preferential-lite
shadow

IPB Dukung Program Kota Bogor Bebas Plastik

IPB Dukung Program Kota Bogor Bebas Plastik

IPB Dukung Program Kota Bogor Bebas Plastik

IPB Dukung Program Kota Bogor Bebas Plastik
IPB Dukung Program Kota Bogor Bebas Plastik

Institut Pertanian Bogor (IPB) mendukung upaya Pemerintah Kota Bogor dalam mengurangi jumlah penggunaan plastik.

Pemkot Bogor telah menerbitkan Peraturan Wali (Perwali) Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang pelarangan penyediaan kantong plastik di pusat perbelanjaan.

Hal ini disampaikan Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc

, dalam Seminar “Bogor Zero Waste: No Plastics,

No Worries” yang diselenggarakan oleh Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB, Minggu (25/11/2018) di Botani Square Bogor.

“Saya menyambut baik kegiatan ini, kami berharap bahwa acara semacam ini yang digagas oleh para mahasiswa harus diikuti dengan aksi

nyata di lapangan. Banyak gerakan melawan sampah plastik di dunia yang digagas oleh para generasi muda. “The youth environmental movement” di berbagai negara memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mengurangi sampah plastik di dunia,” kata Dr. Arief.

Lebih lanjut Dr. Arief katakan bahwa saat ini Indonesia memproduksi plastik sebanyak 3.2 juta ton sampah plastik. Sekitar 1.29 jutaton dibuang di lautan.

“Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Georgia menempatkan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua yang dibuang ke laut setiap tahun di seluruh dunia. Sektor daur ulang plastik di Indonesia saat ini tidak mampu mengatasi penggunaan kemasan plastik yang semakin meningkat. Hal ini menyebabkan masalah sosial dan lingkungan yang luar biasa bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurut Dr. Arief agar efektif Peraturan Wali Kota tentang pelarangan plastik di Kota Bogor harus diikuti dengan layanan, insentif, fasilitas pendukung (support services) dan penegakan peraturan (law enforcement).

Wali Kota Bogor, Dr. Bima Arya dalam sambutannya menyatakan bahwa

berdasarkan Perwali tersebut, mulai 1 Desember 2018 Pemerintah Kota Bogor akan menerapkan kebijakan pelarangan penyediaan kantong plastik di retail modern dan pusat perbelanjaan.

“Setiap konsumen yang berbelanja diwajibkan untuk membawa kantong belanjaan ramah lingkungan pengganti plastik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Vania Herlambang, Puteri Indonesia Lingkungan 2018

, Miss International Indonesia 2018 dan Sahabat Citarum mengajak generasi muda untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengurangi sampah plastik. Ia menampilkan bukti-bukti empiris mengenai betapa bahayanya sampah plastik.

Sampah telah terbukti membahayakan satwa di laut. Video viral karya Christine Figgener tentang penyelamatan penyu Olive Rildey dari sedotan plastik yang menusuk lubang hidung menjadi salah satu contoh. Ia juga menyatakan bahwa ikan paus yang mati di perairan Wakatobi ternyata juga menyimpan sampah plastik di perutnya.

Dalam seminar tersebut juga diperagakan berbagai produk pengganti kantong kresek plastik yang ramah lingkungan

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Kelemahan Wireless pada Lapisan Fisik

Kelemahan Wireless pada Lapisan Fisik

Kelemahan Wireless pada Lapisan Fisik

Kelemahan Wireless pada Lapisan Fisik
Kelemahan Wireless pada Lapisan Fisik

Wifi menggunakan gelombang radio pada frekwensi milik umum yang bersifat bebas digunakan oleh semua kalangan dengan batasan batasan tertentu. Setiap wifi memiliki area jangkauan tertentu tergantung power dan antenna yang digunakan. Tidak mudah melakukan pembatasan area yang dijangkau pada wifi.
Hal ini menyebabkan berbagai dimungkinan terjadi aktifitas aktifitas antara lain:
– Interception atau penyadapan
Hal ini sangat mudah dilakukan, dan sudah tidak asing lagi bagi para hacker. Berbagai tools dengan
mudah di peroleh di internet. Berbagai teknik kriptografi dapat di bongkar oleh tools tools tersebut.
– Injection
Pada saat transmisi melalui radio, dimungkinkan dilakukan injection karena berbagai kelemahan pada
cara kerja wifi dimana tidak ada proses validasi siapa yang sedang terhubung atau siapa yang
memutuskan koneksi saat itu.
– Jamming
Jamming sangat dimungkinkan terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja karena ketidaktahuan
pengguna wireless tersebut. Pengaturan penggunaan kanal frekwensi merupakan keharusan agar
jamming dapat di minimalisir. Jamming terjadi karena frekwensi yang digunakan cukup sempit
sehingga penggunaan kembali channel sulit dilakukan pada area yang padat jaringan nirkabelnya. S
– Locating Mobile Nodes
Dengan berbagai software, setiap orang mampu melakukan wireless site survey dan mendapatkan
informasi posisi letak setiap Wifi dan beragam konfigurasi masing masing. Hal ini dapat dilakukan
dengan peralatan sederhana spt PDA atau laptop dengan di dukung GPS sebagai penanda posisi.
– Access Control
Dalam membangun jaringan wireless perlu di design agar dapat memisahkan node atau host yang
dapat dipercaya dan host yang tidak dapat dipercaya. Sehingga diperlukan access control yang baik
– Hijacking
Serangan MITM (Man In The Middle) yang dapat terjadi pada wireless karena berbagai kelemahan protokol tersebut sehingga memungkinkan terjadinya hijacking atau pengambilalihan komunikasi yang sedang terjadi dan melakukan pencurian atau modifikasi informasi.

Baca Juga :

Kasus Pejabat Arogan Dua Pekan Terakhir

Kasus Pejabat Arogan Dua Pekan Terakhir

Kasus Pejabat Arogan Dua Pekan Terakhir

Kasus Pejabat Arogan Dua Pekan Terakhir
Kasus Pejabat Arogan Dua Pekan Terakhir
Dua pekan terakhir ini publik dikagetkan berita perilaku arogan beberapa pejabat negeri ini. Di awali dari cerita kasus pemukulan seorang pejabat terhadap pramugari Sriwijaya Air, hingga terakhir berita tentang perilaku arogan pejabat Kantor Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Hamburg, Jerman.

Bicara pejabat arogan jadi teringat komentar Abdullah Hehamahua, Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi menanggapi aksi pejabat pemukul Pramugari. Menurut dia, perilaku arogan pejabat itu pola-pola perilaku ‘bos’, ketika ditegur oleh rakyat tersinggung.
Berikut ini 4 perilaku arogan pejabat negeri ini dalam dua pekan terakhir:

1. Bupati tak pakai helm ancam demo DPRD
Pertama kisah Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto, mengancam akan mengerahkan massa untuk unjuk rasa di kantor DPRD. Gara-garanya, DPRD kabupaten setempat meminta Kapolres Inhu bersikap tegas kepada bupati yang touring tak mengenakan helm.

Bukanya meminta maaf, sang bupati malah mengancam akan mengerahkan massa mendemo DPRD. Dia beralasan naik motor di pedesaan tak perlu pakai helm.

“Saya tidak memakai helm karena saya menyapa masyarakat saya. Saya mengendarai motor di pedesaan, bukan di perkotaan, masa begitu saja di komentari,” ungkap Yopi kepada merdeka.com senin malam (10/6) melalui telepon selulernya.

Waktu itu Yopi Arianto dan sejumlah pejabat setempat touring menunggang motor trail. Dia menemui warga dan berkunjung ke Camp Granit, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), Kecamatan Batang Gangsal. Masalahnya, saat touring itu Yopi tak mengenakan helm.

2. Anggota DPRD Solo pukul warga

Anggota DPRD Kota Solo, Jawa Tengah Paulus Haryoto, dilaporkan ke Polresta setempat karena diduga telah memukul pedagang makanan keliling, Riza Satuhu Yuwono pada Selasa kemarin (11/6). Riza merupakan warga Kusumodilagan RT 2 RW 11 Pasar Kliwon.

Paulus memukul Riza hingga pelipis kirinya berdarah. Peristiwa tersebut berawal ketika korban beserta temannya hendak pulang, usai membeli makanan kecil dari sebuah toko kelontong di Jalan Patimura.

Namun tak disadari, saat parkir sepeda motor korban merintangi jalan. Pada saat bersamaan melintas mobil anggota DPRD Solo yang dikendarai bersama istri. Karena merasa terhalang oleh korban, Paulus kemudian beberapa kali membunyikan klakson.

Bukannya meminggirkan sepeda motor, korban yang mengaku kaget justru menegur Paulus. Bahkan korban sempat menggebrak mobil Paulus. Karena tak terima mobil digebrak, Paulus kemudian memukul Riza.

3. Kekerasan petugas KJRI Jerman

Sikap arogan juga di tunjukan oleh seorang petugas KJRI Hamburg, Jerman. Gara-gara bersenggolan, seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang mengikuti kegiatan olahraga di KJRI Hamburg mengalami penganiayaan, dikeroyok dan ditonjok oleh sang petugas.

Seperti siaran pers yang diterima merdeka.com dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman cabang Hamburg, Rabu (12/6), peristiwa bermula saat KJRI Hamburg menggelar kegiatan Peringatan HUT RI pada 8 Juni 2013 lalu.

Berdasarkan kronologi yang dibuat PPI Hamburg, pemukulan terjadi di lapangan sepakbola Stadtpark (Fussballplatz Neuewelt) Hindenburgstr. 1,22303 Hamburg. Korban bernama Puji Syukran (PS) yang merupakan anggota PPI Hamburg.

Sementara pelaku yang juga warga negara Indonesia merupakan staf lokal KJRI berinisial RG. “Sekitar Pukul 14.30 waktu Hamburg tiba-tiba Saudara PS ditabrak RG, pada saat RG ingin buang sampah tanpa PS mengetahui sebabnya.”

4. Kepala BKPM pukul pramugari

Terakhir kisah seorang pramugari maskapai penerbangan Sriwijaya Air, Febriyani menjadi korban pemukulan Zakaria Umarhadi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Provinsi Bangka-Belitung. Febri dipukul karena Zakaria merasa tersinggung diminta mematikan telepon seluler saat di pesawat.

Company Profil KPK

Company Profil KPK

Company Profil KPK

Company Profil KPK
Company Profil KPK

 

Korupsi membunuh kebahagiaan kita.

Pemberantasan korupsi bukan barang baru. Dari Orde Lama hingga Orde Baru, upaya pemberantasan korupsi telah ada. Tapi ternyata, cara konvensional tidak ampuh. Karenanya, dibutuhkan pemberantasan korupsi yang luar biasa. KPK kemudian dilahirkan dengan semangat yang luar biasa. KPK diberi amanat melakukan pemberantasan korupsi secara profesional, independen, intensif, dan berkesinambungan. Tujuannya, untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

KPK merupakan lembaga negara yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasaan manapun. Adapun tugas KPK yang dimaksud adalah koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan korupsi, supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan korupsi, melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, melakukan tindakan-tindakan pencegahan korupsi, dan melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.

Selain itu, peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi terus didukung dalam bentuk partisipasi aktif warga dalam membangun budaya antikorupsi, mengawasi dan melaporkan perilaku-perilaku korupsi secara bertanggung jawab. Karena korupsi ada di sekitar kita, maka tak ada pilihan lain untuk terus melawan dan mencegah korupsi yang tampak oleh kita.

Sumber : https://filehippo.co.id/

SMPN 6 Ambon Dapat Bantuan Dari Wattimena Bersaudara

SMPN 6 Ambon Dapat Bantuan Dari Wattimena Bersaudara

SMPN 6 Ambon Dapat Bantuan Dari Wattimena Bersaudara

SMPN 6 Ambon Dapat Bantuan Dari Wattimena Bersaudara
SMPN 6 Ambon Dapat Bantuan Dari Wattimena Bersaudara

Untuk mengenang masa studi di SMP Negeri 6 Ambon, Wattimena Bersaudara Bung Michael dan Bung Welem, melakukan temu Alumni angkatan tahun 1985 dan 1993, sekaligus memberikan bantuan kepada SMPN 6, Sabtu (3/3/20180.

Setiap orang selalu mengenang masa-masa lalunya selama mengikuti pendidikan, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA. Karena dimasa-masa yang lalu itu, tidak mungkin akan terulang kembali.

Bung Michael merupakan alumni tahun 1985 sekarang menjadi Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Daerah Pemelihan Provinsi Papua Barat. Sementara adiknya, Bung Welem Wattimena menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku dari Partai Demokrat Dapil Kabupaten Maluku Tengah.

Wattimena Barsaudara dan teman-teman alumninya

, memberikan bantuan uanga Rp 25 juta kepada SMP Negeri 6 Ambon untuk membangun Musola ruangan untuk kunci usbuh. Termasuk membangun jembatan penyeberangan untuk anak-anak SMP 6, dengan dana sebesar RP 30 juta.

Pada tahun 2012 lalu alumni 1985 juga pernah membatu 10 unit kompoter untuk SMP Negeri 6 Ambon.

Kepada para alumni dan dewan guru yang hadir, Bung Michael menyampaikan banyak sekali pengalaman yang dirasakannya sewaktu menuntut ilmu di SMP Negeri 6 Ambon.

“Pendidikan bukanlah sesuatu untuk mempelajari fakta-fakta

, tetapi lebih penting adalah bagaimana kita meningkatkan jiwa dan pemahaman kita terhadap dinamika yang ada di sekitarnya,”kata Bung Michael, mengutik pernyatan Alberd Einstein.

Ia juga mengulang pernyataan dari sahabatnya JEN bahwa,”keberhasilan kita tidak pernah lepas dari pada lingkungan adaptasi kita keseharian”.

Selama tiga tahun kita berada di SMP Negeri 6 Ambon

dan apa yang kami rasakan saat ini adalah bagian dari pada output yang menjadi prodak SMP Negeri 6.

Dikatakan, seorang bijak namanya Mery berkata, “Masa lalu tidak bisah kita robah tetapi masa depan adalah kekuatan bagi kita”. Untuk itu kata Michael, kita sudah melewati masa lalu dengan lembaga sekolah yang sudah membesarkan kita dan itu tidak dapat di rubah dalam lika–liku dinamika dari pada kita semuanya”.

Di tempat yang sama Jantje Mahulette, Kepala SMP Negeri 6 Ambon Ambon mengatakan, pilar alumni adalah salah satu bagian dalam memberikan kontribusi bagi lembaga yang telah membesarkan kita semua.

Dalam acara temu Alumni dan pemberian bantuan dari Alumni 1985 dan 1993 disaksikan langsung oleh dewan guru dan para murid SMP Negeri 6 Ambon.(TM)

 

Baca Juga :

DPRD Akan Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Belum S1

DPRD Akan Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Belum S1

DPRD Akan Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Belum S1

DPRD Akan Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Belum S1
DPRD Akan Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Belum S1

Komisi D DPRD Maluku akan memperjuangkan nasib sekitar 7.000 guru

di daerah ini yang belum bisa menyelesaikan program studi strata (S1) untuk memenuhi kuota guru afirmasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Dari 12 ribu guru afirmasi yang dibutuhkan, hanya 5.000 orang yang baru menyelesaikan program studi S1 sehingga masih tersisa tujuh ribuan yang belum selesai,” kata ketua komisi D DPRD setempat, Saadyah Uluputty di Ambon, Kamis (1/2).

Sementara dana itu belum ada kabar lanjutannya seperti apa sehingga

komisi akan menyampaikan persoalan ini ke kementerian melalui agenda penyampaian aspirasi agar diperhatikan alokasi dana untuk penyelesaian atau afirmasi penyetaraan dari guru diploma menjadi guru sarjana.

Menurut dia, kuota guru afirmasi ini harus dipenuhi karena sudah diatur dalam ketentuan undang-undang dimana para guru yang bisa mengajar di kelas hanyalah bagi mereka yang sudah menyelesaikan program studi sarjana lengkap.

Komisi juga akan memperjuangkan anggaran dari kementerian untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana maupun infrastruktur di Maluku dengan meminta juknis yang telah disusun agar dapat diperlonggar.

Sebab kebutuhan di sini bukan saja menyangkut persoalan RKB

dan rehab gedung yang rusak, tetapi juga kebutuhan akan sarana prasarana lain seperti pagar sekolah, ruang laboratorium, atau pun sarana multi media bagi setiap sekolah yang sangat membutuhkan guna peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Maluku.

Selain itu alokasi DAK untuk SMK, dari dinas pendidikan provinsi meminta agar bukan saja dalam bentuk DAK perbantuan atau penugasan tetapi yang sifatnya reguler agar lebih longgar.

“Karena yang paling tahu kebutuhan tentang kondisi SMK di Maluku adalah Diknas sehingga DAK reguler atau pun DAK afirmasi itu akan menjadi perjuangan komisi,” katanya.

 

Sumber :

https://chicagobearsjerseyspop.com/sejarah-gedung-sate/

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM
Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW), merupakan program dari Direktorat Khusus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2017.

Pendidikan khusus dan pelatihan dibuat untuk masyarakat di Indonesia

namun harus tercover dalam satu lembaga yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

PKBM sebagai lembaga pendidikan luar sekolah ada ditengah masyarakat berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan PKK dan PKW.

Kegiatan khusus dan pelatihan sangat membantu masyarakat guna mengatasi masalah pengangguran, serta mendongkrak ekonomi masyarakat,”kata Junus Pattiasina, S.Sos staf Analisis Data Mutu Pendidikan Seksi Perencanaan Balai Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas) Maluku di Ambon, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, kegiatan khusus atau pelatihan Menjahit, Tata boga

, Kecantikan, Perbengkelan, Otomotif, semuanya masuk dalam kegiatan PKK. PKBM adalah lembaga ditegah-tengah masyarakat merupakan mitra kerja dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kondisi PKK dan PKW di Maluku sangat membantu masyarakat meskipun baru dibentuk dan berjalan dalam tahun 2017 ini. BP PAUD Dikmas hadir di Maluku untuk membantu masyarakat dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan masyarakat.
Beny Popla, S.Pd dan Istri, Pengelola PKBM Dia Ferat

Pattiasina melihat kegiatan pelatihan PKK (Menjahit) yang dilaksanakan oleh PKBM

Dia Ferat sangat berdampak positif bagi kehidupan masyarakat di lingkungan RT.002/RW.04 Benteng Atas Ambon.

“Sebelum masyarakat tahu tentang proses menjahit, membuat pola sampai menghasilkan produk, mereka harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu seperti yang dilaksanakan pada PKBM Dia Ferat,”ucapnya.

Semua kabupaten/kota di Maluku diberikan quota untuk melaksanakan kegiatan PKK dan PKW. Diharapkan, kegiatan ini dapat mambantu persoalan ekonomi masyarakat di Maluku yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(TM02)

 

Sumber :

https://chicagobearsjerseyspop.com/niat-mandi-wajib/

Keistimewaan Ja’far Ath-Thayyar

Keistimewaan Ja’far Ath-Thayyar

Nama lengkapnya adalah Ja’far bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Ia punyai gelar Abu Al-Masakin yang berarti bapak orang-orang miskin karena ia senang berdialog bersama mereka. Juga gelar Dzu Al-Janahain yang berarti pemilik dua sayap serta Ja’far Ath-Thayyar yang berarti orang yang dapat terbang.

Ia ikut hijrah ke Habsyi dan kebolehan berdiplomasinya ia memanfaatkan untuk menangkal hasutan kaum musyrikin kepada Raja Habsyi yang bernama Negus.

Suatu saat, Rasulullah saw diberi sadar oleh Malaikat Jibril bahwa kelak kala Ja’far berperang dan syahid, Allah telah sediakan baginya dua sayap hijau yang terbungkus bersama intan dan yaqut untuknya di surga. Dia terbang bersama ke dua sayapnya bersama malaikat.

Rasulullah saw senang mengetahuinya. Beliau pun menanyakan kepada Ja’far, “Wahai Ja’far, putra Abu Thalib. Amalan apa yang kaulakukan sehingga Allah memuliakanmu?”

Ja’far menjawab, “Wahai Rasulullah. Aku tidak sadar pasti amalan apa yang telah saya kerjakan. Hanya saja kala saya kafir dan sehabis masuk Islam sampai sementara ini, saya selalu menjauhi diri berasal dari bicara bohong, berzina, dan mabuk-mabukkan.”

Rasulullah saw menanyakan kembali, “Memang ketiga perkara itu diharamkan oleh Islam. Lalu, bagaimana engkau menghindar diri berasal dari ketiga pembawaan itu kala kafir? Bukankah tidak ada larangan untuk itu?”

Ja’far menjelaskan, “Aku berpendapat bahwa orang yang berbohong didalam ucapannya dapat selalu dicurigai oleh orang lain. Dan jika kebohongannya diketahui oleh orang, pasti dapat malu sekali. Oleh karena itulah, saya tidak rela berbohong.

Sedangkan, untuk kelakuan zina, saya tidak menghendaki ada orang lain yang berzina bersama istri atau anakku. Sungguh orang tersebut dapat tercela didalam pandanganku. Karena itulah saya membenci kelakuan zina.

Lalu, saya menjauhi mabuk-mabukkan karena saya menghendaki akalku tetap berkembang dan melampaui asumsi orang lain. Mabuk-mabukan dapat menghalau akal sehingga ia dapat mengeluarkan kalimat tidak bermanfaat dan tertawa-tawa tanpa alasan. Karena itulah saya menghindar diriku berasal dari minuman yang memabukkan,”

Malaikat Jibril berkunjung dan berkata, “Ja’far bicara benar. Allah menjadikan dua sayap untuknya disebabkan karena menghindar diri berasal dari ketiga perkara tersebut sehingga pantas terkecuali Ja’far dekat bersama Allah!”

Akhirnya, benarlah kisah itu kala Ja’far syahid didalam Perang Muktah, Rasulullah saw memberitakan, “Aku masuk ke didalam surga dan saya menyaksikan Ja’far terbang bersama para malaikat, namun ke dua sayapnya penuh bersama lumuran darah.”

Kemudian Rasulullah saw menyatakan bahwa Allah SWT mengganti sayap tersebut bersama sayap yang baru sehingga ia dapat terbang bersama sayap itu ke surga. Karena itulah ia dijuluki Ja’far Ath-Thayyar.

Sumber : tokoh.co.id/

Baca Juga :

Firasat Orang Shiddiq

Firasat Orang Shiddiq

Seorang pemuda Yahudi yang amat tampan masuk ke didalam masjid bersama sikapnya yang amat hormat. Pemuda itu berpakaian indah, kenakan wangi-wangian yang harum, budi dan tutur katanya pun sopan. Semua orang yang berada di masjid mengira ia adalah orang Islam, padahal sebetulnya ia Yahudi yang belum memeluk Islam.

Syekh Ibrahim Al-Khawwash yang tengah berada di didalam masjid bicara kepada sahabat-sahabatnya, “Pemuda itu adalah seorang Yahudi.”

Para kawan baik tidak cukup setuju bersama perkataan Syekh Ibrahim. Mereka berpikiran pemuda itu adalah jemaah masjid yang hendak shalat. Pemuda itu mengerti bahwa mereka tengah membicarakannya.

Seusai shalat, pemuda itu tunggu Syekh Ibrahim sampai pulang nampak dari masjid. Ketika dilihatnya Syekh Ibrahim udah nampak dari pintu masjid, pemuda Yahudi itu pun mendekati para kawan baik Syekh Ibrahim dan bertanya, “Apa kata Syekh Ibrahim mengenai diriku?”

Mendengar pertanyaan itu, para kawan baik Syekh Ibrahim enggan menjawabnya. Mereka diam seribu bahasa. Namun, pemuda itu mendesak mereka, “Tak harus takut, saya hanya inginkan mengerti apa yang diucapkan Syekh Ibrahim tadi?”

Akhirnya, tidak benar satu dari jemaah angkat bicara, “Syekh mengatakan bahwa kau seorang Yahudi. Apakah benar?”

Pernyataan Syekh Ibrahim itu mengejutkan pemuda Yahudi. Ia bergegas menyusul Syekh Ibrahim yang tengah berjalan pulang ke rumahnya. Pemuda itu langsung mencium tangan Syekh Ibrahim dan menunjukkan dirinya masuk Islam.

Syekh yang keheranan bertanya, “Apa yang mendorongmu untuk langsung memeluk Islam?”

Pemuda itu menceritakan isikan kitab yang diyakininya, “Dalam kitabku dikatakan, firasat seseorang yang memiliki cii-ciri shiddiq tidak dulu meleset. Saya menguji kaum muslim bersama menyamar sebagai jemaah masjid. Orang shiddiq pasti berada di pada group muslim. Ternyata dugaanku sebetulnya benar. Syekh Ibrahim mampu mengenaliku bersama tepat. Berarti Anda adalah orang yang shiddiq dan karena itulah saya masuk Islam!”

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

Tidak Takut Dikatakan Bodoh

Tidak Takut Dikatakan Bodoh

Imam Malik adalah sosok alim ulama yang rendah hati. Meskipun ia senantiasa belajar dan menimba ilmu dari 900 orang guru, ia tidak dulu terasa dirinya paling pintar. Imam Malik berkata, “Sering kali saya tidak tidur semalam suntuk untuk memikirkan jawaban atas problem yang diajukan kepadaku.”

Suatu hari tidak benar seorang muridnya datang dari suatu area yang jauh. Masyarakat area ia tinggal punyai masalah perlu yang belum terselesaikan. Sang murid punya niat untuk menanyakan hal berikut kepada gurunya, Imam Malik.

Akan tetapi, Imam Malik tidak dapat memberi tambahan jawaban kepadanya karena sebenarnya beliau tidak sadar jawaban atas problem tersebut. Dengan sejujurnya, beliau berkata, “Aku tidak tahu.”

Tentu saja sang murid menjadi kecewa. Lalu, ia berkata, “Apakah saya perlu menyebutkan kepada orang-orang bahwa Imam Malik tidak tahu?”

“Ya!” Jawab Imam Malik, “Katakanlah kepada kaummu bahwa saya tidak tahu!”

Pernyataan Imam Malik ini bisa saja bagi sebagian orang pandai terasa dapat menjatuhkan harga dirinya karena akan dianggap bodoh. Bahkan, untuk hindari supaya tidak disebut orang bodoh, ia akan berusaha untuk mengada-adakan jawaban tanpa memedulikannya, apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

Hal itu tidak berlaku bagi Imam Malik. Jika sebenarnya tidak punyai jawaban atas pertanyaan itu, beliau lebih memilih menyebutkan sejujurnya bahwa tidak sadar jawaban daripada perlu menyebutkan bahwa ia sadar semua tanpa ilmu.

Ia mewarisi cii-ciri jujur Nabi saw saat memastikan suatu jawaban atas permasalahan. Jika Rasulullah saw menanti wahyu untuk sadar jawabannya, Imam Malik akan belajar dan belajar ulang sampai menemukan ilmu yang benar untuk menjawab problem di atas.

Baca Juga :