shadow

Mahasiswa Diminta untuk Tidak Buta Politik

Mahasiswa Diminta untuk Tidak Buta Politik

Mahasiswa Diminta untuk Tidak Buta Politik

Mahasiswa Diminta untuk Tidak Buta Politik
Mahasiswa Diminta untuk Tidak Buta Politik

Sejarah Indonesia membuktikan bahwa dasar perubahan dunia politik hampir selalu

dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa terbukti mampu menjadi barisan terdepan dan menjadi pelopor utama dalam sejarah Bangsa.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Ar-Raniry, Mahyuddin kepada Klikkabar.com, Minggu kemarin, 5 Februari 2017.

“Mahasiswa dengan kemahirannya dalam menjalankan fungsi sebagai kelompok penggagas

perubahan, mahasiswa telah berhasil menumbangkan rezim orde baru yang berkuasa puluhan tahun pada saat itu serta membawa Indonesia ke dalam era reformasi,” kata Mahyuddin.

Oleh karenanya, Mahyuddin menilai bahwa peran mahasiswa dalam dunia politik merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan politik suatu bangsa.

Mahasiswa seharusnya dituntut untuk berperan aktif menjadi agen perubahan (agent of change) dan “control Sosial” yang terjadi di sekitarnya.

“Untuk mewujudkan perubahan di Aceh tentunya membutuhkan keterlibatan mahasiswa

dalam berbagai hal dengan pemikiran-pemikiran cerdasnya dan kegiatan-kegiatan intelektual yang dilakukan oleh mahasiswa. Karena sejatinya mahasiwa adalah inisiator perubahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa seharusnya lebih berperan aktif dan harus lebih banyak lagi terlibat dalam berbagai persoalan politik di Aceh, terutama menyangkut persoalan Pilkada damai di Aceh. Selain itu, fungsi kontrol perlu ditunjukkan oleh mahasiswa, karena peran mahasiswa sangat diharapkan oleh masyarakat, tak berlebihan jika banyak harapan dan tanggung jawab yang dipikul oleh mahasiswa.

Ia juga menilai bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mampu menjadi poros pengembangan masyarakat sesuai bidang masing-masing.

“Kalau menjadi mahasiswa yang hanya kuliah untuk mendapatkan pekerjaan semata dan hidup untuk kesejahteraan diri sendiri karena tidak mau tau tentang perkembangan politik maka tidak kecil kemungkinan mahasiswa akan “buta politik”. Jangan sampai mahasiswa kehilangan fungsi dan perannya Sebagai Agen Of Change,” demikian Mahyuddin

 

Baca Juga :