shadow

Manfaat dan Kegunaan Minyak Chia Seed

Karena nilai gizinya yang tinggi dan manfaat perbaikan kulit, biji chia menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.

Berasal dari tanaman Salvia hispanica L., biji chia kaya akan antioksidan, lemak sehat, serta banyak vitamin dan mineral. Bijinya kemudian dapat diekstraksi untuk mendapatkan minyak bergizi yang dikenal sebagai minyak biji chia (1).

Minyak biji chia adalah bahan serbaguna yang digunakan dalam industri perawatan kulit sebagai bahan anti penuaan yang kuat dan alternatif yang dapat dimakan dan lezat untuk minyak zaitun di dapur di seluruh dunia.

Berikut 6 manfaat dan kegunaan minyak biji chia.

1. Dapat mencegah penuaan kulit dini

Minyak biji chia merupakan bahan yang populer dalam produk perawatan kulit karena kandungan asam lemaknya yang tinggi. Minyak ini sangat kaya akan omega-3 berupa alpha-linolenic acid (ALA), omega-6 dan lemak sehat lainnya dalam jumlah yang lebih kecil seperti asam oleat dan asam stearat (sumber 1, 2, 3, 3).

Selain aplikasi topikal, diet tinggi lemak ini dikaitkan dengan membran kulit yang lebih sehat, perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV), dan hidrasi kulit yang lebih baik, yang mengurangi munculnya garis-garis halus (4, 5, 6, 6).

Oleh karena itu, mengkonsumsi minyak biji chia pada industri makanan dan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung minyak biji chia dapat membantu menjaga kulit tetap awet muda.

Meskipun penggunaan topikal cocok untuk mereka yang memiliki kulit kering atau kombinasi, namun dapat menyebabkan komedogenik atau pori-pori tersumbat bagi mereka yang memiliki kulit berminyak.

Cara terbaik adalah membeli produk minyak biji chia yang dirancang khusus untuk digunakan pada kulit karena mengurangi kemungkinan timbulnya jerawat atau iritasi. Anda bisa mendapatkannya secara online atau di sebagian besar toko perawatan kulit.

2. Anda bisa meredakan kulit kering

Kulit yang sehat dan terhidrasi memiliki lapisan lipid (lemak) yang kaya yang membantu menjaga kelembapan. Namun, jika lapisan ini rusak atau rendah lemak, kelembapan dapat meninggalkan kulit dan menyebabkan dehidrasi (7, 8, 9, 9).

Minyak biji chia kaya akan asam lemak omega-3 ALA dan asam lemak omega-6 dalam asam linoleat. Kedua lemak sehat ini telah terbukti membantu memulihkan kemampuan penghalang kelembapan kulit, terutama pada kulit kering, seperti dermatitis atopik dan psoriasis (9, 10, 11, 12).

Dalam uji coba kecil, acak, terkontrol, dua kelompok peserta berkulit kering – lima sehat dan lima dengan pruritus karena penyakit ginjal tahap akhir atau diabetes – mengoleskan 4% minyak biji chia secara topikal pada kulit kering mereka selama 8 minggu (13).

Pada akhir penelitian, kedua kelompok mengalami perbaikan yang signifikan pada kulit kering, iritasi kulit, gatal-gatal, dan hidrasi kulit secara umum. Meski kecil, penelitian ini menunjukkan potensi manfaat minyak biji chia pada kulit kering (13).

Untuk hasil terbaik, oleskan minyak biji chia ke kulit Anda segera setelah Anda mandi, karena kulit Anda terserap dengan baik oleh air (14).

3. Mengurangi riak

Rambut keriting disebabkan oleh kurangnya kelembapan di lapisan luar rambut yang disebut kutikula. Saat rambut sangat kering, kutikula menjadi kasar dan bengkak, menyebabkan munculnya ikal (sumber 15, 16, 17).

Minyak biji chia kaya akan berbagai asam lemak yang dapat menembus rambut untuk memerangkap kelembapan. Ini menghasilkan rambut yang lebih lembut, halus dan lebih terhidrasi (17).

Selain itu, menjaga rambut tetap kuat dan terhidrasi dapat mencegah kerusakan lebih lama sehingga rambut lebih panjang dan sehat. Untuk hasil terbaik, aplikasikan pada rambut lembap atau sentuh pada rambut kering (sumber 15, 16, 17).

Meskipun beberapa situs web mengklaim bahwa minyak biji chia dapat merangsang pertumbuhan rambut karena kandungan proteinnya yang tinggi, namun kenyataannya tidak demikian. Karena merupakan minyak, kandungan proteinnya sangat rendah. Pilih biji chia dan makanan kaya protein lainnya untuk mendukung pertumbuhan rambut (sumber 18, 19).

Baca juga: