shadow

Unsyiah Adakan Entrepreuneur Sharing Session

Unsyiah Adakan Entrepreuneur Sharing Session

Unsyiah Adakan Entrepreuneur Sharing Session

Unsyiah Adakan Entrepreuneur Sharing Session
Unsyiah Adakan Entrepreuneur Sharing Session

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kewirausahaan mengadakan Entrepreuneur Sharing Session. Kegiatan ini menghadirkan Andi Miswar SH dari And’s Entrepreneur Community di ruang flamboyan Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu 22 Februari 2017.

Wakil Rektor III Unsyiah, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC dalam sambutannya menyampaikan,

pengelolaan bonus demografi perlu diperhatikan. Indonesia kini memasuki masa bonus demografi yang harus dikelola dengan baik dan efisien. Masyarakat yang berusia produktif saat ini lebih banyak ketimbang yang berusia non-produktif.

“Tentu bonus demografi ini harus didukung dengan kualitas sumber daya manusianya (SDM-nya). Jika bonus demografi tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi disaster demografi,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini Unsyiah telah mengupayakan lahirnya manusia-manusia berkualitas

, salah satunya melalui pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Keseriusan Unsyiah ditunjukkan dengan adanya Unit Pengelola PKM untuk menunjang program tersebut. Saat ini sudah banyak PKM dari Unsyiah, seperti beton ramah lingkungan, teknologi budidaya jamur merang modern, sirup jamblang, deodoran gayun powder, dan produk inovatif lainnya. Hasil PKM ini diharapkan dapat dijadikan sebagai produk usaha berkelanjutan.

“Bukan masanya lagi untuk mengharapkan lapangan kerja dari pemerintah. Ubahlah pola pikir agar mampu menciptakan lapangan kerja, bukanlah menjadi pencari kerja,” tegas WR III Unsyiah.

Menurutnya, Unsyiah berencana untuk membuat market syariah yang berlokasi di Masjid Jamik

Kampus Unsyiah. Kehadiran pasar ini sebagai wadah bagi pengusaha muda dari Unsyiah untuk membuka wirausaha dan diskusi sesama pengusaha muda. Program ini akan melibatkan lembaga-lembaga yang telah sukses dalam dunia usaha.

“Banyak tuntutan dunia kerja zaman ini, salah satunya bidang wirausaha. Selain itu, keberhasilan seseorang di dunia kerja 80% didukung oleh softskill. Sementara 20% lainnya dilihat dari sisi akademik,” sebutnya.

Dr Alfian menegaskan, mahasiswa jangan sekedar mengandalkan ilmu dalam perkuliahan. Bergabunglah dalam organisasi dan dunia wirausaha untuk membentuk jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini dihadiri Kepala Biro Kemahasiswaan, Drs M Nasir Ibrahim dan Kepala UPT Kewirausahaan Unsyiah, Dr drh M Hanafiah MP beserta pengusaha muda dari berbagai fakultas di Unsyiah

 

Sumber :

http://slamet.blog.st3telkom.ac.id/sejarah-bola-voli/