shadow

Potensi Kelakai

Potensi Kelakai

Potensi KelakaiPotensi Kelakai

Kelakai pada saat ini tersebar di seluruh kawasan hutan Kalimantan Tengah. Tumbuhan ini tidak sulit untuk ditemui karena pada dasarnya dapat tumbuh dimanapun di daerah Kalimantan Tengah. Pemanfaatan tumbuhan ini digunakan oleh masyarakat lokal hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari baik sebagai obat maupun dijadikan sayur. Kepercayaan masyarakat terhadap tumbuhan kelakai sebagai bahan obat dan sayur sudah sejak lama. Beberapa penelitian membuktikan bahwa daun kelakai mengandung beta karoten dan asam folat yang cukup tinggi, berturut-turut yaitu 154,1 ppm dan 11,3 ppm. Selai itu, kandungan mineral dan Fe pada kelakai sangat tinggi sehingga berpotensi untuk mencegaha anemia pada remaja wanita dan ibu hamil (Fahruni et al., 2018).

4. Tingkat Produktivitas Masyarakat Terhadap Kelakai

Dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan dapat dilihat bahwa kelakai merupakan tanaman dengan potensi yang cukup besar, terutama tumbuhan ini tidak membutuhkan perlakuan khusus untuk dibudidayakan. Kelakai banyak tumbuh di area rawa gambut hampir di seluruh kawasan Kalimantan Tengah. Dari sini kita dapat melihat kelakai dapat dijadikan sebagai produksi pangan berkelanjutan di lingkup masyarakat tanpa takut kelakai akan mengalami kepunahan terutama sebagai pangan fungsional karena memiliki kandungan protein, lemak, mineral, zat besi, dan zat-zat lain yang dapat mendukung daya tumbuh dan kesehatan masyarakat. Namun yang terjadi saat ini adalah kelakai masih hanya digunakan sebagai produksi pangan berupa oseng sayur, kerupuk kelakai, piye kelakai dan keripik serta stik kelakai yang telah menyebar di kalangan masyarakat sebagai konsumsi masyarakat maupun untuk oleh-oleh khas Kalimantan Tengah yang hampir diketahui seluruh masyarakat yang pernah menginjakkan kaki di tanah Borneo tersebut. Melalui produksi ini sebenarnya masyarakat telah mengetahui bahwa kelakai ini dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi untuk menunjang perekonomian. Namun, sebaliknya kenyataan yang terjadi di lapangan memberikan informasi bahwa masyarakat memanfaatkan kelakai lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan tidak begitu berorientasi pada produksi secara massal. Melihat begitu banyaknya kandungan yang terdapat dalam kelakai ini selain hal yang disebut sebelumnya, maka sangat penting untuk mengutamakan kelakai sebagai produksi pangan bagi masyarakat lokal demi mencapai tingat produktivitas yang berkelanjutan. Adapun hal yang penting untuk dilakuan demi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pangan melalui tumbuhan kelakai ini adalah :
  • Perlunya bantuan dari pemerintah dalam rangka meningkatkan produktivitas khas Kalimantan Tengah ini. Selama ini yang dapat dilihat adalah produksi kelakai hanyalah produksi rumahan yang terlahir dari inisiatif masyarakat dalam peningkatan penghasilan tanpa ada pikiran untuk meningkatan mutu dan kualitas kelakai ke depannya. Menurut analisis studi kasus yang pernah dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, di Keripik Kelakai Imur, Kecamatan Pahandut pada September sampai November 2015 lalu, jumlah biaya yang dikeluarkan selama satu periode produksi adalah Rp. 10.141.200,00. Dalam satu periode tersebut dihasilkan 1,440 bungkus dengan harga per bungkus Rp. 10.000,00 dan diperoleh jumlah penerimaan sebesar Rp. 14.400.000,00. Jadi penghasilan yang diperoleh selama satu periode produksi tersebut adalah Rp. 4.768.800,00. Melihat pada pendapatan yang diperoleh tersebut maka dapat diasumsikan kelakai layak untuk diproduksi dan memperoleh keuntungan yang termasuk besar (Asro, L. et al., 2016). Jika ada inisiatif yang lebih besar lagi dari pemerintah dalam meningkatkan produktivitas maka peningkatan mutu produksi akan lebih meningkat lagi.
  • Perlunya eksplorasi yang mengkaji tentang manfaat, mutu dan kuantitas kelakai. Seperti diketahui sebelumnya penelitian untuk tanaman kelakai telah banyak dilakukan, namun tindakan pemerintah untuk turut ambil bagian dalam hal ini masih kurang.

RECENT POSTS

Posted in:
Articles by:
Published: