preferential-lite
shadow

Cara Mempersiapkan Si Buah Hati Menerima Adik Baru

Cara Mempersiapkan Si Buah Hati Menerima Adik Baru

Menerima adik baru untuk sang kakak hampir dapat dipastikan bukan urusan yang sederhana, terlebih bila dia masih balita. Merupakan kewajaran bila ia merasa iri atau cemburu pada adiknya. Ada pergumulan sekian banyak perasaan yang pasang dan surut di dalam batinnya. Mengolah suasana dan menumbuh kembangkan perasaan positif pada sang kakak ialah tugas kita sebagai orang tua. Berikut ini sejumlah panduan simpel supaya sang kakak menerima adik baru dengan baik.

Jangan Mendadak Memberi Pemahaman pada Anak Anda

Memberikan pemahaman guna menerima adik baru tak dapat seketika. Perlahan-lahan jelaskanlah padanya mengenai si kecil yang bakal datang semenjak jauh hari, kira-kira selama 3-4 bulan sebelum kelahiran. Gunakanlah rasa hendak tahunya sekaligus naluri kita sebagai pemandu tahapan dalam pemahamannya dan tidak boleh lupa pertimbangkan umur sang kakak. Proses ini pun penting untuk mengajar daya kritis anak.

Jangan Menuntut Anak Segera Dewasa

Bagaimanapun pun mereka belum dewasa, biarkan mereka berproses tanpa paksaan. Dengan mempunyai adik tidak serta-merta mencetak kakak menjadi tokoh dewasa. Jangan hingga tuntutan Anda malah membuat sang kakak trauma dan merasa tersisih.

Jangan pula terlalu konsentrasi dan sepanjang hari mendominasi topik percakapan tentang bayi baru. Berikan toleransi lebih pada sang kakak saat dia pulang manja atau mengulangi proses kemandirian namun tetap berikan apresiasi atas pencapaian barunya.

Libatkan Sang Kakak Sehubungan dengan Adik Barunya

Dengan melibatkan sang kakak bertujuan untuk membina pemahamannya mengenai proses langkah perkembangan, mengikis perasaan asing pada adiknya, dan bahwa setiap mempunyai peran dalam keluarga sampai-sampai terpupuk ikatan emosional kakak-beradik. Anak-anak tidak jarang kali lebih cerdas daripada yang anda sangka. Wawasan yang mereka bisa bersangkutan si kecil bakal memantik rasa hendak tahunya.

Beberapa wujud pelibatan sang kakak ialah sebagai berikut:

Sebelum Kelahiran:

Bila memungkinkan, ikut sertakan sang kakak saat melakukan pengecekan kehamilan.
Ajaklah mereka saat membeli dagangan dalam menyambut si kecil.
Biarkan dia menyentuh dan meraba perut kita yang mulai membuncit, menikmati janin yang mulai bergerak, dan tendangan-tendangannya. Dia bakal paham bahwa adiknya tumbuh dan berkembang tersebut nyata. Pantiklah imajinasinya, contohnya, dengan pertanyaan: “Kira-kira, adik di perut sedang apa, ya?”
Pancinglah anak dengan pertanyaan mengenai hal apa yang bakal dia kerjakan setelah adiknya lahir. Menceritakan cerita tentang bayi dan membicarakan nama yang tepat guna adiknya pun baik dilakukan. Dengan ini Anda bakal paham pemikiran, harapan, atau kekhawatiran yang dirasakan sang kakak sampai-sampai Anda tahu upaya apa yang butuh dilakukan.

Ajaklah sekeluarga ke lokasi tinggal relasi, tetangga, atau family yang baru saja menyambut bayi baru. Persiapkan kondisi dengan baik dengan mengindikasikan hal-hal positif dan mengasyikkan sehubungan kehadiran adik baru.
Sesudah Kelahiran:

Sesudah kita menjalani proses persalinan dan waktunya pulang, ajaklah sang kakak menyambut si kecil. Inilah momen dia berkenalan dengan adiknya dan lanjutkan kontak lebih jauh. Arahkanlah supaya dia mencium, menggendong (tentunya dengan pertolongan dan pemantauan Anda), atau menyuruh bicara adiknya.
Berikan dia peran dalam menolong merawat si kecil laksana menyiapkan perangkat mandi, mengubah popok atau menghiburnya. Apresiasilah usahanya, sekecil apapun itu.
Jangan memarahi atau mengindikasikan rasa tidak suka bila sang kakak terlihat tidak tertarik, menampik terlibat, atau interaksi dengan adiknya. Bersabarlah, bangunlah kedekatan perlahan-lahan. Intinya ialah jangan menimbulkan perasaan berlomba dengan saudaranya.

Proses adaptasi menerima adik baru dalam family tidak pernah mudah untuk anak-anak. Ini ialah sarana untuk sang kakak selangkah mengarah ke jalan kedewasaan. Begitupun kita sebagai orang tua. Dengan meningkatnya anak, kita sebagai orang tua mesti semakin bijaksana. Demikianlah uraian mengenai bagaimana supaya sang kakak menerima adik baru dengan baik. Semoga bermanfaat.

http://www.spiritualforums.com/vb/redir.php?link=http%3A//www.pelajaran.co.id

Reuni Perak Smandel Bandung, ”Sakali Saumur Hirup”

Reuni Perak Smandel Bandung, ”Sakali Saumur Hirup”

Reuni Perak Smandel Bandung, ”Sakali Saumur Hirup”

Reuni Perak Smandel Bandung, ”Sakali Saumur Hirup”
Reuni Perak Smandel Bandung, ”Sakali Saumur Hirup”

Alumni SMAN 8 (Smandel) Bandung angkatan ’93 akan menggelar reuni perak

pada Sabtu, 25 Agustus 2018 di Jalan Solontongan No 3 Bandung.

Ketua panitia reuni Dadi Widya Pratama mengatakan, reuni bertema ”Sakali Saumur Hirup” tersebut akan diisi dengan acara foto bersama, permainan dan bagi-bagi hadiah, pemberian cendera mata untuk guru dan sekolah serta panggung hiburan dari alumni satu angkatan berupa penampilan grup vokal dan pentas musik The Tambal Band.

Meski demikian, pesan utama dari reuni itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus bernostalgia mengenangkan saat-saat para alumni riung mungpulung dalam wadah sekolah dan organisasi yang sama.

”Saya berharap semua pihak diberi kesehatan dan kesempatan

agar dapat hadir dalam acara reuni nanti,” ujar Dedi.

Dadi memperkirakan Reuni Perak Smandel Bandung Angkatan ’93 ini dihadiri oleh 300-an peserta. Mereka terdiri dari para guru yang mengajar pada kurun 1991-1993. Tak lupa, guru yang saat ini masih aktif mengajar dan siswa alumni ’93 Smandel Bandung.

Di antara para peserta, kata dia, presenter Irfan Hakim, Wakil Ketua DPRD

Jawa Barat Haru Suandharu, mantan Anggota KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkyansyah, perancang busana Malik Moestaram dijadwalkan hadir. ”Akan sangat senang jika kawan-kawan angkatan bisa menyempatkan diri untuk hadir. Sampai jumpa di tempat dan waktu yang ditentukan,” tandasnya.

 

Baca Juga :

Disdik Menggelar Lomba Ketangkasan dan Pertolongan Pertama

Disdik Menggelar Lomba Ketangkasan dan Pertolongan Pertama

Disdik Menggelar Lomba Ketangkasan dan Pertolongan Pertama

Disdik Menggelar Lomba Ketangkasan dan Pertolongan Pertama
Disdik Menggelar Lomba Ketangkasan dan Pertolongan Pertama

Untuk meningkatkan pendidikan karakter dan mengukur terlaksananya pendidikan ekstrakurikuler

(Eskul) tiap sekolah di Kabupaten Bandung. Dinas pendidikan bekerjasama dengan PMI kabupaten Bandung menggelar lomba ketangkasan dan pertolongan pertama.

kegiatan yang di pusatkan di SMPN 1 Pameungpeuk diikuti sekitar 192 Siswa SMP se Kabupaten Bandung, dikemas melalui Palang Merah Remaja (PMR).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H.Juhana mengatakan, dilaksnakannya

kegiatan tersebut bertujuan untuk pengembangan pendidikan pendidikan karakter yang dikemas melalui ekskul.

Ratusan Siswa SMP mengikuti lomba ketangkasan dan pertolongan pertama yang dilaksanakan Disdik Kabupaten Bandung
“Ini sebagai implementasi dari pengembangan pendidikan karakter anak sejak dini, lomba lebih ke repleksi pemahaman untuk membuktikan prilaku anak sejak dini,” kata Juhana Usai membuka secara resmi lomba PMR tingkat SMP di Pameungpeuk, Selasa (21/8)

Menurutnya selama ini, kegiatan belajar anak terus dilaksnakan baik secara akademis

ataupun ekskul. Akademis untuk pembinaan pengetahuan dan ekskul untuk pengembangan karakter anak, Pintar dan tau saja pengetahuan tidak cukup kalau tidak bisa berbuat.

“Jadi harus jadi kesatuan antara akademis dengan karakter. Dengan adanya perlombaan ini, untuk mengukur terlaksananya kegiatan ekskul ditiap sekolah,” akunya

Lebih lanjut Juhana menjelaskan lomba PMR dilakukan salahsatunya untuk meningkatakan SDM bidang sosial kepada anak sejak dini. ” untuk mengembangkan kepedulian anak sejak dini, agar memiliki rasa kepedulian antar sesama, kasih sayang dan bisa membiasakan saling bantu,” akunya

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Raih Prestasi Hingga Kancah Internasional

Raih Prestasi Hingga Kancah Internasional

Raih Prestasi Hingga Kancah Internasional

Raih Prestasi Hingga Kancah Internasional
Raih Prestasi Hingga Kancah Internasional

Keluarga Paduan Angklung (KPA) SMAN 3 Bandung kerap tampil di beberapa

pertunjukan yang digelar di luar negeri. Yang terbaru, KPA SMAN 3 Bandung akan tampil pada perayaan ke-60 hubungan diplomatik Indonesia-Jepang di Tokyo dam Osaka.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu, Rohmat Herawan, menyebut bahwa pihak sekolah hanya memberi sebagian kecil dukungan dana untuk kegiatan KPA.

”Kalau dari sisi pembiayaan, kebanyakan dari sponsor, itulah kepercayaan bagi SMAN 3 Bandung,

kebanggaan juga bagi Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan pemerintah pusat,” ujarnya ketika ditemui di SMAN 3 Bandung, beberapa waktu lalu.

Rohmat mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga kepada anak didiknya, karena selain berbakat, juga kreatif dalam mencari dana. Anggota KPA secara aktif membuat proposal dan mempresentasikan ke pihak sponsor.

Kemampuan semacam itu, ujar Rohmat, tidak akan didapat dalam pelajaran di kelas.

Ekstrakurikuler membuat anggota KPA SMAN 3 Bandung memiliki soft skill yang akan berguna untuk masa depannya.

”Biaya dari sponsor, tiap tahun selalu ada sponsor,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan KPA SMAN 3 Bandung berangkat ke Jepang untuk tampil dalam perayaan ke-60 hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Pertunjukan ini bukan pertunjukan KPA SMAN 3 Bandung di luar negeri.

Tahun sebelumnya KPA SMAN 3 Bandung pernah tampil di eropa. Penampilan tersebut juga yang akhirnya membuat SMAN 3 Bandunf diundang ke Jepang.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Fungsi HRIS memiliki empat kegiatan utama yaitu

Fungsi HRIS memiliki empat kegiatan utama yaitu

Fungsi HRIS memiliki empat kegiatan utama yaitu

Fungsi HRIS memiliki empat kegiatan utama yaitu
Fungsi HRIS memiliki empat kegiatan utama yaitu
  1. Perekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring).
    SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.
  2. Persiapan
    Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/ forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu dan sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenaga kerjaan kondisi pasar tenaga kerja dan sebagainya.
  3. Rekrutmen tenaga kerja /Recruitment

Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.

  1. Seleksi tenaga kerja / Selection

Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup atau (CV) curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.

  1. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
    Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
  2. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
    Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
  3. Jenjang karir

Jenjang karir merupakan tahapan kenaikan jabatan dalam suatu pekerjaan. Hal ini merupakan aspek yang penting bagi para karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan untuk memotifasi karyawan dalam meningkatkan kinerja mereka. Dalam hal ini perusahaan yang profesional akan menetapkan jenjang karir yang pasti bagi para karyawannya.

  1. Pendidikan dan Pelatihan

Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.

  1. Manajemen Data

Proses pengelolaan data sehingga dapat digunakan sebagai sumber (informasi/analisis) yang dapat dipercaya untuk perorangan/ umum,

  1. Merancang dan Menerapkan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Untuk merancang sistem informasi sumber daya manusia yang efektif, pakar menyarankan dengan pertanyaan mengenai data yang harus dimasukan. Pertanyaan yang harus diajukan adalah :

  1. Informasi apa yang tersedia Dan informasi apa yang dibutuhkan mengenaiorang-orang dalam organisasi.
  2. Untuk kegunaan apa informasi tersebut.
  3. Dalam format apa hasil akan dipresentasikan agar sensual dengan dokumen organisasional lainnya.
  4. siapa yang mebutuhkan informasi tersebut.
  5. Kapan dan seberapa sering informasi tersebut dibutuhkan.

Selanjutnya, kegunaan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), adalah sebagai berikut :

  1. Perencanaan dan Analisis SDM
  2. bagian organisasi
  3. proyeksi kepegawaian
  4. analisis ketidakhadiran
  5. pembiayaan restrukturisasi
  6. pencocokan pekerjaan internal
  7. Kesetaraan dalam Pekerjaan
  8. pelacakan pelamar
  9. analisis ketersediaan
  10. Kepegawaian
  11. sumber perekrutan
  12. pelacakan pelamar
  13. analisis penolakan penawaran
  14. Pengembangan SDM
  15. profil pelatihan karyawan
  16. penilaian kebutuhan latihan
  17. perencanaan penggantian
  18. kepemimpinan
  19. peminatan dan pengalaman karier
  20. Kompensasi dan Tunjangan
  21. struktur penggajian
  22. pembiayaan upah/gaji
  23. administrasi tunjangan yang fleksibel
  24. pengambilan cuti tahunan
  25. analisis penggunaan tunjangan
  26. laporan pajak
  27. Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Keamanan
  28. pelatihan keselamatan
  29. catatan kecelakaan
  30. catatan data material
  31. Hubungan Karyawan dan Buruh
  32. pembiayaan negosiasi serikat pekerja
  33. catatan audit
  34. hasil survey sikap
  35. analisis wawancara keluar kerja
  36. sejarah kerja karyawan.

Baca Juga :

Karakter Anti Kritik Penghambat Peradaban

Karakter Anti Kritik Penghambat Peradaban

Karakter Anti Kritik Penghambat Peradaban

Karakter Anti Kritik Penghambat Peradaban
Karakter Anti Kritik Penghambat Peradaban

Suatu hari, Sang Ibu membersihkan mushola dengan mengepel teras mushola. Ia kembali mengingatkan beberapa orang yang tidur di teras, karena jelas ada larangan tidur di area mushola. Ini berjalan lancar, kemudian ada orang yang merokok tepat di lokasi larangan merokok. Dan ia pun langsung diingatkan oleh Ibu ini. Pergilah pria perokok tersebut. Namun, pria disamping saya di sisi lain (sebut saja mr X) berceletuk “ibu ini kayak yang punya aja, digaji enggak, tapi sok ngatur-ngatur. Dia tu orang gang sini juga mas (sembari menghadap saya)”.

Saya cukup kaget mendengar ia berkata demikian, padahal yang dilakukan sang Ibu ini semuanya benar menurut saya. Dan harusnya kita bangga dengan hadirnya ibu ini. Mushola bisa selalu bersih dan tanpa meminta imbalan apapun. Nah, tidak lama kemudian Pria Mr X ini makan di area mushola. Jelas saja sang ibu langsung melarangnya cuma tidak menyuruhnya pergi secara langsung.

Ibu : “Pak boleh makan tapi jangan sampai cemat cemot (berantakan)”

Mr X : “orang makan kok cematcemot” (sembari menghadap saya dan meneruskan makannya)

Beberapa waktu kemudian makanan Mr X ini tumpah dan mengotori bagian teras mushola. Mr X ini pun sempat panik dan ia membersikan sebisanya dan langsung pergi begitu saja. (mungkin dia malu).

Cerita di atas benar-benar terjadi dan menjadi gambaran, apakah demikian karakter orang-orang Indonesia?. Padahal, sang ibu tidak mengkritik terlalu jauh, hanya menyampaikan aturan yang sudah dituliskan jelas dan ditempel pada dinding mushola. Namun, yang diterima bukanlah feedback positif.

Mulai dari aturan yang dilanggar hingga membuat alasan untuk membenarkan hal yang dilakukannya ketika melanggar menjadi sebuah kebiasaan orang-orang tersebut. Tak hanya kejadian ini saja, masih banyak kejadian di luar sana yang menggambarkan hal sejenis.

Entah kenapa karakter seperti ini seakan sudah menjadi tradisi seperti menolak perbaikan, menolak kiritikan, menolak ketika diingatkan. Bahkan, ia membalas dengan hal-hal negatif kepada orang yang mengkritiknya. Padahal jika aturan yang sudah diterapkan itu ditaati pastinya semuanya akan berjalan dengan baik. (sumber kisah: Fajar, kompasiana.com)

Kemenangan Semu
Kalau ribut dengan pelanggan,
Walaupun kita menang,
Pelanggan tetap akan lari.

Kalau ribut dengan rekan sekerja,
Walaupun kita menang,
Tiada lagi semangat bekerja dalam tim.

Kalau kita ribut dengan boss,
Walaupun kita menang,
Tiada lagi masa depan di tempat itu.

Kalau kita ribut dengan keluarga,
Walaupun kita menang,
Hubungan kekeluargaan akan renggang.

Kalau kita ribut dengan guru,
Walaupun kita menang,
Keberkahan menuntut ilmu dan kemesraan itu akan hilang.

Kalau ribut dengan kawan,
Walaupun kita menang,
Yang pasti kita akan kekurangan kawan.

Kalau ribut dengan pasangan,
Walaupun kita menang,
Perasaan sayang pasti akan berkurang.

Kalau kita ribut dengan siapapun,
Walaupun kita menang,
Kita tetap kalah…
Yang menang cuma ego diri sendiri, itu hanyalah kemenangan semu.
Yang susah adalah mengalahkan ego diri sendiri. Namun, jika kita mampu menaklukan diri sendiri, ialah pemenang sejati.

Apabila menerima teguran, tidak perlu marah, bersyukurlah, masih ada yang mau menegur kesalahan kita.

Anti kritik akan membuat kita tak akan pernah maju, atau kalaupun maju akan sangat lamban karena kita akan bergerak secara alamiah tanpa ada faktor eksternal yang menyokongnya. Kritik bisa hadir dalam bentuk beragam. Bisa dalam bentuk tulisan, perkataan maupun sikap. Disinilah dituntut profesionalitas kita menyikapinya. Ketika kita masih mengutamakan hati dan perasaan, maka yang biasanya akan muncul adalah penolakan. Dalam ilmu kejiwaan hal ini adalah standar yang tak perlu diperdebatkan. Cara kita menanggapinya menjadi sinyal seberapa baik kecerdasan emosional kita, seberapa besar dan lapang jiwa kita.

Masih ingatkah dengan Brand “Nokia”, raja ponsel semenjak tahun 1990 an yang akhirnya mulai terhantam dari tahun 2001. Raksasa seperti perusahaan Nokia kini hanya tinggal kenangan karena kegagalan membaca konsumen, kurang memahami tren telepon seluler dan bisa jadi kurang mampu menerima kritikan karena terlalu angkuh dengan nama besarnya.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Berani Mengambil Resiko Bukan Berarti Tidak Memperhitungkannya

Berani Mengambil Resiko Bukan Berarti Tidak Memperhitungkannya

Berani Mengambil Resiko Bukan Berarti Tidak Memperhitungkannya

Berani Mengambil Resiko Bukan Berarti Tidak Memperhitungkannya
Berani Mengambil Resiko Bukan Berarti Tidak Memperhitungkannya

Berani Mengambil Resiko Bukan Berarti Tidak Memperhitungkannya

Ketika berani beraksi dan mengambil resiko kita tetap harus selalu memperhitungkan resiko tersebut, perhitungkan sebelum bertindak. Kita lihat resikonya. Apakah Kita bisa menerima resikonya? Jika bisa maka ambil tindakan. Apakah resikonya bisa diantisipasi? Maka ambil tindakan. Bukan seperti orang yang hanya mencari pembenaran untuk tidak mengambil resiko, mereka mengatakan beresiko sambil diam tidak bertindak. Perhitungkan resikonya, kemudian tetaplah ambil tindakan untuk mengambil resiko.

Memang, adakalanya kita harus hati-hati memutuskan. Ada masanya kita harus memperhitungkan waktu, situasi, dan kondisi. Namun, ketika keputusan telah diambil, tak pantang menyerah pada masalah, tak pantang mundur apalagi kabur menghadapi masalah. Selalu sediakan ruang yang luas untuk mengevaluasi, merencanakan kembali, dan memulai investasi lagi, lakukan perbaikan dan instropeksi diri atas pilihan peluang yang diambil.

Orang hebat melihat dan menjalani proses sebagai pembelajaran. Sehingga, jika kegagalan sekalipun yang datang, difahaminya sebagai jalan panjangnya kesuksesan. Apa yang muncul kemudian adalah pikiran-pikiran positif dan solutif atas permasalahan. Di sanalah letak keberanian orang hebat. Berani mengambil resiko karena punya rencana. Berani mengambil resiko karena punya cara pandang pembelajar. Mereka tak pernah berhenti berproses (on becoming) menjadi lebih baik sebelum akhirya menjadi yang terbaik.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Ciri-ciri Anak Dominan Otak Kiri Atau Otak Kanan

Ciri-ciri Anak Dominan Otak Kiri Atau Otak Kanan

pada umumnya masing-masing anak mempunyai kecenderungan dalam keterampilan otaknya, terdapat yang lebih berpengaruh menggunakan benak kanan dan terdapat yang lebih berpengaruh menggunakan benak kiri. Agar bisa menilai apakah anak kamu dominan benak atau benak kiri, inilah diuraikan cirri-ciri anak yang berpengaruh menggunakan benak kanan dan ciri-ciri anak yang berpengaruh menggunakan benak kiri:

1. Otak Kanan

Anak yang berpengaruh menggunakan benak kanan, seringkali mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Pada ketika ia masih kecil, ia ingin akan terlambat berkata dibanding dengan anak-anak seusianya.
b. Cenderung bakal mengungkapkan apa yang ia pikirkan, sampai-sampai lebih menyenangi ujian lisan dibanding dengan ujian tertulis.
c. Tidak dapat diberi tugas yang diberi batas oleh waktu, sebab anak dengan berpengaruh otak kanan ingin bekerja dengan khayalan dan inspirasi.
Sehingga bila diberi masa-masa tertentu seringkali malah panik dan tidak selesai.
d. Kreatifitas tinggi, laksana telah dilafalkan di atas urusan ini diakibatkan daya imajinasinya tinggi.
e. Sulit menggarap soal-soal matematika atau segala urusan yang bersangkutan dengan rumus.
f. Kurang suka mencatat, dan lebih senang menciptakan gambar-gambar.
g. Jika berkata biasanya tidak cukup runtut dan tidak cukup sistematis.
h. Biasanya kadar fokus terhadap kegiatan yang ia lakukan diprovokasi oleh suka atau tidaknya ia untuk pekerjaan yang sedang dilakukannya tersebut.
i. Lebih menyenangi benda-benda yang color full.
j. Mampu merekam sekian banyak informasi dengan baik.

2. Otak Kiri

Anak yang berpengaruh menggunakan benak kiru, seringkali mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. Pandai dalam menggarap sesuatu yang bersangkutan dengan Matematika/ rumus-rumus.
b. Cukup tenang dan tidak emosional.
c. Biasanya dapat menganalisis sesuatu dengan baik.
d. Memiliki keterampilan logika yang bagus.
e. Lebih menyenangi simbol simbol dikomparasikan dengan gambar-gambar.
f. Lebih menyenangi objek yang mempunyai sifat kalem laksana hitam putih dibanding mesti warna warni.
g. Biasanya andai dalam kerja gampang untuk bekerja cocok target/ batas masa-masa yang ditentukan.
h. Jika bekerja ataupun menyimak itu seringkali teratur, sistematis.
i. Memiliki kemampuat yang baik dalam menduplikasi.
j. Biasanya cepat guna menghafal/daya hafalnya bagus.

Sumber : http://www.hudson.edu/frames.php?school=hcsd&url=https://www.pelajaran.co.id

SMK Teknomedika Plus Upgrade Wawasan

SMK Teknomedika Plus Upgrade Wawasan

SMK Teknomedika Plus Upgrade Wawasan

SMK Teknomedika Plus Upgrade Wawasan
SMK Teknomedika Plus Upgrade Wawasan

SMK Teknomedika Plus kembali me- refresh kinerja para tenaga pendidiknya

dalam kegiatan in house training (IHT) dalam rangka workshop penyusunan Program Kerja Guru 2017/2018 SMK Teknomedika Plus, belum lama ini.Kepala SMK Teknomedika Plus, Sahono menjelaskan, kegiatan tahunan ini selalu dilakukan sebelum berlangsungnya tahun ajaran baru. “Kalau istilah kendaraan, ya in house training, kayak memanaskan mesin mobil yang sudah lama terparkir di garasi. Sama dengan tenaga pendidik, dipanaskan kembali semangatnya, bahkan diberikan terus skill-skill dan keterampilan yang baru agar terus berkembang dengan metode yang tidak itu-itu saja,” bebernya kepada Radar Bogor.

Dalam workshop tersebut, ada beberapa poin pembahasan. Yaitu tentang

spektrum mata pelajaran, struktur pembelajaran, rencana program pembelajaran (RPP), silabus, program semester dan juga program tahunan mereka.
Dengan menghadirkan narasumber dari pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, yaitu Heri Mulyadi, sebanyak 50 guru SMK Teknomedika Plus mengikuti berbagai materi tersebut. Ia berharap, dengan workshop ini, para guru di SMK Teknomedika plus kembali terasah ilmu-ilmunya. Juga bisa memunculkan ide kreatif baru dalam program pembelajaran.

“Sehingga, dalam mengajar mereka terus kreatif, memperbarui cara kerja

dan program kerjanya, dan terus mengikuti perkembangan dunia, khususnya dunia pendidikan yang juga terus berkembang tiap tahunnya. ,Sehingga para guru terus ter-update wawasannya, tidak ketinggalan,” tandas Sahono.

 

Baca Juga :

Pramuka Jadi Relawan Peduli Lebaran

Pramuka Jadi Relawan Peduli Lebaran

Pramuka Jadi Relawan Peduli Lebaran

Pramuka Jadi Relawan Peduli Lebaran
Pramuka Jadi Relawan Peduli Lebaran

Kwarnas Gerakan Pramuka mengadakan Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran. Pramuka
Penegak dan Pramuka Pandega yang mengikuti aksi sosial ini tampak semangat dan ceria membantu
petugas di stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan untuk melancarkan mudik tahun 2017.

“Senang banget ikut kegiatan ini. Di sini, benar-benar kerja nyata, berbakti buat masyarakat beneran

kerasa,” ujar Nayon Kariza Niarifa (18) di sela-sela Pencanangan Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran
1438 H, di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Hal yang sama disampaikan Elvita Febriyani (16). Baginya, mengikuti kegiatan Karya Bakti Lebaran ini
me?nyenangkan. Kata dia, capek pun tidak terasa. Mereka mengaku, orang tua mereka tidak
mempermasalahkan putra-putrinya mengikuti kegiatan Karya Bakti Lebaran. Bahkan, orang tua mereka
sangat mendukung ke?giatan yang membantu pemudik ter?sebut. “Orang tuaku mendukung banget,
Kak. Ini suatu program yang positif,” kata Lintang Pamungkas (17) ini dengan rasa bangga, di Terminal
Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Ini juga dirasakan Galang Maulana (17). Katanya, orang tua mempersilakan dan sangat mendukung

kegiat dan sangat mendukung kegiatan tersebut, karena sangat positif dan membantu masyarakat.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengaku bangga dengan anggota Gerakan
Pramuka yang sukarela dan tetap semangat mengikuti kegiatan Karya Bakti Lebaran. Ia menjelaskan, ini aksi nyata dari Gerakan Pramuka untuk masyarakat.

“Terima kasih Kakak sampaikan. Orang-orang pada mudik, kalian bekerja keras. Itulah Pramuka,
mengamalkan Dasa Darma Pramuka,” pungkasnya.

Pencanangan kegiatan ini diketuai oleh Hasyim Nasution, Andalan Na?sional Kwarnas Gerakan

Pramuka. Kegiatan Karya Bakti Lebaran ini melibatkan Pramuka Penegak dan Pramu- ka Pandega dari
Kwartir-Kwartir, Gudep-Gudep, Saka-Saka serta berkoordinasi bersama kementerian/
lembaga/instansi untuk bergabung dengan posko-posko mudik di wilayah setempat. Kegiatannya antara
lain membantu memberikan informasi kelancaran arus mudik, membantu pemudik/masyarakat yang
mudik menggunakan kendaraan umum di stasiun-stasiun, terminal- terminal, pelabuhan, bandara dan
tempat-tempat umum.(

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-komputer/