shadow

Model dan Proses, oleh Rona F

Model dan Proses, oleh Rona F

Model dan Proses, oleh Rona F

Model dan Proses, oleh Rona F
Model dan Proses, oleh Rona F

Pemodelan dalam suatu rekayasa perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal. Di dalam suatu rekayasa dalam perangkat lunak sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan suatu pemodelan. Namun hal itu tidak dapat lagi dilakukan dalam suatu industri perangkat lunak. Pemodelan delam perangkat lunak merupakan suatu yang harus dikerjakan di bagian awal dari rekayasa, dan pemodelan ini akan mempengaruhi perkerjaan-pekerjaan dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
Di dalam suatu industri dikenal berbagai macam proses, demikian juga halnya dengan industri perangkat lunak. Perbedaan proses yang digunakan akan menguraikan aktivitas-aktivitas proses dalam cara-cara yang berlainan. Perusahaan yang berbeda menggunakan proses yang berbeda untuk menghasilkan produk yang sama. Tipe produk yang berbeda mungkin dihasilkan oleh sebuah perusahaan dengan menggunakan proses yang berbeda. Namun beberapa proses lebih cocok dari lainnya untuk beberapa tipe aplikasi. Jika proses yang salah digunakan akan mengurangi kualitas kegunaan produk yang dikembangkan.
Modifikasi perangkat lunak biasanya lebih dari 60 % dari total biaya pembuatan perangkat lunak. Presentasi ini terus bertambah karena lebih banyak perangkat lunak dihasilkan dan dipelihara. Biaya yang beragam tergantung pada tipe sistem yang akan dikembangkan dan kebutuhan sistem seperti unjuk kerja dan kehandalan sistem. Distribusi biaya bergantung pada model pengembangan yang digunakan.
Proses memiliki atribut dan karakteristik sbb :
§ Understandability, yaitu sejauh mana proses secara eksplisit ditentukan dan bagaimana kemudahan definisi proses itu dimengerti.
§ Visibility, yaitu apakah aktivitas-aktivitas proses mencapai titik akhir dalam hasil yang jelas sehingga kemajuan dari proses tersebut dapat terlihat nyata/jelas
§ Supportability, yaitu sejauh mana aktivitas proses dapat didukung oleh CASE
§ Acceptability, yaitu apakah proses yang telah ditentukan oleh insinyur dapat diterima dan digunakan dan mampu bertanggung jawab selama pembuatan produk perangkat lunak
§ Reliability, yaitu apakah proses didesain sedikian rupa sehingga kesalahan proses dapat dihindari sebelum terjadi kesalahan pada produk.
§ Robustness, yaitu dapatkah proses terus berjalan walaupun terjadi masalah yang tak diduga
§ Maintainability, yaitu dapatkah proses berkembang untuk mengikuti kebutuhan atau perbaikan
§ Rapidity, yaitu bagaimana kecepatan proses pengiriman sistem dapat secara lengkap memenuhi spesifikasi.

Sumber : https://cialis.id/

Galaxy Note10 Pro akan Datang dengan Sebutan Note10+

Galaxy Note10 Pro akan Datang dengan Sebutan Note10+

Galaxy Note10 Pro akan Datang dengan Sebutan Note10+

 

Galaxy Note10 Pro akan Datang dengan Sebutan Note10+
Galaxy Note10 Pro akan Datang dengan Sebutan Note10+

Samsung di awal tahun ini telah merilis smartphone flagship terbarunya, Samsung Galaxy S10 Series. Seperti

yang kita tahu bersama, ada tiga model Galaxy S10 Series yang diperkenalkan oleh Samsung. Ketiga model tersebut adalah Galaxy S10, Galaxy S10+ dan Galaxy S10e.

Nah! Smartphone flagship berikutnya yang akan diperkenalkan oleh Samsung di tahun ini adalah Samsung Galaxy Note10 Series. Ya! Diperkirakan Samsung baru akan memperkenalkan Galaxy Note10 Series pada bulan Agustus 2019.

Disebut-sebut akan ada dua model Galaxy Note10 Series yang diperkenalkan oleh raksasa elektronik asal

 

Korea Selatan itu, yakni Galaxy Note10 dan Galaxy Note10 Pro. Nah! Model terakhir yang disebutkan rupanya akan datang dengan nama Galaxy Note10+.

Here is the first look at the Samsung Galaxy Note 10+ It’ll be called the Galaxy Note 10+ and not the Note 10 Pro as previous rumors have suggested. https://t.co/YBqM4qZ6i3 pic.twitter.com/WwEClducEk

— TechTalkTV (@Mr_TechTalkTV) June 28, 2019

Nama tersebut cukup masuk akal karena mengikuti nomenklatur yang telah dibuat oleh Samsung dari seri Galaxy S10, reguler dan plus. Bahkan, diperkirakan Samsung juga akan membuat Galaxy Note10+ dengan layar berukuran 6,7 inci dan dibekali konektivitas 5G.

Terkait dengan hal itu, baru-baru ini muncul tiga buah foto “buram” yang diposting via Twitter oleh

 

@Mr_TechTalkTV dan diduga kuat sebagai Galaxy Note10+. Meskipun foto yang diperlihatkan kurang berkualitas, tetapi dari sana kita akan tahu mengenai dukungan kamera yang disematkan.

Ya! Dari foto yang menunjukkan bagian depan Galaxy Note10+ kita semakin yakin bahwa smartphone tersebut memiliki guntingan kamera depan terpusat (tunggal) di atas layar. Sementara pada bagian belakangnya, ada tiga kamera yang diposisikan secara vertikal di sudut kiri atas.

Baca Juga:

 

 

Nubia Red Magic 3 Puncaki Daftar AnTuTu Juni 2019

Nubia Red Magic 3 Puncaki Daftar AnTuTu Juni 2019

Nubia Red Magic 3 Puncaki Daftar AnTuTu Juni 2019

Nubia Red Magic 3 Puncaki Daftar AnTuTu Juni 2019
Nubia Red Magic 3 Puncaki Daftar AnTuTu Juni 2019

Smartphone Android terbaru terus bermunculan. Dari sekian banyak perangkat yang muncul, siapakah yang

memiliki kinerja terbaik? Adalah AnTuTu yang setiap bulannya selalu memberikan daftar smartphone dengan kinerja terbaik setelah melewati pengujian yang mereka lakukan.

Ya! AnTuTu telah merilis daftar 10 smartphone Android terbaik untuk bulan Juni 2019. Di posisi paling atas, diduduki oleh smartphone gaming besutan Nubia, yakni Nubia Red Magic 3 yang meraih skor AnTuTu sebesar 382.331 poin.

Seperti yang sudah kita dengar, smartphone gaming besutan Nubia ini adalah smartphone pertama yang

dilengkapi dengan kipas pendingin internal yang mirip dengan yang bisa kalian temukan di laptop. Posisi kedua dipegang oleh Black Shark 2 yang meraih skor AnTuTu 375.592 poin.

Baik Nubia Red Magic 3 maupun Black Shark 2, masing-masing telah dibekali dengan SoC yang sama, yakni Snapdragon 855 dari Qualcomm. Nah! Fakta yang menarik, semua daftar smartphone yang dibuat oleh AnTuTu kali ini dibekali dengan SoC Snapdragon 855.

Xiaomi Mi 9 Edisi Transparan mengambil tempat ketiga dengan skor 371.021 poin, sedangkan Mi 9 versi standar berada di bawahnya dengan skor 370.884 poin. Beruntung, OnePlus 7 Pro yang ditopang layar 90 Hz masuk ke dalam lima besar dengan skor 368.307 poin.

Meizu 16S yang berhasil menjaga bezel tetap ramping meskipun tiba tanpa poni atau pun punch-hole berada

di posisi nomor enam. Ya! Meizu 16S meraih skor AnTuTu sebesar 367.981 poin. Nah! Di posisi ketujuh ditempati oleh OnePlus 7 dengan skor 367.718 poin.

Redmi K20 Pro juga masuk ke dalam daftar ini dan sekaligus menandai pertama kalinya perangkat buatan Redmi masuk ke dalam 10 besar AnTuTu. Mau tahu skor yang diraih oleh smartphone ini? Redmi K20 Pro meraih skor AnTuTu sebesar 367.003 poin.

Sumber:

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/basketball-stars-apk/

Boks Realme A1 Muncul, Tanda Segera Dirilis?

Boks Realme A1 Muncul, Tanda Segera Dirilis

Boks Realme A1 Muncul, Tanda Segera Dirilis?

 

Boks Realme A1 Muncul, Tanda Segera Dirilis
Boks Realme A1 Muncul, Tanda Segera Dirilis

Beberapa hari sebelum tahun 2018 berakhir, berita mengenai smartphone entry-level yang ingin dibuat oleh

Realme muncul di internet. Saat itu dilaporkan bahwa smartphone tersebut akan segera meluncur, tetapi hingga saat ini belum juga diluncurkan.

Pada bulan Februari 2019 lalu juga muncul informasi yang menyebutkan bahwa Realme akan merilis Realme

A1 yang digadang-gadang sebagai smartphone entry-level. Disebutkan juga, smartphone ini akan melenggang bersama Realme 3, tetapi hingga saat ini kabar tersebut menguap begitu saja.

Nah! Baru-baru ini kembali muncul mengenai foto kotak kemasan alias ritel Realme A1 di internet. Hanya saja, kotak penjualan tersebut tidak mengungkap informasi apa pun tentang perangkat. Namun, hal ini mengonfirmasi bahwa Realme A1 sudah selesai diproduksi dan siap untuk diperkenalkan

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa Realme A1 akan diposisikan di antara Realme U1 dan Realme 2. Hal

ini pun memperkuat bahwa Realme A1 memang akan segera meluncur dalam waktu dekat. Desas-desus lainnya, Realme A1 akan datang dengan layar poni bergaya waterdrop dan kamera belakang ganda.

Sumber:

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/wikipedia-apk/

X20 Plus UD Diduga jadi Smartphone Fingerprint Bawah Layar Pertama Vivo

X20 Plus UD Diduga jadi Smartphone Fingerprint Bawah Layar Pertama Vivo

X20 Plus UD Diduga jadi Smartphone Fingerprint Bawah Layar Pertama Vivo

X20 Plus UD Diduga jadi Smartphone Fingerprint Bawah Layar Pertama Vivo
X20 Plus UD Diduga jadi Smartphone Fingerprint Bawah Layar Pertama Vivo

Rumor mengenai smartphone besutan Vivo yang bakal mengadopsi pemindai sidik jari di dalam layar terjawab sudah. Ya! Kabarnya Vivo bakal menyematkan teknologi tersebut ke dalam smartphone barunya, Vivo X20 Plus UD.

Hal ini sekaligus membuktikan keseriusan Vivo untuk menelurkan smartphone pertama di dunia dengan dukungan pemindai sidik jari di dalam layar. Digadang-gadang, smartphone ini akan dijual dengan harga terjangkau, yakni 3.698 Yuan atau sekitar Rp7 jutaan.

Disela-sela ajang CES 2018 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat,

Vivo memang telah memperlihatkan sebuah smartphone garapannya yang sudah mengadopsi pemindai sidik jari di dalam layar. Namun, Vivo masih merahasiakan spesifikasi hardware dari smartphone tersebut.

Kabarnya, Vivo baru akan memproduksi massal sesegera mungkin smartphone dengan pemindai sidik jari di dalam layar tersebut setelah diperkenalkan secara resmi. Tak sedikit yang memprediksi, smartphone tersebut akan diperkenalkan pada ajang MWC 2018 di Barcelona.

Sementara itu, Vivo X20 Plus UD sendiri telah masuk ke dalam badan sertifikasi 3C.

Diungkap dari badan sertifikasi tersebut, Vivo X20 Plus UD memiliki spesifikasi hardware dan desain yang hampir mirip dengan Vivo X20 Plus.

Nantinya, Vivo X20 Plus UD dikemas dengan dukungan layar penuh berukuran 6,43 inci dan memiliki aspek rasio 18:9. Untuk dapur pacunya, smartphone ini diperkirakan akan dibekali dengan Snapdragon 660.

Vivo juga diperkirakan akan menyematkan RAM sebesar 4 GB

dan internal storage berkapasitas 128 GB. Tak ketinggalan, baterai yang ditanam ke dalam smartphone ini memiliki kapasitas sebesar 3.900 mAh.

 

Baca Juga :

Smartphone Diduga Samsung Galaxy J8 (2018) Muncul di Geekbench

Smartphone Diduga Samsung Galaxy J8 (2018) Muncul di Geekbench

Smartphone Diduga Samsung Galaxy J8 (2018) Muncul di Geekbench

Smartphone Diduga Samsung Galaxy J8 (2018) Muncul di Geekbench
Smartphone Diduga Samsung Galaxy J8 (2018) Muncul di Geekbench

Sukses menghadirkan duo Galaxy A8 dan A8+ (2018) diawal 2018 ini,

Samsung dikabarkan bakal kembali menghadirkan smartphone kelas menengah baru yang juga menggunakan angka 8 dalam penamaannya.

Smartphone tersebut tidak lain adalah Galaxy J8 (2018) dengan seri SM-J720F.

Smartphone ini sudah terciduk tampil di database Geekbench dan juga GFXBench. Baik dari data yang muncul di Geekbench maupun GFXBench, tertulis smartphone ini mengusung chipset Exynos 7885 yang punya delapan inti core berkecepatan maksimal 1,6 GHz.

Chipset tersebut juga terintegrasi dengan GPU Mali-G71 serta ditunjang RAM

jumbo 4 GB dan storage 32 GB. Sedangkan untuk dimensi layarnya 5,5 inci dengan resolusi HD 720p. Dengan demikian bisa jadi layarnya masih konvensional dengan rasio 16:9.

 

sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/xender-apk/

iPhone X Kurang Laris, Ini Cara Apple untuk Dongkrak Penjualan

iPhone X Kurang Laris, Ini Cara Apple untuk Dongkrak Penjualan

iPhone X Kurang Laris, Ini Cara Apple untuk Dongkrak Penjualan

iPhone X Kurang Laris, Ini Cara Apple untuk Dongkrak Penjualan
iPhone X Kurang Laris, Ini Cara Apple untuk Dongkrak Penjualan

Penjualan iPhone X sejatinya tidak buruk-buruk amat. Hanya saja makin ke sini, permintaan akan iPhone X mengalami grafis penurunan yang stabil. Target penjualan 50 juta unit yang dipatok Apple langsung diturunkan menjadi hanya 30 juta unit saja.

Penurunan tersebut membuat analis Ming-Chi Kuo menuturkan prediksinya.

Ia mengatakan produksi iPhone X bisa saja disetop tahun ini apabila permintaan terus menurun. Sebagai gantinya, Apple akan merilis dua varian iPhone X 6,1 inci dan 6,5 inci sebagai penggantinya.

Namun Apple tampaknya tidak menyerah begitu saja. Salah satu langkah yang diambil Apple agar iPhone X tetap dilirik adalah dengan merilis video iklan terbaru. Dalam video yang juga dirilis di YouTube tersebut Apple memamerkan kemampuan selfie dari iPhone X.

Apple melihat celah tren selfie yang ramai-ramai diserbu para produsen smartphone Android.

iPhone X sendiri sebenarnya hanya punya satu kamera depan. Namun karena punya sensor TrueDepth, jadi pengguna iPhone X bisa ber-selfie dengan efek Portrait Lighting ala studio foto.

Ya, fitur inilah yang ditonjolkan Apple di video baru yang mereka rilis.

Dalam video berjudul “Selfies on iPhone X” tersebut Apple menunjukkan banyak foto selfie yang diambil menggunakan Portrait Lighting dimana background foto bukan hanya blur, tapi bisa digelapkan.

 

sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/pengertian-gerhana-bulan/

Perbedaan Core 2 Duo dengan Dual Core

Perbedaan Core 2 Duo dengan Dual Core

Perbedaan Core 2 Duo dengan Dual Core

Perbedaan Core 2 Duo dengan Dual Core
Perbedaan Core 2 Duo dengan Dual Core

Teman saya belum lama ini merakit sistem dengan basis prosesor quad core Q8400, dan kebetulan server NComputing kantor juga memakai quad core Q8200. Saat mencoba membandingkannya dengan prosessor Core2Duo dengan kecepatan yang hampir sama, tidak ada perbedaan yang signifikan, malah dibeberapa aspek prosesor Core2Duo lebih cepat dari QuadCore.
Saat ini semakin banyak orang salah persepsi tentang perbedaan kinerja sejati antara prosesor dual core dan quad core.
Jujur saja, ada banyak orang di luar sana yang berpikir bahwa sistem komputer dengan prosesor quad core “lebih baik” dari prosesor dual core hanya karena memiliki 2 kali inti lebih banyak.
Saya tidak mempersalahkan mereka, mungkin karena mereka ingat peribahasa “Dua kepala lebih baik daripada satu” apalagi kalo ada 4 kepala pasti lebih cepat 🙂 Fakta prosesor multi-core
Baiklah kita bandingkan saja dua Prosesor Intel yang banyak dipakai saat ini.
Intel Core 2 Duo E7500 2,93 GHz per core dengan 3MB L2 Cache dibandrol $120 di Bhinneka.com dan sebagai pembandingnya adalah Intel Core 2 Quad Q8400 adalah 2,66 GHz per core dengan L2 Cache 4MB yang dijual $ 174 di Bhinneka. Karena L2 Cache dibagi sama ke dalam inti masing-masing, kedua prosesor pada dasarnya memiliki jumlah cache yang hampir sama(E7500 sedikit lebih besar), membuat mereka menjadi prosesor yang hampir sama kecuali jumlah core mereka. Karena kecepatan prosessor masing-masing adalah sekitar 2,6 GHz untuk kedua prosesor, apakah ini berarti bahwa quad core dua kali lebih cepat dari prosesor dual core?
Jawabannya adalah tidak! Ini adalah kesalahpahaman utama orang-orang mengenai prosesor dengan multi-core. Anda tidak melipatgandakan kecepatan satu core dengan jumlah core yg dimiliki untuk mendapatkan “jumlah” kecepatan prosesor multi-core.
Dua prosesor dalam contoh ini benar-benar tampil di kecepatan yang hampir sama.
DUAL CORE Processor

Istilah ini adalah istilah teknis untuk merujuk kepada Teknologi Processor atau Arsitektur Processor dimana dalam 1 Keping Processor/CPU terdapat 2 buah Inti processor. Teknologi terbaru dari Perkembangan arsitektur Procesor ini adalah menanamkan 2 inti kedalan 1 CPU, atau bahasa umumnya menanamkan 2 mesin kedalam 1 Keping CPU.
Perkembangan awal teknologi ini adalah menculnya PENTIUM D, yang merupakan keluaran awal dari processor dengan 2 buah inti. Processor jenis ini Masih disebut dengan istilah “PENTIUM” karena memang generasinya masih dari perkembangan lanjutan generasi INTEL PENTIUM.
Produksi Processor ini masih menggunakan Teknology “NETBURST” . Jadi PENTIUM D adalah CPU PENTIUM yang Memiliki 2 Buah INTI kelas PENTIUM di produksi dengan teknology 90nm.
Kelemahan Jenis Pentium D ini adalah Inti kedua tidak maksimal di gunakan, dan tidak ada pengecekan suhu pada inti kedua. Dalam penjualannya intel Tidak Menyebut PENTIUM D sebegai CORE DUO processor TAPI menyebutnya PENTIUM D (Dual). istilah inilah yang di indonesia dan kebanyakan pedagang Komputer di rancu-kan dengan istileh INTEL CORE DUO (tanpa ada kata PENTIUM)
CORE DUO

Istilah ini adalah lebih kepada istilah untuk MERK DAGANG INTEL, artinya secara teknis tetap sama dengan DUAL CORE, yaitu dipasangnya 2 core dalam 1 keping CPU. Jadi CORE DUO adalah Istilah dagang dari Intel.
Dan Intel dengan perkembangan teknologi Pembuatan Chip terbaru (65nm) sudah tidak memakai istilah PENTIUM lagi pada processor keluarannya, tapi sudah Mematenkan istilah CORE. Makanya semua processor intel saat ini disebut INTEL CORE.
Artinya apa? intel sudah beralih kepada jenis proceesor yang pembuatannya melalui teknologi 65nm bahkan 45nm dimana processor processor tersebut telah ditanamkan 2 inti didalam 1 keping CPU.
istilah CORE DUO ini melekat pada processor intel DESKTOP E2XXX , atau Processor Mobile T2XXX. Di dalam System operasi Windows XP/Linux processor jenis ini dikenalai sebagai Processor berinti Dua, atau muncul tulisan DUAL Proceesor.
Ini yang menjadi masalah kepada si BADU yang sangat awam Komputer dan Ngeyel walau sudah dijelaskan … he he he
CORE 2 DUO

Istileh Processor CORE intel yang lain adalah CORE2DUO, yang berarti Processor CORE yang dibagun dengan teknologi 2 Core dengan tambahan fungsi dipasangnnya Cache Memmory pada masing masing Core. Jadi bila CORE DUO masih memakai 1 Cache /L2 untuk Kedua CORE, maka pada CORE2DUO masing masing inti sudah dipasangkan Cache secara sendiri sendiri, yang masih bekerja sama secara paralel.
Perkembangan terakhir dari Intel CORE processor adalah di buatnya processor dengan 4 inti atau disebut juga Intel Core2Quad, Semoga cukup membantu

Sebenarnya, kurang dari 1% dari software yang beredar di pasar dapat memanfaatkan beberapa core (Untuk dual Core lebih banyak, sedangkan 4 core sangat jarang), yang berarti bahwa sebagian besar program-program kamu (malah mungkin semuanya) hanya dapat dijalankan di salah satu inti prosesor saja. Ini berarti bahwa kecepatan program Anda sepenuhnya tergantung pada kecepatan satu inti. Anda mungkin berkata “terus bagaimana kalau saya menjalankan banyak program dengan bersamaan(istilah kerennya multitasking)”
Kenyataannya adalah, kebanyakan program dapat melakukan tugas lebih cepat dari yang Anda dapat beralih ke program lain. Pengecualian yang paling menonjol terhadap apa yang saya katakan sebelumnya adalah pada software editing video dan foto (dan beberapa game), yang biasanya memanfaatkan semua core prosessor Anda.
Secara Realistis, Anda tidak akan merasakan perbedaan kecepatan antara sistem dengan prosesor dual core dan sistem dengan prosesor quad core, kecuali jika Anda menjalankan software video/photo editing.
Produsen prosesor (Intel, AMD) sebenarnya menyadari hal ini, tapi apa peduli mereka, selama prosesor mereka laku dan diterima dipasar mereka tidak ada masalah.
Jadi apa inti dari tulisan saya ini? Jangan habiskan uang Anda pada prosesor Quad core kecuali ingin membuat dan mengedit video secara profesional, atau menjalankan software khusus yang bisa memanfaatkan semua core prosessor. Anda lebih baik menghabiskan uang Anda untuk prosesor dual core dengan GHz dan cache L2 yang lebih tinggi.

Baca Juga : 

PERKEMBANGAN “MOUSE” DARI TAHUN 1952

PERKEMBANGAN “MOUSE” DARI TAHUN 1952

PERKEMBANGAN “MOUSE” DARI TAHUN 1952

PERKEMBANGAN “MOUSE” DARI TAHUN 1952
PERKEMBANGAN “MOUSE” DARI TAHUN 1952

PERKEMBANGAN “MOUSE” DARI TAHUN 1952 SAMPAI MOUSE CANGGIH MASA KINI
Pada awal tahun 1952 Royal Canadian Navy memperkenalkan sebuah sistem penunjuk menggunakan trackball. Dapat anda liat pada gambar disamping sistem penunjuk tersebut memakai bola yang merupakan cikal bakal mouse modern.

Lalu berkembang pada tahun 1968 Douglas Engelbart membuat mouse pertama yang terbuat dari kotak kayu dan 2 roda besi. Diperkenalkan pertamakali di sebuah konferensi di San Francisco. Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk On Line System (NLS) milik Engelbard.Selain mouse, yang pada mulanya disebut “bug”, juga dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di kepala untuk mendeteksi gerakan dagu. Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang dipilih. Mouse pertama di dunia memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan sekarang. Menggunakan dua buah roda yang saling tegak luruk, untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkannya pada 17 November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position Indicator For A Display System). Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart bermaksud pengguna memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.
“CONTOH GAMBAR MOUSE DARI KOTAK KAYU”
Mouse ini ternyatah masih jauh dari sempurna seiring berkembang nya zaman,kemudian muncul nama nama baru pembuat mouse,seperti Bill english.
Pada tahun 1972 Bill english memperkenalkan sebuah sistem baru “ball mouse”. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut, Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe Trackball, yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang populer antara tahun 1980 sampai 1990.Seperti pada contoh gambar dibawah tersebut.

Dan seiring berkembang nya zaman para ilmuan berlomba lomba menemukan beranekaragam jenis dan bentuk mouse,seperti mouse yang menggunakan cahaya LED untuk megarahkan kursor yang dibuat oleh Richard Lyon dan Steve Kirsch pada tahun 1981.

Dan selanjutnya Manuel Cardoso seorang insinyur elektro mengupgrade sebuah mouse canggih masakini yang kusus diperuntuk kan untuk penyandang cacat,yaitu mouse dengan kedipan mata yang diberinama” ocular mouse” mouse tersebut dikerjakan oleh otot-otot disekitar mata.berikut contoh gambar nya.

“Mouse” terkecil di dunia
Kemajuan demi kemajuan di tunjukkan oleh para ilmuan dunia,seperti oleh Mad Catz Inc.
Dia memunculkan sebuah mouse yang amat sangat unik,yaitu,mouse bernama Z-Nano ini memang amat mungil bentuknya jika dibandingkan dengan mouse standar. Betapa tidak? Ukuran Z-Nano — nama mouse tersebut — hanyalah 42x21x17,65 mm saja. Berarti ukuran ini hampir sama dengan ukuran jari manusia, mouse ini tetap dibekali fungsi yang sama seperti mouse komputer pada umumnya. Ada fungsi scroll, optical tracking dan juga dilengkapi dengan indikator cahaya LED. Meski demikian, terdapat beberapa penyesuaian tombol mengingat kecilnya bentuk Z-Nano. Seperti tombol klik kiri terletak di bagian depan dan tombol untuk klik kanan dipasang di belakangnya. Sementara tombol untuk melakukan scroll ke atas dan bawah juga sangat mungil ukurannya. Adapun konektivitasnya mengandalkan USB. Z-Nano telah dipasarkan di berbagai situs internet dengan harga mencapai US$ 60. Namun, meski produk ini cukup unik, beberapa pihak mempertanyakan apakah Z-Nano nyaman digunakan atau malah membuat penggunanya kerepotan.
seperti padagambar nisamping kita bisa melihat betama mungil nya mouse tersebut.

Sumber : https://bingo.co.id/

Kreasi Icon Sesuka Hati Menggunakan IcoFX

Kreasi Icon Sesuka Hati Menggunakan IcoFX

Kreasi Icon Sesuka Hati Menggunakan IcoFX

Kreasi Icon Sesuka Hati Menggunakan IcoFX
Kreasi Icon Sesuka Hati Menggunakan IcoFX

Anda bosan dengan gambar icon Windows atau Mac yang begitu-begitu saja? Cenderung monoton dan tak banyak perubahan. Bila jawabannya “iya”, Anda mungkin perlu mencoba software berikut ini, IcoFX.

IcoFX adalah sebuah software yang berguna untuk membuat atau merubah gambar-gambar menjadi sebuah icon dan cursor. Tak hanya membuat dari nol, IcoFX juga mampu mengolah icon yang telah ada menjadi icon yang berbeda dari yang sebelumnya.

Untuk mendapatkan software ini, cukup download di alamat http://icofx.ro/. Bagi pengguna Mac, jangan khawatir, hasil icon dari IcoFX dapat digunakan pada platform OS tersebut. Sedangkan persyaratan sistem untuk menggunakan IcoFX adalah:
• Microsoft Windows ® XP/Vista/7
• Intel Pentium ® atau AMD Athlon – 2 Ghz atau lebih
• RAM sebesar minimal 512 Mb
• Ruang kosong pada hardisk minimal 50 Mb
Setelah Anda download dan install IcoFX pada komputer, langkah selanjutnya adalah membuat icon mulai dari nol. Berikut step by stepnya,
1) Buka program IcoFX.
2) Buatlah sebuah kanvas/lembar baru sebagai area pembuatan Icon. Ketika hendak membuat icon, muncul kotak dialog. Pilih ukuran 256×256 dan warna “true color + Alpha Channel (32 bits).

3) Gambarlah icon sesuka hati Anda, misal hasil jadi sebagai berikut,

4) Jika sudah, berikutnya adalah pilihan untuk menyimpan ke dalam Windows ato Mac.

5) Sudah mantap dengan gambar icon Anda? Jika sudah, jangan lupa simpan dengan klik File > Save As dan beri nama pada gambar icon tersebut. Jangan lupa, ekstensi icon untuk Windows adalah *.ico sedangkan Mac adalah *.icns.6) Gambar icon buatan Anda siap dipakai pada desktop.

Selain pembuatan dari nol, IcoFX juga dapat mengolah icon yang sudah ada menjadi icon yang berbeda. Selain itu, IcoFX juga mampu merubah icon windows menjadi icon di Mac. Hal-hal tersebut bisa dipelajari lewat tutorial yang tersedia di http://icofx.ro/tutorials/tutorial1.html. Selamat mencoba

Sumber : https://apartemenjogja.id/