shadow

Teori Penentuan Lokasi Pabrik Menurut Beberapa Ahli

Teori Penentuan Lokasi Pabrik Menurut Beberapa Ahli

Teori Penentuan Lokasi Pabrik Menurut Beberapa Ahli

  1. Teori Kimball
  2. Dekat dengan bahan mentah
  3. Dekat dengan pasar
  4. Terdapat penyediaan air yang lancar
  5. Tenaga kerja yang mudah
  6. Iklim yang baik
  7. Investasi
  8. Teori Splenger dan Kleir
  9. Faktor Primer : bahan mentah, pasar, transport, buruh, tenaga/power
  10. Faktor sekunder : fasilitas air, iklim, pajak perkreditan (investasi).
  11. Teori Alfred Webber

Yaitu mendasarkan teorinya bahwa pemilihan lokasi industri didasarkan atas dasar prinsip minimisasi biaya.

Dasar pemilihan lokasi pabrik menurut Webber:

  • Market Oriented, yaitu industri ditempatkan dekat dengan pasar.
  • Raw Material Oriented, yaitu industri ditempatkan dekat dengan persimpangan antara pasar dan bahan mentahnya.
  • Other Oriented, yaitu industri didekatkan dekat dengan pelabuhan, jalan raya, ongkos buruh.
  1. Faktor-Faktor Pokok Penentu Pemilihan Lokasi

Berikut ini beberapa faktor pokok penentu pemilihan lokasi perusahaan/ pabrik:

– Letak dari sumber bahan mentah untuk produksi

– Letak dari pasar konsumen

– Ketersediaan tenaga kerja

– Ketersediaan pengangkutan atau transportasi

– Ketersediaan energi

Analisis faktor-faktor di atas menjadi sangat penting ketika membangun sebuah usaha karena menyangkut efisiensi kinerja usaha. Kesalahan dalam menentukan letak sebuah usaha dapat membuat harga pokok produksi menjadi lebih tinggi dan berpengaruh terhadap penetapan harga dan strategi persaingan dengan kompetitor.

  1. Jenis-jenis Lokasi Perusahaan
  2. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah

Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya adalah seperti kawasan industri Cikarang, Pulo Gadung, dan lain sebagainya.

  1. Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah

Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di Cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di Yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.

  1. Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam

Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di Cikotok, tambang aspal di Buton, tambang gas alam di Bontang Kalimantan Timur, dan lain sebagainya.

  1. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi

Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.

Lokasi yang tepat akan mempunyai pengaruh positif bagi kelangsungan usaha. Oleh karena itu, dalam penentuan lokasi perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang berpengaruh. Selain itu, juga perlu melihat prospek lokasi tersebut pada masa yang akan datang. Lokasi yang dipilih sebaiknya dapat mendukung untuk mendatangkan keuntungan terbesar. Selain itu, lokasi yang akan digunakan sangat berpotensi tinggi untuk kegiatan usaha.

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/