shadow

Pengaturan Fungsi Endokrin Oleh Otak

Pengaturan Fungsi Endokrin Oleh Otak

Pengaturan Fungsi Endokrin Oleh OtakPengaturan Fungsi Endokrin Oleh Otak

            Organ-organ endokrin secara konstan berinteraksi dengan sistem saraf pusat. Otak mempengaruhi dan mengendalikan fungsi-fungsi endokrin baik secara langsung maupun tak langsung.

            Hormon-hormon berpengaruh besar terhadap funsi sistem saraf pusat. Sebagai contoh, anjing betina yang sedang birahi menerima perilaku kawin anjing jantan meski pada saat lain sinyal yang sama menimbulkan perilaku antagonis. Kenyataannya bahwa sinyal yang sama yang dapat mengakibatkan perilaku berbeda  tergantung pada pengaruh hormonal yang dapat ditiru dengan menginjeksikan hormon yang sesuai.

  1.  Sistem Kontrol Hipotalamus

            Hipotalamus terletak pada dasar otak, berdekatan dengan hipofisis (kelenjar pituitari), jadi  terletak posterior chiasma optici.

            Hipotalamus merupakan tempat  pengatur beberapa fungsi saraf, termasuk pengaturan temperatur tubuh dan pengaturan intake minum dan makanan.  Pengendalian suhu tubuh merupakan sistem feedback. Perannya dalam pengaturan intake makanan dapat ditunjukkan dengan merusak bagian tertentu hipotalamus dengan stimulasi elektrik. Jika perusakan pada lokasi yang tepat, hewan akan makan dalam jumlah yang sangat besar dan tumbuh gemuk abnormal.

            Pengaturan intake air, dapat ditunjukkan dengan cara serupa. Stimulasi elektrik atau injeksi larutan garam pekat ke area tertentu di hipotalamus, akan menyebabkan hewan minum berlebihan. Dengan cara tersebut, biri-biri akan minum terus secara berlebih, hanya dalam hitungan menit, 40% berat badannya adalah air.

            Hipotalamus merupakan bagian penting dalam pengendalian endokrin karena hipotalamus mengendalikan fungsi-fungsi hipofisis yang disebut sebagai master gland dari sistem endokrin. Pengendalian ini diperantarai oleh neurohipofisis melalui pembuluh darah khusus yang dikenal dengan sirkulasi portal.

            Neurohipofisis  mengandung dua jenis hormon yaitu vasopressin (yang berperan dalam reabsorbsi air di ginjal dan diperlukan dalam pemekatan  urin ) dan oksitosin (menyebabkan kontraksi otot polos uterus menjelang melahirkan). Anti diuretic hormon mamalia identik dengan vasopresin (disebut sebagai vasopresin karena injeksi dalam jumlah besar mengakibatkan peningkatan nyata pada tekanan darah akibat konstriksi arteriol).

            Vasopresin dan oksitosin merupakan oktapeptida. Keduanya dibentuk dalam sel saraf di dekat hipotalamus, dan ditranspor sepanjang akson menuju ke akhiran saraf di neurohipofisis, dari neurohipofisis  kemudian dilepaskan ke darah. Dengan demikian neurohipofisis hanya berperan sebagai penyimpan dan pelepas hormon (organ neurohemal) karena hormon yang disekresikannya ternyata dihasilkan oleh bagian otak yang lain.

            Adenohipofisis, sebaliknya, menghasilkan hormon dan pelepasnan hormon-hormon tersebut ke darah diatur oleh hipotalamus melalui hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Hormon tersebut dapat mencapai hipofisis melalui sirkulasi portal. saat ini diketahui ada 10 hormon pengatur yang dihasilkan oleh hipotalamus yang terlibat dalam sistem pengendalian hipofisis. Tiga hormon adenohipofisis (GH, prolaktin/ P, dan melanocyte stimulating hormon/MSH) dikendalikan hipotalamus secara dual, satu inhibisi dan satunya lagi stimulasi. Dengan demikian pelepasan ketiga jenis hormon tersebut tidak diatur dengan sistem feedback sederhana, meskipun tidak diragukan lagi bahwa sinyal feedback terlibat dalam pengaturan tersebut.

RECENT POSTS

Posted in:
Articles by:
Published: