preferential-lite
shadow

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM
Program PKK dan PKW Harus Tercover Dalam Lembaga PKBM

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW), merupakan program dari Direktorat Khusus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2017.

Pendidikan khusus dan pelatihan dibuat untuk masyarakat di Indonesia

namun harus tercover dalam satu lembaga yaitu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

PKBM sebagai lembaga pendidikan luar sekolah ada ditengah masyarakat berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan PKK dan PKW.

Kegiatan khusus dan pelatihan sangat membantu masyarakat guna mengatasi masalah pengangguran, serta mendongkrak ekonomi masyarakat,”kata Junus Pattiasina, S.Sos staf Analisis Data Mutu Pendidikan Seksi Perencanaan Balai Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas) Maluku di Ambon, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, kegiatan khusus atau pelatihan Menjahit, Tata boga

, Kecantikan, Perbengkelan, Otomotif, semuanya masuk dalam kegiatan PKK. PKBM adalah lembaga ditegah-tengah masyarakat merupakan mitra kerja dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kondisi PKK dan PKW di Maluku sangat membantu masyarakat meskipun baru dibentuk dan berjalan dalam tahun 2017 ini. BP PAUD Dikmas hadir di Maluku untuk membantu masyarakat dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan masyarakat.
Beny Popla, S.Pd dan Istri, Pengelola PKBM Dia Ferat

Pattiasina melihat kegiatan pelatihan PKK (Menjahit) yang dilaksanakan oleh PKBM

Dia Ferat sangat berdampak positif bagi kehidupan masyarakat di lingkungan RT.002/RW.04 Benteng Atas Ambon.

“Sebelum masyarakat tahu tentang proses menjahit, membuat pola sampai menghasilkan produk, mereka harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu seperti yang dilaksanakan pada PKBM Dia Ferat,”ucapnya.

Semua kabupaten/kota di Maluku diberikan quota untuk melaksanakan kegiatan PKK dan PKW. Diharapkan, kegiatan ini dapat mambantu persoalan ekonomi masyarakat di Maluku yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(TM02)

 

Sumber :

https://chicagobearsjerseyspop.com/niat-mandi-wajib/

Keistimewaan Ja’far Ath-Thayyar

Keistimewaan Ja’far Ath-Thayyar

Nama lengkapnya adalah Ja’far bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Ia punyai gelar Abu Al-Masakin yang berarti bapak orang-orang miskin karena ia senang berdialog bersama mereka. Juga gelar Dzu Al-Janahain yang berarti pemilik dua sayap serta Ja’far Ath-Thayyar yang berarti orang yang dapat terbang.

Ia ikut hijrah ke Habsyi dan kebolehan berdiplomasinya ia memanfaatkan untuk menangkal hasutan kaum musyrikin kepada Raja Habsyi yang bernama Negus.

Suatu saat, Rasulullah saw diberi sadar oleh Malaikat Jibril bahwa kelak kala Ja’far berperang dan syahid, Allah telah sediakan baginya dua sayap hijau yang terbungkus bersama intan dan yaqut untuknya di surga. Dia terbang bersama ke dua sayapnya bersama malaikat.

Rasulullah saw senang mengetahuinya. Beliau pun menanyakan kepada Ja’far, “Wahai Ja’far, putra Abu Thalib. Amalan apa yang kaulakukan sehingga Allah memuliakanmu?”

Ja’far menjawab, “Wahai Rasulullah. Aku tidak sadar pasti amalan apa yang telah saya kerjakan. Hanya saja kala saya kafir dan sehabis masuk Islam sampai sementara ini, saya selalu menjauhi diri berasal dari bicara bohong, berzina, dan mabuk-mabukkan.”

Rasulullah saw menanyakan kembali, “Memang ketiga perkara itu diharamkan oleh Islam. Lalu, bagaimana engkau menghindar diri berasal dari ketiga pembawaan itu kala kafir? Bukankah tidak ada larangan untuk itu?”

Ja’far menjelaskan, “Aku berpendapat bahwa orang yang berbohong didalam ucapannya dapat selalu dicurigai oleh orang lain. Dan jika kebohongannya diketahui oleh orang, pasti dapat malu sekali. Oleh karena itulah, saya tidak rela berbohong.

Sedangkan, untuk kelakuan zina, saya tidak menghendaki ada orang lain yang berzina bersama istri atau anakku. Sungguh orang tersebut dapat tercela didalam pandanganku. Karena itulah saya membenci kelakuan zina.

Lalu, saya menjauhi mabuk-mabukkan karena saya menghendaki akalku tetap berkembang dan melampaui asumsi orang lain. Mabuk-mabukan dapat menghalau akal sehingga ia dapat mengeluarkan kalimat tidak bermanfaat dan tertawa-tawa tanpa alasan. Karena itulah saya menghindar diriku berasal dari minuman yang memabukkan,”

Malaikat Jibril berkunjung dan berkata, “Ja’far bicara benar. Allah menjadikan dua sayap untuknya disebabkan karena menghindar diri berasal dari ketiga perkara tersebut sehingga pantas terkecuali Ja’far dekat bersama Allah!”

Akhirnya, benarlah kisah itu kala Ja’far syahid didalam Perang Muktah, Rasulullah saw memberitakan, “Aku masuk ke didalam surga dan saya menyaksikan Ja’far terbang bersama para malaikat, namun ke dua sayapnya penuh bersama lumuran darah.”

Kemudian Rasulullah saw menyatakan bahwa Allah SWT mengganti sayap tersebut bersama sayap yang baru sehingga ia dapat terbang bersama sayap itu ke surga. Karena itulah ia dijuluki Ja’far Ath-Thayyar.

Sumber : tokoh.co.id/

Baca Juga :

Firasat Orang Shiddiq

Firasat Orang Shiddiq

Seorang pemuda Yahudi yang amat tampan masuk ke didalam masjid bersama sikapnya yang amat hormat. Pemuda itu berpakaian indah, kenakan wangi-wangian yang harum, budi dan tutur katanya pun sopan. Semua orang yang berada di masjid mengira ia adalah orang Islam, padahal sebetulnya ia Yahudi yang belum memeluk Islam.

Syekh Ibrahim Al-Khawwash yang tengah berada di didalam masjid bicara kepada sahabat-sahabatnya, “Pemuda itu adalah seorang Yahudi.”

Para kawan baik tidak cukup setuju bersama perkataan Syekh Ibrahim. Mereka berpikiran pemuda itu adalah jemaah masjid yang hendak shalat. Pemuda itu mengerti bahwa mereka tengah membicarakannya.

Seusai shalat, pemuda itu tunggu Syekh Ibrahim sampai pulang nampak dari masjid. Ketika dilihatnya Syekh Ibrahim udah nampak dari pintu masjid, pemuda Yahudi itu pun mendekati para kawan baik Syekh Ibrahim dan bertanya, “Apa kata Syekh Ibrahim mengenai diriku?”

Mendengar pertanyaan itu, para kawan baik Syekh Ibrahim enggan menjawabnya. Mereka diam seribu bahasa. Namun, pemuda itu mendesak mereka, “Tak harus takut, saya hanya inginkan mengerti apa yang diucapkan Syekh Ibrahim tadi?”

Akhirnya, tidak benar satu dari jemaah angkat bicara, “Syekh mengatakan bahwa kau seorang Yahudi. Apakah benar?”

Pernyataan Syekh Ibrahim itu mengejutkan pemuda Yahudi. Ia bergegas menyusul Syekh Ibrahim yang tengah berjalan pulang ke rumahnya. Pemuda itu langsung mencium tangan Syekh Ibrahim dan menunjukkan dirinya masuk Islam.

Syekh yang keheranan bertanya, “Apa yang mendorongmu untuk langsung memeluk Islam?”

Pemuda itu menceritakan isikan kitab yang diyakininya, “Dalam kitabku dikatakan, firasat seseorang yang memiliki cii-ciri shiddiq tidak dulu meleset. Saya menguji kaum muslim bersama menyamar sebagai jemaah masjid. Orang shiddiq pasti berada di pada group muslim. Ternyata dugaanku sebetulnya benar. Syekh Ibrahim mampu mengenaliku bersama tepat. Berarti Anda adalah orang yang shiddiq dan karena itulah saya masuk Islam!”

Sumber : tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

Tidak Takut Dikatakan Bodoh

Tidak Takut Dikatakan Bodoh

Imam Malik adalah sosok alim ulama yang rendah hati. Meskipun ia senantiasa belajar dan menimba ilmu dari 900 orang guru, ia tidak dulu terasa dirinya paling pintar. Imam Malik berkata, “Sering kali saya tidak tidur semalam suntuk untuk memikirkan jawaban atas problem yang diajukan kepadaku.”

Suatu hari tidak benar seorang muridnya datang dari suatu area yang jauh. Masyarakat area ia tinggal punyai masalah perlu yang belum terselesaikan. Sang murid punya niat untuk menanyakan hal berikut kepada gurunya, Imam Malik.

Akan tetapi, Imam Malik tidak dapat memberi tambahan jawaban kepadanya karena sebenarnya beliau tidak sadar jawaban atas problem tersebut. Dengan sejujurnya, beliau berkata, “Aku tidak tahu.”

Tentu saja sang murid menjadi kecewa. Lalu, ia berkata, “Apakah saya perlu menyebutkan kepada orang-orang bahwa Imam Malik tidak tahu?”

“Ya!” Jawab Imam Malik, “Katakanlah kepada kaummu bahwa saya tidak tahu!”

Pernyataan Imam Malik ini bisa saja bagi sebagian orang pandai terasa dapat menjatuhkan harga dirinya karena akan dianggap bodoh. Bahkan, untuk hindari supaya tidak disebut orang bodoh, ia akan berusaha untuk mengada-adakan jawaban tanpa memedulikannya, apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

Hal itu tidak berlaku bagi Imam Malik. Jika sebenarnya tidak punyai jawaban atas pertanyaan itu, beliau lebih memilih menyebutkan sejujurnya bahwa tidak sadar jawaban daripada perlu menyebutkan bahwa ia sadar semua tanpa ilmu.

Ia mewarisi cii-ciri jujur Nabi saw saat memastikan suatu jawaban atas permasalahan. Jika Rasulullah saw menanti wahyu untuk sadar jawabannya, Imam Malik akan belajar dan belajar ulang sampai menemukan ilmu yang benar untuk menjawab problem di atas.

Baca Juga :

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting
Pemprov Jabar Deklarasikan Cegah Stunting

Pemerintah Provinis Jawa Barat (Pemprov Jabar) luncurkan Program Zero Stunting

. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar menargetkan lima tahun kedepan Jawa Barat bebas dari gizi buruk anak, atau Stunting.

Seperti yang dikutip dari Humas.jabarprov.go.id, deklarasi cegah stunting atau tumbuh kerdil sangat penting mengingat bahaya yang ditimbulkan stunting terhadap pertumbuhan generasi muda di Indonesia. Emil menghimbau agar seluruh masyarakat serta pemerintah kota dan kabupaten dapat bekerja sama dalam mencegah stunting.

“Stunting ini bukan urusan tinggi badan saja, tapi kondisi gagal tumbuh, pertumbuhan otaknya lemah secara kualitas manusia baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, di hari ini bersama 27 Kepala Daerah (Kabupaten/Kota), kita mencanangkan program anti stunting selama 5 tahun agar selanjutnya kita bisa mengikis habis (kasus baru stunting),” ujar Emil di Bandung, pada Minggu, 18 November 2018.

Salah satu program yang mendukung deklatasi cegah stunting adalah program dana desa

. Program ini diarahkan sebagian untuk pemenuhan gizi ibu hamil dan balita melalui OMABA (Ojek Makanan Balita).

Emil menghimbau pihak terkait untuk mengutamakan penyesuaian besaran bantuan berdasarkan kebutuhan dan peringkat daerah dengan penderita terbanyak. Emil menekankan akan memantau program ini secara berkala untuk mengetahui penurunan penderita stunting di Jaw Barat dalam lima tahun kedepan.

“Tadi sudah saya perintahkan, ada program-program dari dinas terkait, PKK, Posyandu

, bahkan (program) Dana Desa akan kita atur penggunaannya, salah satunya untuk pemberian gizi agar masalah stunting di desa-desa bisa berkurang,” ujar Emil.

Stunting (tumbuh kerdil) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah dua tahun yang di sebabkan kekurangan Gizi Kronis. Umumnya, stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting cukup berbahaya karena mengakibatkan otak anak sulit berkembang dan tubuh yang sulit tumbuh.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Jawa Barat sendiri tercatat ada 29,9% atau 2,7 juta balita yang terkena stunting. Terdapat 13 daerah dengan penderita terbanyak di Jawa Barat, antara lain Kabupaten Garut (43,2%), Kabupaten Sukabumi (37,6%), Kabupaten Cianjur (35,7%), Kabupaten Tasikmalaya (33,3%), Kabupaten Bandung Barat (34,2%), Kabupaten Bogor (28,29%), Kabupaten Bandung (40,7%), Kabupaten Kuningan (42%), Kabupaten Cirebon (42,47%), Kabupaten Sumedang (41,08%), Kabupaten Indramayu (36,12%), Kabupaten Subang (40,47%), dan Kabupaten Karawang (34,87%).***

 

Baca Juga :

Kadisdik: Teladani Rasululloh SAW

Kadisdik Teladani Rasululloh SAW

Kadisdik: Teladani Rasululloh SAW

Kadisdik Teladani Rasululloh SAW
Kadisdik Teladani Rasululloh SAW

Nabi Muhammad adalah Rasul utusan Allah yang membawa risalah agung,

menjadikan manusia lebih bermartabat dan lebih mulia. Maka sewajarnya bagi umat muslim untuk selalu mengaplikasikan ajaran Islam di seluruh dimensi kehidupan.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Senin, 19 November 2018. Ucapan tersebut merupakan caranya memaknai Hari Lahir Nabi Muhammad SAW.

Hadadi menuturkan, ajaran Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad

merupakan ajaran yang mengangkat derajat manusia dari berbagai macam sifat kebinatangan. “Islam menjadikan manusia menjadi orang-orang yang unggul,” ucap Hadadi.

Dia juga mengajak kepada semuanya muslim agar selalu mengimplementasikan ajaran tauhid dalam kehidupan, karena menurut Hadadi, hak tersebut mampu membangkitkan kesejahteraan dan menjadikan kehidupan menjadi lebih damai dan rukun.

Hari kelahiran Nabi Muhammad diperingati sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia.

Dikenal dengan istilah Maulid Nabi, tanggal ini diambil dari perhitungan Kalender Bulan Islam. Maulid Nabi jatuh pada Maulid Nabi jatuh pada hari ke-12 bulan ketiga Islam Rabi’ul-awwal, yang pada kalender Masehi tahun ini jatuh pada tanggal 20 November 2018.***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/fardu-rukun-shalat/

Pemerintah Siapkan SDM Unggulan Hadapi Revolusi 4.0

Pemerintah Siapkan SDM Unggulan Hadapi Revolusi 4.0

Pemerintah Siapkan SDM Unggulan Hadapi Revolusi 4.0

Pemerintah Siapkan SDM Unggulan Hadapi Revolusi 4.0
Pemerintah Siapkan SDM Unggulan Hadapi Revolusi 4.0

Pemerintah terus mempersiapkan lulusan SMK yang lebih baik untuk menghadapi revolusi 4.0

. Persiapan dimulai dengan melakukan revitalisasi kurikulum dan melakukan kemitraan dengan berbagai perusahaan. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika mengatakan, kurikulum yang ada kini akan disusun kembali dan disesuaikan dengan revolusi industri 4.0.

“Kemarin, saya menghadiri rapat di pusat, rapatnya tentang bagaimana menyusun kembali, merevitalisasi mengenai kurikulum, sehingga dapat mengantisipasi revolusi industri 4.0. Selain itu, kita diketemukan oleh mitra-mitra yang berkaitan dengan digitalisasi,” ujar Kadisdik Jabar.

Kemitraaan dilakukan berkaitan dengan digitalisasi sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Kadisdik mengatakan, salah satu contoh kemitraan adalah dengan Amazon. Pihak kemitraan adalah pihak yang melakukan perencanaan dan pengarahan tentang digitalisasi. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara gratis untuk guru.

“Jadi kemarin ada MOU. Sudah ditetapkan di Jawa Barat sendiri ada beberapa sekolah yang akan diberi pembinaan dan pendampingan. Ada juga perusahaan swasta, hotel, yang sudah tersebar di Indonesia, dia juga akan mendapingi SMK-SMK terkait dengan bagaimana meningkatkan bidang pariwisata. Jadi ada kemitraan. Misalnya perusahaan di Indonesia itu, memiliki 20 hotel di Jawa Barat. Jadi hotel itu harus menggandeng SMK-SMK di sekitarnya. Minimal empat hingga 5 sekolah,” ujar Kadisdik Jabar.

Selain itu, Kadisdik Jabar mengatakan, yang terpeting adalah bagaimana menyiapkan sumber daya

manusia yang tidak hanya pintar akan tetapi berkarakter.

“Jadi, bagaimana sebetulnya menyiapkan sumber daya manusia kedepan, agar tadi kita dipersiapkan revolusi industri 4.0. Ini pastinya akan berdampak kepada emotional quotient (kecerdasan emosional) anak-anak. Bagaimana juga mereka memiliki anak-anak yang berkarakter artinya selain mereka secara teknologi dan kecerdasan baik, akan tetapi karakter mereka dari sisi budaya, dari sisi menjaga lingkungan, dari agama, itu menjadi penting,” ujar Kadisdik Jabar.***

 

Sumber :

https://solopellico3p.com/pengertian-shalat/

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan
Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Penamaan hari dan jumlahnya dalam satu minggu tak lepas dari perkembangan peradaban manusia.

Awalnya perkembangan peradaban terutama dalam hal astronomi memegang prinsip bahwa bumi adalah pusat dari benda-benda langit atau sering disebut Geosentris. Pendapat ini mempengaruhi seluruh pikiran dan kebijakan manusia pada masa tersebut. Orang-orang dahulu juga percaya bahwa benda-benda langit mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh

Pada masa tersebut mereka percaya bahwa di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius . Venus  berada di langit ke tiga dan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars . Di langit ke enam ada Jupiter serta langit ke tujuh ditempati Saturnus.

Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.

Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum’at).

Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah.

Bagaimana dengan Indonesia ..?

Bahasa Indonesia hampir semuanya mengikuti penamaan hari dari bahasa Arab kecuali hari pertama yaitu Ahad sehingga di Indonesia menjadi Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum’at berjamaah.

Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

Baca Juga :

Biodata Gus Dur

Biodata Gus Dur

Biodata Gus Dur

Biodata Gus Dur
Biodata Gus Dur

Nama: DR.(h.c) K.H. Abdurrahman Wahid
Lahir : Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940.
Meninggal : Jakarta, 30 Desember 2009
Orang Tua: Wahid Hasyim (ayah), Solechah (ibu).
Istri : Sinta Nuriyah
Anak-anak : Alisa Qotrunada Zannuba Arifah Anisa Hayatunufus Inayah Wulandari


Pendidikan
– Pesantren Tambak Beras, Jombang (1959-1963)
– Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1964-1966)
– Universitas Bagdad (1966-1970)


Karir
– Pengajar Pesantren Pengajar dan Dekan Universitas Hasyim Ashari Fakultas Ushuludin
– Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999)
– Ketua Forum Demokrasi (1990)
– Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994)
– Anggota MPR (1999)
– Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-24 Juli 2001)


Penghargaan
– Penghargaan Magsaysay dari Pemerintah Filipina atas usahanya mengembangkan hubungan antar agama di Indonesia (1993)
– Penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir (1991)
– Penghargaan dari Simon Wiesenthal Center, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan Hak Asasi Manusia

– Penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universitas Thammasat Bangkok,  Universitas Sorbonne Paris, Universitas Jawaharlal Nehru, India dan Universitas lainnya.

Biodata Megawati Soekarnoputri

Biodata Megawati Soekarnoputri

Biodata Megawati Soekarnoputri

Biodata Megawati Soekarnoputri
Biodata Megawati Soekarnoputri

Nama : Dr. (Hc) Hj. Megawati Soekarnoputri
Nama Lengkap : Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri
Lahir : Yogyakarta, 23 Januari 1947
Ayah : Ir. Soekarno
Ibu : Fatmawati
Suami : Taufik Kiemas
Anak: 3 orang, (2 putra, 1 putri)

Karir
– Anggota DPR/MPR 1987-1992
– Anggota DPR/MPR 1999
– Wakil Presiden RI 1999-2001
– Presiden RI ke – 5  tahun 2001-2004

Pendidikan
– SD s/d SMA Perguruan Cikini
– Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran (1965-1967)
– Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).

Organisasi
– Aktivis GMNI, 1965-1972
– Ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Cabang Jakarta Pusat
– Ketua Umum DPP PDI, 1993-1998
– Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, 1998 – 2000
– Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, April 2000-2005
– Peserta Konvensi Wanita Islam International di Pakistan, 1994

Penghargaan
– Penghargaan “Priyadarshni Award” dari lembaga Priyadarshni Academy, Mumbay, India, 19 September 1998
– Doctor Honoris Causa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang, 29 September 2001

Sumber : https://jalantikus.app/