shadow

Cara Ampuh Mengatasi Persaingan Antar Saudara

Cara Ampuh Mengatasi Persaingan Antar Saudara

Jika anda mempunyai anak tunggal pasti tidak dapat mengalami kasus ini. Tetapi kalau anda mempunyai 2 orang anak atau lebih-lebih lebih, maka ini adalah sesuatu yang sanggup sebabkan kepala anda pusing, lebih-lebih barangkali sanggup sebabkan anda histeris.

Banyak orangtua sering mengeluhkan, “Saya tidak habis pikir dia itu sanggup mengirikan kakaknya?” atau “Bagaimana dia sanggup mengirikan adiknya? Kan saya udah berlaku adil pada mereka.” Ungkap orangtua pada umumnya.

Anda tidak mengetahui apa yang mesti dikerjakan dengan kasus ini? Persaingan antar saudara senang tidak senang pasti terjadi. Ini adalah sebuah kasus untuk perlihatkan jati diri berasal dari tiap-tiap anak. Setiap manusia lebih-lebih anak-anak mendambakan dirinya dianggap sebagai sosok individu yang spesial. Inilah yang berlangsung pada anak-anak kita.

Misalkan, seorang kakak dipuji sebab ia pintar menggambar atau pintar berhitung. Nah, si adik tentu saja juga mendambakan dipuji, namun bukan pada hal yang mirip mungkin. Mungkin ia dapat terasa “Saya tidak barangkali bersaing disitu sebab kakak saya lebih bagus” atau “Adik saya lebih bagus.” Maka ia dapat melacak bidang yang lain.

Jika anda tidak tanggap pada hal ini, inilah yang dapat sebabkan kompetisi itu jadi tambah sengit. Seringkali orangtua menyatakan “Aduh hebatnya kamu.” Nah, kala ia menyatakan ini di depan adik atau kakaknya, maka adik atau kakak selanjutnya sanggup jadi dapat terasa tersinggung “Kenapa dia yang dipuji, kok bukan saya.” Bagaimana mengatasi hal ini?

Sebenarnya simple sekali, misalkan anda berhadapan dengan anak nomer 1 dan anda mendambakan memuji dia. Anda sanggup menyatakan layaknya ini “Wah, hebat nih bagus sekali gambar kamu, mirip ya layaknya juga gambar adik.” Anda memuji anak anda yang nomer 1, namun anda juga memuji adiknya.

Atau sebaliknya anda berhadapan dengan anak anda yang nomer 2, dan di dekatnya tersedia anak nomer 1. Anda menyatakan “Nah, ini nih baru anak mama hebat mirip layaknya kakaknya.” Kebanyakan yang dikerjakan para orangtua adalah memuji secara personal anak yang bersangkutan.

Misalkan seorang adik sanggup menyelesaikan sebuah tugas dengan baik, umumnya orangtua segera memujinya “Nah, begitu hebat”. Jika anak anda yang pertama diam, bukan artinya dia tidak miliki perasaan apa-pun disana. Jika ini sering berlangsung dibawah sadarnya dia dapat terasa bahwa “Mama hanya sayan dengan adik, bukan dengan saya.”

Hal ini sanggup terjadi, jadi berhati-hatilah pada hal tersebut. Jika anda mendambakan memuji dan tersedia anak lain disana, pastikan memuji anak selanjutnya secara tidak langsung. Jika tidak tersedia anak lainnya anda boleh sampaikan pujian anda secara personal pada anak tersebut.

Masalah yang lain adalah sebab kurangnya pas teristimewa dengan tiap-tiap anak. Suatu hari pada pas selesai sebuah seminar, seorang bapak menghampiri saya dan menyatakan bahwa dia miliki problem untuk mengatasi kompetisi antara anak-anaknya. Dia miliki 2 orang anak dan dia menyatakan bahwa dia udah bersikap adil kepada mereka semua. Bahkan mereka selamanya keluar bersama-sama sebagai sebuah keluarga, namun mengapa hal ini masih sanggup terjadi.

Kemudian saya bertanya pada sang bapak ini. “Pak, apakah bapak pernah mengajak tidak benar seorang anak saja untuk pergi keluar dengan bapak sendiri? Atau barangkali dengan bapak dan ibu?” Jawabnya “Itu tidak pernah berlangsung sepanjang 13 th. saya menikah dan berkeluarga. Kita selamanya pergi bersama-sama.” Nah, inilah masalahnya “Loh, kok bisa?” Kata bapak itu terkejut.

Mungkin anda sanggup juga menyatakan “Bukankah itu juga hal yang bagus? Keluar bersama-sama sebagai sebuah keluarga. Bukankah itu menjalin sebuah kebersamaan?” Ya, itu sebetulnya menjalin sebuah kebersamaan, namun anak anda juga butuh sesuatu yang lain lagi. Dia mendambakan dianggap sebagai individu yang spesial.

Ketika anda keluar hanya dengan tidak benar satu anak saja, katakanlah dengan anak nomer 1 saja kali ini, maka dia dapat terasa bahwa dirinya spesial. Ia dapat terasa bahwa dirinya adalah yang diperhatikan untuk pas itu. Lain kali kala anda keluar dengan anak nomer 2 saja, dan dia dapat terasa bahwa dia juga diperhatikan.

Karena sebagai anak nomer 2, hal yang yang sering berlangsung adalah dia dapat selau terasa sebagai nomer 2, sebab sebetulnya itulah kenyataannya. Dia tidak dapat pernah merasakan kapan jadi nomer 1. Nah, sampai dia tua pun si kakak pasti jadi nomer 1 dan ia jadi nomer 2, bukankah layaknya itu.

Karena itu anda mesti mengantisipasi perasaan ini, dengan cara menjadikannya nomer 1 pada satu pas tertentu. Ajaklah dia keluar, istimewakan dia, bikin dia terasa bahwa dirinya nomer 1. Imbangi dengan sebuah nasihat bahwa kakaknya juga penting.

Katakan kepada anak anda yang nomer 2, misalkan pada pas anda barangkali mengajaknya makan di luar, “Bagaimana kalau kami belikan kakak makanan kesukaanya?” Disini anda membuatnya terasa penting, namun anda juga membuatnya untuk mempunyai rasa perduli pada saudaranya sendiri.

Nah, itu adalah hal-hal yang kecil yang sanggup anda lakukan, supaya persaingan-persaingan layaknya ini tidak mencuat jadi sebuah isu yang panas di dalam keluarga. Lakukan hal ini sejak mereka masih kecil.

“Bagaimana kalau anak saya udah besar?” Anda masih miliki pas untuk melakukannya sekarang. Perbaiki seluruhnya dan anda dapat memandang jalinan mereka dapat jauh lebih baik lagi, dan sebagai sebuah keluarga dapat sangat kokoh dan sangat kuat.

Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus
Apresiasi PPDB Untuk Berkebutuhan Khusus

BANDUNG-Kelompok Kerja Inklusif Dinas Pendidikan Kota Bandung memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandung yang telah memberikan kesempatan kepada peserta didik berkebutuhan khusus dalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yang berlaku mulai tahun ini.

Ketua Pokja Inklusif Dinas Pendidikan Kota Bandung,

Hidayat mengatakan, meski hanya mendapat kuota 10 persen dari total kursi yang tersedia dalam setiap sekolah, namun langkah ini sebagai bentuk keseriusan Pemkot Bandung.

“Langkah yang telah dilakukan Pemkot Bandung ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen atas deklatasi yang telah dilakukan pada Oktober 2015 lalu, Bandung Sebagai Kota Pendidikan Inklusif,” ucapnya.

Hidayat juga mengatakan, pihaknya akan

terus mengawal program yang merupakan pintu masuk bagi semua peserta didik untuk bisa mendapatkan akses pendidikan.

“Ini merupakan event yang sangat penting karena ini sesuai dengan visi dan misi Pokja Inklusif dimana Pemkot Bandung telah memberikan satu kesempatan kepada warga Bandung untuk semuanya masuk sekolah,” ujarnya.

Menurut Hidayat, pihaknya akan

memberikan dukungan atas kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot dalam mengatasi masalah yang dihadapi sekolah.

“Kita akan membantu pihak sekolah dalam menangani anak-anak PPDB yang sudah menjadi warga dari sekolah itu,” katanya

 

Baca Juga :

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial
Sengketa Aset Pemprov, Demiz Akan Surati Komisi Yudisial

BANDUNG (16/6) – Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar

akan berkirim surat ke Komisi Yudisial (KY) terkait sengketa aset Pemprov dengan pihak lain. Menurut Demiz, pihaknya perlu menyurati KY untuk meminta KY menyeldiki peradilan di Jawa Barat, karena Demiz menilai ada kejanggalan dalam soal sengeketa lahan.

“Saya menduga kuat ada mafia lahan ini,

yang mungkin saja melibatkan orang-orang di pengadilan. Karena ada kejanggalan, misalnya putusan sengekta lahan yang berbeda dengan objek, kemudaian setiap ganti pimpinan atau hakim, ganti juga putusannya. Ini ada apa?” ujar Demiz

Hal itu diungkapkan Demiz menanggapi kasus sengketa lahan yang menimpa lahan dan kantor Dinas Peternakan Jabar di Jl. Dago yang digugat oleh pihak lain.

“Ini kan bukan kasus baru. Ini sudah lama

dan sering terjadi kasus seperti ini di Jawa Barat. Maka saya yakin ini ada semacam gerombolan yang siap mencaplok lahan atau aset di manapun yang merka inginkan. Ini tidak boleh terjadi, harus dipertahankan” tegas Demiz. (Pun)

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/gambar-jaring-jaring-balok

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi
Anggota DPR Menyoroti Kebijakan Impor Ikan Konsumsi

BANDUNG – Anggota Komisi IV DPR RI, Akmal Pasluddin

menyoroti kebijakan impor ikan konsumsi yang dikeluarkan oleh pemerintah belakangan ini.

Menurut Akmal, dengan adanya kebijakan tersebut, menumbuhkan luka yang sangat mendalam bagi nelayan kecil, yang menaruh harapan begitu besar terhadap perlindungan dan pemberdayaan dari pemerintah.

“Sektor perikanan yang seharusnya sebagai penyangga kebutuhan pangan pertanian, malah ikut latah untuk ikut-ikutan impor,” kata Akmal dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Jum’at (17/6).

Akmal menambahkan kejanggalan kebijakan importasi ikan

ini tampak pada rujukan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2014, yang menyebutkan bahwa total produksi perikanan tangkap di laut menunjukkan tren yang meningkat.

Data tersebut menyebutkan pada tahun 2009, tangkapan ikan hanya 4.812.235 ton. Tetapi, melonjak drastis pada tahun 2014 menjadi 5.779.990 ton.

“Pemerintah membuat dalih bahwa selama ini hasil tangkapan nelayan tidak memenuhi syarat industri. Padahal, produksi ikan nelayan Indonesia sangat tinggi, misalnya, jenis ikan makarel, tuna, tongkol dan cakalang, juga dengan kualitas yang sangat baik, terutama hasil tangkapan nelayan di Indonesia Timur,” katanya.

Akmal menambahkan beberapa daerah di Indonesia Timur

yang memiliki produksi ikan cukup tinggi tersebut, misalnya di Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Di sisi lain, kebutuhan yang cukup besar, berada pada kota-kota besar di pulau Jawa. Selain keterbatasan sarana dan prasarana logistik untuk produk segar, pemerintah, nilai Akmal, terlalu malas untuk mengangkut ikan yang baik dari wilayah timur ke pulau Jawa.

“Bukti yang sangat nyata dapat kita peroleh dari data KKP sendiri pada besarnya tangkapan ikan tuna. Pada tahun 2009, hasil tangkapan tuna secara nasional sebesar 163.965 ton. Sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 310.560 ton. Sedangkan tahun 2015, tuna kita bersaing ketat dengan Australia dan lebih tinggi dari tangkapan negara China,” jelas Akmal.

Selain itu, Akmal juga menilai setidaknya terdapat tiga isu krusial yang perlu menjadi perhatian pemerintah terharap buruknya regulasi perikanan. Pertama, pemerintah belum fokus pada alur distribusi produk perikanan, dimana masih terjadi gap antara daerah produksi dan pasar. Kedua, masih saja terjadi lambannya perizinan pengoperasian kapal. Ketiga, sistem logistik produk perikanan tangkap yang masih primitif sehingga sulit menstabilkan suplai ikan pada industri pengolahan.

“Pemerintah harus memaksimalkan konsep SLIN (Sistem Logistik Ikan Nasional) yang telah diluncurkan tahun 2014 lalu. Jika ikan makarel yang di impor itu masih wajar. Namun untuk tongkol, cakalang dan baby tuna jika masih diimpor juga menjadi suatu yang lucu dan tidak masuk akal,” tutup Akmal. (Adi)

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/jangka-sorong

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa
Peserta BPJS Kesehatan Jabar Capai 28 Juta Jiwa

BANDUNG-Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintan Provinsi Jawa Barat

maupun dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jabar untuk meningkatkan jumlah kepesertaan masyarakat terhadap jaminan kesehatan.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, untuk di Jawa Barat tercatat jumlah peserta sebanyak 28.414.936 jiwa dan dari jumlah tersebut 4.441.217 jiwa dari segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha.

“Kita targetkan hingga akhir 2016 bisa mencapai 70%

, sisanya 30 % bisa terpenuhi dalam 2 tahun kedepan, untuk tahun 2017 bisa mencapai 85% dan 2019 semua masyarakat Jabar sudah menjadi peserta,” ucapnya.

Menurut Ahmad, masih adanya masyarakat yang belum mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan salah satunya karena kurangnya pemahaman mereka tentang program ini serta kesadaran yang kurang akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita akan terus melakukan pemahaman secara persuasif

dan melakukan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita tidak rugi jika menjadi peserta,” kata Ahmad, usai melakukan Forum Diskusi bertajuk “Bincang JKN-KIS bertemakan “Sinergi Kekuatan Bangsa Untuk Perlindungan Pekerja, di Hotel Mercuri, Rabu (14/12).

Ahmad menyatakan, hingga bulan September 2016 besaran klaim yang sudah dikeluarkan mecapai Rp 5 triliun atau meningkat dibanding tahun lalu yang hanya Rp6 triliun.

“Kita prediksi hingga akhir tahun 2017 yang harus dibayarkan bisa mencapai Rp7,5 triliun,” ucapnya.

 

Baca Juga :

BJB Optimistis dengan Target 2017

BJB Optimistis dengan Target 2017

BJB Optimistis dengan Target 2017

BJB Optimistis dengan Target 2017
BJB Optimistis dengan Target 2017

MANADO–PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat (Jabar)

atau bank bjb tetap optimistis melihat kondisi perekonomian tahun depan, termasuk pertumbuhan industri perbankan.

Hal itu dikatakan Dirut bank bjb Ahmad Irfan kepada wartawan dalam Media Gathering di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (16/12).

Ia menyebutkan pada awal tahun dana perbankan akan

ketat karena likuiditasnya kering. Hal itu disebabkan oleh pengaruh ekonomi global, seperti naiknya bunga The Fed dan kebijakan Donal Trump yang masih tanda tanya.

Namun demikian, Irfan tetap menyatakan

dana pihak ketiga (tabungan dan deposito) tahun depan akan tumbuh sebesar 14-15%, diatas prediksi BI yang hanya sekitar 10-11%.

Selain itu aset bank milik pemerintah daerah ini pun akan tumbuh sekitar 8-10%, kredit akan tumbuh sebesar 12-13% serta menjaga Non Performing Loan (NPL) pada kisaran 1,7-1,8%. jo

 

 

Sumber :

https://indonesiana.tempo.co/read/133382/2019/04/23/ojelhtcmandiri/hak-tugas-dan-fungsi-dpr

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan
Natal dan Tahun Baru, BI Jabar Siapkan Uang Triliunan

BANDUNG–Deputi Kepala BI Jabar Mikael Budisatrio

mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, pada momen Natal dan Tahun Baru, BI menyiapkan uang kartal lebih banyak sebagai antisipasi naiknya permintaan dari masyarakat.

”Kami di Jabar sediakan uang kartal senilai Rp 8,9 triliun atau lebih tinggi 50,2% dibandingkan tahun 2015,” ujarnya.

Tahun lalu BI di wilayah Jabar disiapkan

sebesar Rp 5,9 triliun. Sedangkan kebutuhan tahun baru dan Natal itu mencapai Rp 3,6 triliun. Lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 3 triliun.

Penambahan uang untuk memenuhi

permintaan antara lain pembayaran gaji, THR bagi umat kristen dan juga tentunya permintaan masyarakat yang meningkat jelang tahun baru.

“Kami mulai sejak 13 hingga 29 Desember,” ujarnya. jo

 

Sumber :

https://www.50connect.co.uk/forums/celebrity–3/threads/applied-and-pure-art-definition-types-pictures-and

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan
Pelanggan Listrik Industri Alami Pertumbuhan

BANDUNG-Industri di Jawa Barat (Jabar) tercatat mengalami pertumbuhan

, jika dilihat dari adanya peningkatan konsumsi listrik di kalangan industri.

PT PLN Jabar mencatat pelanggan Industri PLN Diatribusi Jawa Barat sampai bulan Mei 2017 terdapat 14.217 pelanggan Industri di Jawa Barat dengan total daya sebesar 7.823 MVA.

” Periode Januari 2017-Mei 2017 terdapat penambahan pelanggan Industri s

ebesar 218 pelanggan,” kata Iwan Ridwan Plt Devisi Komunikasi PLN Jabar.

Disebutkan tenaga listrik pelanggan industri kumulatif sejak

januari 2017 sampai dengan mei 2017 sebesar 9.597.978.352 kWh atau tumbuh 3.7 % bila dibandingkan dengan bulan yg sama tahun lalu.

Sementara dari sisi total penjualan tercatat sebesar Rp 10, 654 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 9,5 %. Jo

 

Baca Juga :

 

 

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik
Nilai Tukar Petani Jabar Semuanya Naik

BANDUNG–Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) mencatat selama Bulan Juni 2017

lima Subsektor pertanian serentak mengalami kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Naiknya NTP menunjukan adanya perbaikan penghasilan sektor pertanian.

Kepala BPS Jabar, Dodi Herlando, menyebutkan kenaikan tertinggi ada pada NTP Subsekto

r Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 1,34 persen dari 100,48 menjadi 101,83.

Kemudian diikuti NTP Subsektor Peternakan naik sebesar 0,58 persen

dari 113,76 menjadi 114,42, NTP Perikanan naik sebesar 0,56 persen dari 101,38 menjadi 101,95.

Sementara NTP Subsektor Hortikultura naik 0,47 persen dari 112,01 menjadi 112,54 dan NTP Subsektor Tanaman Pangan naik 0,20 persen dari 97,03 menjadi 97,23 persen.

 

 

Sumber :

https://www.shorturl.at/dnST9

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen
Hingga Juni 2017, Total Santunan Jasa Raharja Jabar Turun 2 Persen

BANDUNG-PT Jasa Raharja telah membayarkan santunan korban kecelakaan

yang meninggal dunia untuk periode Januari hingga Juni 2017 sebesar Rp 77.215.531.701 atau menurun 2 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 82.005.378.278.

Kepala Jasa Raharja Jawa Barat Eri Martajaya mengatakan sejak adanya kenaikan santunan 100 persen terdapat kenaikan 1,26 dalam pembayaran santuan kepada masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas.

Terhitung 1 Juni 2017, merujuk pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15

dan Nomor 16 Tahun 2017 menyatakan bahwa korban kecelakaan meninggal dunia berhak menerima santunan Rp 50 juta. Selanjutnya untuk korban luka Rp 20 juta, korban cacat tetap Rp 50 juta, biaya ambulans Rp 500 ribu, biaya P3K Rp 1 juta dan biaya penguburan Rp 4 juta.

“Total santunan yang sudah diberikan kepada korban kecelakaan dari bulan Januari hingga Juni 2017 mengalami penurunan 2 persen,” katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (5/7/2017).

Eri menjelaskan untuk PAM lebaran 2017 yang dimulai sejak H-7 hingga H+7 pihaknya sudah memberikan santunan sebesar Rp 4.789.147.547 atau menurun 22 persen bila dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp 6.102.790.105.

“Pembayaran santunan bagi korban kecelakaan pun mengalami penurunan hingga 22

persen jika dibandingkan tahun 2016 lalu,” tuturnya.

PT Jasa Raharja Jabar telah menyelesaikan posko terpadu angkutan lebaran bersama sejumlah instansi terkait. Adapun pembayaran santunan langsung ditransfer ke rekening para ahli waris.

“Proses pencairan bisa rampung satu hari bila segala persyaratan dipenuhi,” tuturnya.

Eri mengimbau bagi masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan lalu lintas dan belum mendapatkan santunan Jasa Raharja agar segera melaporkan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian.

“Makanya jika mengalami kecelakaan lalu lintas disarankan segera melapor ke satlantas setempat. Intinya, kami siap menanggung seluruh pembayaran korban sesuai aturan,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://bit.do/gurupendidikan