shadow

Tantangan Pendidikan Di Arus Globalisasi

Globalisasi memang tak dapat dibendung lagi. Arus global yang benar – benar kuat membuat masyarakat dunia harus dapat beradaptasi dengan arus global yang hadir. Tentu saja globalisasi yang membuat antar negara di dunia berhubungan dan saling terkait memberikan masing – masing dampak juga turut memberikan banyak dampak bagi negara Indonesia baik dampak yang positif dan juga dampak yang negatif.

Tantangan Pendidikan Di Arus Globalisasi
Tantangan Pendidikan Di Arus Globalisasi

Globalisasi bahkan juga turut memberikan dampak bagi negara Indonesia pada bidang pendidikan. Tentu saja ini yang kemudian menjadikan tantangan seperti apa Indonesia membawa pendidikan supaya dapat memberikan kontribusi yang positif atas pendidikan Indonesia dengan segudang tantangan yang perlu dihadapi. Apa saja tantangan pendidikan di arus globalisasi yang mesti dihadapi oleh bangsa Indonesia?

Tantangan Pendidikan Di Arus Globalisasi 

Tantangan untuk meningkatkan nilai tambah

Tantangan ini yaitu seperti apa dalam rangka peningkatan produktivitas kerja nasional dan juga bagaimana tentang pertumbuhan serta pemerataan ekonomi sebagai upaya untuk dapat memelihara dan juga meningkatkan aspek pembangunan yang berkelanjutan.

Tantangan untuk melakukan riset secara komprehensif

Tantangan agar dapat melakukan riset secara komprehensif ini terjadi atas era reformasi dan juga pada era transformasi struktur masyarakat dari mulai masyarakat tradisional menuju agraris menuju pada masyarakat modern menuju industrial. Tentu ini yang menjadikan negeri harus tahu implikasi bagi peningkatan serta soal pengembangan kualitas kehidupan sumber daya manusianya. Untuk meningkatkan aspek ini tentu saja pendidikan bahkan sampai program yang jauh lebih baik dibandingkan tuntutan pendidikan dasar 12 tahun wajib dilakukan. Misalkan dengan mengikuti program pendidikan gelar sarjana dan pasca sarjana.

Tantangan persaingan yang semakin ketat

Tantangan dalam melakukan persaingan global yang semakin ketat yaitu dapat membantu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghasilkan karya – karya kreatif yang juga berkualitas sebagai sebuah hasil pemikiran, penemuan dan juga penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi beserta seni.

Tantangan dalam memunculkan invasi baru

Tantangan untuk bisa terkait dengan IPTEK memang sangat penting. Dan memang salah satu tujuan Indonesia adalah menciptakan generasi penerus yang berwawasan global dan juga mahir dalam soal penguasaan IPTEK.

Tantangan menciptakan generasi penerus yang bersaing secara komprehensif

Tantangan lain yang juga turut diberikan oleh pendidikan di arus globalisasi yaitu untuk pendidikan Indonesia dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan juga berdaya saing pada bidang – bidang tertentu (yang menjadi pilihan pembelajaran) secara komprehensif dan komparatif serta berwawasan unggul, memiliki profesionalisme dalam bidang yang ditekuni dan berpandangan jauh ke depan. Karena memang tak dapat dipungkiri bahwa di era globalisasi seperti sekarang ini Indonesia sangat butuh generasi penerus bangsa yang sedemikian baiknya.

Semoga informasi diatas bermanfaat. Karena itu mari kita mengenyam pendidikan sebaik mungkin agar bisa berkontribusi untuk Indonesia di arus globalisasi. Semoga informasi  tentang Tantangan Pendidikan Di Arus Globalisasi bermanfaat. sumber : www.dosenpendidikan.com

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperbandingkan suasana anak-anak Indonesia bersama dengan negara lain. Salah satunya mengenai pendidikan.

Menurut dia, mutu pendidikan di Indonesia masih kalah jikalau dibandingkan bersama dengan negara tetangga, seperti Vietnam. Dalam beberapa PISA test, anak-anak Indonesia memperoleh nilai yang lebih rendah. Padahal, Indonesia lebih dulu menggerakkan komitmen 20 persen APBN untuk pendidikan.

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam
Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

“Kita jadi 2009 (Komitmen 20 persen APBN untuk pendidikan). Mereka (Vietnam)2010 barangkali 2013. Matematika anak-anak mereka dapat dapat 90, anak-anak kita 70 dapat hingga 50,” ujar dia waktu menghadiri Dialog Publik Pendidikan Nasional dan Halal Bihalal, di Gedung Guru Indonesia, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

“Membaca, kelihatan sangat sederhana, tetapi membaca saja Indonesia berada di bawah. PISA test-nya di bawah. Kita mengidamkan tersedia pendidikan karakter, value, tetapi kita termasuk mengidamkan punyai anak yang dapat bersaing,” lanjut dia.

Dia mengatakan, anggaran pendidikan Indonesia tetap mengalami peningkatan tiap tiap tahun.  Anggaran pendidikan di dalam APBN 2017 sebesar Rp 419 triliun rupiah. Tahun 2018 naik menjadi Rp 444 triliun. Hal berikut mestinya ditunjang bersama dengan peningkatan mutu pendidikan Indonesia.


“Pasti otomatis naik (anggaran pendidikan). Yang lain turun naik sesuai kebutuhan, jikalau untuk bangun irigasi, naik, jikalau senang untuk pertanian, ya pertanian (naik),” kata dia

Dia pun menghendaki para guru termasuk jadi bertanggung jawab sehingga porsi anggaran yang demikian besar itu, betul-betul bermanfaat.

“Rp 444 triliun itu perlu dulu dipikirkan apa yang senang di capai, jangan itu cuma memenuhi amanat konstitusi,” dia menandaskan.

Ke Mana Larinya Anggaran Pendidikan Rp 444 Triliun?

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat berkata soal perlindungan anggaran pendidikan sebesar Rp 444,13 triliun terhadap 2018. Menurutnya, itu merupakan tanggung jawab kolektif bagi bermacam elemen pemerintahan.

Sri Mulyani mengatakan, kasus pendidikan ini telah diatur dan dilaksanakan oleh banyak instansi maupun pihak pemerintahan. Ia menyebutkan, di tingkat pusat saja itu menjadi kewenangan tiga kementerian, yakni Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kementerian Agama (Kemenag).

“Semuanya punyai anggaran yang terkait bersama dengan pendidikan. Kemudian kita masih punyai banyak kementerian yang punyai anggaran pendidikan yang sifatnya adalah vokasional atau teknikal,” tuturnya di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, dari keseluruhan anggaran pendidikan kurang lebih Rp 444 triliun, dua pertiganya dilaksanakan oleh pemerintah daerah yang beberapa besar disisihkan untuk membayar guru.

“Guru itu termasuk gaji dan tunjangan yang kualitasnya masih perlu untuk diperbaiki. Jadi pertama tentu saja mutu guru dan mutu tunjangannya, sehingga betul-betul mencerminkan kebutuhan mereka untuk dapat memberikan pengajaran yang baik,” kata dia.

Hal lain yang perlu dicermati, katanya, yakni mengenai efektivitas pengajaran di kelas-kelas di dalam sekolah. Sri Mulyani menekankan, mutu kurikulum serta metode pembelajaran menjadi sangat penting.

“Ini tentu menjadi suatu yang kita memandang sebagai kasus yang komplit, sehingga kita dapat membangun kiat pembangunan sumber kekuatan manusia. Terutama mengenai tantangan-tantangan yang muncul, apakah itu industrislisasi, teknologi yang berubah, dan keterbukaan informasi,” tukas Sri Mulyani. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/