shadow

Faktor Budaya terhadap Pola Konsumsi

Faktor Budaya terhadap Pola Konsumsi

Faktor Budaya terhadap Pola Konsumsi

Faktor Budaya terhadap Pola Konsumsi
Faktor Budaya terhadap Pola Konsumsi

An Empirical Investigations of Cultural Factors and Consumption Patterns Correlates in The South-South Geopolitical Zone of Nigeria.

Karya: Hart O. Awa, M.Sc., MBA., et. al.

PENDAHULUAN

Pola Konsumsi menjadi satu bahasan yang tidak pernah habisnya untuk didiskusikan dan dilakukan penelitian secara mendalam. Beragamnya latar belakang konsumen cenderung mempengaruhi pola konsumsi dari konsumen tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi pola konsumsi seseorang adalah faktor-faktor kultural yang dimiliki atau berada di sekitar konsumen tersebut.

RINGKASAN PAPER

Paper karya Hart O. Awa et. al yang berjudul An Empirical Investigations of Cultural Factors and Consumption Patterns Correlates in The South-South Geopolitical Zone of Nigeria  mencoba menguraikan hasil penelitian tentang pengaruh faktor budaya seperti kebiasaan, keyakinan dan nilai-nilai terhadap pola konsumsi atas permen karet, pakaian tradisional, pakaian pernikahan dan upacara pemakaman di Zona Geopolitik Selatan bagian Selatan Nigeria.

Setiap ekonomi, negara, politik, organisasi kerja, masyarakat, dan keluarga / rumah tangga memiliki beberapa ukuran keunikan dan mungkin kesamaan dalam norma-norma, tabu, keyakinan, sistem, cerita rakyat, dll; yang biasanya mencerminkan cara-cara umum kehidupan masyarakat, terutama perilaku konsumsi mereka.

Wanita Prancis rata-rata hampir dua kali menggunakan kosmetik dan alat kecantikan lainnya. Perempuan Tanzania tidak akan memberikan telur untuk anak-anak mereka karena takut botak atau impoten. Bahkan dalam organisasi, keputusan sering mencerminkan latar belakang budaya dari pembuat keputusan (Awa, 2003) dan budaya itu sendiri memiliki hubungan yang kuat dengan kinerja keuangan perusahaan (Kotter dan Heskett, 1992; Van de Posting et al, 1998), orientasi pasar, dan keunggulan kompetitif (Sadri dan Lees, 2001).

Zona Geopolitik Selatan bagian Selatan Nigeria adalah daerah bagian dari wilayah Delta Niger, yang terdiri dari enam negara-Akwa Ibom, Cross River, Bayelsa, Rivers, Delta, dan Edo. Zona ini sangat memberikan kontribusi untuk Ekonomi Nigeria melalui minyak dan gas yang belum mendapatkan perhatian pemerintah, sehingga saat ini sering dijadikan sebagai rumah militan beraksi, penculikan, dan penyanderaan. Zona GeoPolitik Selatan bagian selatan Nigeria memiliki atribut budaya berbeda yang membedakannya dengan yang zona geo-politik lainnya di Nigeria dan mengakomodasi beberapa etnis negara besar dan kecil dengan perbedaan budaya, yang sering nampak dalam pola konsumsi mereka.

Secara khusus, warisan budaya yang unik mereka sebagian besar berkaitan dengan cara berpakaian, hiburan, pendidikan, peran jender, bahasa, pekerjaan, ritual pemakaman, estetika, norma, sistem nilai, biaya pernikahan, dll. Misalnya, konsumsi atas pakaian tradisional dan pakiana pernikahan mendapat perhatian yang lebih dari masyarakat untuk ditampilkan dalam sebuah festival atau upacara dan mereka berupaya untuk mencapainya sekalipun harus mengorbankan kebutuhan lainnya.

Demikian pula dengan upacara pemakaman dianggap sangat penting bagi orang Selatan-Selatan sebagai referensi mereka dan memberikan penghormatan kepada anggota masyarakat yang meninggal. Secara umum, upacara dan ritual yang dilakukan mereka untuk menghormati dan / atau menguburkan orang mati mungkin memiliki kemiripan akan tetapi dalam beberapa kasus berbeda tergantung pada negara dan rakyat.

Sumber : https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/seva-mobil-bekas/

The Considerations for Global Branding

The Considerations for Global Branding

The Considerations for Global Branding

The Considerations for Global Branding
The Considerations for Global Branding

Cross-country gaps in brand equity may be due to any of the following factors :

  1. HISTORY. By necessity, brands that have been around for a long time tend to have much more familiarity among consumers than latecomers. usually, early entrants also will have a much more solid brnad image if they have used a consistent positioning strategy over the years.
  2. COMPETITIVE CLIMATE. the battlefield varies from country to country. in some countries the brand faces only a few competitors. in others the brand constantly has to break through the clutter and combat scores of competing brands that nibble away at its market share
  3. MARKETING SUPPORT
  4. CULTURAL RECEPTIVITY TO BRANDS. Brand receptivity is largely driven by risk aversion. within Europe, countries such as Spain and Italy are much more receptive toward brand names than Germany or France. the study found that the impact of a brand’s credibility as a signal of quality on consumers’ brand choice is larger in high uncertainty avoidance and high-collectivist cultures.
  5. PRODUCT CATEGORY PENETRATION. a final factor is the salience of the product category in which the brand competes. because of lifestyle differences, a given category will be established much more solidly in some countries than in others. in general, brand equity and product salience go together : the higher the product usage, the more solid will be the brand equity

source : GLOBAL MARKETING MANAGEMENT – Masaaki Kotabe & Kristiaan Helsen – 2011 – page 365

Sumber : https://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/seva-mobil-bekas/

TENSES

TENSES

TENSES

TENSES
TENSES

Didalam bahasa inggris terdapat 12 tenses yang biasa digunakan, kedua belas tenses tersebut adalah:

  1. Simple Present Tense
  2. Present Progresive Tense (Present Continues Tense)
  3. Simple Past Tense
  4. Past Progressive Tense (Past Continues Tense)
  5. Present Perfect Tense
  6. Present Perfect Progresive Tense (Present Perfect Continues Tense)
  7. Past Perfect Tense
  8. Past Perfect Progresive Tense (Past Perfect Continues Tense)
  9. Future Tense
  10. Future Progresive Tense (Future Continues Tense)
  11. Future Perfect Tense
  12. Future Perfect Progresive Tense (Future Perfect Continues Tense

Namun pada penulisan ini saya akan membahas 8 tenses saja yaitu yang terdapat pada point 1 sampai 8.

1. Simple Present Tense

Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang berlangsung pada waktu sekarang yang merupakan suatu kebiasaan (habitual action) atau suatu kebenaran yang tidak bisa dipungkiri (general truth) dalam bentuk sederhana.

Keterangan / adverbs yang biasa digunakan adalah:

  • Always
  • Seldom
  • Usually
  • Everyday
  • Often
  • Never
  • Sometimes

Baca Juga :

SOAL TOEFL

SOAL TOEFL

SOAL TOEFL

SOAL TOEFL
SOAL TOEFL

Dibawah ini merupakan contoh-contoh soal TOEFL. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian yang membaca :).

Directions : In questions 1-15 each sentence has four words or phrases underlined. The four underlined parts of the sentence are marked (A), (B), (C), and (D). You are to identify the one underlined word or phrase that should be corrected.

soal toefl 1 bener

Answer (B), the underlined word on is the wrong preposition. Therefore, the sentence should read, “Cubism began in 1907 and became one of the most influential movements in modern art.”

Image

Answer (A), the underlined word much, would not be accepted in carefully written English; the word many is used with the prular people. Therefore, the sentence should read, “Many retired people moved to Miami from other parts of the United States because of the healthful climate of southeastern Florida.”

Image

Answer (C), the underlined word was, would not be accepted in carefully written English, the plural from were should be used because substances is plural. Therefore, the sentence should read, “A mineral is made up of substances that were never alive.”

Image

Answer (C), the underlined word them, the ponoun should be reflexive. Therefore, the sentence should read, “The men and women who pushed the frontier westward across America probably never thought of themselves as brave pioneers.”

Image

Answer (A), the underlined word noise, an adjective, and is needed to describe “birds”, not a noun. Therefore, the sentence should read, “Parrots are sociable, noisy birds that live chiefly in forested areas in lowlands and mountains.”

Image

Answer (B), the underlined word most sure, is the correct superlative form. Therefore, the sentence should read, “Horses once provided the fastest and surest way to travel on land.”

Image

Answer (B), the underlined usually and generally, the two words have the same meaning, used together they are redundant. Therefore, the sentence should read, “The bottom of a valley is called its floor which usually or generally slopes gradually in one direction.”

Image

Answer (A), the underlined which, who is used with people. Therefore, the sentence should read “Persons who have been hypnotized may not remember what happened while they were in a hypnotic france.”

Image

Answer (C), the underlined minerals, mineral is acting as an adjective and can’t take the plural form. Therefore, the sentence should read “Idaho’s natural resources include fertile soil, rich mineral deposits, thick forests, and abundant water.

Image

Answer (C), the underlined them, leisure time is the referent and is singular. Therefore, the sentence should read “Most Americans have a great deal of leisure time and they spend them in a variety of ways.”

Image

Answer (A), the underlined a, the indefinitearticle an is needed before a vowel sound. Therefore, the sentence should read, “Hibernation is an inactive, sleeplike state that some animals enter during winter.”

Image

Answer (D), the underlined annually, annual is an adjective and is needed. Therefore, the sentence should read “In the United States, pertunias are cultivated widely as annual garden flowers.”

Image

Answer (A), the underlined to take, an infinitive never follows a modal. Therefore, the sentence should read “Today, a person can take a picture simly by aiming the camera and pressing a button.”

Image

Answer (C), the underlined differ, the verb, must agree with the subject, “each “ which is singular. Therefore, the sentence should read “Each of the more than three hundred and fifty thousand species of plants differs from every other species in one or more ways.”

Image

Answer (B), the underlined for longer time, for a longer time an article is needed. Therefore, the sentence should read “A space station is designed so that many people can live and work in orbit for a longer time than they could in an ordinary, crowded spacecraft.”

SUMBER : Steinberg, Roberta. Precentice-Hall’s Practice Test For The TOEFL. Precentice-Hall, Inc. 1987. New Jersey

Sumber : http://riskyeka.web.ugm.ac.id/seva-mobil-bekas/

TUGAS SOFTSKILL KE-3

TUGAS SOFTSKILL KE-3

TUGAS SOFTSKILL KE-3

TUGAS SOFTSKILL KE-3
TUGAS SOFTSKILL KE-3

soal 1

Jawabannya adalah D. Seharusnya menggunakan either karena setelah negative auxiliary atau be diikuti dengan either. Jadi kalimat yang benar adalah “This table is not sturdy enough to support a television, and that one probably isn’t either.”

soal 2

Jawabannya adalah A. seharusnya was hit karena kalimat tersebut merupakan kalimat passive. Jadi kalimat yang benar adalah “The bridge was hit by a large ship during a sudden storm last week”.

soal 3

Jawabannya adalah A. seharusnya menggunakan a. memang ada aturan yang mengatakan bahwa A, I, U, E, O diawali dengan artikel an. Tetapi dalam hal ini, yang dihitung adalah bunyinya.  / /ə ju:niˈvɜ:sɪti/  /. Jadi kalimat yang benar adalah “When a university formulates new regulations, it must relay its decision to the students and faculty.”

soal 4

Jawabannya adalah A. Seharusnya are karena dalam kalimat tersebut mengandung arti jamak. Jadi kalimat yang benar adalah “There are some scissors in the desk drawer in the bedroom if you need them.”

soal 5

Jawabannya adalah B. seharusnya menggunakan many karena kata many digunakan untuk benda yang dapat dihitung. Dalam kalimat tersebut objeknya adalah orang, orang dapat dihitung. Jadi kalimat yang benar adalah “There were so many people trying to leave the burning building that the police had a great deal.”

Sumber : https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/seva-mobil-bekas/

Teknik Dasar Lompat Jauh

Teknik Dasar Lompat Jauh

Teknik Dasar Lompat Jauh

Teknik Dasar Lompat Jauh
Teknik Dasar Lompat Jauh

1. Teknik Awalan (Approach)

Awalan yang dimaksud di sini adalah persiapan atau ancang-ancang sebelum seseorang melakukan tolakan. Agar daya ungkit tolakan menjadi besar, maka teknik awalan dilakukan dengan berlari secepat mungkin namun tetap menjaga keseimbangan.

Jika kita ilustrasikan, awalan bisa kita anggap sebagai upaya memperoleh kecepatan horizontal maksimal yang selanjutnya diubah menjadi kecepatan vertikal setelah melakukan tolakan.

Umumnya, jarak awalan yang baik itu sekitar 40-45 meter. Jarak ini sebenarnya relatif, tergantung dari kemampuan si atlet untuk mengeksplorasi kecepatan larinya sendiri.

  • Jarak awalan sekitar 30-35 meter atau kurang dari itu : ditujukan bagi pelompat yang bisa/enak melakukan lompatan maksimal dengan jarak pendek.
  • Jarak awalan sekitar 30-45 meter atau lebih dari itu : ditujukan bagi pelompat yang bisa/enak melakukan lompatan maksimal dengan jarak relatif jauh.

Cara Melakukan Teknik Dasar Awalan Olahraga Lompat Jauh :

  1. Menyesuaikan jarak ancang-ancang untuk melompat disesuaikan dengan kebiasaan, apakah ingin melakukan dengan jarak pendek atau panjang (lebih baik kurang dari 50 meter).
  2. Posisi saat berdiri di titik awal bisa dilakukan dengan kaki sejajar atau salah satu berada di depan, tergantung kebiasaan (yang paling enak & rileks).
  3. Melakukan sprint dimulai dengan perlahan (tidak tergesa-gesa) untuk menjaga keseimbangan kemudian dilanjutkan dengan lari cepat.
  4. Kecepatan ini harus tetap dijaga bahkan sebaiknya dipercepat hingga sesaat sebelum melakukan tolakan.
  5. Ketika sobat telah mencapai kecepatan maksimal, sekitar 3-4 terakhir bertumpu gerakan kaki dilepas secara spontan tanpa mengurangi kecepatan sebelumnya. Dalam hal ini, sobat harus berkonsentrasi dan memfokuskan langkah kaki untuk melakukan tahapan selanjutnya, yaitu tolakan.

2. Teknik Tolakan/Menumpu (Take Off)

Teknik tolakan/menumpu dilakukan sebagai tahap untuk mengalihkan telapak kaki agar bisa lepas landas. Maksudnya, seorang atlet dapat mengandalkan lompatan berdasarkan kekuatan tolakan sehingga nantinya tubuh akan terangkat ke atas dan melayang di udara.

Gerakan ini menjadi gerakan yang penting dan perlu diperhatikan, karena tanpa tolakan yang kuat maka jarak yang dihasilkan tidaklah jauh. Tolakan yang lemah akan membuat badan tidak mampu melayang dengan tinggi sehingga jarak yang dihasilkan pun tidaklah jauh.

Lalu, bagaimana caranya melakukan tolakan yang baik dan benar ? Mari kita simak langkah-langkahnya….

  1. Pilihlah salah satu kaki yang paling kuat untuk dijadikan tumpuan ketika melakukan lompatan.
  2. Posisi badan harus diberi gerakan tolakan dari belakang ke depan dengan sekuat tenaga. Sesaat sebelum melakukan tolakan, usahakan badan condong ke belakang. Namun perlu diperhatikan bahwa posisi badan tidak boleh terlalu condong agar posisi tubuh tetap seimbang.
  3. Lakukan tolakan tepat di papan tolakan (start) agar tolakan lebih sempurna.
  4. Untuk mendapat hasil lompatan yang maksimal, langkah yang benar yaitu dimulai dari tumit, kemudian telapak kaki, dan diakhiri telapak ujung kaki.
  5. Ayunkan kaki menuju ke depan atas hingga setinggi pinggul dengan posisi kaki sedikit ditekuk, kemudian bersamaan dengan mengayunkan kedua tangan.

3. Teknik Melayang (Flight)

Seperti yang sobat ketahui, perbedaan gaya terletak di sini. Yaps ! Ketika seorang atlet telah berada di udara dan melakukan teknik/gaya yang menurutnya paling sesuai.  Tujuannya tentu untuk mengefektifkan atau memaksimalkan lompatan.

Saat melakukan gerakan melayang, keseimbangan badan harus tetap terjaga. Umumnya atlet melakukan ayunan tangan untuk menjaga kesimbangan tubuh.

Adapun cara melakukan teknik dasar ini (berdasarkan masing-masing gaya) yaitu :

a.) Teknik Gaya Menggantung  (Hang Style/Schenepper)

  1. Pada awal tolakan, dada agak sedikit dibusungkan kemudian digerakan ke belakang.
  2. Biarkan kaki ayun tergantung lurus pada waktu menumpu.
  3. Kedua kaki dirapatkan kemudian diayunkan dari belakang ke depan.
  4. Posisi badan dan lutut saat di udara diayunkan ke arah depan dengan tenaga yang maksimal.
  5. Lalu, rentangkan kedua tangan lurus ke atas.

b.) Teknik Berjalan di Udara (Walking in the Air)

  1. Pada awal tolakan, dada sedikit dibusungkan.
  2. Ayunkan kedua tangan ke belakang seperti orang sedang berlari.
  3. Ayunkan ke dua kaki ke depan layaknya orang sedang berjalan.

c.) Teknik Gaya Jongkok (Tuck/Kauer)

  1. Pada awal tolakan, dada sedikit dibusungkan.
  2. Angkat lutut setinggi-tingginya disusul dengan kaki tumpu.
  3. Ayunkan kedua tangan dari belakang ke depan.
  4. Rapatkan kedua kaki lalu ayunkan dari belakang ke depan untuk persiapan mendarat.

Setelah sobat memahami langkah dari masing-masing gaya, sobat juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini ketika melayang di udara :

  • Keseimbangan adalah hal utama, jika tidak seimbang maka akan mengurangi hasil lompatan. Jadi, jagalah keseimbangan badan ketika sobat melayang di udara.
  • Udara adalah tantangan yang harus di hadapi seorang atlet lompat jauh, maka dari itu usahakan tahanan udara sekecil mungkin.
  • Semakin lama kita di udara, maka peluang kita akan semakin besar untuk memperoleh hasil yang maksimal. Jadi, usahakan melayang di udara selama mungkin.
  • Setelah melakukan teknik/gaya ketika melayang, sobat perlu mempersiapkan kaki dengan baik untuk pendaratan.

4. Teknik Mendarat (Landing)

Mendarat menjadi bagian akhir dalam lompat jauh. Bagian ini juga menjadi titik akhir dimana pijakan kaki seorang atlet akan dihitung jaraknya.

Dengan adanya teknik mendarat, seorang atlet diharapkan mampu mendarat dengan sempurna. Hal ini juga untuk menghindari kemungkinan badan/lengan jatuh ke belakang.

Adapun Teknik Dasar Mendarat Olahraga Lompat Jauh yaitu :

  1. Luruskan kedua lutut ke depan dan tekuklah sedikit pada bagian lengan.
  2. Ketika kedua kaki ingin menyentuh tempat pendaratan, posisi kaki harus berada di depan.
  3. Posisi badan dan lutut ketika ingin mendarat dalam keadaan relax.
  4. Lakukan pendaratan dengan kedua kaki mendarat secara bersamaan.
  5. Pada saat melakukan pendaratan, kedua tumit kaki menjadi tumpuan awal.
  6. Jika kedua tumit kaki telah mendarat, posisikan kedua tangan ke depan diikuti dorongan pinggul ke depan.
  7. Posisi badan sedikit membungkuk dalam keadaan tidak terlalu kaku agar dapat mendarat dengan sempurna.

^Ringkasan….

  • Menentukan jarak awalan dan melakukan lari lancang-ancang/awalan dengan kecepatan stabil.
  • Menolak sekuat-kuatnya dengan kaki terkuat tepat pada balok lompatan.
  • Ketika badan di udara, usahakan melayang selama mungkin dengan keadaan tubuh seimbang.
  • Mendarat dengan kedua kaki dan mengusahakan agar badan/lengan tidak jatuh ke belakang, sebab dapat merugikan hasil lompatan saat pengukuran.

Berakhirlah pembahasan kita kali ini. Sebaiknya teknik-teknik dasar lompat jauh di atas harus dikuasai dan dipahami sebaik-baiknya oleh sobat.

Dengan melakukan latihan secara berkala, akan memudahkan sobat untuk menguasai seluruh teknik dasar lompat jauh. Karena olahraga ini memerlukan rangkaian gerak yang baik, tentunya sobat juga harus meningkatkan kecepatan lari (sprint), keseimbangan dan kekuatan kaki untuk tolakan.


Baca Juga :

Penyebab Susah Konsentrasi

Penyebab Susah Konsentrasi

Penyebab Susah Konsentrasi

Penyebab Susah Konsentrasi
Penyebab Susah Konsentrasi

Ketika seseorang merasa kurang fokus

Atau sering lupa saat melakukan sesuatu pasti hal ini cukup mengganggu bagi dirinya, apalagi dalam mengerjakan tugas sekolah maupun kantor atau tugas-tugas lainnya.

Penyebab paling umum dari gangguan konsentrasi dan sering lupa adalah stress atau kecemasan. kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan metode relaksasi dan gaya hidup sehat. Namun ada juga hal – hal lain yang bisa menjadi penyebab seseorang sulit konsentrasi dan mudah lupa, diantaranya adalah : 

1. Depresi
Salah satu gejala depresi adalah kurang fokus dan kurang konsentrasi. Jika kadar depresi tergolong berat bisa membuat seseorang tidak bisa bekerja atau belajar secara efektif dan bahkan memerlukan perawatan medis.

2. Kurang Tidur
Pola tidur yang terganggu bisa membuat seseorang tidak fokus melakukan aktifvitas sehari – hari bahkan dihari – hari berikutnya. Gangguan tidur yang berkepanjangan perlu bantuan dokter untuk mengetahui penyebab lebih lanjut yang mendasarinya.

3. Penyalahgunaan Alkohol dan Narkotika.
Ketergantungan alkohol dan narkotika dapat menyebabkan otak berfungsi kurang maksimal, sehingga membuat seseorang sulit untuk fokus dan berkonsentrasi.

4. Perubahan Hormon
Perubahan hormon yang biasa terjadi pada wanita yang tengah hamil atau menjelang menstruasi bisa membuat ia kurang fokus dan mudah lupa.

5. Menopouse
Menopouse bisa menyebabkan gangguan sementara pada ketajaman mental yang mempengaruhi kemampuan konsentrasi seseorang.

6. Gangguan Tiroid
Jika hormon tiroid tidak aktif berproduksi bisa mengakibatkan perubahan dalam aktivitas sel otak yang mempengaruhi otak untuk beraktivitas dan berkonsentrasi.

7. Anemia
Gelaja anemia atau kurang darah adalah lemah dan mudah lelah, ini akibat oksigen tidak di angkut dengan benar dalam tubuh. Kurangnya oksigen ini bisa mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir dan berkonsentrasi. Kondisi ini bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup yang sehat dan mengkonsumsi suplemen gizi.

Cedera Kepala

Cedera ringan dikepala bisa menyebabkan kebingungan sementara. Namun jika cederanya serius bisa menyebabkan kerusakan permanen yang membuat seseorang sulit konsentrasi.

Demensia

Penyakit alzheimer menyebabkan kerusakan di oatk dan tanda-tanda pertamanya adalah kehilangan memori atau sering lupa.

 Stroke

Sroke mengakibatkan masalah pada aliran darah yang menyebabkan perubahan pada organ seperti kehilangan memori atau gagal untuk konsentrasi. Umumnya terapi okupasi bisa membantu membangun kembali beberapa keterampilan mental.


Sumber: https://solidaritymagazine.org/bloody-west-apk/

PEMBAHASAN METODE PROYEK

PEMBAHASAN METODE PROYEK

METODE PROYEK
METODE PROYEK

Pengertian Metode Proyek (Project Method)

Kata proyek berasal dari kata latin yaitu: proyektum yang berarti maksud tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti: merancang, merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang baik di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya.

Dengan kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan memberikan kegiatan belajar kepada siswa, dengan memberikan kepada siswa untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar berencana di dalam tugas-tugasnya.[1]


Selain itu metode ini disebut juga dengan teknik pengajaran unit. Anak didik disuguhi bermacam-macam masalah dan anak didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut dengan mengikuti langkah-langkah tertentu secara ilmiah, logis dan sistematis. Cara demikian adalah teknik yang modern, karena murid tidak dapat begitu saja menghadapi persoalan tanpa pemikiran-pemikiran ilmiah.

Tujuan metode ini adalah untuk melatih anak didik agar berpikir secara ilmiah, logis dan sistematis. Sekolah pada hakikatnya berkewajiban mempersiapkan anak didiknya agar tidak canggung hidup di tengah-tengah masyarakat yang banyak sekali masalah-masalah yang akan ditemuinya. Oleh karenanya guru berkewajiban melatih anak didik untuk memberikan kemampuan teknik menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat.

Pusat kegiatan metode ini terletak pada anak didik, dan guru berfungsi sebagai pembimbing mekanisme kerja anaka didik dengan bekerja bersama-sama. Namun demikian karena tiap-tiap anak didik mempunyai minat masing-masing, maka dapat pula anak didik secara individual dalam hal-hal tertentu menghadapi masalah itu sendiri sesuai dengan minat yang dipilihnya.


Metode proyek ini untuk pertama kalinya, diperkenalkan oleh John Dewey. Yang kemudian dikembangkan oleh W.H.Kilpatrik. Di Eropa abad XX ini giat sekali mengembangkan metode proyek ini. Di Indonesia metode proyek ini telah mendapat perhatian yang besar dari kalangan pembaharuan pendidikan dan pengajaran.

Langkah-langkah yang ditempuh melalui metode proyek ini yaitu:

Pertama           : Merencanakan proyek yang akan dilaksanakan. Misalnya: berapa kali kita melakukan proyek selama satu tahun.

Kedua             : Pengalokasian waktu, dengan mnghitung berapa minggu diadakan proyek dalam satu tahun. Misalnya untuk sementara waktu tiga kali dalam satu tahun sudah mencukupi. Tiap-tiap masa belajar 2 ½ bulan lamanya, diselingi masa proyek kira-kira satu bulan.[2]

  1. Keunggulan Metode Proyek:
  1. Dengan pengajarn proyek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri.
  2. Melalui metode proyek membrikan kesempatan kepada setiap siswa, untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari.
  3. Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa.
  4. Dapat menumbuhkan sikap social dan kerja sama yang baik.
  5. Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiha dalam berkarya.

  1. Kekurangan Metode Proyek:
  1. Memerlukan perencanaan yang matang.
  2. Tidak semua guru dapat merencanakan dengan metode proyek. Sebab dengan metode ini guru dituntut kerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara sederhana.
  3. Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa.
  4. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih sulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri.
  5. Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana, disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan financial.
  1. Metode Proyek (Unit) tepat di pergunakan:
  2. Apabila pelajaran dimaksudkan untuk memberikan kesadaran yang kuat kepada anak tentang perlunya kerja sama antara sekolah dan masyarakat.
  3. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih anak bersikap demokratis.
  4. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih anak untuk ikut serta memecahkan problema yang ada di masyarakat.
  1. Segi Positif
  2. Dengan metode proyek berarti beberapa metode mengajar tercakup dalam unit (proyek).
  3. Unit sesuai dengan pendapat baru tentang cara belajar.
  4. Mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat.

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Arti Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
  1. Pengertian dan Tujuan Pancasila

Kita sangat bersyukur karena Para pendahulu kita dan Para Pendiri Republik Indonesia ini dapat merumuskan secara jelas apa sesungguhnya pandangan hidup bangsa Indonesia ini, yang kemudian dinamakan dengan Pancasila, seperti yang ditunjukkan dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1978, Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, dasar negara dan sebagai sistem filsafat. Disamping itu, Pancasila sekaligus sebagai tujuan hidup bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan pandangan hidup , kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah berurat akar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan jika dapat dikembangkan keselarasan dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia pribadi, atau hidup sebagai makhluk sosial, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan tuhannya.

Pancasila sudah merupakan pandangan hidup dan sebagai sistem filsafat yang berakar dalam kepribadian bangsa, maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegaraan. Hal ini tampak dalam sejarah, meskipun dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda, namun dalam tiga buah UUD yang pernah kita miliki. Pancasila selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional, Pancasila selalu menjadi pegangan bersama pada saat-saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa kita, yang merupakan bukti sejarah bahwa pancasila memang selalu dikehendaki oleh bangsa Indonesia sebagai dasar negara dan sebagai sistem filsafat. Dasar negara ini jelas dikehendaki oleh seluruh rakyat Indonesia, karena ia sebenarnya telah tertanam dalam kalbunya rakyat Indonesia, oleh karena itu ia juga merupakan dasar negara yang mampu mempersatukan rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai sistem filsafat atau sebagai dasar negara kita merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara kita. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa indonesia dapat mempersatukan kita, serta memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan bathin dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya.
Rumusan Pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 itulah yang kita gunakan, sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam sidang PPKI.
Seperti yang ditujukkan oleh ketetapan MPR No. II/MPR1978, Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Bagi bangsa Indonesia tidak ada keraguan sedikitpun mengenai kebenaran dan ketetapan Pancasila sebagai pandangan hidup sebagai sistem filsafat dan dasar negara.
Pancasila menjadi landasan dan falsafah dasar negara telah membuktikan dirinya sebagai wadah yang dapat menyatukan bangsa. Dengan Pancasila bangsa Indonesia diikat oleh kesadaran sebagai satu bangsa dan satu negara. Pancasila memberikan ciri khas dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila adalah dasar moral dan dasar politik  untuk dan dalam menyelenggarakan pemerintah negara dan pembangunan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan sumber dasar perundang- undangan dimana kehidupan kenegaraan bangsa kita diatur dan diselenggarakan. Ia merupakan prinsip dasar cita-cita kemasyarakatan kearah mana bangsa dibangun dan dikembangkan. Dengan kata lain Pancasila  adalah dasar tujuan pembangunan bangsa dan ideologi bangsa.
Rumusan Pancasila sebagai dasar Falsafah negara Republik Indonesia tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan sistematika sebagai berikut :
–         Ketuhanan yang Maha Esa
–         Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
–         Persatuan Indonesia
–         Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
–         Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
–         Ketuhanan yang Maha Esa
Dengan sila Ketuhanan yang Maha Esa, bangsa Indonesia menyatakan ketaqwaan terhadap tuhan yang Maha Esa dan oleh karenanya manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap tuhan yang Maha Esa sesuai dengan tuntunan ajaran agama masing-masing.
–         Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab manusia diakui dan perlakukan sesuai dengan harkat dan martabat selaku makhluk tuhan yang Maha Esa mempunyai derajat, hak dan kewajiban yang sama tanpa adanya perbedaan mengenai suku, agama, status sosial dan lain sebagainya.
–         Persatuan Indonesia
Sila persatuan indonesia adalah sila yang mendasari semangat persatuan demi kesatuan bangsa bagi keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi maupun golongan. Dengan demikian manusia Indonesia rela berkorban bagi tegaknya bangsa dan negara. Dari semangat ini maka akan tampil wajah manusia Indonesia yang cinta terhadap tanah air.
–         Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan adalah dasar bagi manusia indonesia selaku warga negara maupun selaku warga masyarakat untuk memperoleh kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dimata hukum. Dengan demikian indonesia tetap berjalan pada iklim Demokrasi yang penuh dengan semangat kekeluargaan.
–         Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia  adalah dasar bagi terciptanya suasana dalam masyarakat indonesia yang suka bergotong royong penuh dengan semangat kekeluargaan. Dari dokumen sejarah dapat dibuktikan bahwa demi Kemerdekaan dan persatuan bangsa pada waktu itu, dari pihak non Islam keberatan maka Para tokoh Islam pada saat itu telah setuju dengan penghapusan tujuh kata setelah kata  “ketuhanan” dengan menggantikannya dengan rumusan “ketuhanan yang Maha Esa”. Dengan demikian Pancasila sekarang menjadi dasar negara Republik Indonesia bukanlah Pancasila hasil konsensus tanggal 22 juni 1945 tetapi hasil perubahan dari Pancasila piagam jakarta yang telah disetujui tanggal 18 Agustus 1945.
  1. B. Filsafat Pancasila
filsafat Pancasila adalah usaha manusia yang sadar melalui akal dan pengalaman secara kritis, mendasar , terpadu dan radikal mencari dan menemukan hakikat kenyataan dan kebenaran Pancasila. Filsafat Pancasila adalah filsafat yang mempunyai obyek Pancasila, yaitu obyek Pancasila yang benar dan sah sebagai mana tercantum didalam pembukaan UUD 1945 alenia ke-4.
  1. C. Kesatuan Sila-Sila Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Sila-sila Pancasila merupakan satu kesatuan yang  bulat dan utuh karena masing-masing sila dari Pancasila tidak dapat dipahami dan diberi arti secara terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya memahami atau meberi arti setiap sila Pancasila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan menimbulkan pengertian yang keliru dan salah tetang Pancasila.

Baca Juga :

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Karakteristik Pajak Pertambahan Nilai

  1. Pajak Objektif. Yang dimaksud dengan pajak objektif adalah suatu jenis pajak yang timbulnya kewajiban pajaknya sangat ditentukan oleh objek pajak. Keadaan subjek pajak tidak menjadi penentu kecuali untuk kasus tertentu.
  2. Dikenakan pada setiap rantai distribusi (Multi Stage Tax). Sepanjang suatu transaksi memenuhi syarat sebagaimana disebutkan dalam angka 2, maka pihak PKP Penjual berkewajiban memungut PPN atas transaksi yang terjadi dan kemudian menyetorkan ke Kas Negara dan melaporkannya.
  3. Menggunakan mekanisme pengkreditan. Sesuai dengan namanya maka pada hakekatnya PPN hanya dikenakan atas nilai tambah yang terjadi atas BKP karena adanya proses pabrikasi maupun distribusi. Oleh karena itu PPN yang terutang dalam suatu Masa Pajak diperhitungkan terlebih dahulu dengan PPN yang telah dibayarkan oleh PKP pada saat pembelian bahan baku dan faktor produksi lainnya, sehingga meskipun PPN dikenakan beberapa kali namun tidak menimbulkan efek pajak berganda.
  4. Merupakan pajak atas konsumsi dalam negeri. Oleh karena itu salah satu syarat dikenakannya PPN atas suatu transaksi adalah bahwa BKP/JKP dikonsumsi di dalam Daerah Pabean. Hal inilah yang mendasari pengenaan PPN dengan tarif 0% atas kegiatan ekspor sedangkan untuk kegiatan impor tetap dikenakan PPN 10%.
  5. Merupakan beban konsumen akhir. PPN merupakan pajak tidak langsung sehingga beban pajaknya bisa dialihkan oleh PKP. Pengenaan PPN yang dilakukan beberapa kali tidak menjadi beban PKP karena beban PPN tersebut pada akhirnya akan dialihkan kepada konsumen yang menikmati BKP pada rantai terakhir.
  6. Netral terhadap persaingan. PPN bukan merupakan beban yang menambah harga pokok penjualan karena PPN menganut sistem pengkreditan yang memungkinkan PPN yang dibayarkan pada saat pembelian diperhitungkan dengan PPN yang harus dipungut saat penjualan.
  7. Menganut destination principle. Untuk menentukan suatu transaksi dikenakan PPN atau tidak, terlebih dahulu harus dilihat di negara mana pihak konsumen berada. Apabila konsumen berada di luar negeri maka transaksi tersebut tidak dikenakan PPN karena PPN adalah pajak atas konsumsi dalam negeri.

Dasar Hukum

  1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 yang tetap dinamakan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai 1984.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 143 Tahun 2000 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 tentang Jenis Barang dan Jasa yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 145 Tahun 2000 tentang Kelompok Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2006.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 146 Tahun 2000 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu dan atau Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2003.
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2001 tentang Impor dan atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007.

Istilah Umum

  1. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan, dan ruang udara diatasnya serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan Landas Kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
  2. Barang adalah barang berwujud, yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud.
  3. Barang Kena Pajak adalah barang sebagaimana dimaksud dalam huruf b yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang ini.
  4. Penyerahan Barang Kena Pajak adalah setiap kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam huruf c.
  5. Jasa adalah setiap kegiatan pelayanan berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum yang menyebabkan suatu barang atau fasilitas atau kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai, termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan.
  6. Jasa Kena Pajak adalah jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf e yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang ini.
  7. Penyerahan Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan pemberian Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam huruf f.
  8. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
  9. Impor adalah setiap kegiatan memasukkan barang dari luar Daerah Pabean ke dalam Daerah Pabean.
  10. Pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean karena suatu perjanjian di dalam Daerah Pabean.
  11. Ekspor adalah setiap kegiatan mengeluarkan barang dari dalam Daerah Pabean ke luar Daerah Pabean.
  12. Perdagangan adalah kegiatan usaha membeli dan menjual, termasuk kegiatan tukar menukar barang, tanpa mengubah bentuk atau sifatnya.
  13. Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap, dan bentuk badan lainnya.
  14. Pengusaha adalah orang pribadi atau Badan sebagaimana dimaksud dalam huruf m yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean, melakukan usaha jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean.
  15. Pengusaha Kena Pajak adalah Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam huruf n yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang ini, tidak termasuk Pengusaha Kecil yang batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.
  16. Menghasilkan adalah kegiatan mengolah melalui proses mengubah bentuk atau sifat suatu barang dari bentuk aslinya menjadi barang baru atau mempunyai daya guna baru, atau kegiatan mengolah sumber daya alam termasuk menyuruh orang pribadi atau badan lain melakukan kegiatan tersebut.
  17. Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau Nilai Lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang.
  18. Harga Jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang ini dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
  19. Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pemberi jasa karena penyerahan Jasa Kena Pajak, tidak termasuk pajak yang dipungut menurut Undang-undang ini dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
  20. Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang-undang ini.
  21. Pembeli adalah orang pribadi atau badan yang menerima atau seharusnya menerima penyerahan Barang Kena Pajak dan yang membayar atau seharusnya membayar harga Barang Kena Pajak tersebut.
  22. Penerima jasa adalah orang pribadi atau badan yang menerima atau seharusnya menerima penyerahan Jasa Kena Pajak dan yang membayar atau seharusnya membayar Penggantian atas Jasa Kena Pajak tersebut.
  23. Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak, atau bukti pungutan pajak karena impor Barang Kena Pajak yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
  24. Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak dan atau penerimaan Jasa Kena Pajak dan atau pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan atau impor Barang Kena Pajak.
  25. Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, atau ekspor Barang Kena Pajak.
  26. Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.
  27. Pemungut Pajak Pertambahan Nilai adalah bendaharawan Pemerintah, badan, atau instansi Pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk memungut, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang oleh Pengusaha Kena Pajak atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak kepada bendaharawan Pemerintah, badan, atau instansi Pemerintah tersebut.

Sumber: http://ojel.student.umm.ac.id/seva-mobil-bekas/