shadow

Budidaya Selada Keriting

Ada dua kelompok budidaya selada (Lactuca Sativa) yang tumbuh di Indonesia. Pertama, daun rujak berbentuk bulat, daunnya berwarna hijau. Kedua, selada (sebutan salad) adalah mayat berbentuk bulat atau lonjong dan korpsnya padat.

Dari dua varietas unggul yang paling baik ditanam adalah daun rujak, bentuk daunnya keriput, atau yang populer disebut rujak keriting. Selada toleran ditanam bahkan di daerah tropis dan panas. Varietas rujak keriting bisa tumbuh subur di dataran rendah dan dataran panas seperti Jakarta.

Suhu optimal untuk budidaya rujak keriting berkisar antara 15-25 ° C dengan ketinggian 900 meter hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah yang disukai untuk salad keriting adalah tanah liat berdebu, tanah liat berpasir, dan tanah yang masih mengandung humus. Namun, salad keriting masih toleran terhadap tanah yang buruk jika diberi irigasi dan pupuk organik.

Pemilihan dan perbanyakan benih

Selada diperbanyak dengan bijinya. Biji atau biji salad diperoleh dengan cara menanam selada hingga berbunga dan berbuah. Setelah tua diambil bijinya. Ketika benih dibeli dari toko, varietas paling populer saat ini termasuk danau besar, kerajaan, dan new york. Kebutuhan benih selada per hektar tanah adalah 250 gram. Untuk mencapai hasil yang optimal, sebaiknya benih selada keriting disemai sebelum ditanam di tanah.

Ada berbagai macam jenis media olesan untuk budidaya salad, antara lain polibag, daun pisang, sistem nampan, cetakan tanah atau bedengan. Pada kesempatan kali ini yang akan dijelaskan adalah media tanam pada bedengan.

Tanaman tanah dan budidaya bibit

Pengolahan tanah untuk budidaya salad keriting tergantung pada jenis, struktur, dan tekstur tanah. Bila tanah yang akan digunakan sangat sulit, gali dulu, setelah gali dilakukan mencangkul. Kemudian bentuk bedengan dengan kedalaman 1 meter 15 cm dengan panjang lebih dari 10 meter atau tergantung kondisi tanah. Agar bedengan tetap kering terutama di tanah basah seperti persawahan, tanah untuk bedengan naik menjadi 20 cm, bagian kiri dan kanan bedengan dibuat bergerigi untuk drainase. Lebar tempat tidur tidak diperbolehkan terlalu lebar untuk perawatan.

Budidaya salad keriting membutuhkan lingkungan asam netral dengan pH ideal 5-6,8. Kondisi tanah harus dirawat dengan cara penetrasi terlebih dahulu dengan kapur. Sedangkan jika tanah sangat basah, netralkan dengan sulfur atau gipsum. Misalnya untuk menetralkan tanah dengan pH 5,5, kapur harus lebih dari 0,1 kg per meter persegi agar tingkat keasaman meningkat hingga pH 6,5. Selain itu untuk menurunkan pH tanah dapat diberikan sulfur atau gipsum 0,6 kg per meter persegi.

Pembentukan dan Perkembangan Awal RI

Pembentukan dan Perkembangan Awal RI

Pembentukan dan Perkembangan Awal RIPembentukan dan Perkembangan Awal RI

Proklamasi dan Kehidupan Politik

Sejak pagi hari pada tanggal 17 Agustus 1945 telah diadakan persiapan- persiapan di rumah Ir. Soekarno di Pegangsaan Timur 56 untuk menyambut proklamasi kemerdekaan Indonesia. Lebih kurang 1000 orang telah hadir untuk menyaksikan peristiwa yang maha penting itu. Pada pukul 10 kurang lima menit Hatta datang dan langsung masuk ke kamar Soekarno. Kemudian kedua pemimpin itu menuju ke ruang depan, dan acara segera dimulai tepat pada jam 10 sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Soekarno membacakan naskah proklamasi yang sudah diketik dan ditandatangani bersama dengan Moh. Hatta.

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama. Dalam sidang itu mereka menghasilkan beberapa keputusan penting berikut.

  1. Mengesahkan UUD yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh Dokuritsu Junbi Cosakai (yang sekarang dikenal dengan nama UUD 1945)
  2. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden.
  3. Dalam masa eralihan Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Pada tanggal 19 Agustus 1945, Presiden dan wakil presiden memanggil beberapa anggota PPKI beserta golongan cendekiawan dan pemuda untuk membentuk “Komite Nasional Indonesia Pusat” (KNPI). KNPI akan berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sebelum terbentuknya DPR hasil pilihan rakyat. Sejak hari itu sampai awal September, Presiden dan wakil Presiden membentuk kabinet yang sesuai dengan UUD 1945 dipimpin oleh Presiden sendiri dan mempunyai 12 departemen serta menentukan wilayah RI dari Sabang sampai Merauke yang dibagi menjadi 8 propinsi yang masing- masing dikepalai oleh seorang Gubernur. Propinsi-propinsi itu adalah Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara).

Sumber :

https://weshop.co.id/

 Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Pra Kemerdekaan

 Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Pra Kemerdekaan

 Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Pra Kemerdekaan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Pra Kemerdekaan

  1.  Latar Belakang Perjuangan Kemerdekaan

Perang Pasifik semakin berkecamuk. Tentara sekutu di bawah pimpinan Amerika serikat semakin mantap, sementara Jepang mengalami kekalahan di mana-mana. Pasukan Jepang yang berada di Indonesia bersiap-siap mempertahankan diri.

Selama masa pemerintahan Jepang di Indonesia tahun 1942-1945, Indonesia dibagi dalam dua wilayah kekuasaan berikut.

  1. Wilayah Komando Angkatan Laut yang berpusat di Makasar, meliputi:Kalimantan,Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian Jaya.
  2. Wilayah Komando Angkatan Darat yang berpusat di Jakarta, meliputi Jawa, Madura, Sumatra dan Malaya. Pusat komando untuk seluruh kawasan Asia Tenggara terdapat di Dalat (Vietnam).

Serangan tentara sekutu sudah mulai diarahkan ke Indonesia. Setelah menguasai Pulau Irian dan Pulau Morotai di Kepulauan Maluku pada tanggal 20 Oktober 1944. Jendral Douglas Mac Arthur, Panglima armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik, menyerbu Kepulauan leyte (Filipina). Penyerbuan ini adalah penyerbuan terbesar dalam Perang Pasifik. Pada tanggal 25 Oktober 1944 Jenderal Douglas Mac Arthur mendarat di pulau Leyte. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang mengijinkan pengibaran bendera Merah Putih di samping bendera Jepang. Lagu kebangsaan Indonesia Raya boleh dikumandangkan setelah lagu kebangsaan Jepang Kimigayo.

Persiapan Proklamasi

Pada akhir tahun 1944, kedudukan Jepang dalam Perang Pasifik sudah sangat terdesak. Angkatan perang Amerika Serikat sudah tiba di daerah Jepang sendiri dan secara teratur mengebom kota-kota utamanya. Ibukotanya sendiri, Tokyo, boleh dikatakan sudah hancur menjadi tumpukan puing. Dalam keadaan terjepit, pemerintah Jepang memberikan “kemerdekaan” kepada negeri-negeri yang merupakan front terdepan, yakni Birma dan Filipina. Tetapi kemudian kedua bangsa itu memproklamasikan lagi kemerdekaannya lepas dari Jepang. Adapun kepada Indonesia baru diberikan janji “kemerdekaan” di kelak kemudian hari. Dengan cara demikian Jepang mengharapkan bantuan rakyat Indonesia menghadapi Amerika Serikat, apabila mereka menyerbu Indonesia. Dan saat itu tiba pada pertengahan tahun 1945 ketika tentara Serikat mendarat di pelabuhan minyak Balikpapan. Dalam keadaan yang gawat ini, pemimpin pemerintah pendudukan Jepang di Jawa membentuk sebuah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (Dokuritsu Junbi Cosakai). Badan itu beranggotakan tokoh- tokoh utama Pergerakan Nasional Indonesia dari segenap daerah dan aliran dan meliputi pula Soekarno- Hatta.

Sumber :

https://rianablog.com/

Definisi Berita

Definisi Berita

Definisi BeritaDefinisi Berita

         Berita ialah laporan terkini tentang fakta atau pendapat yang penting atau menarik bagi khalayak dan disebarluaskan melalui media massa. Sebuah contoh klasik, “seekor anjing menggigit manusia, itu biasa, tetapi manusia menggigit seekor anjing itu, itu baru berita.

         Walaupun contoh di atas terkesan mengada ada namun makna penting dari contoh di atas ialah suatu fakta yang biasa-biasa saja atau sesuatu yang sudah lumrah terjadi kurang menarik perhatian orang pembaca, penonton atau pendengar.

         Ada pula sebuah pernyataan sederhana yaitu, sebuah berita sudah pasti sebuah informasi, tetapi sebuah informasi belum tentu sebuah berita. Hal itu karena informasi baru dapat dikatakan berita apabila informasi itu memiliki unsur-unsur yang mempunyai ‘Nilai Berita’ atau nilai jurnalistik dan disebarluaskan kepada khalayak.

Sesungguhnya berita adalah hasil rekonstruksi tertulis dari realitas sosial yang terdapat dalam kehidupan. Itulah sebabnya ada orang yang beranggapan bahwa penulisan berita lebih merupakan pekerjaan merekonstruksikan realitas sosial ketimbang gambaran dari realitas itu sendiri.

W.J.S. Purwadarminta berpendapat bahwa berita adalah laporan tentang satu kejadian yang terbaru. Berita juga dapat didefinisikan sebagai informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna, yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka (Helena, 2007: 25).


Nilai Berita (Ukuran Layak Berita)

        Setiap berita yang ada di hapadan seorang wartawan mempunyai kadar layak berita yang berbeda, tergantung seberapa banyak dari syarat–syarat berikut ini yang bisa di penuhi.

  1. Arti penting, yaitu kejadian yang mempunyai kemungkinan memengaruhi kehidupan orang banyak
  2. Besarnya sesuatu atau kuantitas, yaitu, kejadian yang menyangkut angka–angka yang berarti bagi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang dapat mempunyai akibat yang dapat di jumlahkan bentuk angka yang menarik bagi pembaca.
  3. Tepat waktu, yaitu yaitu yang menyangkut hal  -hal yang baru saja terjadi atau baru saja di temukan.
  4. Kedekatan, yaitu kejadian dekat dengan pembaca, baik dekat secara geografis maupun dekat secara emosional.
  5. Ketenaran, yaitu kejadian yang menyangkut tokoh atau hal – hal yang terkenal atau dikenal oleh pembaca (public figure)
  6. Segi manusiawi (human inters), yaitu kejadian yang menyentuh perasaan pembaca  (mengharukan), atau kejadian yang menyangkut orang biasa dan situasi luar biasa, atau orang besar (terkenal) dalam situasi biasa.

 

Sumber :

https://teknologia.co.id/

Tujuan Perencanaan Lokasi

Tujuan Perencanaan Lokasi

Tujuan Perencanaan LokasiTujuan Perencanaan Lokasi

            Tujuan perencanaan lokasi adalah untuk menetukan lokasi suatu perusahaan atau tempat usaha sebaik mungkin agar dapat beroperasi atau menjalankan proses produksi dengan lancar, biaya operasi yang rendah, kemampuan bersaing perusahaan dan memungkinkan perluasan dimasa yang akan datang.

            Bahkan di era globalisasi ini, perencanaan lokasi dapat menjadikan suatu permasalahan yang komplek, karena terdapat berbagai alternatif lokasi yang harus di pertimbangkan dengan melihat pada batas-batas negara. Perencanaa lokasi suatu usaha/perusahaan di era globalisasi ini memang mulai merambah lintas batas negara. Menurut Mitra Bestari (2004:51), globalisasi bedampak pada perencaan lokasi dalam hal :

  1. Teknologi transportasi dan komunikasi

Dengan berkembangnya teknologi transportasi dan komunikasi menghilangkan hambatan ruang dan waktu antar negara. Teknologi voice telecommunication, electronic mail, faximile, teleconference, internet memudahkan hubungan lokasi satu dengan lainnya tanpa dibatasin oleh jarak dan waktu. Kondisi ini menyebabkan perusahaan lebih mudah untuk melayani pasar yang lebih luas, dapat menambah komunikasi dan kerja sama yang lebih baik. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk meletakkan cabangnya pada lokasi yang mendekati konsumen. Komunikasi dengan pusat dapat dilakukan dengan mudah dan lancar dengan bantuan teknologi komunikasi yang telah berkekmbang dengan pesat.

  1. Biaya transportasi

Berbagai pertimbangan biaya yang menyangkut transportasi selalu berhubungan dengan usaha-usaha untuk mempercepat penyerahan jasa kepada para pelanggan. Selain itu, biaya transportasi yang rendah dapat mendukung distribusi peralatan, misalnya distribusi tempat tidur di rumah sakit, obat-obatan dan lain-lain.

  1. Kualitas kehidupan

Kualitas kehidupan dipengaruhi oleh tersedianya sekolah yang baik, tingkat keamanan yanag berpengaruh terhadap kelangsungan operasi perusahaan. Sebagai contoh, banyak perusahaan asing di indonesia yang mendirikan fasilitas sekolah dan perumahan bagi karyawannya khususnya yang berasal dari negaranya. Hal ini bertujuan agar para karyawannya dapat bekerja dengan tenang, seolah mereka bekerja di negaranya sendiri.

  1. Kuota umpor dan hambatan perdagangan menjadi menurun

Beberapa negara sering memberikan kebijakan untuk membatasi impor untuk produk-produk tertentu yang sering disebut quota. Guna mengantisipasi quota impor tersebut, banyak  perusahaan memikirkan untuk meletakkan lokasi usahanya di negara pengimpor agar tidak perlu memenuhi batasan quota impor. Sebagai contoh, perusahaan otomotif Ford dari Amerika Serikat mendirikan pabrik otomotifnya di Jepang dengan bekerja sama dengan perusahaan otomotif Jepang Mazzda. Hal tersebut bertujuan agar perusahaan Ford dapat ikut bermain dalam produk otomotif dengan cc kecil (1500 cc)

  1. Faktor-faktor Pengaruh dalam Pemilihan Lokasi

Secara umun faktor-faktor yang perlu di pertimbangkan dalam perusahaan lokasi perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Lingkungan Masyarakat.

Kesediaan masyarakat suatu daerah menerima segala konsekuensi, baik konsekuensi positif maupun negatif didirikannya suatu pabrik didaerah tersebut merupakan suatu syarat terpenting. Perusahaan perlu memperhatikan nilai-nilai lingkungan dan ekologi dimana perusahaan akan berlokasi, karena pabrik-pabrik sering memproduksi limbah dalam berbagai bentuk air, udara, atau limbah zat padat yang telah tercemar, dan sering menimbulkan suara bising.

  1. Kedekatan dengan pasar

Dekat dengan pasar akan membuat perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan, dan sering mengurangi biaya distribusi.

  1. Tenaga kerja

Keadaan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan mengenai suatu lokasi usaha, terutama  bagi perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa dimana konsumennya banyak dan tersebar dalam area yang luas.

  1. Kedekatan dengan bahan mentah dan supplier

Apabila bahan mentah berat dan susut cukup besar dalam poses produksi  maka perusahaan lebih baik berlokasi dekat dengan bahan mentah, begitu juga bila bahan mentah lekas rusak maka lebih baik dekat dengan barang mentah dan para penyedia (supplier) memungkinkan suatu perusahaan mendapatkan pelayanan supplier yang lebih baik dan menghemat biaya pengadaan bahan.

  1. Fasilitas dan biaya transportasi

Tersedianya fasilitas transportasi baik lewat darat, udara dan air akan melancarkan pengadaan faktor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan. Dan pentingmya pertimbangan biaya transportasi tergantung sumbangannya terhadap total biaya.

  1. Sumber daya-sumber daya (alam) lainnya

Hal yang perlu diperhatikan adalah sumber daya (alam) yang murah dan mencukupi.

RECENT POSTS

 

Langkah-Langkah Dalam Menentukan Lokasi Perusahaan

Langkah-Langkah Dalam Menentukan Lokasi Perusahaan

Langkah-Langkah Dalam Menentukan Lokasi PerusahaanLangkah-Langkah Dalam Menentukan Lokasi Perusahaan

Ada dua langkah utama yang seharusnya diambil dalam proses penentuan lokasi suatu perusahaan/ pabrik, yaitu pemilihan daerah atau territorial secara umum dan pemilihan berdasarkan size dari jumlah penduduk serta lahan secara khusus. Pemilihan teritorial secara umum adalah untuk mendapatkan informasi secara umum dan setelah itu baru kemudian ditentukan community dan lahan yang dikehendaki secara khusus yang mana untuk ini alternative pemilihannya dapat diklasifikasikan ke dalam daerah di kota besar, di pinggir kota, atau jauh di luar kota. Di sini macam proses manufacturing ikut pula menentukan pemilihan ukuran dari pabrik yang akan didirikan. Contoh lokasi di daerah terpencil yang jauh dari keramaian kota akan sangat dikehendaki untuk pabrik yang akan memproduksi bahan peledak. Selanjutnya, beberapa kondisi umum seperti tersebut di bawah ini akan ikut pula mengambil peranan di dalam proses penentuan lokasi pabrik, yaitu:

  1. Diperlukan tenaga kerja terampil dalam jumlah yang besar.
  2. Proses produksi sangat tergantung pada fasilitas-fasilitas yang umumnya hanya terdapat di kota besar saja seperti listrik, gas dan lain-lain.
  3. Kontak dengan suppliers dekat dan cepat.
  4. Sarana transportasi dan komunikasi mudah didapatkan.
  5. Semi-skilled atau female labor mudah diperoleh.
  6. Menghindari pajak yang berat seperti halnya kalau lokasi terletak di kota besar.
  7. Tenaga kerja dapat tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik.
  8. Rencana ekspansi pabrik akan mudah dibuat.
  9. Populasi tidak begitu besar sehingga masalah lingkungan tidak banyak timbul.
  10. Lahan yang luas sangat diperlukan baik untuk keadaan sekarang maupun rencana ekspansi yang akan datang.
  11. Pajak terendah bisa diperoleh.
  12. Tenaga kerja tidak terampil dalam jumlah besar lebih dikehendaki.
  13. Upah buruh lebih rendah mudah didapatkan.
  14. Baik untuk proses manufacturing produk-produk berbahaya.
  15. Untuk menentukan luas tanah yang dibutuhkan dalam pendirian suatu pabrik, maka hal ini dapat dicari dengan menggunakan perumusan umum, yaitu sekurang-kurangnya lima ratus kali luas area yang betul-betul dipakai untuk penempatan segala fasilitas produksi yang dibutuhkan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi tempat yang cukup lapang buat keperluan membongkar/ memuat barang, fasilitas parkir, area untuk gudang dan lain-lain.
  16. Lokasi Bisnis Manufaktur dan Jasa

Lokasi bisnis manufaktur (penghasil barang)

Model-model penghitungannya:

  • Dengan penghitungan biaya angkut dan jarak yang paling rendah

Contoh: perusahaan konveksi, lebih memilih lokasi di daerah Kudus yang dekat dengan pasar Kliwon, untuk memasarkan produknya, bahan bakunya pun di daerah Kudus banyak tersedia.

  • Metode perbandingan biaya operasi

Memilih beberapa alternatif lokasi, kemudian diperbandingkan dan dipilih alternatif lokasi dengan biaya operasi paling rendah.

  • Dengan pendekatan kualitatif

Contoh: pabrik semen dan minyak, memilih lokasi yang dekat dengan bahan baku.

Lokasi bisnis jasa

Bisnis jasa lebih diprioritaskan yang lokasinya strategis, karena tidak ada biaya angkut. Namun bisnis jasa yang mendatangi konsumen seperti jasa sedot WC, tidak perlu strategis yang terpenting adalah sarana komunikasinya kepada konsumen, cukup dengan menempel nomor telepon.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Penentuan lokasi pabrik yang baik dapat berakibat pada lancarnya proses produksi pabrik tersebut. Lokasi yang baik dapat menunjang efisiensi dan efektivitas suatu pabrik. Banyak sekali variabel yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi suatu pabrik dengan tujuan mendapat keuntungan ekonomis sesuai dengan tujuan organisasi perusahaan. Faktor-faktor penentu lokasi pabrik pun menjadi pertimbangan dalam menentukan perencanaan lokasi perusahaan/ pabrik.

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/

 

Studi Kasus Pemilihan Lokasi Pabrik Gula Sugar Group Companies

Studi Kasus Pemilihan Lokasi Pabrik Gula Sugar Group Companies

Studi Kasus Pemilihan Lokasi Pabrik Gula Sugar Group Companies

Pada periode 1991-2001, industri gula Indonesia menghadapi    berbagai masalah yang signifikan. Salah satu penyebab kemunduran industri gula nasional adalah inefisiensi di tingkat usahatani dan di tingkat Pabrik Gula (PG). Tingkat produktivitas tebu/ha yang dicapai oleh perkebunan rakyat yang pangsa produksinya sekitar 68% adalah sekitar 4-5 Ton gula/ha, jauh di bawah potensi produksi sekitar 13 Ton gula/ha (PT Perkebunan Nusantara XI, 2000).

Di samping masalah teknik budidaya yang belum optimal, salah satu penyebab rendahnya efisiensi yang tercermin dari rendahnya produktivitas dan rendemen adalah belum adanya keterpaduan sistem produksi antara petani yang memproduksi tebu dengan PG. Keterpaduan jadwal tanam dan tebang menentukan umur tebu saat dipanen yang selanjutnya mempengaruhi produktivitas, rendemen, dan efisiensi di Pabrik Gula. Hal ini tercermin dari belum terpadunya jadwal tanam dan tebang/giling antara petani dan Pabrik Gula (Adisasmito, 1998; Woeryanto 2000; dan Murdiyatmo, 2000). Karena keterbatasan kapasitas pabrik dan pada masa puncak produksi, masa tebang optimum sering menjadi rebutan antara pihak Pabrik Gula dengan petani dan antar petani. Di sisi lain, belum terpadunya jadwal tanam dan tebang juga menyebabkan inefisiensi di tingkat pabrik (17 dari 50 Pabrik Gula) karena tidak mencapai kapasitas minimum atau minimum hari giling (Arifin, 2000). Hal ini terjadi karena kelemahan perencanaan, baik ketika masa penanaman maupun penebangan (Adisasmito, 1998).

Situasi ini menimbulkan saling curiga antara petani dengan Pabrik Gula, khususnya yang berkaitan dengan rendemen. Masalah lain penyebab kemunduran industri gula Indonesia adalah bahwa setiap perencanaan seperti perencanaan tanam dan tebang, petani tidak dilibatkan secara optimal (Soentoro dan Sudaryanto, 1996; Suprihatini, 1998; Adisasmito, 1998; Woeryanto, 2000). Pendekatan yang kurang partisipatif tersebut menyebabkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tidak mempunyai kekuatan yang mengikat, khususnya bagi petani. Formulasi Model Penentuan jadwal tanam dan tebang, aspirasi dari pihak-pihak yang berkepentingan seyogyanya diberi ruang yang lebih leluasa. Hal ini dapat diwujudkan bila kerangka analisis yang digunakan secara eksplisit memasukan proses negosiasi/partisipasi dalam penentuan keputusan tersebut (Contreras, 1985; Bare dan Mendoza, 1980).

Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metode penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif hingga tiba pada tempat yang tepat, dengan harapan produk/jasa tersebut berada ditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.

Yang tidak boleh diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus barang/jasa adalah memilih saluran distribusi (Channel of Distribution).Masalah pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen.Distributor-distributor atau penyalur ini bekerja aktif untuk mengusahakan perpindahan bukan hanya secara fisik tapi dalam arti agar jasa-jasa tersebut dapat diterima oleh konsumen. Dalam memilih saluran distribusi ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut:

  1. Sifat pasar dan lokasi pembeli

  2. Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang pedagang perantara.
  3. Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang ekonomis.
  4. Jaringan pengankutan.

 

Sumber :

https://mitranet.co.id/microsoft-paint-akhirnya-dipensiunkan-setelah-32-tahun/

Pengertian Strategi     

Pengertian Strategi    

Pengertian strategi memiliki beberapa pengertian, seperti yang disebutkan oleh Christensen. Menurutnya, pengertian strategi dapat ditinjau dari beberapa segi di antaranya, dari segi milliter, politik, dan ekonomi. Dari segi militer, strategi adalah penempatan satuan-satuan atau kekuatan-kekuatan tentara di medan perang unutk mengalahkan musuh. Dari segi politik, strategi adalah penggunaan sumber-sumber nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan sari segi ekonomi, strategi adalah alokasi sumber-sumber yang sifatnya jarang atau terbatas.

Sedangkan dilihat secara etimologis kata strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu stratogos atau strategis yang berarti jendral. Strategi berarti seni para jendral maka, strategi kalau diartikan dari sudut milliter adalah cara menempatkan pasukan atau menuyusun kekuatan tentara di medan perang agar musuh dapat dikalahkan.

Pengertian strategi ini ternyata belum ada kesatuan difinisi yang dapat diterima oleh berbagai pihak. Karena ada beberapa pakar ahli yang memberikan difinisi yang berbeda walaupun tujuannya adalah sama. Berikut ini adalah pengertian strategi menurut beberapa ahli :

  1. Menurut Ansoff, strategi adalah aturan unutk pembuatan keputusan dan penentuan garis pedoman. Strategi juga disebut konsep bisnis perusahaan.
  2. Menurut Uyterhoeven, strategi corporate adalah usaha pencapaian tujuan dengan memberikan arah dan keterikatan perusahaan.
  3. Menurut Newmandan Logan, strategi master adalah perencanaan yang melihat ke depan yang dipadukan dalam konsep dasar atau misi perusahaan.
  4. Menurut Christensen, strategi adalah pola-pola berbagai tujuan serta kebijaksanaan dasar rencana-rencana unutk mencapai tujuan tersebut, dirumuskan sedemikian rupa sehingga jelas usaha apa yang sedang dan akan dilaksanakan oleh perusahaan, demikian juga sifat perusahaan baik sekarang maupun di masa yang akan datang.
  5. Menurut Chandler, strategi adalah penentuan dasar goals jangka panjang dan tujuan perusahaan serta pemakaian cara-cara bertindak san alokasi sumber-sumber yang diperlukan unutk mencapai tujuan.
  6. Menurut Glueck, strategi adalah satu kesatuan rencana yang komprehensif dan terpadu yang menghubungkan kekuatan strategi perusahaan dengan lingkungan yang dihadapinya, kesemuanya menjamin agar tujuan perusahaan tercapai.

Dari berbagai macam difinisi strategi perusahaan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan pokok sebagai berikut :

  1. Strategi perusahaan adalah satu kesatuan rencana perusahaan yang komprehensif dan terpadu yang diperlukan unutk mencapai tujuan perusahaan.
  2. Dalam menyusun strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan perusahaan, karena lingkungan menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan, sehingga dapat disusun kekuatan strategi perusahaan.
  3. Dalam pencapaian tujuan perusahaan terdapat berbagai alternatif strategi yang perlu dipertimbangkandan harus dipilih.
  4. Strategi yang dipilih akan diimplementasikan oleh perusahaan dan akhirnya memerlukan evaluasi terhadap strategi tersebut.
  1. Perbedaan Strategi dan Taktik

Banyak orang yang masih bingung atau sulit untuk membedakan antara strategi dan taktik. Perbedaan yang paling mudah antara keduanya adalah saat kita memutuskan apa yang seharusnya kita kerjakan, kita memutuskan sebuah srategi. Sedangkan jika kita memutuskan bagaimana untuk mengerjakan sesuatu itulah yang disebut taktik. Dengan kata lain, seperti yang dikatakan oleh Drucker, strategi adalah mengerjakan sesuatu dengan benar (doing the thing right).

Menurut Karl von Clauswitz, strategi merupakan suatu seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan suatu perang sedangkan taktik adalah seni menggunakan tentara dalam sebuah pertempuran. Dalam bisnis, taktik merupakan sekumpulan program-program kerja yang dibentuk untuk melengkapi bisnis.

Kesimpulannya, adalah bahwa taktik merupakan penjabaran operasional jangka pendek dari strategi agar strategi tersebut dapat diterapkan. Sehingga, taktik merupakan bagian dari strategi yaitu kelanjutan setelah strategi diputuskan. Maka, selanjutnya akan dipikirkan taktik untuk pelaksanaan strategi tersebut.

Sumber :

https://vds.co.id/apple-pakai-mode-standar-untuk-pengisi-daya-nirkabel/

PERMASALAHAN EKONOMI MAKRO

PERMASALAHAN EKONOMI MAKRO

Secara garis besar, permasalahan kebijaksanaan makro mencakup dua permasalahan pokok:
a. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi. Masalah ini berkaitan dengan bagaimana “menyetir” perekonomian nasional dan bulan ke bulan, dan triwulan ke triwulan atau dan tahun ke tahun, agar terhindar dan tiga “penyakit makro” utama yaitu:
1) inflasi,
2) pengangguran dan
3) ketimpangan dalam neraca pembayaran.
b. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan. Masalah ini adalah mengenai bagaimana kita “menyetir” perekonomian kita agar ada keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi. Pada asasnya masalahnya juga berkisar pada bagaimana menghindari ketiga penyakit makro di atas, hanya perpektif waktunya adalah lebih panjang (lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan dua puluh lima tahun).
Dalam analisa jangka pendek faktor-faktor berikut ini kita anggap tidak berubah atau tidak bisa kita ubah:
(a)   Kapasitas total dan perekonomian kita. Kegiatan investasi dalam jangka pendek, masih mungkin dilakukan, tetapi ha nya dalam arti khusus, yaitu sebagai pengeluaran investasi berupa penambahan stok barang jadi, setengah jadi atau pun barang mentah di dalam gudang para pengusaha, dan pengeluaran oleh perusahaan-perusahaan untuk pembelian barang-barang modal (mesin-mesin, konstruksi gedung-gedung dan sebagainya). Tetapi yang perlu diingat, “jangka pendek” yang kita maksud di sini adalah begitu pendek sehingga pengeluaran (pembelian) barang-barang modal tersebut beleum bias menambah kapasitas produksi dalam periodesasi tersebut. (Yaitu mesin-mesin sudah dibeli tapi belum dipasang).

PENGERTIAN EKONOMI MAKRO

PENGERTIAN EKONOMI MAKRO

Ekonomi makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari masalah ekonomi secara keseluruhan ( totalitet / aggregatif ). Alat utama ekonomi makro adalah pendapatan nasional dan analisa pendapatan nasional. Analisa pendapatan nasional berguna untuk mengukur secara statistik tentang besarnya pendapatan nasional, konsumsi nasional, tabungan dan investasi nasional. Disamping itu berguna untuk menunjukkan dan menentukan hubungan-hubungan sistematis, sehingga dapat menjelaskan perubahan –perubahan yang dialami oleh variabel-variabel total sepanjang masa.

Jelasnya, kalau ekonomi makro mempelajari tindakan-tindakan ekonomis tingkat masyarakat atau negara, sehingga yang dipersoalkan adalah tentang perekonomian secara keseluruhan, seperti masalah pengangguran, kesempaan kerja, pengeluaran negara, pendapatan nasional dan sebagainya. Hubungan kausal yang dipelajari dalam ekonomi makro, pada intinya adalah hubungan antar variabel-variabel ekonomi agregatif (secara keseluruhan), seperti tingkat pendapatan nasional, tingkat kesempatan kerja, pengeluaran konsumsi rumah tangga, saving (tabungan), investasi nasional, tingkat bunga, jumlah uang yang beredar, neraca pembayaran, stok kapital nasional, utang pemerintah dan sebagainya.

Dengan mengetahui hubungan antara variabel-variabel tersebut, baik yang bersifat hubungan kausal (sebab akibat), misalnya hubungan antara jumlah uang yang beredar dengan laju inflasi, hubungan antara meningkatnya pengeluaran konsumsi pemerintah dengan menurunnya tingkat pengangguran dan sebagainya, maupun yang bersifat hubungan fungsional (saling mempengaruhi), misalnya hubungan antara pendapatan dengan pengeluaran konsumsi dan investasi, hubungan antara pendapatan dengan pengeluaran konsumsi dan tabungan, dan sebagainya. Secara matematis hubungan fungsional tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :

Sumber :

https://astalift.co.id/alasan-android-one-kini-motori-perangkat-menengah/