shadow

Tidak Takut Dikatakan Bodoh

Table of Contents

Tidak Takut Dikatakan Bodoh

Imam Malik adalah sosok alim ulama yang rendah hati. Meskipun ia senantiasa belajar dan menimba ilmu dari 900 orang guru, ia tidak dulu terasa dirinya paling pintar. Imam Malik berkata, “Sering kali saya tidak tidur semalam suntuk untuk memikirkan jawaban atas problem yang diajukan kepadaku.”

Suatu hari tidak benar seorang muridnya datang dari suatu area yang jauh. Masyarakat area ia tinggal punyai masalah perlu yang belum terselesaikan. Sang murid punya niat untuk menanyakan hal berikut kepada gurunya, Imam Malik.

Akan tetapi, Imam Malik tidak dapat memberi tambahan jawaban kepadanya karena sebenarnya beliau tidak sadar jawaban atas problem tersebut. Dengan sejujurnya, beliau berkata, “Aku tidak tahu.”

Tentu saja sang murid menjadi kecewa. Lalu, ia berkata, “Apakah saya perlu menyebutkan kepada orang-orang bahwa Imam Malik tidak tahu?”

“Ya!” Jawab Imam Malik, “Katakanlah kepada kaummu bahwa saya tidak tahu!”

Pernyataan Imam Malik ini bisa saja bagi sebagian orang pandai terasa dapat menjatuhkan harga dirinya karena akan dianggap bodoh. Bahkan, untuk hindari supaya tidak disebut orang bodoh, ia akan berusaha untuk mengada-adakan jawaban tanpa memedulikannya, apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

Hal itu tidak berlaku bagi Imam Malik. Jika sebenarnya tidak punyai jawaban atas pertanyaan itu, beliau lebih memilih menyebutkan sejujurnya bahwa tidak sadar jawaban daripada perlu menyebutkan bahwa ia sadar semua tanpa ilmu.

Ia mewarisi cii-ciri jujur Nabi saw saat memastikan suatu jawaban atas permasalahan. Jika Rasulullah saw menanti wahyu untuk sadar jawabannya, Imam Malik akan belajar dan belajar ulang sampai menemukan ilmu yang benar untuk menjawab problem di atas.

Baca Juga :

Posted in:
Articles by:
Published: