shadow

Tak Ikut Aksi Mogok Mengajar

Tak Ikut Aksi Mogok Mengajar

Tak Ikut Aksi Mogok Mengajar

Tak Ikut Aksi Mogok Mengajar
Tak Ikut Aksi Mogok Mengajar

Guru honorer di Kota Bekasi dipastikan tak ikut-ikutan aksi mogok mengajar

atau meninggalkan ruang kelas seperti yang akan terjadi di Garut pada 28 November 2019.

Ketua Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Bekasi Firmansyah menegaskan, guru honorer di wilayahnya tak akan mengikuti aksi mogok mengajar tersebut. Menurut dia, aksi tersebut percuma dilakukan sebab tak akan didengar oleh pemerintah. Yang ada, kata dia, bila dilakukan akan membuat siswa terlantar.
”Di Kota Bekasi guru honorenya tidak mengikuti aksi itu karena percuma kalau pemerintah tidak bisa mendengarkan suara kami malah nantinya kasian siswa yang terlantar karena gurunya mogok mengajar,” ujar Firmansyah kepada Radar Bekasi, Senin (25/11).

Diketahui, keberadaan guru honorer saat ini belum sejahtera.

Pasalnya, rata-rata dalam perbulan mereka hanya menerima gaji sekitar Rp2 juta dari tempatnya mengajar.

Lebih lanjut Firmansyah, mogok mengajar merupakan aksi yang tidak tepat dilakukan oleh seorang tenaga pendidik. Padahal menurut dia, Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, merupakan sosok menteri yang terbuka untuk menerima diskusi tentang permasalahan guru.

”Kenapa jika ada hal yang lebih baik, kenapa kita harus meninggalkan tugas pokok

yaitu mengajar yang nantinya akan berdampak terbengkalainya murid-murid. Jadi kalau bahasa sekarang kita lobi pak menteri saja agar dapat mendengarkan aspirasi kita dengan cara berdiskusi dengan beliau siapa tahu beliau bisa membantu terwujudnya keingan itu,” kata dia.

Sementara, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Bekasi Hasim berpendapat, jika pemerintah belum mampu memberikan solusi yang komprehensif untuk menyelesaikan nasib guru honorer, maka mogok mengajar merupakan langkah yang tepat dilakukan untuk memperjuangkan nasib.

 

Baca Juga :