yang dibuat untuk perjalanan di atas salju, di pantai, di gunung, dan kendaraan semacam itu.
  1. Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang berupa kendaraan bermotor yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 75% (tujuh puluh lima persen), adalah :
  • kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar cetus api, berupa sedan atau station wagon dan selain sedan atau station wagon, dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2) atau dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 3000 cc;
  • kendaraan bermotor pengangkutan kurang dari 10 (sepuluh) orang termasuk pengemudi, dengan motor bakar nyala kompresi (diesel/semi diesel) berupa sedan atau station wagon dan selain sedan atau station wagon, dengan sistem 1 (satu) gandar penggerak (4×2) atau dengan sistem 2 (dua) gandar penggerak (4×4), dengan kapasitas isi silinder lebih dari 2500 cc;
  • kendaraan bermotor beroda 2 (dua) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc;
  • trailer, semi-trailer dari tipe caravan, untuk perumahan atau kemah.
  1. Kendaraan bermotor yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah adalah:
  • kendaraan bermotor yang digunakan untuk kendaraan ambulan, kendaraan jenazah, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan tahanan, dan kendaraan angkutan umum;
  • kendaraan bermotor yang digunakan untuk tujuan protokoler kenegaraan;
  • kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 (sepuluh) orang atau lebih termasuk pengemudi, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel), dengan semua kapasitas isi silinder, yang digunakan untuk kendaraan dinas TNI atau POLRI;
  • kendaraan bermotor yang digunakan untuk keperluan patroli TNI atau POLRI.

Sumber: https://sel.co.id/

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Karakteristik Pajak Pertambahan Nilai

  1. Pajak Objektif. Yang dimaksud dengan pajak objektif adalah suatu jenis pajak yang timbulnya kewajiban pajaknya sangat ditentukan oleh objek pajak. Keadaan subjek pajak tidak menjadi penentu kecuali untuk kasus tertentu.
  2. Dikenakan pada setiap rantai distribusi (Multi Stage Tax). Sepanjang suatu transaksi memenuhi syarat sebagaimana disebutkan dalam angka 2, maka pihak PKP Penjual berkewajiban memungut PPN atas transaksi yang terjadi dan kemudian menyetorkan ke Kas Negara dan melaporkannya.
  3. Menggunakan mekanisme pengkreditan. Sesuai dengan namanya maka pada hakekatnya PPN hanya dikenakan atas nilai tambah yang terjadi atas BKP karena adanya proses pabrikasi maupun distribusi. Oleh karena itu PPN yang terutang dalam suatu Masa Pajak diperhitungkan terlebih dahulu dengan PPN yang telah dibayarkan oleh PKP pada saat pembelian bahan baku dan faktor produksi lainnya, sehingga meskipun PPN dikenakan beberapa kali namun tidak menimbulkan efek pajak berganda.
  4. Merupakan pajak atas konsumsi dalam negeri. Oleh karena itu salah satu syarat dikenakannya PPN atas suatu transaksi adalah bahwa BKP/JKP dikonsumsi di dalam Daerah Pabean. Hal inilah yang mendasari pengenaan PPN dengan tarif 0% atas kegiatan ekspor sedangkan untuk kegiatan impor tetap dikenakan PPN 10%.
  5. Merupakan beban konsumen akhir. PPN merupakan pajak tidak langsung sehingga beban pajaknya bisa dialihkan oleh PKP. Pengenaan PPN yang dilakukan beberapa kali tidak menjadi beban PKP karena beban PPN tersebut pada akhirnya akan dialihkan kepada konsumen yang menikmati BKP pada rantai terakhir.
  6. Netral terhadap persaingan. PPN bukan merupakan beban yang menambah harga pokok penjualan karena PPN menganut sistem pengkreditan yang memungkinkan PPN yang dibayarkan pada saat pembelian diperhitungkan dengan PPN yang harus dipungut saat penjualan.
  7. Menganut destination principle. Untuk menentukan suatu transaksi dikenakan PPN atau tidak, terlebih dahulu harus dilihat di negara mana pihak konsumen berada. Apabila konsumen berada di luar negeri maka transaksi tersebut tidak dikenakan PPN karena PPN adalah pajak atas konsumsi dalam negeri.

Dasar Hukum

  1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 yang tetap dinamakan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai 1984.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 143 Tahun 2000 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 tentang Jenis Barang dan Jasa yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 145 Tahun 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2006.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 146 Tahun 2000 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2003.
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2001 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007.

Istilah Umum

  1. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara diatasnya serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
  2. Barang adalah barang berwujud, yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud.
  3. Barang Kena Pajak adalah barang sebagaimana dimaksud dalam huruf b yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang ini.
  4. Penyerahan Barang Kena Pajak adalah setiap kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam huruf c.
  5. Jasa adalah setiap kegiatan pelayanan berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai, termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan.
  6. Jasa Kena Pajak adalah jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf e yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang ini.
  7. Penyerahan Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pemberian Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam huruf f.
  8. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
  9. Impor adalah setiap kegiatan memasukkan barang dari luar Daerah Pabean ke dalam Daerah Pabean.
  10. Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean karena suatu perjanjian di dalam Daerah Pabean.
  11. Ekspor adalah setiap kegiatan mengeluarkan barang dari dalam Daerah Pabean ke luar Daerah Pabean.
  12. Perdagangan adalah kegiatan usaha membeli dan menjual, termasuk kegiatan tukar menukar barang, tanpa mengubah bentuk atau sifatnya.
  13. Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap, dan bentuk badan lainnya.
  14. Pengusaha adalah orang pribadi atau Badan sebagaimana dimaksud dalam huruf m yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean, melakukan usaha jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean.
  15. Pengusaha Kena Pajak adalah Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam huruf n yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang ini, tidak termasuk Pengusaha Kecil yang batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
  16. Menghasilkan adalah kegiatan mengolah melalui proses mengubah bentuk atau sifat suatu barang dari bentuk aslinya menjadi barang baru atau mempunyai daya guna baru, atau kegiatan mengolah sumber daya alam termasuk menyuruh orang pribadi atau badan lain melakukan kegiatan tersebut.
  17. Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang.
  18. Harga Jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang ini dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
  19. Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan Jasa Kena Pajak, tidak termasuk pajak yang dipungut menurut Undang-undang ini dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
  20. Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang ini.
  21. Pembeli adalah orang pribadi atau badan yang menerima atau seharusnya menerima penyerahan Barang Kena Pajak dan yang membayar atau seharusnya membayar harga Barang Kena Pajak tersebut.
  22. Penerima jasa adalah orang pribadi atau badan yang menerima atau seharusnya menerima penyerahan Jasa Kena Pajak dan yang membayar atau seharusnya membayar Penggantian atas Jasa Kena Pajak tersebut.
  23. Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak, atau bukti pungutan pajak karena impor Barang Kena Pajak yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
  24. Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak dan atau penerimaan Jasa Kena Pajak dan atau pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan atau impor Barang Kena Pajak.
  25. Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, atau ekspor Barang Kena Pajak.
  26. Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.
  27. Pemungut Pajak Pertambahan Nilai adalah bendaharawan Pemerintah, badan, atau instansi Pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk memungut, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang oleh Pengusaha Kena Pajak atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak kepada bendaharawan Pemerintah, badan, atau instansi Pemerintah tersebut.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Jantung dan Perbedaan Peredaran Darah Besar dan Kecil terhadap Manusia

Jantung dan Perbedaan Peredaran Darah Besar dan Kecil terhadap Manusia

Kita seluruh dulu punya pertemuan tidak sengaja dengan seseorang yang telah lama kami pikirkan. Saat kamu menatap ke arahnya, lalu, sepersekian detik kemudian, dia balas melirik ke mata kamu. Semua terjadi begitu cepat. Suasana hati kamu mendadak panas. Dan hanya didalam hitungan detik, kamu jadi tidak bisa bernapas dan deg-degan setengah mati. Lalu kamu menebak-nebak:

Pertanda apakah itu?

Apakah kami punya hati sama dia?

Padahal, perasaan itu, adalah tanda

kalau jantung kami bekerja dengan baik.

Ya, sepanjang ini kami seringkali salah didalam mengimbuhkan ungkapan. Kayaknya, didalam lagu-lagu percintaan modern, segala sesuatunya tetap dikaitkan dengan hati. Lagu-lagu itu tetap melukiskan gebetan sebagai sosok yang isikan hati orang lain. Kau lah belahan hati. Kau pengisi relung hati. Dan jikalau sosok itu tidak ada, maka hati kami hancur. Rusak. Lalu kami seluruh mati gara-gara “Aku nggak bisa hidup tanpa kamu.”

Padahal, KITA GAK BISA HIDUP TANPA JANTUNG WOY.

Well, meskipun seukuran kepalan tangan (tangan manusia dewasa, bukan tangan cicak), jantung adalah organ yang mutlak abis. Dia adalah organ pertama yang tumbuh pas kehamilan si ibu baru 4 minggu. Apapun sumber penyakit, apa pun kecelakaan yang menimpa kita, satu-satunya alasan kami meninggal adalah gara-gara jantung kami berhenti bekerja.

Kalau kami bisa menyusup dan berlayar ke didalam saluran darah, kami akan mendapati saluran peredaran darah itu seperti sungai-sungai kecil dan panjang, memuat darah yang mengangkut oksigen. Darah-darah ini, dipompa segera oleh jantung.

Apabila kami lihat secara fisik, jantung membawa 3 susunan dinding:

1. Epikardium: Lapisan terluar yang menutupi permukaan jantung. Tersusun oleh mesotelium yang berada di jaringan ikat.

2. Miokardium: Lapisan tengah. Tersusun oleh otot jantung dan bisa berkontraksi untuk memompa darah.

3: Endokardium: Lapisan didalam yang berhubungan segera dengan darah.

Satu hal yang membedakan jantung dengan organ didalam lainnya adalah: jantung tetap berdetak. Nah, kebayang gak jantung yang berfaedah sebagai “organ bikin kami hidup” itu gerak-gerak di didalam rongga dada. Bisa aja dia bergesekan sama organ lain dong? Bahaya dong kalo gitu? Untuk tetap melindungi si jantung, maka dia punya susunan spesifik yang bernama susunan perikardium.

Kalau kamu lihat berasal dari luar, sekitar kebayang nggak bagaimana jantung bisa tetap menerus memompa darah ke tubuh kita? Apa prosesnya sama kayak pompa air di tempat tinggal kita?

Jawabannya, adalah gara-gara jantung punya 4 ruangan keren yang berfaedah “mengatur” perjalanan darah ini.

Kalau kamu klik gambar di atas, kamu akan paham tiap-tiap kegunaan berasal dari keempat ruangan itu. Keempat ruangan ini nantinya akan “mengarahkan” aliran darah supaya tidak tercampur pada darah yang mempunyai kandungan oksigen dan karbondioksida. Makanya, jikalau salah satu sekat/ruangannya bocor bisa bahaya. Buat ngeceknya, kamu bisa mengfungsikan bermacam teknologi pengecekan sistem peredaran darah ini.

Lalu, ke mana saja aliran darah di tubuh kita?

Pada manusia, kami mengenal dua sistem peredaran darah:

1. Peredaran darah besar (sistemik)

2. Peredaran darah kecil (pulmonal)

Apa perbedaan sistem peredaran darah besar dan peredaran darah kecil?

Peredaran darah besar ini disebut terhitung peredaran darah sistemik. Sistem peredaran darah ini di awali ketika darah yang mempunyai kandungan O2 dipompa oleh bilik kiri menuju seluruh tubuh melalui aorta. Dan darah berasal dari tubuh yang telah tidak mempunyai kandungan oksigen (mengandung CO2) akan dikembalikan ke serambi kanan oleh vena cava superior (tubuh bagian atas) dan vena cava inferior (tubuh bagian bawah).

Sederhananya, perjalanan darah berasal dari peredaran darah besar ini adalah berasal dari jantung – seluruh tubuh – jantung.

Peredaran darah kecil di awali pas darah yang mempunyai kandungan CO2 di bilik kanan dipompa dan dialirkan oleh pembuluh arteri pulmonalis menuju paru-paru. Di paru-paru, terjadi difusi gas yang terhadap akhirnya merubah takaran CO2 di didalam darah supaya jadi O2 pas terlihat berasal dari paru-paru. Darah ini setelah itu dialirkan oleh vena pulmonalis menuju serambi kiri.

Sederhananya, perjalanan peredaran darah kecil ini adalah: jantung – paru-paru – jantung. biologi.co.id

Sejarah Besar Dunia: Revolusi Industri

Sejarah Besar Dunia: Revolusi Industri

Masih ingat bersama dengan moment Aufklärung, ‘kan Squad? Seperti yang kamu tahu, terjadinya Aufklärung di Eropa mempunyai pergantian besar-besaran terutama didalam ilmu pengetahuan. Perkembangan ini akhirnya memicu terjadinya moment besar lainnya yang membuat perubahan hidup kami jadi seperti saat ini ini. Kamu mampu tebak moment apa itu nggak, Squad? Nih petunjuknya: mesin uap. Yap, benar banget, salah satu histori besar dunia, revolusi industri.

Saat revolusi industri, terjadi pergantian yang besar dan cepat didalam bidang industri, sebab di pas itulah tenaga manusia terasa dibantu mesin. Istilah Revolusi Industri pertama kali diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke XIX. Menurut T.S. Ashton, sejarawan ekonomi asal Inggris menunjukkan Revolusi Industri diperkirakan terjadi kira-kira tahun 1750-1830. Meski begitu, sebetulnya revolusi industri tidak cuma terjadi satu kali lho. Ternyata, revolusi industri dibagi ke didalam dua fase.

Revolusi Industri Fase Pertama

Di fase pertama, pergantian berfokus pada bidang tekstil lewat penemuan alat pemintal benang. Alat pemintal benang pertama dibuat oleh James Hargreaves (1767) dan diberi nama Spinning Jenny. Alat pemintal benang berikut nantinya dilengkapi oleh Richard Arkwright bersama dengan memicu alat pemintal yang bertenaga air serta mampu membuahkan benang lebih halus dibanding hasil benang “spinning jenny”. Penemuan benda berikut tentunya mendorong munculnya pabrik dan memproses massal didalam industri katun.

Selain penemuan mesin pemintal benang, memproses benda-benda industri terhitung beralih sebab munculnya mesin uap. Kemunculan mesin uap terinspirasi berasal dari mesin pemompa air ciptaan Thomas Newcomen. Mesin yang memakai tenaga uap tersebut, dimodifikasi jadi lebih efisien oleh James Watt. Mesin yang dibuat oleh Watt ini akhirnya memicu munculnya kereta api penumpang (George Stephenson) dan kapal uap (Robert Fulton).

Revolusi Industri Fase Kedua

Mengapa revolusi industri dianggap sebagai histori besar dunia? Tidak lain sebab revolusi industri yang mulanya cuma terjadi di Inggris, mampu menyebar cepat ke Jerman, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Jepang, dan beragam negara lainnya. Tahun 1860, Revolusi Industri memasuki fase baru yang dikenal sebagai Revolusi Industri Kedua. Fase ke dua ini terjadi pada abad ke-19 dan ke-20 dan dikenal terhitung bersama dengan sebutan revolusi teknologi.

Revolusi ini persis bersama dengan pembangunan jalur rel, memproses massal besi dan baja, pemanfaatan mesin yang meluas, peningkatan pemanfaatan tenaga uap, hingga munculnya listrik. Kemunculan besi dan baja, jalur rel, dan peningkatan pemanfaatan batu bara terlalu mungkin transportasi murah untuk mengangkut material dan product hasil industri.

Sebelum kami lihat faktor-faktor terjadinya revolusi industri, kami lihat pernah yuk macam-macam pengaruh revolusi industri pada dunia.

Nah, banyak kan pengaruhnya pada dunia. Sekarang kami lihat ya lebih dari satu faktor yang mendorong terjadinya revolusi industri ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Terjadinya Aufklärung di Eropa

Aufklärung (Abad Pencerahan) yang berkembang di abad ke 18 mendorong manusia untuk memakai kapabilitas akalnya semaksimal barangkali supaya mendorong banyaknya penemuan.

2. Stabilitas situasi keamanan didalam negeri

Pasca Glorious Revolution 1688 di Inggris, situasi didalam negeri Inggris terjadi stabil. Hubungan masyarakat bersama dengan pemimpin terjadi damai. Selain itu, penyatuan Inggris dan Skotlandia tambah mendorong keamanan di negara Inggris.

3. Berkembangnya kolonialisme dan imperialisme

Inggris secara bertahap menguasai banyak tempat terasa berasal dari Irlandia, Amerika, India hingga Nusantara. Penguasaan pada banyak tempat jajahan memicu cadangan sumber daya alam yang dimiliki Inggris tambah bertambah. Selain itu, tempat berikut merupakan pasar berasal dari benda-benda yang diproduksinya. Untuk menunjang hal berikut nantinya Inggris mendirikan East Indies Company (EIC) yang berfokus pada bidang perdagangan, terhitung perdagangan di tempat jajahan.

4. Munculnya golongan kaya baru

Perdagangan Inggris bersama dengan dunia timur sukses tingkatkan taraf hidup masyarakatnya. Imbasnya adalah Bank Nasional Inggris punyai modal banyak didalam kesibukan perbankan. Banyaknya modal yang dimiliki Bank Nasional Inggris memicu para pengusaha memperoleh kemudahan untuk meminjam modal usaha. Melalui modal usaha itu tumbuhlah industri-industri baru di Inggris.

5. Adanya bantuan hukum pada tiap-tiap penemuan

Penemuan-penemuan baru di Inggris terhitung mendapat dukungan terdapatnya bantuan hukum yang baik lewat hak paten berasal dari pemerintah Inggris. Lewat bantuan hak paten banyak ilmuwan berlomba-lomba untuk menciptakan beragam inovasi. Terlebih bersama dengan terdapatnya instansi Royal Society Of London For Improving Natural Knowledge sebagai perkumpulan para ilmuwan di Inggris.

6. Arus urbanisasi

Kebijakan enclosure (pemagaran lahan pertanian) jadi faktor pendorong arus urbanisasi. Pemagaran lahan pertanian memicu banyak petani di pedesaan kehilangan lahan bertani supaya banyak masyarakat desa yang melakukan urbanisasi dan melacak pekerjaan baru.

7. Tuntutan memproses massal

Keberadaan orang-orang kelas baru didalam masyarakat Eropa mendorong terdapatnya peningkatan permintaan memproses barang berasal dari masyarakat. Selain itu kesibukan perdagangan yang tambah ramai di Eropa memicu banyak barang beredar di masyarakat. Inggris memegang peranan sebagai negara yang memproses barang bersama dengan kualitas terbaik di Eropa. Alhasil permintaan pada barang memproses Inggris tambah meningkat. gurukelas.co.id

Perbedaan Pembangunan Ekonomi bersama dengan Pertumbuhan Ekonomi

Perbedaan Pembangunan Ekonomi bersama dengan Pertumbuhan Ekonomi

Pagi itu, Rogu dan temannya tengah melintas di lahan kosong yang bakal dibangun sebuah tempat tinggal sakit umum tempat (RSUD).

“Rogu, ini lahan kosong mau dibangun RSUD ya?”

“Iya. Hebat kan?”

“Kok mampu ya? Tadinya sih seingetku lahan ini, dulunya bekas minimarket yang sudah nggak kepake lagi”

“Itulah bukti terdapatnya pembangunan ekonomi yang berjalan”

Pembangunan ekonomi? Bukannya perkembangan ekonomi ya?”

Nah Squad, anda mengerti nggak perbedaan pembangunan ekonomi dan perkembangan ekonomi?

Perlu anda ingat dulu nih Squad, konsep dari pembangunan ekonomi itu terhadap nilai normatif yang berlaku terhadap diri seseorang. Artinya, pembangunan ekonomi pasti berpengaruh terhadap kehidupan seseorang sehari-hari dan tersedia sangkut-pautnya bersama dengan nilai-nilai dalam diri orang tersebut.

Kalau perkembangan ekonomi itu, memiliki konsep yang tidak seluas pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi hanya memfokuskan terhadap nilai-nilai yang terkait bersama dengan keuangan, seperti inflasi, saham, harga, dan lain-lain.

Pembangunan ekonomi merupakan proses menaikkan kesejahteraan masyarakatnya. Kalau perkembangan ekonomi ialah kenaikan nilai pasar barang dan jasa yang sesuai bersama dengan inflasi yang dihasilkan oleh ekonomi dari sementara ke waktu.

Secara mendasar yang paling enteng diingat perbedaan pada pembangunan dan perkembangan ekonomi itu ialah PDB (Produk Domestik Bruto).

Ada 4 poin yang mampu kita jadikan indikator perbedaan pada pembangunan ekonomi bersama dengan perkembangan ekonomi. Tentunya keempat perbedaan ini mengacu terhadap PDB ya, Squad. Apa saja keempat poin tersebut? Keep scroll ya!

1. Kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB)

Pembangunan ekonomi itu hanya fokus terhadap kenaikan PDB. Berbeda bersama dengan perkembangan ekonomi yang tidak mengedepankan terhadap PDB. Supaya lebih jelas, 3 poin berikutnya bakal mengupas hubungan PDB bersama dengan faktor yang merubah perbedaan pembangunan ekonomi bersama dengan perkembangan ekonomi.

2. PDB dan Jumlah Penduduk

Berhubung pembangunan ekonomi itu terlalu erat kaitannya bersama dengan inflasi, maka pembangunan ekonomi tetap menyimak kandungan kenaikan PDB bersama dengan kenaikan kuantitas penduduk. Nah, kecuali perkembangan ekonomi kebalikan dari perihal di atas. Pertumbuhan ekonomi tidak menyimak kandungan tersebut.

3. PDB dan Kemajuan IPTEK

Kalau anda yang tinggal di tempat Jakarta, anda dulu melintasi tempat yang tengah tersedia proyek pembangunan seperti ini nggak?

Yups, tersedia pembangunan transportasi baru yakni LRT (Light Rail Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) yang tengah dibangun di Jabodebek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi). Kira-kira, pembangunan LRT dan MRT masuk ke dalam pembangunan ekonomi atau perkembangan ekonomi ya?

Pembangunan LRT dan MRT itu juga ke dalam pembangunan ekonomi. Kenapa? Pembangunan ekonomi itu tetap menyimak perubahan dan kemajuan IPTEK, kecuali perkembangan ekonomi tidak menyimak hubungannya bersama dengan IPTEK.

4. PDB dan Kesejahteraan Rakyat

Kalau untuk kasus kesejahteraan rakyat, pembangunan ekonomi tetap menyimak apakah PDB yang naik juga diikuti bersama dengan kesejahtaraan rakyat atau tidaknya. Nah, kecuali perkembangan ekonomi tidak menyimak hubungan PDB bersama dengan kesejahteraan rakyat.

Kita ambil semisal dari harga tiket LRT dan MRT ya. Untuk pemilihan sebuah harga barang dan jasa, tentu saja wajib diperhitungkan juga inflasi yang berjalan agar unit memproduksi tidak merugi. Oleh karena itu, pemilihan harga tiket LRT dan MRT masuk ke dalam perkembangan ekonomi.

Baca Juga :

Indonesia Diperkirakan Paling Terdampak Oleh Revolusi Industri 4.0

Indonesia Diperkirakan Paling Terdampak Oleh Revolusi Industri 4.0 – Teknologi, otomatisasi, dan disrupsi. Tiga kata ini dominan pada satu hal: lingkungan kerja masa depan yang sarat ketidakpastian.

World Economic Forum menebak dalam 4 tahun ke depan, 75 juta kegiatan akan berubah dan 133 juta kegiatan baru akan hadir sebagai hasil dari pertumbuhan teknologi.

Satu distrik yang bakal mengalami akibat besar dari evolusi ini ialah Asia Tenggara.

Seiring pertumbuhan teknologi, area ini ditebak akan mencoba berpindah dari kegiatan bidang pertanian ke kegiatan yang berfokus pada layanan dalam sejumlah tahun ke depan.

Berdasarkan keterangan dari laporan teranyar firma penelitian Oxford Economics dan perusahaan teknologi AS Cisco, transisi tersebut dapat menghasilkan evolusi 28 juta kegiatan baru dalam dasawarsa berikutnya.

Angka tersebut setara dengan selama 10 persen dari total warga yang bekerja di negara-negara itu: Indonesia , Malaysia , Filipina , Singapura , Thailand , dan Vietnam.

Yang pasti, pergeseran bakal mengarah pada timbulnya karier baru di industri yang sedang tumbuh. Tetapi tersebut juga akan mengakibatkan 6,6 juta orang kehilangan pekerjaan sebab tidak memiliki kemampuan yang diperlukan.

Dilansir dari CNBC Make It, presiden Cisco guna Asia Tenggara, Naveen Menon menyampaikan, “Ketika teknologi baru diterapkan, produktivitas bakal menurunkan ongkos produksi sampai-sampai akan menciptakan harga barang dan jasa turun. Ini akan menambah daya beli sehingga membuat lapangan kerja baru,” jelas Menon.

Lebih eksklusif lagi, industri ritel dan grosir, manufaktur, konstruksi dan transportasi akan tergolong dalam bidang kegiatan yang berkembang.

Sektor TI, finansial dan seni yang lebih kecil di kawasan tersebut juga bakal ikut bertumbuh.

“Sektor pertanian menyumbang selama 76 juta kegiatan di area ASEAN. Sepertiga dari mereka ialah buruh, yang pun adalahpekerjaan yang sangat rentan terhadap evolusi teknologi karena konsentrasi mereka pada tugas teratur dan usaha fisik,” laporan tersebut mencatat.

Dalam hal kehancuran regional, Indonesia, negara yang sangat padat penduduknya di distrik ini, ditebak akan mengalami akibat terbesar dari pengalihan pekerjaan. Dengan 9,5 juta pekerjaan, peringkatnya di atas Vietnam dan Thailand yang pun mempunyai tenaga kerja pertanian berketerampilan rendah.

Sebaliknya, Singapura dengan populasi relatif paling kecil, diduga paling siap dan sedang di “garis depan peradaban teknologi” sehingga sangat sedikit terdampak evolusi pekerjaan.

Karena itu, pergantian ini diinginkan akan merubah bagaimana sistem edukasi di negara ASEAN dalam mempersiapkan sumber daya insan menghadapi disrupsi teknologi dan gelombang besar pergantian pekerjaan.

Baca Selengkapnya: bahasainggris.co.id/

Gerakan Seniman Masuk Sekolah, Oase di Tengah Padatnya Jam Belajar Siswa

Gerakan Seniman Masuk Sekolah, Oase di Tengah Padatnya Jam Belajar Siswa – Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) menemukan respon positif sekolah. Kegiatan diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinyatakan mampu menambah potensi kesenian yang dipunyai siswa.

Hal itu diungkapkan Guru Kesenian SMKN 1 Cimahi, Siti Nur Fuadiyah. Dia menuliskan semenjak GSMS berlangsung pada Agustus lalu, potensi murid di bidang kesenian mulai tampak dan terasah.

“Potensi anak-anak jadi terlihat, meskipun jurusan yang mereka geluti tersebut kebanyak teknik, tetapi mereka pun memiliki keterampilan di bidang seni,” ucap Siti seperti dikutip dari laman Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar).

Seni tidak cukup pendalaman

Berdasarkan keterangan dari Siti, sebab tolak ukur murid sekolah menengah kejuruan disaksikan dari keterampilan di jurusan yang mereka tekuni, maka mata latihan kesenian tidak telalu diperdalam. ”Kebanyakan jurusan di sini teknik, jadi guna kesenian tidak terlampau didalami,” ucapnya.

Namun, tersebut tak menyurutkan motivasi siswa yang memang mempunyai potensi. Salah satunya Aldi. Aldi menyatakan beruntung sebab mampu mengasah keterampilan seni peran yang pernah ia pelajari ketika sekolah dasar.

“Jadi dapat nostalgia ketika dulu SD main drama, sebab dari dulu emang telah seneng ikut ke dunia drama,” tutur siswa ruang belajar XII Teknik Elektronika Komunikasi tersebut.

“Oase” di padatnya pelajaran

Dia pun berpendapat, pekerjaan kesenian dapat menjadi oase dari jam belajar di ruang belajar yang cukup padat. “Jadwal latihan padat masing-masing hari, jadi lewat pekerjaan ini, saya jadi punya lokasi untuk bersenang-senang,” ucap Aldi.

Seniman yang ditugaskan di SMKN 1 Cimahi, Hermana MHT menuliskan tertarik mengekor GSMS ini. “Saya hendak menularkan ilmu teater untuk mereka (siswa). Karena ditugaskan di SMKN 1 Cimahi, jadi saya tularkan untuk mereka,” tutur Hermana.

Seniman yang tergabung dalam Komunitas Seni Bandoengmooi itu mengapresasi semua siswa yang hendak sekali mengikuti seni teater meskipun mempunyai jam belajar panjang.

“Mereka punya keinginan ditengah-tengah pekerjaan di ruang belajar yang super sibuk, mereka tidak jarang kali antusasias dan mempunyai semangat yang hebat. Saya pun jadi ikut motivasi untuk melatih,” tutur Hermana.

Baca Selengkapnya: sekolahan.co.id/

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
  1. Pengertian dan Tujuan Pancasila

Kita sangat bersyukur karena Para pendahulu kita dan Para Pendiri Republik Indonesia ini dapat merumuskan secara jelas apa sesungguhnya pandangan hidup bangsa Indonesia ini, yang kemudian dinamakan dengan Pancasila, seperti yang ditunjukkan dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1978, Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, dasar negara dan sebagai sistem filsafat. Disamping itu, Pancasila sekaligus sebagai tujuan hidup bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan pandangan hidup , kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah berurat akar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia pribadi, atau hidup sebagai makhluk sosial, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan tuhannya.

Pancasila sudah merupakan pandangan hidup dan sebagai sistem filsafat yang berakar dalam kepribadian bangsa, maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegaraan. Hal ini tampak dalam sejarah, meskipun dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda, namun dalam tiga buah UUD yang pernah kita miliki. Pancasila selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional, Pancasila selalu menjadi pegangan bersama pada saat-saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa kita, yang merupakan bukti sejarah bahwa pancasila memang selalu dikehendaki oleh bangsa Indonesia sebagai dasar negara dan sebagai sistem filsafat. Dasar negara ini jelas dikehendaki oleh seluruh rakyat Indonesia, karena ia sebenarnya telah tertanam dalam kalbunya rakyat Indonesia, oleh karena itu ia juga merupakan dasar negara yang mampu mempersatukan rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai sistem filsafat atau sebagai dasar negara kita merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara kita. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa indonesia dapat mempersatukan kita, serta memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan bathin dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya.
Rumusan Pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 itulah yang kita gunakan, sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam sidang PPKI.
Seperti yang ditujukkan oleh ketetapan MPR No. II/MPR1978, Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Bagi bangsa Indonesia tidak ada keraguan sedikitpun mengenai kebenaran dan ketetapan Pancasila sebagai pandangan hidup sebagai sistem filsafat dan dasar negara.
Pancasila menjadi landasan dan falsafah dasar negara telah membuktikan dirinya sebagai wadah yang dapat menyatukan bangsa. Dengan Pancasila bangsa Indonesia diikat oleh kesadaran sebagai satu bangsa dan satu negara. Pancasila memberikan ciri khas dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila adalah dasar moral dan dasar politik  untuk dan dalam menyelenggarakan pemerintah negara dan pembangunan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan sumber dasar perundang- undangan dimana kehidupan kenegaraan bangsa kita diatur dan diselenggarakan. Ia merupakan prinsip dasar cita-cita kemasyarakatan kearah mana bangsa dibangun dan dikembangkan. Dengan kata lain Pancasila  adalah dasar tujuan pembangunan bangsa dan ideologi bangsa.
Rumusan Pancasila sebagai dasar Falsafah negara Republik Indonesia tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan sistematika sebagai berikut :
–         Ketuhanan yang Maha Esa
–         Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
–         Persatuan Indonesia
–         Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
–         Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
–         Ketuhanan yang Maha Esa
Dengan sila Ketuhanan yang Maha Esa, bangsa Indonesia menyatakan ketaqwaan terhadap tuhan yang Maha Esa dan oleh karenanya manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap tuhan yang Maha Esa sesuai dengan tuntunan ajaran agama masing-masing.
–         Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab manusia diakui dan perlakukan sesuai dengan harkat dan martabat selaku makhluk tuhan yang Maha Esa mempunyai derajat, hak dan kewajiban yang sama tanpa adanya perbedaan mengenai suku, agama, status sosial dan lain sebagainya.
–         Persatuan Indonesia
Sila persatuan indonesia adalah sila yang mendasari semangat persatuan demi kesatuan bangsa bagi keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi maupun golongan. Dengan demikian manusia Indonesia rela berkorban bagi tegaknya bangsa dan negara. Dari semangat ini maka akan tampil wajah manusia Indonesia yang cinta terhadap tanah air.
–         Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan adalah dasar bagi manusia indonesia selaku warga negara maupun selaku warga masyarakat untuk memperoleh kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dimata hukum. Dengan demikian indonesia tetap berjalan pada iklim Demokrasi yang penuh dengan semangat kekeluargaan.
–         Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia  adalah dasar bagi terciptanya suasana dalam masyarakat indonesia yang suka bergotong royong penuh dengan semangat kekeluargaan. Dari dokumen sejarah dapat dibuktikan bahwa demi Kemerdekaan dan persatuan bangsa pada waktu itu, dari pihak non Islam keberatan maka Para tokoh Islam pada saat itu telah setuju dengan penghapusan tujuh kata setelah kata  “ketuhanan” dengan menggantikannya dengan rumusan “ketuhanan yang Maha Esa”. Dengan demikian Pancasila sekarang menjadi dasar negara Republik Indonesia bukanlah Pancasila hasil konsensus tanggal 22 juni 1945 tetapi hasil perubahan dari Pancasila piagam jakarta yang telah disetujui tanggal 18 Agustus 1945.
  1. B. Filsafat Pancasila
filsafat Pancasila adalah usaha manusia yang sadar melalui akal dan pengalaman secara kritis, mendasar , terpadu dan radikal mencari dan menemukan hakikat kenyataan dan kebenaran Pancasila. Filsafat Pancasila adalah filsafat yang mempunyai obyek Pancasila, yaitu obyek Pancasila yang benar dan sah sebagai mana tercantum didalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-4.
  1. C. Kesatuan Sila-Sila Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan yang  bulat dan utuh karena masing-masing sila dari Pancasila tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya memahami atau meberi arti setiap sila Pancasila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan menimbulkan pengertian yang keliru dan salah tetang Pancasila.

Berikut Cara Susun Amplop Lamaran CPNS Kemendikbud Sesuai Aturan

Berikut Cara Susun Amplop Lamaran CPNS Kemendikbud Sesuai Aturan

Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun Anggaran 2018 pun memberikan kesempatan untuk Warga Negara Indonesia guna menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemendikbud.

Berdasarkan surat edaran pemberitahuan Kemendikbud yang ditandatangani Sekretaris Jendral Kemendikbud Didik Suhardi, ada 115 unit kerja di bawah Kemendikbud yang bakal membuka peluang seleksi CPNS 2018. Dalam seleksi mula administrasi, ada sejumlah hal yang butuh diperhatikan, diantaranya:

1. Peserta yang telah mengerjakan registrasi di software CPNS online wajib mengantarkan berkas kelengkapan guna seleksi administrasi ke Panitia Seleksi CPNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PO BOX 1112-JKP 10011.

Berkas dibentuk dengan urutan sebagai berikut:

  • Surat lamaran yang ditulis tangan dan ditandatangani sendiri dengan tinta hitam, ditujukan untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melewati pimpinan unit kerja diciptakan pada ketika tanggal pendaftaran
  • Fotokopi KTP yang masih berlaku
  • Asli hasil cetakan (print out) Kartu Pendaftaran SSCN 2018
  • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang, sebagaimana ditata dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 11 Tahun 2002. Catatan: Surat penjelasan lulus (SKL)/ijazah sedangkan tidak dapat dipakai untuk melamar
  • Pas foto ukuran 3 x 4 cm berlatar belakang merah sejumlah 2 (dua) lembar, dengan menyebutkan nama dan tanggal bermunculan di balik pasfoto itu Khusus guna pelamar susunan Putra/putri Papua dan Papua Barat, mesti melampirkan: akta kelahiran dan/atau surat penjelasan lahir pelamar, fotokopi KTP orang tua (bapak kandung atau ibu kandung) dan surat penjelasan dari Kepala Desa/Kepala Suku yang mengaku bahwa orang tua (bapak atau ibu) pelamar ialah asli Papua.
  • Khusus guna pelamar susunan penyandang disabilitas, mesti melampirkan surat penjelasan dokter yang menjelaskan tentang jenis dan/atau tingkat disabilitas yang dialami
  • Bagi pelamar susunan Putra/putri Papua dan Papua Barat dan susunan penyandang disabilitas yang tidak melampirkan persyaratan sebagaimana poin 6 dan 7 dirasakan tidak mengisi persyaratan administrasi.

2. Berkas kelengkapan dimasukkan dalam pelajaran.id/  stopmap dengan peraturan warna pembeda:

  • warna kuning guna pelamar umum
  • warna hijau guna pelamar putra/putri alumni terbaik berpredikat dengan pujian (cumlaude)
  • warna merah guna pelamar penyandang disabilitas
  • warna biru guna pelamar putra/putri Papua dan Papua Barat.

3. Map mengandung dokumen dimasukkan ke dalam amplop warna cokelat. Pada pojok kiri atas amplop ditulis Unit Kerja yang dilamar.

4. Hasil seleksi administrasi akan diberitahukan melalui https://sscn.bkn.go.id dan https://cpns.kemdikbud.go.id.

5. Peserta yang ditetapkan memenuhi persyaratan (MP) seleksi administrasi bisa mencetak Kartu Ujian SSCN 2018 dan berhak mengekor Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

PEMBAHASAN METODE PROYEK

PEMBAHASAN METODE PROYEK

METODE PROYEK
METODE PROYEK

Pengertian Metode Proyek (Project Method)

Kata proyek berasal dari kata latin yaitu: proyektum yang berarti maksud tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti: merancang, merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang baik di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya.

Dengan kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan memberikan kegiatan belajar kepada siswa, dengan memberikan kepada siswa untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar berencana di dalam tugas-tugasnya.[1]


Selain itu metode ini disebut juga dengan teknik pengajaran unit. Anak didik disuguhi bermacam-macam masalah dan anak didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut dengan mengikuti langkah-langkah tertentu secara ilmiah, logis dan sistematis. Cara demikian adalah teknik yang modern, karena murid tidak dapat begitu saja menghadapi persoalan tanpa pemikiran-pemikiran ilmiah.

Tujuan metode ini adalah untuk melatih anak didik agar berpikir secara ilmiah, logis dan sistematis. Sekolah pada hakikatnya berkewajiban mempersiapkan anak didiknya agar tidak canggung hidup di tengah-tengah masyarakat yang banyak sekali masalah-masalah yang akan ditemuinya. Oleh karenanya guru berkewajiban melatih anak didik untuk memberikan kemampuan teknik menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat.

Pusat kegiatan metode ini terletak pada anak didik, dan guru berfungsi sebagai pembimbing mekanisme kerja anaka didik dengan bekerja bersama-sama. Namun demikian karena tiap-tiap anak didik mempunyai minat masing-masing, maka dapat pula anak didik secara individual dalam hal-hal tertentu menghadapi masalah itu sendiri sesuai dengan minat yang dipilihnya.


Metode proyek ini untuk pertama kalinya, diperkenalkan oleh John Dewey. Yang kemudian dikembangkan oleh W.H.Kilpatrik. Di Eropa abad XX ini giat sekali mengembangkan metode proyek ini. Di Indonesia metode proyek ini telah mendapat perhatian yang besar dari kalangan pembaharuan pendidikan dan pengajaran.

Langkah-langkah yang ditempuh melalui metode proyek ini yaitu:

Pertama           : Merencanakan proyek yang akan dilaksanakan. Misalnya: berapa kali kita melakukan proyek selama satu tahun.

Kedua             : Pengalokasian waktu, dengan mnghitung berapa minggu diadakan proyek dalam satu tahun. Misalnya untuk sementara waktu tiga kali dalam satu tahun sudah mencukupi. Tiap-tiap masa belajar 2 ½ bulan lamanya, diselingi masa proyek kira-kira satu bulan.[2]

  1. Keunggulan Metode Proyek:
  1. Dengan pengajarn proyek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri.
  2. Melalui metode proyek membrikan kesempatan kepada setiap siswa, untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari.
  3. Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa.
  4. Dapat menumbuhkan sikap social dan kerja sama yang baik.
  5. Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiha dalam berkarya.

  1. Kekurangan Metode Proyek:
  1. Memerlukan perencanaan yang matang.
  2. Tidak semua guru dapat merencanakan dengan metode proyek. Sebab dengan metode ini guru dituntut kerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara sederhana.
  3. Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa.
  4. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih sulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri.
  5. Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana, disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan financial.
  1. Metode Proyek (Unit) tepat di pergunakan:
  2. Apabila pelajaran dimaksudkan untuk memberikan kesadaran yang kuat kepada anak tentang perlunya kerja sama antara sekolah dan masyarakat.
  3. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih anak bersikap demokratis.
  4. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih anak untuk ikut serta memecahkan problema yang ada di masyarakat.
  1. Segi Positif
  2. Dengan metode proyek berarti beberapa metode mengajar tercakup dalam unit (proyek).
  3. Unit sesuai dengan pendapat baru tentang cara belajar.
  4. Mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat.