shadow

Ini Upaya APII Bantu Jokowi Tekan Angka Pengangguran

Ini Upaya APII Bantu Jokowi Tekan Angka Pengangguran

Ini Upaya APII Bantu Jokowi Tekan Angka Pengangguran

Ini Upaya APII Bantu Jokowi Tekan Angka Pengangguran
Ini Upaya APII Bantu Jokowi Tekan Angka Pengangguran

Pengembangan pendidikan vokasi dengan melibatkan kerjasama institusi

pemerintah dan pihak swasta merupakan langkah konkrit perubahan menuju kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia.

Untuk mendukung langkah tersebut APII (Association of Polytechnics and Industry Indonesia) menggelar 1st Indonesia Vocational Education and Training Summit 2019.

Chairman APII, Ismet P. Ilyas mengatakan, dengan seminar ini diharapkan baik para pelaku industri dan Politeknik mendapatkan keuntungan informasi dan pengetahuan baru, sehingga pada akhirnya bertujuan menekan angka pengangguran dan kelangkaan sumber daya manusia bidang industri yang berkeahlian (skilled) dan profesional.

“Sesuai dengan target yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo bahwa bangsa ini akan membangun pendidikan vokasi untuk lima tahun ke depan. Seiring dengan rencana tersebut, kami mencoba memfasilitasi pihak-pihak yang ingin mendapatkan informasi dan mendalami tentang pendidikan vokasi sehingga ini semua menjadi manfaat untuk meningkatkan SDM di Indonesia sehingga dapat disejajarkan dengan negara maju,” kata Ismet dalam siaran persnya, Kamis (10/10/2019).

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek

dan Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo mengatakan, bahwa jumlah pendidikan tinggi antara politeknik dengan universitas di Indonesia masih jauh berbeda.

Tidak tanggung-tanggung, perbedaan itu mencapai lebih dari 80 persen. Dimana jumlah politeknik di Indonesia hanya ada 300 dari 4.760 perguruan tinggi yang ada.

“Padahal, jika mengacu pada negara-negara maju, angka politeknik dan universitas harus seimbang keberadaannya. Artinya, Indonesia masih kekurangan 2.075 politeknik dari 300 politeknik yang ada. Standar negara maju itu seimbang. Kalau perguruan tinggi kita sekarang ada 4.760, berarti idealnya kita kurang 2.075 dari 300 politeknik yang ada,” katanya.

Patdono menuturkan, berdasarkan data Kemenristekdikti, butuh waktu sekitar 800 tahun untuk menyeimbangkan keberadaan politeknik dengan universitas. Bahkan saat ini hanya terdapat 2 hingga 3 pengajuan pembangunan politeknik per tahun.

Ini pun pembangunan itu hanya dilakukan oleh Kementerian dan industri.

Dan pihak swasta tidak berani membangun karena memakan biaya yang mahal.

Dan hal ini, katanya, diperparah dengan mahalnya membangun politeknik. Membangun satu politeknik itu dibutuhkan dana Rp 300 miliar karena 70 persennya harus praktik, mau enggak mau buat banyak laboratorium. Sedangkan kalau universitas hanya membutuhkan dana Rp 30 miliar.

 

Baca Juga :

Biaya Kuliah di AS Tinggi, Mahasiswa Asing Kian Lirik Negara Lain

Biaya Kuliah di AS Tinggi, Mahasiswa Asing Kian Lirik Negara Lain

Biaya Kuliah di AS Tinggi, Mahasiswa Asing Kian Lirik Negara Lain

Biaya Kuliah di AS Tinggi, Mahasiswa Asing Kian Lirik Negara Lain
Biaya Kuliah di AS Tinggi, Mahasiswa Asing Kian Lirik Negara Lain

Biaya Kuliah di AS Tinggi, Mahasiswa Asing Kian Lirik Negara Lain.

Meski jumlah mahasiswa asing yang kuliah di Amerika Serikat mengalami kenaikan stabil,

namun belakangan karena karena biaya-biaya lainnya yang makin tinggi, belum lagi masalah imigrasi, hingga wacana politik yang memecah-belah membuat banyak mahasiswa asing kini mempertimbangkan pilihan lain.

Banyak mahasiswa asing kini dinilai mulai melirik negara-negara lain yang kini bersaing ketat dengan Amerika, termasuk Kanada, Australia, Selandia Baru, negara-negara Eropa, dan bahkan China.

Negara-negara itu menyediakan berbagai kemudahan yang membuat mahasiswa internasional merasa lebih nyaman belajar dengan biaya yang lebih murah.
Ilustrasi belajar ujian. (Shutterstock)
Ilustrasi belajar. (Shutterstock)

“Bukan rahasia lagi bahwa dibandingkan dengan negara-negara lain,

biaya pendidikan tinggi di Amerika Serikat secara signifikan jauh lebih tinggi,” kata Fanta Aw, Wakil Presiden di American University, Washington D.C,

Namun, tingginya biaya kuliah bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi alasan.

Sebuah studi oleh Institute for International Education, sebuah lembaga pendidikan

internasional, merujuk pada anggapan mengenai kejahatan di Amerika dan wacana politik yang kontroversial terhadap para imigran.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/Importance_of_Implementing_New_Technologies_in_High_School_Classrooms

Akademisi Unsoed Sebut Problem Pendidikan Karakter Jadi Tantangan Mendikbud

Akademisi Unsoed Sebut Problem Pendidikan Karakter Jadi Tantangan Mendikbud

Akademisi Unsoed Sebut Problem Pendidikan Karakter Jadi Tantangan Mendikbud

Akademisi Unsoed Sebut Problem Pendidikan Karakter Jadi Tantangan Mendikbud
Akademisi Unsoed Sebut Problem Pendidikan Karakter Jadi Tantangan Mendikbud

Penunjukan Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

(Mendikbud) diharapkan dapat meningkatkan program kompetensi guru. Apalagi, persoalan mendasar saat ini ada pada pendidikan karakter.

Harapan tersebut disampaikan Dosen Sosiologi Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Nanang Martono.

“Peningkatan kompetensi guru harus menjadi perhatian Mendikbud,

” katanya seperti diberitakan Antara di Purwokerto, Jawa Tengah pada Kamis (24/10/2019).

Dia menjelaskan, problem mendasar dalam sektor pendidikan pada saat ini adalah masalah pendidikan karakter.

“Pendidikan karakter menghadapi tantangan besar akibat ekspansi teknologi yang merombak kehidupan masyarakat khususnya siswa,” katanya.

Dia mengakui, perkembangan teknologi bukan berarti harus dihindari namun dijadikan tantangan untuk makin memajukan sektor pendidikan.

“Teknologi jangan dihindari, namun sekolah harus mengubah teknologi

sebagai teman yang aman dan nyaman. Inilah tantangan pendidikan pada era digital,” katanya.

Dia mengatakan, perkembangan teknologi berdampak pada melimpahnya arus informasi yang mungkin diterima siswa.

“Fenomena yang terjadi, siswa memiliki wawasan yang makin luas, selain itu karakter siswa kemudian lebih banyak dibentuk oleh konstruksi sosial yang disebarkan melalui media massa dan media sosial, sehingga harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Unsoed, Edi Santoso mengharapkan Mendikbud Nadiem Makarim akan membawa “gebrakan” baru dalam sektor pendidikan agar lebih segar dan inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.

“Nadiem Makarim merupakan kombinasi sosok muda, cerdas, kreatif, sosok seperti ini diharapkan bisa menjadi pembuat kebijakan di dunia pendidikan dengan isu besar SDM dan teknologi,” katanya.

Edi menilai, penunjukan Nadiem merupakan bagian dari upaya pemerintah merespon tren digital.

“Faktanya, digitalisasi telah menciptakan disrupsi. banyak yang berubah secara fundamental,” katanya.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/Successful_Learning_Advice_Writing_your_First_essay_at_School

Tahun Depan Apple Siapkan iPad Mini 5 dan iPad 10 Inci

Tahun Depan Apple Siapkan iPad Mini 5 dan iPad 10 Inci

Tahun Depan Apple Siapkan iPad Mini 5 dan iPad 10 Inci

Tahun Depan Apple Siapkan iPad Mini 5 dan iPad 10 Inci
Tahun Depan Apple Siapkan iPad Mini 5 dan iPad 10 Inci

Sebagai penerus iPad Mini 4, Apple berencana meluncurkan iPad Mini 5 dan iPad 10 inci baru pada paruh pertama di 2019. Dua iPad baru ini diharapkan bisa meningkatkan penjualan tablet besutan Apple.

iPad Mini 5 akan diluncurkan pada paruh pertama tahun depan.

Untuk produksi massal, kabarnya akan mulai dilakukan pada akhir bulan ini.

iPad 10 inci terbaru akan menggantikan generasi iPad 9,7 inci saat ini.

Dilaporkan BGR, Apple mengerjakan iPad 10 inci. Perangkat yang ada saat ini memiliki ukuran 9,7 inci, sehingga ini merupakan peningkatan dalam hal ukuran layar.

Perangkat kabarnya akan memiliki bingkai yang lebih tipis dan kemungkinan iPad 2019

dapat mendukung Apple Pencil 2.

Laporan juga menyebutkan bahwa Apple akan berusaha untuk mengurangi biaya pada iPad 2019 dengan mengubah produsen dan pindah ke tampilan LED Korea Selatan yang lebih murah.

Untuk diketahui, iPad Mini 4 generasi saat ini masih tersedia di pasar.

Perangkat tersebut hadir dengan storage 128GB. Sudah saatnya Apple memperbarui generasi iPad Mini.

Sementara untuk iPad 2019, detail informasi masih belum banyak terungkap, namun kemungkinan ini merupakan perangkat low-end. Sebagai infornasi, iPad Mini tidak mendapatkan update besar sejak 2015.

 

Baca Juga :

XL Tingkatkan Kapasitas 1500 Site

XL Tingkatkan Kapasitas 1500 Site

XL Tingkatkan Kapasitas 1500 Site

XL Tingkatkan Kapasitas 1500 Site
XL Tingkatkan Kapasitas 1500 Site

Untuk memastikan jaringan benar-benar aman sepanjang libur panjang akhir tahun 2018,

termasuk saat perayaan Natal dan pergantian tahun, XL Axiata meningkatkan kapasitas jaringan pada sekitar 1.500 site yang meng-cover area atau wilayah yang kemungkinan akan mengalami peningkatan trafik selama libur Natal dan tahun baru.

Site-site tersebut antara lain berada di jalur utama transportasi darat menuju kota-kota tujuan liburan, juga di sekitar lokasi-lokasi wisata. Selain itu, berbagai upaya juga telah disiapkan, antara lain dengan penempatan sejumlah Mobile BTS di berbagai lokasi yang tersebar di Sumatra, Jakarta, pusat Kota Bandung serta di jalur tol trans Jawa, serta di Pangandaran.

Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata, mengatakan,

kapasitan jaringan yang tersedia di hari biasa sudah cukup besar dan akan bisa mengatasi potensi kenaikan trafik yang akan terjadi.

“Kami hanya ingin memastikan semua akan aman berapapun kenaikan trafik yang akan terjadi. Apalagi, antusiasme masyarakat untuk berlibur kali ini sepertinya sangat besar, sehingga kami tentu harus mempersiapkan jaringan sebaik mungkin untuk kenyamanan masyarakat/pelanggan,” ungkap Yessie.

Lebih lanjut disampaikan Yessie, Tim teknis XL Axiata di lapangan maupun

dari fasilitas monitoring di XL Axiata Tower akan terus bersiaga, memantau dinamika trafik di semua lokasi layanan, termasuk di luar Jawa.

Yessie menambahkan, salah satu yang juga menjadi perhatian tim XL Axiata adalah jaringan di sepanjang jalan tol, Jawa dan Luar Jawa. Menurutnya, keberadaan jalan tol yang baru dan semakin menghubungkan kota-kota utama di sepanjang Pulau Jawa, akan mendorong warga untuk bepergian di waktu libur panjang.

 

Sumber :

https://nouw.com/danuaji/titanium-backup-pro-36851545

Kominfo Blokir 738 Website dan Aplikasi Fintech Ilegal

Kominfo Blokir 738 Website dan Aplikasi Fintech Ilegal

Kominfo Blokir 738 Website dan Aplikasi Fintech Ilegal

Kominfo Blokir 738 Website dan Aplikasi Fintech Ilegal
Kominfo Blokir 738 Website dan Aplikasi Fintech Ilegal

Sejumlah 738 sistem informasi fintech ilegal diblokir Kementerian Komunikasi

dan Informatika (Kominfo), yang terdiri dari 211 website dan 527 aplikasi fintech ilegal pada Google Playstore

Pemblokiran dilakukan Kementerian Kominfo berdasarkan permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku instansi pengawas dan pengatur sektor jasa keuangan. Selain itu, pemblokiran juga dilakukan atas dasar aduan masyarakat melalui aduan konten serta penelusuran mesin AIS Kementerian Kominfo.

Ferdinandus Setu (Nando), PLT, Kepala Biro Humas Kementeriaan Kominfo

dalam keterangan resminya menjelaskan, jumlah website paling banyak diblokir pada bulan Desember 2018, yakni sebanyak 134 website. Sementara aplikasi dalam google playstore terbanyak diblokir pada bulan Desember sebanyak 216 aplikasi.

‘Pada bulan Januari sampai dengan Juli 2018 tidak ada website dan aplikasi yang diblokir namun pada September 2018, Kominfo melakukan pemblokiran terhadap 77 website,” ujar Nando, di Jakarta (21/12/18)

Sementara itu, untuk aplikasi berbasis Google Playstore, Kementerian Kominfo

pada bulan Agustus 2018 melakukan blokir terhadap 140 aplikasi. Pada bulan berikutnya, September 2018, dilakukan blokir untuk 171 aplikasi.

Nando pun berpesan bagi masyarakat yang menemukan adanya website atau aplikasi yang terindikasi termasuk fintech ilegal, dapat melaporkannya melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten.

“Supaya bisa ditindak lanjuti oleh Satuan Tugas Waspada Investasi Illegal yang beranggotakan lebih dari 13 kementerian dan lembaga,”tutur Nando

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/6/

Bidik Milenial, Pegipegi Hadirkan Fitur Kekinian

Bidik Milenial, Pegipegi Hadirkan Fitur Kekinian

Bidik Milenial, Pegipegi Hadirkan Fitur Kekinian

Bidik Milenial, Pegipegi Hadirkan Fitur Kekinian
Bidik Milenial, Pegipegi Hadirkan Fitur Kekinian

Lahir di era digital, membuat generasi milenial terbiasa hidup memanfaatkan teknologi,

termasuk untuk merencanakan perjalanan. Karena itu, Pegipegi menawarkan kebutuhan traveling yang praktis dan simpel hanya dari genggaman tangan, mulai dari memesan tiket pesawat, hotel, kereta dan banyak lagi lainnya.

Pegipegi mengklaim pengguna aplikasinya terus bertambah. Semester pertama 2019 menunjukkan pengguna meningkat hingga 3 (tiga) kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana sekitar 40—50% penggunanya merupakan generasi milenial.

Maka dari itu, Pegipegi berkomitmen untuk membidik pasar milenial pada kuartal III dan IV tahun 2019 ini.

Beberapa strateginya adalah dengan menghadirkan harga yang kompetitif sekaligus fitur

yang semakin memanjakan pelanggan, seperti:

PayLater, merupakan salah satu fitur metode pembayaran yang menyediakan program cicilan hingga 12 bulan.
Travel Insurance, merupakan fitur yang akan memberikan perlindungan maksimal dengan proses klaim yang mudah untuk keterlambatan hingga kecelakaan diri.
Online Refund, merupakan fitur proses pengembalian dana di mana pelanggan hanya perlu melakukannya lewat aplikasi Pegipegi.
Online Check-In, merupakan fitur yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk menghindari keterlambatan saat check-in di bandara.

Serlina Wijaya selaku Chief Marketing Officer Pegipegi mengatakan, “Generasi milenial

dikenal sebagai generasi penyuka hal yang praktis dan serba cepat. Maka dari itu, kami terus berinovasi memberikan produk dan layanan yang benar-benar memahami kebutuhan milenial dengan fitur yang memanjakan, mulai dari saat proses pemesanan hingga selesai.”

 

Baca Juga :

Aturan IMEI Jadi Upaya Terakhir Tekan Ponsel Ilegal

Aturan IMEI Jadi Upaya Terakhir Tekan Ponsel Ilegal

Aturan IMEI Jadi Upaya Terakhir Tekan Ponsel Ilegal

Aturan IMEI Jadi Upaya Terakhir Tekan Ponsel Ilegal
Aturan IMEI Jadi Upaya Terakhir Tekan Ponsel Ilegal

Prudential Life Assurance (Prudential), mengumumkan kemitraan strategis

dengan Halodoc, penyedia layanan kesehatan online asal Indonesia.

Seiring kemitraan dengan Halodoc, Prudential melakukan investasi strategis untuk membantu memberikan solusi digital di Indonesia, yang berpenduduk lebih dari 260 juta orang, untuk memenuhi kebutuhan akan perawatan kesehatan dengan biaya yang terjangkau serta mudah diakses dari mana saja.

Nic Nicandrou, Chief Executive of Prudential Corporation Asia, mengatakan layanan telemedicine Halodoc akan menjadi bagian dari platform digital Prudential yang akan segera diluncurkan di Indonesia.

“Melalui platform digital tersebut, nasabah akan dapat berkonsultasi

dengan dokter secara online, membeli dan mengatur pengiriman resep, memesan tes laboratorium, mendapatkan opini medis kedua, dan menjadwalkan konsultasi di rumah sakit yang tergabung di jaringan PRUMedical Network – semuanya dalam satu aplikasi ponsel,”ujar Nic Nicandrou.

Dikatakan Nic, platform digital Prudential juga akan mencakup layanan bernilai tambah lainnya yang akan menarik bagi pengguna internet seluler di Indonesia, yang saat ini menyumbang sekitar 53 persen dari populasi, atau 142,8 juta orang.

“Kemitraan strategis ini merupakan langkah penting menuju visi tersebut

dan merupakan bagian integral dari perwujudan layanan kesehatan digital revolusioner Prudential di Indonesia,”kata Nic lagi.

Menurut Nic. Inisiatif kesehatan digital Prudential dan Halodoc juga membantu mengatasi tantangan kesehatan Indonesia yang lebih luas, seperti hambatan geografis dan rendahnya rasio jumlah dokter terhadap populasi.

Pada 2017, Indonesia hanya memiliki tiga dokter, sementara di negara maju ada lebih dari 20 dokter untuk setiap 10.000 orang.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Laba Bersih Telkom Tumbuh 27,4%

Laba Bersih Telkom Tumbuh 27,4%

Laba Bersih Telkom Tumbuh 27,4%

Laba Bersih Telkom Tumbuh 27,4%
Laba Bersih Telkom Tumbuh 27,4%

Telkom mencatat kinerja Perseroan yang semakin cemerlang

. Hal ini terlihat dari profitabilitas Perseroan yang kian meningkat, dimana sepanjang semester I/2019 laba bersih tumbuh hingga 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Sepanjang semester I/2019, dengan pendapatan konsolidasi yang tumbuh 7,7% Perseroan berhasil mencatat laba bersih yang meningkat signifikan hingga 27,4%. Hal tersebut menunjukkan kinerja Perseroan yang kian sehat dengan profitabilitas yang semakin baik karena Perseroan mampu menghasilkan persentase pertumbuhan laba bersih yang jauh di atas persentase pertumbuhan pendapatan. Ini akan menjadi faktor penting  bagi sustainability perusahaan di masa mendatang,” ungkap Ririek Adriansyah Direktur Utama Telkom, di Jakarta (31/07).

Telkom mencatat laba bersih di semester pertama 2019 sebesar Rp11,08 triliun

. Pendapatan konsolidasi Perseroan tercatat sebesar Rp69,35 triliun, tumbuh 7,7% YoY dengan EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) yang juga mengalami peningkatan sebesar 16,9% menjadi Rp33,12 triliun.

Pencapaian ini tak lepas dari fokus Perseroan terhadap mesin utama pertumbuhan yakni bisnis digital yang konsisten tumbuh dan menunjukkan kinerja positif. Pendapatan bisnis digital meningkat cukup signifikan sebesar 22,6% YoY menjadi Rp48,29 triliun. Kontribusi bisnis digital juga meningkat menjadi 69,6% dari total pendapatan pada semester I/2019, dimana pada periode yang sama tahun lalu sebesar 61,2%. Pendapatan bisnis digital terdiri dari pendapatan layanan konektivitas broadband sebesar Rp38,7 triliun atau tumbuh 24,4% dan layanan digital sebesar Rp9,59 triliun atau tumbuh 15,6%.

Entitas anak usaha Telkom, Telkomsel yang saat ini tengah fokus

terhadap bisnis digital juga menunjukkan kinerja yang semakin baik dengan membukukan Rp45,11 triliun pada pendapatan, Rp24,23 triliun pada EBITDA dan Rp12,71 triliun pada laba bersih dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,5%, 9,0% dan 8,4% dari periode yang sama tahun lalu.

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Samsung Pangkas Produksi Smartphone di Cina

Samsung Pangkas Produksi Smartphone di Cina

Samsung Pangkas Produksi Smartphone di Cina

Samsung Pangkas Produksi Smartphone di Cina
Samsung Pangkas Produksi Smartphone di Cina

Seiring menurunnya daya beli masyarakat Cina terhadap smartphone Samsung

, perusahaan memutuskan memangkas produksinya di sana. Bahkan, sekitar enam bulan lalu perusahaan menutup salah satu pabriknya di wilayah tersebut.

Sekarang, Samsung mengonfirmasi pihaknya telah menetapkan ulang skala produksi di satu-satunya pabrik yang tersisa di Cina.

Seperti diketahui, pada puncaknya pada tahun 2013

, Samsung menyumbang 20%​ dari semua pengiriman smartphone di Cina. Tetapi ketika rival lokal lebih kompetitif dengan margin laba lebih tipis, penjualan perusahaan menurun drastis.

Sepanjang tahun lalu, Samsung telah berjuang untuk mempertahankan pangsa pasar 1%, dan kinerja Galaxy S10 tampaknya masih belum bisa meningkatkan penjualan ke level ‘aman’.

Pabrik Samsung di Cina sebelumnya melayani pasar lokal

dan internasional, tetapi selama beberapa tahun terakhir perusahaan telah mengalihkan sebagian besar produksinya ke negara-negara seperti India, meninggalkan pabrik-pabrik Cina untuk memenuhi permintaan lokal saja.

Samsung tidak mengungkapkan sejauh mana persisnya pengurangan produksi terbaru, tetapi perusahaan dilaporkan sedang menawarkan PHK sukarela dengan kompensasi kepada karyawan yang berminat hingga 14 Juni

 

Baca Juga :