shadow

Mahasiswa Harus Mampu Menganalisa Peristiwa Termasuk Bom

Mahasiswa Harus Mampu Menganalisa Peristiwa Termasuk Bom

Mahasiswa Harus Mampu Menganalisa Peristiwa Termasuk Bom

Mahasiswa Harus Mampu Menganalisa Peristiwa Termasuk Bom
Mahasiswa Harus Mampu Menganalisa Peristiwa Termasuk Bom

Menteri Sosial Dr. Idrus Marham mengharapkan mahasiswa mampu menganalisa semua peristiwa,

termasuk bom yang baru terjadi, secara akademik, faktual, dan logis.

Bangsa Indonesia sedang berkabung dengan terjadinya tragedi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Banyak yang mengkritik, menghujat, dan beragam reaksi lainnya, kata Idris Marham.

Namun, mahasiswa jangan asal menilai sesuatu yang belum tentu benar, katanya pada ribuan peserta

dari 42 perguruan tinggi swasta (PTS) se-Lampung dalam Dialog Nasional Tiga Menteri di Convention Hall Kampus Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Senin (14/5).

Dia berpesan kepada para mahasiswa agar tidak sekadar lulus kuliah, tapi juga bagaimana bisa mengukir prestasi. Dia memotivasi mahasiswa dengan kisah perjalanan hidupnya dari desa di Sulawesi Selatan.

Idrus mengaku lahir bukan dari keluarga mampu. Tapi, dengan tekad kuat,

dia akhirnya bisa menjadi seperti sekarang ini. Dalam berteman, katanya, dia tak akan mengubah sikapnya, caranya berteman, meski kini menjabat menteri

 

Sumber :

https://peacetaiwan.com/dampak-negatif-terjadinya-globalisasi-bagi-aspek-sosial/

Si Kasep Siap Diluncurkan

Si Kasep Siap Diluncurkan

Si Kasep Siap Diluncurkan

Si Kasep Siap Diluncurkan
Si Kasep Siap Diluncurkan

Dinas Pendidikan Kota Bandung rencanakan peluncuran Sistem Seleksi Kepala Sekolah Pintar,

atau lebih dikenal dengan nama Si Kasep pada Rabu (28/11).

Aplikasi inovatif Dinas Pendidikan tersebut dapat digunakan untuk menjaring para guru yang memiliki potensi untuk menjadi kepala sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Mia Rumiasari mengatakan, proses seleksi kepala sekolah sudah berjalan. Bahkan pekan ini sudah masuk tahap ketiga yakni tes substansi. Dari 580 orang pendaftar untuk tiga jenjang pendidikan yakni TK, SD, dan SMP. Sebanyak 264 orang di antaranya yang terjaring hingga tahap ketiga.

“Kami sudah menggunakan Si Kasep ini. Namun demikian baru akan meluncurkan pada Rabu ini,”

ucapnya saat menjadi pembina apel mulai bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (26/11).

Ia mengungkapkan, seleksi melalui Si Kasep mampu menghasilkan calon kepala sekolah yang profesional dan akuntabel.

“Mereka yang terjaring melalui seleksi kali ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan kepala sekolah di tiga jenjang hingga tahun 2022 mendatang,” ungkapnya.

Selanjutnya Mia menambahkan, sebagai prasyarat untuk menjadi kepala sekolah, seorang guru harus memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan pasca lolos seleksi kepala sekolah.

Persiapan matang dilakukan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan Nomor 15 tahun 2018 yang menyatakan bahwa kekosongan jabatan kepala sekolah yang diisi Pelaksana Tugas (Plt), tidak boleh lebih dari enam bulan.

“Secara bertahap mereka yang terjaring seleksi akan didaftarkan Diklat. Terakhir kali kami menyelenggarakan Diklat tahun 2016 di Solo. Tahun depan kami berharap dapat menyelenggarakan Diklat di Kota Bandung dengan mendatangkan para narasumbernya ke sini,” pungkasnya.

Perlu diketahui, jumlah sekolah negeri di Kota Bandung antara lain tiga TK Negeri, 274 SD Negeri, dan 57 SMP Negeri serta lima rintisan SMP Negeri

 

Baca Juga :

 

 

Surat Edaran Disdik Diprotes Ortu Siswa

Surat Edaran Disdik Diprotes Ortu Siswa

Surat Edaran Disdik Diprotes Ortu Siswa

Surat Edaran Disdik Diprotes Ortu Siswa
Surat Edaran Disdik Diprotes Ortu Siswa

Orang tua (Ortu) siswa Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud)

di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyayangkan surat edaran keluaran Dinas Pendidikan (Disdik) KBB.

Pasalnya dalam surat bernomor 500/4403-bid.SD/2018 tanggal 21 Nopember 2018 tersebut meminta seluruh guru dan kepala sekolah mengikuti gerak jalan untuk memperingati Hari PGRI ke-73, di Kantor Pemkab Bandung Barat Ngamprah pada hari ini, Kamis (22/11), serta memberi dispensasi siswa SD diberikan tugas belajar di rumah.

Hal ini menuai protes orang tua siswa. Mereka menilai tak selayaknya Dinas Pendidikan meliburkan sekolah hanya karena agenda seremonial. Guru seharusnya tak meninggalkan tugas pokok mengajar dan KBM berjalan normal.

Agus Hariyanto (46), salah satu orang tua siswa SD negeri di Ngamprah menilai,

sebaiknya jika kegiatan melibatkan semua guru dilaksanakan pada hari libur sekolah.

“Saya juga tahunya anak saya libur karena gurunya nggak ada,” ucapnya, Kamis (22/11).

Senada dengan Agus, Kepala UPT Pendidikan Cililin, Hidayat mengatakan, saat akan meliburkan sekolah, timbul pertanyaan dari sejumlah komite sekolah dan orang tua siswa yang menyayangkan KBM mesti terhenti.

Atas dasar itu dirinya memerintahkan KBM tetap berjalan seperti biasa.

Hanya perwakilan tiap sekolah saja yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Khusus untuk wilayah UPT Cililin kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa, kami hanya mengirim perwakilan sebanyak 150 orang. Kalau untuk meliburkan sekolah demi acara tersebut saya kira kurang baik karena tugas pokok ditinggalkan,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/c0jbsCdefue2OHhUvmiEl

ADRI Gelar Internasional Conference Di Kota Cirebon

ADRI Gelar Internasional Conference Di Kota Cirebon

ADRI Gelar Internasional Conference Di Kota Cirebon

ADRI Gelar Internasional Conference Di Kota Cirebon
ADRI Gelar Internasional Conference Di Kota Cirebon

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) menggelar acara International Conference

(Konferensi Internasional) ke-20. Acara dilaksanakan selama 2 hari (Senin-Selasa) dipusatkan di Hotel Prima Cirebon.

Para peserta baik yang berasal dari dalam dan luar negeri ini mengikuti 2 acara simposium. Pertama, International Symposium Social Sciences Education and Humanities (ISSEH). Kedua, International Symposium on Sciences, Engineering and Technology (ISSET).

Kedua kegiatan simposium tersebut merupakan bagian dari kegiatan dosen dalam mempublikasikan karangan ilmiah dan hasil-hasil penelitian untuk kemudian disajikan di dalam prosiding, baik terindeks Thomson Reuters maupun Scopus.

Ketua Umum ADRI Dr. Achmad Fathoni Rodli, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Swadaya

Gunung Jati (Unswagati) Cirebon atas kesediaan menjadi tuan rumah pelaksanaan International Conferensi ke-20. Ia pun bangga, acara dihadiri delegasi dari berbagai perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.

“Sebelumnya yang ke-18 di Malaysia, ke-19 di Jepang,” ucap Ketua Umum ADRI Achmad Fathoni Rodli usai pembukaan, Senin (19/11).

International Conference, sebut Ia, dilaksanakan untuk meningkatkan produk-produk karya ilmiah para dosen yang bergabung sebagai anggota ADRI, baik dari sisi produk jurnal maupun prosidingnya. Sebab, produk-produk dosen sesuai aturan Menteri Ristek Dikti, harus sudah terindeks berskala internasional (publikasi di jurnal internasional).

Olehnya, International Conference ini dinilai ADRI sebagai sarana untuk membangun reputasi individu dosen

dan universitas tempat dosen itu mengabdi. International Conference ke-20 ini memberi peluang kepada setiap dosen untuk membangun kerjasama, saling share dan care serta networking dengan ilmuwan (dosen) dari luar negeri.

“Pesertanya dari seluruh Indonesia, ada dari Aceh, bahkan dari beberapa negara. Tadi ada 11 negara hadir. Dan itu memang kriteria dari international Conference yang ketentuannya, diatur oleh pemerintah,” paparnya.

Di samping itu, kriteria lainnya ialah dengan menyediakan narasumber (autor/peneliti) yang telah teruji dan banyak menghasilkan karya-karya (riset) yang diisitasi akademisi di dunia perguruan tinggi internasional.

“Apa kriterianya ? Narsum minimal 4 negara. Ini bahkan 5 negara,” sebutnya.

Dia menyatakan, international conference kali ini mempunyai keistimewaan dibanding pelaksanaan International Conference sebelumnya. Sebab, acara simposium terbagi menjadi 2 bagian, bidang ilmu eksakta dan sosial.

Masih kata Achmad Fathoni Rodli, setelah para peserta mempresentasikan karya ilmiahnya, akan ada deklarasi implementasi revolusi industri 4.0 yang diikuti oleh Perguruan Tinggi se Indonesia.

“Oleh karena itu, Menteri sudah mengeluarkan peraturan menteri tentang pembelajaran jarak jauhnya. Tentang pendidikan Daring. Atau istilah kami adalah tentang pembelajaran digital class. Dengan demikian maka nanti akan ada 1 dosen bisa mengajar untuk 1 ribu mahasiswa,” ujarnya.

Digital class diselenggarakan oleh setiap perguruan tinggi di Indonesia. Dengan metode pembelajaran digital class, setiap dosen bisa mengajar mahasiswa mencapai seribu orang, baik dalam maupun luar negeri.

“Mereka melakukan pembelajaran, dialog, diskusi, evaluasi, daftar hadir. Itu semua juga ada di dalam kelas digital,” menurutnya.

Achmad Fathoni Rodli menambahkan, ADRI telah mempersiapkan pelaksanaan International Conference ke-21 pada tanggal 3 Desember 2018 bertempat di Universitas 19 November, Kolaka-Sulawesi Tenggara.

“Itu juga kita menyiapkan 5 ribu kelas digital. Untuk seluruh dosen anggota ADRI dengan free hosting. Di situlah nanti setiap dosen punya kelas digital,” terangnya.

Artinya, penerapan kelas digital itu berlaku bagi satu bidang konsentrasi keilmuan tapi dapat ditempuh di seluruh perguruan tinggi.

“Ikut mata kuliah hukum di sini, kemudian sampai lulus dengan sertifikatnya. Nanti diakui misalnya di hukum yang sama di UGM, luar negeri, maka dia tinggal menambah beberapa kredit saja,” tambahnya.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/pengertian-ihsan.html

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dominasi Perolehan Piala Citra 2018

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dominasi Perolehan Piala Citra 2018

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dominasi Perolehan Piala Citra 2018

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dominasi Perolehan Piala Citra 2018
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dominasi Perolehan Piala Citra 2018

Kemendikbud — Film ‘Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak’ (MSPEB) berhasil mendominasi perolehan Piala Citra pada Festival Fim Indonesia (FFI) 2018 yang diseleggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu malam (9/12). Dari 22 piala yang dipersiapkan untuk 21 kategori dan satu penghargaan khusus Lifetime Achievement, MSPEB berhasil memborong sepuluh di antaranya.

Piala Citra yang diraih oleh film dengan latar belakang keindahan alam Nusa Tenggara T

imur tersebut antara lain untuk kategori sutradara terbaik, yaitu Mouly Surya, pemain pembantu wanita terbaik, Dea Panendra, pemeran utama wanita terbaik, Marsha Timothy, serta film terbaik. Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, didampingi Staf Teknis Mendikbud Bidang Strategi Implementasi Kebijakan Machhendra menyerahkan langsung penghargaan bagi film terbaik FFI 2018.

Pemeran pembantu wanita terbaik, Dea Panendra melihat keberhasilan yang diraih film MSPEB pada FFI 2018 sebagai kerja sama yang kuat antara seluruh tim, “Tercermin dari banyaknya penghargaan yag diperoleh Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak malam ini, sebenarnya itu kerja sama dari semua tim, jadi enak kerjanya, gampang masuk ke karakternya,” ujar Dea. Ia menyebut kemenangannya ini sebagai pengingat bahwa dirinya memiliki tanggung jawab sebagai seorang aktris, “Ini tanggung jawab buat aku untuk terus berkarya, jangan males jadi aktor,” ujarnya.

Kejutan muncul dari kategori pemeran pria utama terbaik yang diraih oleh Gading Marten dalam film ‘Love for Sale’. Dalam kategori tersebut Gading bersaing dengan empat aktor lainnya, yaitu, Adipati Dolken dalam ‘Teman Tapi Menikah’, Iqbaal Ramadhan dalam ‘Dilan 1990’, Oka Antara dalam ‘Aruna dan Lidahnya’, serta Ariyo Bayu dalam ‘Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta’.

Tahun ini, pemeran FFI 2018 juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement atau Prestasi Seumur Hidup kepada aktris senior Widyawati atas dedikasinya pada dunia perfilman hingga saat ini.

Hasil lengkap perolehan Piala Citra Festival Film Indonesia 2018:

 

Film Dokumenter Pendek Terbaik
Rising from The Silence
Shalahuddin Siregar

Film Dokumenter Panjang Terbaik
Nyanyian Akar Rumput
Yuda Kurniawan

Film Pendek Terbaik
Kado
Aditya Ahmad

Film Animasi Terbaik
Si Juki The Movie
Faza Meonk

Pemeran Pembantu Wanita Terbaik
Dea Panendra
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Pencipta Lagu Tema Terbaik
Rayi Putra, Astono Andoko, Anindyo Baskoro
“Kulari ke Pantai” Film Kulari ke Pantai

Penata Suara Terbaik
Khikmawan Santosa
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Penata Musik Terbaik
Zeker Khaseli Yudhi Arfani
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Penata Rias Terbaik
Jerry Oktavianus
Wiro Sableng: Pendekar Maut Naga Geni 212

Penata Busana Terbaik
Adrianto Sinaga, Nadia Adharina
Wiro Sableng: Pendekar Maut Naga Geni 212

Pemeran Pembantu Pria Terbaik
Nicholas Saputra
Aruna dan Lidahnya

Pemeran Anak Terbaik
Ni Kadek Thaly Titi Kasih
Sekala Niskala

Lifetime Achievement
Widyawati

Skenario Adaptasi Terbaik

Titien Wattimena

Aruna dan Lidahnya, adaptasi novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak

Skenario Asli Terbaik
Mouly Surya dan Rama Adi
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Penata Efek Visual Terbaik
Keliek Wicaksono
Wiro Sableng: Pendekar Maut Naga Geni 212

Pengarah Sinematografi Terbaik
Yunus Pasolang
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Pengarah Artistik Terbaik
Frans XR Paat
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Pemeran Pria Terbaik
Gading Marten
Love For Sale

Pemeran Wanita Terbaik
Marsha Timothy
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Sutradara Terbaik
Mouly Surya
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

Film Terbaik
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak

 

Baca Juga :

 

 

Kemendikbud Raih Tiga Penghargaan di Ajang Top IT & TELCO 2018

Kemendikbud Raih Tiga Penghargaan di Ajang Top IT & TELCO 2018

Kemendikbud Raih Tiga Penghargaan di Ajang Top IT & TELCO 2018

Kemendikbud Raih Tiga Penghargaan di Ajang Top IT & TELCO 2018
Kemendikbud Raih Tiga Penghargaan di Ajang Top IT & TELCO 2018

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meraih penghargaan di ajang

bergengsi yaitu Top IT & TELCO 2018. Kemendikbud menerima penghargaan sebagai TOP IT Implementation on Ministry 2018 dan TOP Digital Transformation Readiness 2018. Selain itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy juga menerima penghargaan sebagai Top Leader on IT Leadership 2018.

“Semoga penghargaan ini tidak menjadikan Kemendikbud sombong akan tetapi

menjadikan tantangan Kemendikbud untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada user baik instansi atau masyarakat pengguna layanan Kemendikbud,” kata Mendikbud, di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Acara puncak kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan TOP IT & TELCO 2018 berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. Acara ini dihadiri oleh 500 undangan dari berbagai instansi dan perusahaan.

Top IT & TELCO 2018 ini diselenggarakan oleh majalah IT Works bekerjasama

dengan beberapa asosiasi di bidang teknologi informasi, telekomunikasi, dan konsultan teknologi informasi independen. Tema yang diangkat pada ajang tahun ini adalah Great IT for Great Business & Government.

Panitia menyeleksi dan menghasilkan 200 kandidat. Dari 200 kandidat tersebut, terseleksi 150 finalis. Ketua Penyelenggara dan Pemimpin Redaksi majalah It Works, M. Lutfi Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan Top IT & TELCO ini dilakukan secara objektif dan independen, dan bukan sekadar ajang penilaian dan penghargaan semata

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/jam-tangan-pengukur-tensi

Stan Kemendikbud Raih Penghargaan AMH 2018

Stan Kemendikbud Raih Penghargaan AMH 2018

Stan Kemendikbud Raih Penghargaan AMH 2018

Stan Kemendikbud Raih Penghargaan AMH 2018
Stan Kemendikbud Raih Penghargaan AMH 2018

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang berpartisipasi

dalam Public Expose and Public Service Exhibition, Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2018 berhasil meraih penghargaan Anugerah Media Humas (AMH) 2018 sebagai Stan dengan Pelayanan Terbaik. Pengumuman peraih penghargaan untuk kategori stan pameran tersebut dilakukan pada malam penganugerahan AMH 2018, Selasa (4/12/2018) di Kota Tangerang, Banten. Trofi diterima oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso.

“Prestasi ini merupakan kerja keras kita semua. Tentu ini bukan akhir dari perjuangan karena sesungguhnya yang utama adalah mempertahankan dan meningkatkan kerja baik, kerja cepat, dan kerja yang penuh rasa melayani yang tinggi,” ujar Ari usai menerima penghargaan.

Dalam ajang tersebut, Kemendikbud juga berhasil masuk sebagai nominator untuk dua kategori, yaitu media sosial dan pelayanan informasi melalui internet (website). Penghargaan AMH menjadi lambang supremasi bagi insan humas pemerintah yang diselenggarakan setiap tahun oleh Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Stan Kemendikbud sendiri mengetengahkan tema “Cerdas Digital Berkarakter”

yang menampilkan sejumlah layanan yang dapat diakses masyarakat dengan mudah. Layanan tersebut antara lain simulasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), informasi kebijakan yang dapat diakses secara digital melalui layar sentuh dan bahan-bahan cetakan, aplikasi pemanfaatan hasil ujian nasional (UN), simulasi UN berbasis komputer, serta tutorial penggunaan portal Rumah Belajar dengan sensor tiga dimensi.

Selain itu, pengunjung pameran juga dapat menjajal diri layaknya pembawa acara pada TV Edukasi, berfoto pada sampul depan Majalah Jendela, dan mengamati replika rangka manusia yang ditemukan di situs Gua Harimau, Sumatra. Stan Kemendikbud juga diramaikan dengan permainan virtual yang mengasah kemampuan dalam mencetak gol pada pertandingan sepak bola. Area permainan ini tampak selalu penuh dengan pengunjung pria.

Beragam kuliner hasil olahan peserta didik SMK Negeri 3 Kota Tangerang juga disuguhkan untuk para pengunjung pameran. Salah satu makanan yang menarik untuk dicoba adalah olahan ubi ungu yang diberi bumbu gurih dengan campuran bihun dan potongan ayam. Rasanya mirip dengan risoles namun dengan sensasi rasa ubi yang memikat.

Ada pula pojok kreasi yang dihasilkan oleh siswa-siswi SMA Negeri 61 Jakarta

. Salah satunya adalah kreasi dari clay tepung. Di area ini, pengunjung diajak mengolah tepung menjadi adonan yang dapat dibentuk menjadi berbagai macam kreasi, seperti bentuk hewan maupun aksesoris tertentu. Ada pula pojok menggambar yang disiapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) bagi pengunjung cilik yang ingin berkreasi lewat media kertas.

Dalam pelaksanaan pameran SAIK 2018, Kemendikbud melibatkan seluruh unit utama di lingkup Kementerian. Area stan sepanjang 27 meter digunakan untuk memublikasikan kebijakan pendidikan dan kebudayaan yang telah, sedang, dan akan dilakukan Kemendikbud

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/makna-proklamasi-bagi-indonesia

Zuckerberg Sumbang $120 Juta untuk Sekolah Negeri di San Fransisco

Zuckerberg Sumbang $120 Juta untuk Sekolah Negeri di San Fransisco

Zuckerberg Sumbang $120 Juta untuk Sekolah Negeri di San Fransisco

Zuckerberg Sumbang $120 Juta untuk Sekolah Negeri di San Fransisco
Zuckerberg Sumbang $120 Juta untuk Sekolah Negeri di San Fransisco

Sejumlah $5 juta pertama dari $120 juta akan diberikan kepada sekolah

di kawasan Ravenswood and Redwood City, San Francisco untuk membantu proses transisi siswa dari tingkat 8 ke tingkat 9.
CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, memberikan sumbangan $120 juta kepada sekolah negeri di kawasan teluk San Francisco. Sumbangan yang dibahas pasangan ini Selasa dalam wawancara ekslusif dengan Associated Press, akan diberikan dalam periode lima tahun ke depan.

Sumbangan ini merupakan alokasi terbesar dari $1.1 milyar nilai saham Facebook yang tahun lalu dijanjikan pasangan ini untuk lembaga non profit Silicon Valley Community Foundation.

“Pendidikan sangat mahal dan sumbangan ini hanya sedikit dari jumlah besar yang dibutuhkan,”

kata Chan, seorang dokter anak, dalam wawancara di Menlo Park, California, kantor pusat Facebook. “Apa yang kami coba lakukan adalah menjembatani perubahan dengan menjajaki dan mendukung promosi pengembangan model dan terobosan baru.”

$5 juta pertama dari $120 juta akan diberikan kepada sekolah di kawasan Ravenswood and Redwood City, San Francisco dan akan berpusat pada pelatihan dasar, teknologi ruang kelas dan membantu proses transisi siswa dari tingkat 8 ke tingkat 9. Pasangan ini dan yayasannya yang disebut “Startup: Education”, menentukan prioritas keperluan, berdasarkan diskusi-diskusi dengan staf administrasi sekolah dan tokoh setempat.

Chan yang berusia 29, dan Zuckerberg, 30, menjalankan kegiatan filantropi sebagai tema

utama kehidupan rumah tangga mereka. Keduanya memberikan sumbangan dengan rekor tertinggi pada 2013. Sumbangan $1.1 milyar ini mengalahkan sumbangan sebesar $500 juta yang diberikan pasangan ini tahun sebelumnya kepada Yayasan Silicon Valley, yang membantu para donor mengalokasi bantuan mereka.

Tahun lalu, Zuckerberg tercatat sebagai orang terkaya nomer 21 berdasarkan daftar yang dikeluarkan majalah Forbes tentang orang terkaya di dunia, dibawah Jeff Bezos dari Amazon dan diatas sejumlah milyarder ternama lainnya seperti investor Carl Icahn dan filantropis George Soros. Ia memiliki saham Facebook bernilai lebih dari $27 milyar.

Pada 2013, disaat rata-rata gaji tahunan CEO Amerika melampaui batas $10 juta ditengah membesarnya jurang perbedaan pendapatan, Zuckerberg mengambil gaji simbolik tahunannya yaitu sebesar $1.

 

Baca Juga :

 

 

Waktu, Kemampuan Membaca Anak-anak di AS Menurun

Waktu, Kemampuan Membaca Anak-anak di AS Menurun

Waktu, Kemampuan Membaca Anak-anak di AS Menurun

Waktu, Kemampuan Membaca Anak-anak di AS Menurun
Waktu, Kemampuan Membaca Anak-anak di AS Menurun

Sebuah laporan di AS menunjukkan bahwa waktu untuk membaca sebagai aktivitas santai

dan kemampuan membaca anak-anak di AS telah menurun dalam 30 tahun terakhir.
Meski anak-anak Amerika masih menghabiskan bagian dari harinya untuk membaca, waktu untuk membaca sebagai aktivitas santai berkurang dibandingkan berpuluh tahun lalu, dan kemampuan membaca pun turun signifikan, menurut laporan yang dirilis Senin (12/5).

Lembaga nirlaba Common Sense Media di San Francisco, yang fokus pada efek-efek media dan teknologi pada anak-anak, menerbitkan laporan tersebut, yang mengumpulkan informasi dari beberapa studi dan basis data nasional.

“Laporan ini membawa peringatan,” ujar Vicky Rideout, penulis utama laporan tersebut.

“Kami melihat penurunan yang sangat besar dalam hal membaca di kalangan remaja dan kecepatan penurunannya pun lebih cepat.”

Laporan itu menunjukkan bahwa presentase anak umur 9 tahun yang membaca untuk santai sekali atau lebih setiap minggu telah turun dari 81 persen pada 1984 menjadi 76 persen pada 2013, berdasarkan studi-studi pemerintah. Bahkan ada penurunan lebih besar di antara anak-anak berusia di atas itu.

Sebagian besar jarang membaca untuk kesenangan. Sekitar sepertiga

dari anak berusia 13 tahun dan setengah dari remaja 17 tahun dalam sebuah studi mengatakan mereka membaca untuk santai kurang dari dua kali per tahun.

Dari mereka yang membaca atau dibacakan, anak-anak cenderung menghabiskan rata-rata antara 30 menit dan satu jam setiap hari dengan aktivitas tersebut, menurut laporan tersebut. Anak-anak yang lebih tua dan remaja cenderung membaca untuk santai dengan waktu yang sama setiap hari.

Rideout memperingatkan bahwa mungkin ada perbedaan dalam bagaimana orang melihat teks dan studi-studi yan gdisertakan mungkin tidak memasukkan cerita-cerita yang dibaca di Internet atau di media sosial.

Laporan itu juga menemukan bahwa banyak anak-anak yang kesulitan membaca.

Hanya sekitar sepertiga dari murid-murid kelas empat yang sudah lancar membaca dan sepertiga lagi mendapat nilai di bawah “basic” dalam hal kemampuan membaca.

Meski demikian, nilai kemampuan membaca anak-anak telah meningkat sejak 1970an, menurut salah satu tes yang mengukur kemampuan membaca.

Namun nilai membaca di antara remaja berusia 17 tahun relatif sama sejak 1970an.
Sekitar 46 persen anak-anak kulit putih dianggap lancar membaca, dibandingkan dengan 18 persen pada anak kulit hitam dan 20 persen pada anak-anak Hispanik.

“Dua puluh tahun berlalu tanpa kemajuan adalah sesuatu yang memalukan,” ujar Rideout.

Laporan itu mengatakan bahwa supaya anak-anak lebih sering membaca, para orangtua harus lebih sering meluangkan waktu dan memberi contoh sebagai pembaca. (Reuters)

 

Sumber :

https://publiclab.org/profile/ojelhtcmandiri

Mahasiswa Indonesia Ikuti Kompetisi Peradilan Semu Internasional di AS

Mahasiswa Indonesia Ikuti Kompetisi Peradilan Semu Internasional di AS

Mahasiswa Indonesia Ikuti Kompetisi Peradilan Semu Internasional di AS

Mahasiswa Indonesia Ikuti Kompetisi Peradilan Semu Internasional di AS
Mahasiswa Indonesia Ikuti Kompetisi Peradilan Semu Internasional di AS

Kompetisi peradilan semu internasional ‘The Philip C. Jessup Law Moot Court’ sedang berlangsung di Washington DC dari 6-13 April 2014. Acara ini diikuti para mahasiswa fakultas hukum dari 84 negara, termasuk dua tim dari Indonesia yang mengikuti kompetisi resmi, dan satu tim yang mengikuti eksibisi.
WASHINGTON DC —

Kompetisi peradilan semu internasional Philip C. Jessup Cup yang sudah diadakan selama 55 tahun selalu menarik minat mahasiswa fakultas hukum dari seluruh dunia. Para mahasiswa mulai dari Asia, Amerika, Eropa hingga Afrika mengasah kemampuan dan pengetahuan mengenai proses hukum, argumen dan beracara dalam persidangan internasional.

Ribuan mahasiswa dari sekitar 600 perguruan tinggi berlomba dalam simulasi peradilan internasional yang menyidangkan kasus-kasus yang menjadi sengketa antar negara setelah menang kompetisi di masing-masing negara.

Lesley A. Benn Direktur Eksekutif Internasional Law Student Association (ILSA) mengatakan tahun ini ada tiga tim peserta dari Indonesia.

“Ada dua Fakultas Hukum dari Indonesia yang berkompetisi, Universitas Indonesia dan Universitas Pelita Harapan dan satu fakultas hukum dari Universitas Udayana yang kami sebut tim eksibisi, kami memiliki 10 tim tersendiri yang tidak ikut dalam putaran Jessup Cup tapi berkesempatan melakukan sidang pendahuluan,” katanya.

Lesley Benn menambahkan kompetisi peradilan semu internasional tahun ini makin ketat karena tim unggulan hampir dua kali lipat jumlah tahun-tahun sebelumnya yang kini mencapai 40-45 tim unggulan.

Miftahul Khairi ketua tim Jessup Cup dari Universitas Indonesia

yang tahun lalu masuk kelompok 10 besar untuk berkas memori dan 16 besar untuk kategori presentasi tim, berharap bisa melaju ke final setelah bertanding melawan tim dari University of Queensland, Australia.

“Tahun lalu kami juga pernah melawan Australia, melawan Sydney dan kami menang mudah-mudahan tahun ini menang lagi,” kata Miftahul.

Miftahul Khairi bersama tiga anggota tim lainnya secara bergilir menyampaikan argumen serta pembelaan. Ia mengatakan kasus yang dibahas tahun ini lebih sulit dibandingkan tahun lalu karena banyak menyertakan isu-isu kecil sementara waktu argumen sangat terbatas.

I Wayan Alit Sudarsana ketua tim dari Universitas Udayana mengatakan isu

dan kasus yang diangkat Philip C Jessup Moot Court tahun ini menarik karena membahas kasus hukum kelautan internasional.

“Hal yang baik karena kita adalah negara kepulauan di mana tahun 2002 kita pernah melawan Malaysia dalam kasus Sipadan – Ligitan di Mahkamah Internasional, jadi ini seperti mempersiapkan generasi-generasi muda yang mencoba mengawal 17.584 pulau yang ada di Indonesia,” papar I Wayan.

Gede Bagus Ananda Pratama anggota tim Universitas Udayana lainnya mengatakan meskipun mereka masih tim eksibisi tapi dihadapkan dengan Ukraina yang sudah dua kali ikut menjadi peserta.

“Jadi meskipun tim eksibisi, lawan kami lebih senior, itu yang pertama, yang kedua tim eksibisi

juga bersaing meskipun hanya di persidangan awal. Secara keseluruhan akan dikalkulasi dan ada tiga penghargaan yang diperebutkan tim eksibisi,” ujar Gede Bagus.

 

Sumber :

https://www.edocr.com/v/pnxvgw53/ojelhtcmandiri/Evolusi-Dan-Implementasi-Teknik-SEO-Sebagai-Traffi