shadow

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperbandingkan suasana anak-anak Indonesia bersama dengan negara lain. Salah satunya mengenai pendidikan.

Menurut dia, mutu pendidikan di Indonesia masih kalah jikalau dibandingkan bersama dengan negara tetangga, seperti Vietnam. Dalam beberapa PISA test, anak-anak Indonesia memperoleh nilai yang lebih rendah. Padahal, Indonesia lebih dulu menggerakkan komitmen 20 persen APBN untuk pendidikan.

Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam
Kualitas Pendidikan RI Masih Kalah Dengan Vietnam

“Kita jadi 2009 (Komitmen 20 persen APBN untuk pendidikan). Mereka (Vietnam)2010 barangkali 2013. Matematika anak-anak mereka dapat dapat 90, anak-anak kita 70 dapat hingga 50,” ujar dia waktu menghadiri Dialog Publik Pendidikan Nasional dan Halal Bihalal, di Gedung Guru Indonesia, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

“Membaca, kelihatan sangat sederhana, tetapi membaca saja Indonesia berada di bawah. PISA test-nya di bawah. Kita mengidamkan tersedia pendidikan karakter, value, tetapi kita termasuk mengidamkan punyai anak yang dapat bersaing,” lanjut dia.

Dia mengatakan, anggaran pendidikan Indonesia tetap mengalami peningkatan tiap tiap tahun.  Anggaran pendidikan di dalam APBN 2017 sebesar Rp 419 triliun rupiah. Tahun 2018 naik menjadi Rp 444 triliun. Hal berikut mestinya ditunjang bersama dengan peningkatan mutu pendidikan Indonesia.


“Pasti otomatis naik (anggaran pendidikan). Yang lain turun naik sesuai kebutuhan, jikalau untuk bangun irigasi, naik, jikalau senang untuk pertanian, ya pertanian (naik),” kata dia

Dia pun menghendaki para guru termasuk jadi bertanggung jawab sehingga porsi anggaran yang demikian besar itu, betul-betul bermanfaat.

“Rp 444 triliun itu perlu dulu dipikirkan apa yang senang di capai, jangan itu cuma memenuhi amanat konstitusi,” dia menandaskan.

Ke Mana Larinya Anggaran Pendidikan Rp 444 Triliun?

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat berkata soal perlindungan anggaran pendidikan sebesar Rp 444,13 triliun terhadap 2018. Menurutnya, itu merupakan tanggung jawab kolektif bagi bermacam elemen pemerintahan.

Sri Mulyani mengatakan, kasus pendidikan ini telah diatur dan dilaksanakan oleh banyak instansi maupun pihak pemerintahan. Ia menyebutkan, di tingkat pusat saja itu menjadi kewenangan tiga kementerian, yakni Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kementerian Agama (Kemenag).

“Semuanya punyai anggaran yang terkait bersama dengan pendidikan. Kemudian kita masih punyai banyak kementerian yang punyai anggaran pendidikan yang sifatnya adalah vokasional atau teknikal,” tuturnya di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, dari keseluruhan anggaran pendidikan kurang lebih Rp 444 triliun, dua pertiganya dilaksanakan oleh pemerintah daerah yang beberapa besar disisihkan untuk membayar guru.

“Guru itu termasuk gaji dan tunjangan yang kualitasnya masih perlu untuk diperbaiki. Jadi pertama tentu saja mutu guru dan mutu tunjangannya, sehingga betul-betul mencerminkan kebutuhan mereka untuk dapat memberikan pengajaran yang baik,” kata dia.

Hal lain yang perlu dicermati, katanya, yakni mengenai efektivitas pengajaran di kelas-kelas di dalam sekolah. Sri Mulyani menekankan, mutu kurikulum serta metode pembelajaran menjadi sangat penting.

“Ini tentu menjadi suatu yang kita memandang sebagai kasus yang komplit, sehingga kita dapat membangun kiat pembangunan sumber kekuatan manusia. Terutama mengenai tantangan-tantangan yang muncul, apakah itu industrislisasi, teknologi yang berubah, dan keterbukaan informasi,” tukas Sri Mulyani. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/

Peringatan untuk Pengguna Android, WhatsApp Akan Hapus Foto dan Video

Peringatan untuk Pengguna Android, WhatsApp Akan Hapus Foto dan Video

Aplikasi pesan instan WhatsApp akan menghapus semua data obrolan, foto, dan video pengguna pada 12 November 2018. Perubahan sistem ini mengikuti kesepakatan antara Facebook, melalui WhatsApp dan Google, dengan Google Drive-nya.

Hal tersebut memengaruhi pengguna Android dalam menggunakan aplikasi milik Facebook tersebut. Hingga kini, WhatsApp telah digunakan oleh 1,5 miliar orang, yang menjadikannya sebagai layanan pesan instan terpopuler di dunia.

Alasannya, karena wadah obrolan yang diciptakan Jan Koum dan Brian Acton ini terkenal dengan penggunaannya yang mudah dan terdapat fitur enkripsi end-to-end, sehingga percakapan mereka tidak bocor ke pihak ketiga.

Mengutip situs Express, Rabu 29 Agustus 2018, ada dua perubahan besar yang akan memengaruhi semua pengguna Android akibat dari perubahan sistem ini. Pertama, WhatsApp memungkinkan pemilik Android untuk membuat cadangan obrolan mereka, termasuk semua media, melalui Google Drive.

Ukuran cadangan sebelumnya dipotong dari kuota penyimpanan Google Drive pengguna, namun kesepakatan baru keduanya mengubah segalanya. Pada 12 November mendatang, cadangan tidak akan lagi mengurangi ruang penyimpanan dari akun Google Drive pengguna.

Hal itu, kemudian memberi peringatan bagi pengguna WhatsApp untuk “secara manual mencadangkan” obrolan mereka sebelum hari-H untuk mencegah data-data mereka hilang.

“Per tanggal 12 November, backup WhatsApp tidak lagi diperhitungkan terhadap kuota penyimpanan Google Drive. Selanjutnya, backup WhatsApp yang belum diperbarui dalam lebih dari satu tahun akan dihapus secara otomatis dari penyimpanan Google Drive,” demikian pernyataan resmi WhatsApp.

Kedua, untuk menghindari hilangnya cadangan apapun, sebaiknya pengguna mencadangkan data WhatsApp secara manual sebelum tenggat waktu, terutama, ketika pengguna mencadangkan data mereka ke Google Drive, maka dipastikan mereka bakal kehilangan salah satu fitur terbaik WhatsApp.

Hal ini, karena enkripsi end-to-end tidak terbawa ke file yang telah dicadangkan, alias data pengguna tidak terlindungi di pro.co.id/ Google Drive. Meski demikian, WhatsApp bersikeras dalam pembaruan baru.

Namun, Google merekomendasikan pengguna untuk secepatnya mencadangkan akun WhatsApp mereka secara manual. Google Drive memberi setiap pengguna yang mendaftar penyimpanan gratis 15GB. Tetapi, jika pengguna menginginkan lebih banyak lagi mereka harus membayar biaya bulanan.

Mencadangkan file di WhatsApp mudah dan dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Pastikan pengguna memiliki pengaturan Google Drive di ponsel. Pada aplikasi WhatsApp buka Menu, Pengaturan, Obrolan, lalu Obrolan Cadangan. Pilih ‘Cadangkan’ dan secara otomatis pengguna bisa melihat semuanya dicadangkan ke Google Drive.

Perhatikan bahwa sebagian besar akun WhatsApp akan di-setting hanya untuk mencadangkan data melalui wifi. Jadi, pastikan ponsel pengguna terhubung sebelum memulai. WhatsApp juga menyediakan informasi kapan data terakhir dicadangkan untuk konteks tambahan.