shadow

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting
Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemerintah Provinis Jawa Barat (Pemprov Jabar) luncurkan Program Zero Stunting

. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar menargetkan lima tahun kedepan Jawa Barat bebas dari gizi buruk anak, atau Stunting.

Seperti yang dikutip dari Humas.jabarprov.go.id, deklarasi cegah stunting atau tumbuh kerdil sangat penting mengingat bahaya yang ditimbulkan stunting terhadap pertumbuhan generasi muda di Indonesia. Emil menghimbau agar seluruh masyarakat serta pemerintah kota dan kabupaten dapat bekerja sama dalam mencegah stunting.

“Stunting ini bukan urusan tinggi badan saja, tapi kondisi gagal tumbuh, pertumbuhan otaknya lemah secara kualitas manusia baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, di hari ini bersama 27 Kepala Daerah (Kabupaten/Kota), kita mencanangkan program anti stunting selama 5 tahun agar selanjutnya kita bisa mengikis habis (kasus baru stunting),” ujar Emil di Bandung, pada Minggu, 18 November 2018.

Salah satu program yang mendukung deklatasi cegah stunting adalah program dana desa

. Program ini diarahkan sebagian untuk pemenuhan gizi ibu hamil dan balita melalui OMABA (Ojek Makanan Balita).

Emil menghimbau pihak terkait untuk mengutamakan penyesuaian besaran bantuan berdasarkan kebutuhan dan peringkat daerah dengan penderita terbanyak. Emil menekankan akan memantau program ini secara berkala untuk mengetahui penurunan penderita stunting di Jaw Barat dalam lima tahun kedepan.

“Tadi sudah saya perintahkan, ada program-program dari dinas terkait, PKK, Posyandu

, bahkan (program) Dana Desa akan kita atur penggunaannya, salah satunya untuk pemberian gizi agar masalah stunting di desa-desa bisa berkurang,” ujar Emil.

Stunting (tumbuh kerdil) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah dua tahun yang di sebabkan kekurangan Gizi Kronis. Umumnya, stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting cukup berbahaya karena mengakibatkan otak anak sulit berkembang dan tubuh yang sulit tumbuh.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Jawa Barat sendiri tercatat ada 29,9% atau 2,7 juta balita yang terkena stunting. Terdapat 13 daerah dengan penderita terbanyak di Jawa Barat, antara lain Kabupaten Garut (43,2%), Kabupaten Sukabumi (37,6%), Kabupaten Cianjur (35,7%), Kabupaten Tasikmalaya (33,3%), Kabupaten Bandung Barat (34,2%), Kabupaten Bogor (28,29%), Kabupaten Bandung (40,7%), Kabupaten Kuningan (42%), Kabupaten Cirebon (42,47%), Kabupaten Sumedang (41,08%), Kabupaten Indramayu (36,12%), Kabupaten Subang (40,47%), dan Kabupaten Karawang (34,87%).***

 

Baca Juga :