shadow

Individu berasal dari kata latin adalah

Individu berasal dari kata latin adalah

Individu berasal dari kata latin adalah

Individu berasal dari kata latin adalah
Individu berasal dari kata latin adalah

Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu adalah sebutan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” atau “kelompok kerabat”. Keluarga adalah suatu lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut : Fungsi Pendidikan, Fungsi Sosialisasi Anak, Fungsi Perlindungan, Fungsi Perasaan, Fungsi Religius, Fungsi Ekonomis, Fungsi Rekreatif,  Fungsi Biologis, dan Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman diantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Definisi masyarakat menurut Karl Marx adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi. Ada 2 golongan masyarakat, yaitu : Multikulturalisme dan Masyarakat Majemuk.

Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah suatu aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan atau memiliki suatu hubungan yang erat serta adanya keterkaitan antara satu dengan yang lain. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia. Internalisasi belajar dan sosialisasi merupakan proses peresapan pengetahuan ke dalam pikiran.

Pertumbuhan (Growth) mempunyai arti yaitu suatu perubahan secara kuantitatif selama siklus hidup tanaman yang bersifat tak terbalikkan (Irreversible). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan, yaitu : Pendirian Nativistik, Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik, Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme, dan Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi.

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Proses Terjadinya Urbanisasi di karenakan beberapa faktor urbanisasi, antara lain :

  1. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
  2. Kehidupan kota yang lebih modern
  3. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  4. Banyak lapangan pekerjaan di kota
  5. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
  6. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
  7. Lahan pertanian semakin sempit
  8. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  9. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  10. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  11. Diusir dari desa asal
  12. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
  13. Keuntungan Urbanisasi
  14. Memoderenisasikan warga desa
  15. Menambah pengetahuan warga desa
  16. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
  17. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

Baca Juga : 

Pemuda adalah

Pemuda adalah

Pemuda adalah

Pemuda adalah
Pemuda adalah

Pemuda adalah golongan manusia-manusia yang masih muda dan memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung. Maksud dari pola pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan hal ini sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu, serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud. Permasalahan umum yang sering dihadapi oleh generasi muda di Indonesia dewasa ini antara lain sebagai berikut :

  1. Terbatasnya lapangan kerja yang tersedia atau banyaknya pengangguran.
  2. Penyalahgunaan Obat Narkotika dan Zat Adiktif lainnya yang merusak fisik dan mental bangsa.
  3. Masih adanya anak-anak yang hidup menggelandang.
  4. Pergaulan bebas diantara muda-mudi yang menunjukkan gejala perilaku menyimpang.
  5. Masuknya budaya barat (Westernisasi Culture) yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang dapat merusak mental generasi muda.
  6. Pernikahan dibawah umur yang masih banyak dilakukan oleh golongan masyarakat, terutama di pedesaan.
  7. Masih merajalelanya kenakalan remaja dan permasalahan lainnya.

Beberapa potensi-potensi yang ada pada generasi muda dan perlu dikembangkan adalah :
a) Idealisme dan daya kritis
b) Dinamika dan kreatifitas
c) Keberanian mengambil resiko
d) Optimis kegairahan semangat
e) Sikap kemandirian dan disiplin murni
f) Terdidik
g) Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h) Patriotisme dan nasionalisme
i) Sikap kesatria

Kata sosialisasi berasal dari kata sosial. Kata  “sosial” digunakan untuk menunjukan sifat dari makhluk yang bernama manusia. Sehingga munculah ungkapan “manusia adalah makhluk sosial”. Hal ini berarti bahwa manusia harus hidup berkelompok dan bermasyarakat. Mereka tidak dapat hidup dengan baik kalau tidak berada dalam suatu  kelompok atau  masyarakat. Adapun media yang digunakan untuk ajang sosialisasi yaitu : Keluarga, Sekolah, Teman Sepermainan, dan Media Massa. Tujuan Sosialisasi adalah :

  1. Menumbuhkan disiplin
  2. Menanamkan aspirasi atau cita-cita
  3. Mengajarkan peran-peran sosial dan sikap-sikap penunjangnya
  4. Mengajarkan keterampilan sebagai persiapan dasar untuk berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa

Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Perguruan Tinggi adalah suatu tempat  yang didambakan, diimpikan, diharapkan, difavoritkan, dan dicintai oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat kampus pada khususnya. Di bangku Perguruan Tinggi, seseorang bisa mendapatkan, pengetahuan dan keterampilan, yang sesuatu dengan minat serta bakat mereka. Dengan demikian, proses pembelajaran bisa terjadi secara terarah dan di sesuaikan dengan apa yg diinginkan.  Inilah yg membedakan Perguruan Tinggi dengan pendidikan di tingkat sekolah. Ada beberapa jenjang di Perguruan Tinggi yaitu : Program Diploma, Sastra 1, Program Pasca Sarjana, dan Program Doktoral.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Pemerintah adalah

Pemerintah adalah

Pemerintah adalah

Pemerintah adalah
Pemerintah adalah

    Pemerintah adalah organisasi yang mengatur dan memimpin negara. Tanpa pemerintah tidak mungkin suatu negara dapat berjalan dengan baik. Pemerintah mempunyai tugas untuk menegakkan hukum dan memberantas kekacauan mengadakan perdamaian dan menyelaraskan kepentingan-kepentingan yang bertentangan. Beda Pemerintah dengan Pemerintahan :

  • Pemerintah adalah subjek atau dapat di katakan badan-badan legislatif, sedangkan
  • Pemerintahan adalah rangkaian badan legislatif beserta dengan kepemimpinannya.

Warga Negara adalah semua orang yang berdasarkan hukum negara di Indonesia diakui sebagai anggota dari negara Indonesia serta tunduk dan setia terhadap NKRI. Beberapa criteria untuk menjadi Warga Negara yaitu : Kelahiran, Pengangkatan, Dikabulkan permohonan, Pewarganegaraan (naturalisasi), Akibat perkawinan, dan Turut Ayah/Ibu.

Pengertian Hukum atau Ilmu Hukum adalah suatu sistem aturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah, atau otoritas melalui lembaga atau institusi hukum. Sifat hukum ada 2, yaitu : Imperative dan Facultative. Ciri-ciri hukum adalah :

  1. terdapat perintah ataupun larangan
  2.  perintah atau larangan tersebut harus dipatuhi oleh setiap orang

Pembagian Hukum dapat dilihat dari : Sumber Hukum, Menurut Formatnya,Tempat Berlakunya, Menurut Sifatnya, Menurut Wujudnya, Menurut Isinya, danMenurut Cara Mempertahankannya.

Aristoteles berpendapat bahwa Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama. 2 Tugas Utama Negara adalah:

  1. Mengatur dan menertibkan segala gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lainnya.
  2. Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan suatu tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan  negara.

Sifat-sifat negara yaitu : Sifat Memaksa, Sifat Monopoli, dan Sifat Mencakup Semua. Ada 3 bentuk negara yang dikenal hingga saat ini, yaitu : Negara Konfederasi, Negara Kesatuan, dan Negara Federasi. Adapun tujuan negara R. I terdapat dalam UUD 1945 alinea ke-4.

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Peringati Hari Pendidikan Nasional, FKOM Uniku Gelar International Seminar 2019

Peringati Hari Pendidikan Nasional, FKOM Uniku Gelar International Seminar 2019

Peringati Hari Pendidikan Nasional, FKOM Uniku Gelar International Seminar 2019

Peringati Hari Pendidikan Nasional, FKOM Uniku Gelar International Seminar 2019
Peringati Hari Pendidikan Nasional, FKOM Uniku Gelar International Seminar 2019

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Fakultas Ilmu Komputer Universitas

Kuningan (FKOM Uniku) gelar Seminar Internasional dengan Tema “Making a mobile application is easy as playing game”, Kamis, 2 Mei 2019 bertempat di Gedung Student Center Iman Hidayat Universitas Kuningan.

Ketua Pelaksana International Seminar 2019, Rizki Fauzan, menyampaikan seminar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional ini menghadirkan Narasumber dari Singapura dan Indonesia.

“Karena ini Seminar Internasional, jadi kami menghadirkan Narasumber dari Singapura yaitu Muhammad Shaamel selaku Sales Director. Selain itu, ada pula Narasumber dari Indonesia yaitu Dr. Yana Aditia Gerhana, ST., M.Kom., Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” jelas Rizki.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, S.H., M.H.,

berharap generasi muda dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin dan harus mulai beralih dari konsumen menjadi produsen.

“Dewasa ini, Android adalah teknologi yang sedang berkembang di dalam maupun di luar negeri. Sudah banyak aplikasi mobile yang beredar, tetapi kita hanya sebagai pengguna. Sudah saatnya kita untuk menjadi penciptanya. Untuk itu, mari kita sama-sama belajar,” ungkap Bupati Kuningan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Toni Kusumanto, AP, M. Si selaku kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekda Kabupaten Kuningan.

Lebih jauh, Bupati Kuningan berharap semangat Hari Pendidikan Nasional

dapat mendorong para pendidik untuk terus meningkatkan pendidikan di Indonesia.

“Hari ini, bertepatan dengan tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Semoga semangat Hari Pendidikan Nasional dapat terus memompa semangat kita dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia,” pungkas Toni yang sekaligus membuka acara International Seminar 2019. (nit/sep)

 

Baca Juga :

Dekan FKIP Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN)

Dekan FKIP Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN)

Dekan FKIP Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN)

Dekan FKIP Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN)
Dekan FKIP Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN)

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan

(Uniku) Yeyen Suryani, M.Pd., memimpin langsung upacara hari kesadaran nasional (HKN) yang dilaksanakan di Lapangan Rektorat Kampus I, Senin (17/06/2019).

Dalam amanatnya, Dekan FKIP Uniku Yeyen Suryani, M.Pd., mengatakan, dirinya mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya upacara hari kesadaran nasional diawal pasca libur lebaran Idul Fitri 2019.

“Saya sampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya upacara hari kesadaran nasional bulan Juni 2019 sehingga bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Tak lupa juga, dirinya megucapkan minnal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.

Hari ini, merupakan hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran selama dua

(2) minggu lamanya dan Upacara kesadaran ini adalah merupakan kewajiban dan keharusan bagi seluruh civitas akademika untuk dilaksanakan dan diikuti.

“Hari pertama kerja, Uniku tetap menyelenggarakan kegiatan upacara hari kesadaran nasional dikarenakan kewajiban dan keharusan bagi seluruh sivitas akademika untuk dilaksanakan dan diikuti,” ujarnya.

Lebih jauh, sambung mantan Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi (PE) FKIP Uniku, menjelaskan, bahwa Minggu ini juga adalah Minggu tenang atau sunyi dikarenakan tanggal 24 Juni 2019 mendatang itu akan dilaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) tahun akademik 2018 – 2019.

“Untuk itu, bagi para dosen yang pertemuannya masih kurang dibawah 14 kali,

Minggu ini yang dikatakan sebagai Minggu tenang atau sunyi bisa digunakan untuk melengkapi kekurangan pertemuan tersebut sehingga nantinya menjadi 14 kali pertemuan,” sambungnya.

Dijelaskannya, FKIP Uniku akhir bulan Juni ini juga akan mengupload semua persyaratan dan bukti pengajuan untuk membuka Prodi baru yaitu Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Insya Allah, akhir bulan Juni ini panitia pendirian Prodi baru PPG FKIP Uniku akan mengupload semua persyaratan dan buktinya. Semoga, semuanya bisa berjalan dengan lancar dan sukses sehingga nantinya bisa menyusul Prodi Ilmu Lingkungan yang dimiliki Fakultas Kehutanan (Fahutan), yang pada tahun ini sudah bisa beroperasi untuk merekrut mahasiswa baru,” terangnya. (Sep)

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

FKOM Uniku dan School of Computing UUM kembali Bersinergi

FKOM Uniku dan School of Computing UUM kembali BersinergiFKOM Uniku dan School of Computing UUM kembali Bersinergi

FKOM Uniku dan School of Computing UUM kembali Bersinergi

FKOM Uniku dan School of Computing UUM kembali BersinergiFKOM Uniku dan School of Computing UUM kembali Bersinergi
FKOM Uniku dan School of Computing UUM kembali Bersinergi

UNIKU JAYA – Empat peneliti dari School of Computing, Universiti Utara Malaysia

(UUM) melakukan kunjungan ke Universitas Kuningan, Kamis (18/07/2019). Kunjungan ini disambut baik oleh Rektor Universitas Kuningan, Dr. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Kuningan (Uniku), Dr. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., menyampaikan selamat datang pada keempat perwakilan Universiti Utara Malaysia (UUM) yang melakukan kunjungan ke Uniku.

“Saya sampaikan selamat datang kepada Prof. Dr. Huda Ibrahim selaku Dekan School of Computing

Universiti Utara Malaysia di kampus Universitas Kuningan. Semoga kunjungan ini dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi Prof. Dr. Huda Ibrahim beserta rengrengan,” ujar Dikdik.

Selanjutnya, Dikdik mengatakan bahwa kunjungan ini bukan kegiatan pertama yang dilakukan antara UUM dan Uniku. Bahkan, pekan lalu, 6 mahasiswa UUM tuntas melakukan International Outbound Mobility Programme selama satu minggu di Uniku.

“Sebenarnya pertemuan antara UUM dan Uniku ini bukan yang pertama. Bahkan, bisa dibilang, kerjasama antara UUM dan Uniku ini merupakan yang paling aktif karena sudah banyak program yang dilaksanakan bersama. Seminggu yang lalu, 6 mahasiswa program Doktoral UUM yang dipimpin oleh Ibu Haryani melakukan International Outbound Mobility Programme selama satu minggu di Uniku dan sekarang disambung dengan kunjungan dari Pusat Pengajian Perkomputeran,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, Dikdik berharap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan bersama

akan mampu mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin antara UUM dan Uniku serta dapat memberikan manfaat bagi kedua universitas.

“Mudah-mudahan berbagai kegiatan yang telah dilakukan akan mampu mempererat silaturahmi antara UNIKU dan UUM. Selain itu, semoga pertemuan ini akan bisa memberikan manfaat bagi kedua universitas, khususnya bagi Uniku yang memang sedang berupaya terus mengetahui dan terus belajar dari universitas-universitas yang lain,” harap Dikdik.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

Interaksi sosial menjadi kunci dalam hubungan sosial

Interaksi sosial menjadi kunci dalam hubungan sosial

Interaksi sosial menjadi kunci dalam hubungan sosial

Interaksi sosial menjadi kunci dalam hubungan sosial
Interaksi sosial menjadi kunci dalam hubungan sosial

Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan timbal balik berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan – aturan dan nilai – nilai yang ada dapat ditaati dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing,maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu manusia dengan manusia yang lainnya,ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Sehingga Gillin & Gillin mengatakan bahwa: Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.

Perlu diingat juga bahwa interaksi sosial tidak selalu bersifat positif, dan tak jarang kita temui interaksi sosial yang bersifat negatif. interaksi sosial dapat bersifat positif atau negatif yang tergantung dari predisposisi sikap seseprang yang menunjukkan kesediaan atau penolakan. Yang bersifat positif mengarah pada suatu kerjasama, sementara yang negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilakan suatu interaksi sosial. Kondisi seperti inipun sering terjadi pada kegiatan sehari hari, contohnya tawuran antar pelajar, tawuran antar warga, perpecahan dalam suatu keluarga, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain. Dilihat dari segi manapun, interaksi sosial yang bersifat negatif ini bisa dipastikan akan menimbulkan kerugian. Diantaranya adalah rusaknya fasilitas, hilangnya harta atau bahkan nyawa pun bisa ikut melayang karena interaksi negatif tersebut.

Baca Juga :

Manusia sebagai makhluk individu dan sosial

Manusia sebagai makhluk individu dan sosial

Manusia sebagai makhluk individu dan sosial

Manusia sebagai makhluk individu dan sosial
Manusia sebagai makhluk individu dan sosial

Manusia sebagai makhluk individu

Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok, manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar bagi self-realisation. Pada dasarnya, kegiatan atau aktivitas seseorang ditujukan untuk memenuhi kepentingan diri dan kebutuhan diri. Sebagai makhluk dengan kesatuan jiwa dan raga, maka aktivitas individu adalah untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan jiwa, rohani, atau psikologis, serta kebutuhan jasmani atau biologis. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan agar kebutuhannya terpenuhi.

Manusia sebagai makhluk sosial

Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif.  Manusia akan senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain. Manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Fakta ini memberikan kesadaran akan “ketidakberdayaan” manusia dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

Implikasi dari sifat kesosialan manusia

Adapun implikasi dari sifat kesosialan manusia adalah manusia adalah makhluk yang memiliki dua peranan yang harus dilakoni dalam kehidupan ini, yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai seorang individu manusia memiliki sifat egois, ambisius dan tidak pernah puas terhadap suatu keadaan atau apapun yang telah dimilikinya. Sedangkan dalam peranannya sebagai makhluk sosial mereka dituntut untuk bisa berbagi dan saling tolong menolong dengan sesama manusia lainnya yang sedang membutuhkan bantuan.

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Masyarakat Perkotaan dan Masarakat Pedesaan

Masyarakat Perkotaan dan Masarakat Pedesaan

Masyarakat Perkotaan dan Masarakat Pedesaan

Masyarakat Perkotaan dan Masarakat Pedesaan
Masyarakat Perkotaan dan Masarakat Pedesaan

1. jelaskan perbedaan masyarakat desa dengan masyarakat perkotaan

* Masyarakat Desa

Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri, atau desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Suatu pedesaan masih sulit untuk berkembang, bukannya mereka tidak mau berkembang tapi suatu hal yang baru terkadang bertentangan dengan apa yang leluhur mereka ajarkan karena itu masyarakat pedesaan sangat tertutup dengan hal-hal yang baru karena mereka masih memegang teguh suatu khas adat-adat yang leluhur mereka ajarkan.

*Masyarakat Perkotaan

Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau dalam lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.

2. jelaskan hakikat keragaman dan kesetaraan manusia

* Makna Keragaman Manusia

Keragaman berasal dari kata ragam. Yang berarti ragam berdasarkan KBBI: (1) sikap, tingkah laku, cara; (2) macam, jenis; (3) musik, lagu, langgam; (4) warna, corak; (5) laras (tata bahasa). Merujuk pada arti no 2 di atas, ragam berarti jenis, macam. Keragaman menunjukkan adanya banyak macam, banyak jenis. Keragaman manusia bukan berarti manusia itu bermacam-macam seperti binatang dan tumbuhan, tetapi yang dimaksudkan setiap manusia memiliki suatu perbedaan. Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan keragaman sifat dan ciri khas dari setiap orang yang dijumpai. Jadi manusia ialah beragam.

* Makna Kesetaraan Manusia

Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat. Menurut KBBI, sederajat artinya sama tingkatan (kedudukan, pangkat). Dengan demikian, kesetaraan atau kesederajatan menunjukkan suatu adanya tingkatan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain. Kesetaraan bermakna bahwa manusia sebagai makhluk Allah memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Di hadapan Allah, semua manusia adalah sama derajat, kedudukan atau tingkatannya. Yang membedakan nantinya adalah tingkat ketakwaan manusia tersebut terhadap Allah.

3. Jelaskan kemajemukan dalam dinamika sosial budaya (horizontal & vertikal)

Masyarakat majemuk terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama, golongan, dan adat istiadat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kemajemukan tersebut terjadi diakibatkan oleh adanya perbedaan dari sumber kepercayaaan, keyakinan, ajaran, adat istiadat, etika, dan moral.

  • Masyarakat Majemuk Secara Horizontal & Vertikal

berbagai kelompok masyarakat di Indonesia di kategorikan dalam berbagai suku bangsa, kelompok penutur bahasa tertentu, maupun ke dalam golongan penganut ajaran agama yang berbeda satu dengan yang lainnya. Secara vertikal, masyarakat dapat dibedakan atas dasar mode of production yang bermuara pada perbedaan daya adaptasinya. Setiap kelompok atau golongan serta para pemeluk agama hendaknya tidak mempersoalkan perbedaan diantara mereka, tetapi justru diarahkan agar saling berlomba untuk berbuat kebajikan bersama. Untuk itulah sangat diperlukan adanya pendidikan multikltural untuk mempersatukan masyarakat yang majemuk tersebut. Fungsi strategis pendidikan multikultural adalah sebagai sebuah proses seseorang mengembangkan kompetensi dalam beberapa sistem standar untuk mempersepsi, mengevaluasi, meyakini, dan melakukan tindakan.

http://lischer.wordpress.com/2009/09/06/masyarakat-majemuk/

4. Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan

Pada tingkat indifidu keragaman manusia berarti bahwa manusia memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda dari  individu lain misalny pada watak,kelakuan , & sifat yang melahirkan masyarakat yang mejemuk dan keragaman dan ketermajemukan masyarakat ini dapat menjadi bernilai negatif seperti sering terjadi konflik & integrasi yang dipaksakan

  • Problem Keragaman Serta Solusinya Dalam Kehidupan

Masyarakat majemuk atau masyarakat yang beragam selalu memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut :
a. Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan yang  berbeda.
b.  Memiliki strutkutr sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer.
c.  Kurang mengembangkan consensus di antara para anggota masyarakat tentan nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.
d.  Secara relatif, sering kali terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan yang lainnya.
e.  Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.
f.   Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.

Sumber : https://merpati.co.id/

Program Penerbitan 5000 Buku, 100 Penulis Terpilih dan Bantuan Segera Cair

Program Penerbitan 5000 Buku, 100 Penulis Terpilih dan Bantuan Segera Cair

Program Penerbitan 5000 Buku, 100 Penulis Terpilih dan Bantuan Segera Cair

Program Penerbitan 5000 Buku, 100 Penulis Terpilih dan Bantuan Segera Cair
Program Penerbitan 5000 Buku, 100 Penulis Terpilih dan Bantuan Segera Cair

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, akan memberikan bantuan kepada para penulis buku terpilih yang tergabung dalam Program Penerbitan 5000 Buku. Kemenag telah mengalokasikan anggaran senilai  Rp 1 miliar untuk 100 (seratus) naskah buku yang diterbitkan.

Sampai dengan 4 November 2019 kemarin, sudah ada 447 judul draft

naskah buku yang masuk. Setelah dilakukan telaah, dipilih 130 judul yang akan diterbitkan sejumlah penerbit yang tergabung dalam naungan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), terdiri atas 100 judul prioritas dan 30 judul cadangan.

Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan, program ini menjadi bagian upaya Kemenag untuk terus memperkaya referensi dan meningkatkan literasi masyarakat.

“Mulai dari basis regulasi sistem perbukuan sehingga kini telah lahir Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Agama yang terkait dengan Sistem Perbukuan. Bahkan, kini gencar melakukan program penerbitan 5000 Buku,” ungkap guru besar UIN Alauddin Makassar yang juga jebolan University of Bonn Jerman di Jakarta, Rabu (6/11).

Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam

, Arskal Salim. Menurutnya, produktivitas penulisan buku merupakan manifestasi dari reproduksi keilmuan yang harus terus ditingkatkan.

“Dosen harus memiliki karya tulis, terutama berupa buku. Melalui buku ini, akan tercermin gagasan, orisinalitas pemikiran, dan produktivitas dan intelektualias seorang dosen. Lebih-lebih, kebijakan peningkatan kualitas dan kuantitas guru besar di lingkungan PTKI saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan. Oleh karenanya, upaya penerbitan buku menjadi kebijakan terdepan,” ungkap guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi

menyatakan, pemilihan buku-buku yang diterbitkan didasarkan atas kalayakan akademik dan pemasaran yang dilakukan oleh pihak penerbit, IKAPI, dan Kementerian Agama.

“Kami memberikan dukungan bantuan yang akan diterima oleh penulis. Dukungan bantuan itu digunakan untuk reward bagi penulis, bantuan operasional bagi penerbit, dan bantuan stimulasi untuk desiminasi buku, seperti penyelenggaraan bedah buku, seminar, dan lainnya,” ungkap Suwendi.

Ditambahkan Suwendi, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam telah menerbitkan surat tentang Pemberitahuan Program 5000 Buku. Bagi penulis  terpilih, diminta untuk segera menindaklanjuti, di antaranya dengan mengisi Formulir Konfirmasi Program 5000 Buku selambat-lambatnya pada Senin, 11 November 2019 pukul 24:00 WIB

 

Baca Juga :